cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 337 Documents
Pengaruh Nomophobia Terhadap Aktivitas Fisik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 Selama Pandemi Covid-19 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dahlan, Alwi; Donanti, Elita; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4130

Abstract

Background: During the current COVID-19 pandemic, many students are forced to learn with a different learning system than usual, namely the Distance Learning System. This system has caused many students to be more dependent towards their smartphones that can be associated with their everyday needs and can lead to high levels of anxiety and stress, therefore making Nomophobia one of the impacts for reduced physical activity. Methods: This study uses analytical survey method, and data was collected using a questionnaire. The population in this study are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. The sample selection used a simple random sampling technique. Data analysis was collected by using univariate and bivariate analysis. Results: Of the 154 respondents who are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019, the results of the questionnaire showed that the highest results based on bivariate analysis were 38 respondents (24.7%) experiencing moderate to high nomophobia with moderate physical activity. Conclusion: There is no significant relationship between nomophobia and physical activity of students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. In Islamic views, humans should not make possessions for their everything and always maintain health through good physical activity, and always to put their trust in Allah SWT.
Efektivitas Sabun Cuci Piring Merek Ml dan SI terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizka Kamila Nabawiya; Dewi, Intan Keumala; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4140

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan bahan-bahan kimiawi untuk mencuci peralatan, salah satunya peralatan makan. Food-borne pathogen seringkali menyebabkan infeksi di saluran pencernaan. Bakteri Escherichia coli merupakan salah satu bakteri yang sering ditemukan pada sisa makanan yang berminyak dan berlemak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sabun cuci piring merek ML dan SI terhadap bakteri Escherichia coli serta tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dikerjakan di laboratorium dengan menggunakan metode disc diffusion. Efektivitas kedua merek sabun cuci piring – ML dan SI - dinilai dengan mengukur zona hambat yang terbentuk di atas MHA yang telah ditanamkan bakteri Escherichia coli. Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS. Dari kedua merek sabun cuci piring, zona hambat paling besar dibentuk oleh sabun cuci piring merek ML dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 10,4 mm, sedangkan sabun cuci piring merek SI dengan rata-rata 9,46 mm. Berdasarkan zona hambatnya, ML dikategorikan sebagai komponen antimikroba kuat dan SI sebagai komponen antimikroba sedang. Sabun cuci piring yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah sabun cuci piring merek ML dengan rata-rata diameter zona hambat 10,4 mm. In our daily lives, we use chemical material to wash utensils, one of them being cutlery. Food-borne pathogens frequently cause infection in the gastrointestinal tract. Escherichia coli is one of the bacterias that can be found in leftovers food, especially oily and fatty food. The goal of this research is to know the effectiveness of dishwashing liquids line ML and SI against Escherichia coli and its Islamic view on the matter. This research is an experimental laboratory study using disc diffusion as its method. The effectiveness of both dishwashing liquids lines is being assessed by means of measuring the zone of inhibition in MHA that has been implanted with Escherichia coli. Data analysis is being done by using SPSS. Between two lines of dishwashing liquids, the largest zone of inhibition is formed by ML with the average of ZOI 10,4 mm, at the same time SI with the average of ZOI 9,46 mm. Based on their zone of inhibitions, ML is classified as a strong antimicrobial component and SI as a medium antimicrobial component. The most effective dishwashing liquid to inhibit the growth of Escherichia coli is ML with the average of ZOI 10,4 mm.
Perbandingan Kadar Amilim pada Nasi Putih Baru Matang dengan Nasi Putih yang Disimpan di Suhu Ruang dengan Berbagai Variasi Waktu Menggunakan Uji Iodida Hidayat, Tasya; Sandra, Yurika
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i6.4141

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan kelainan metabolisme yang dicirikan dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Faktor risiko diabetes melitus antara lain kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti pola makan tinggi glikemik dan berlemak. Makanan dengan indeks glikemik tinggi yang paling umum dalam pola makan orang Indonesia adalah nasi, yang merupakan makanan pokok dengan kandungan karbohidrat yang signifikan. Beberapa faktor seperti jenis beras, teknik pengolahan dan cara penyimpanan dapat mempengaruhi kandungan karbohidrat. Selama penyimpanan, sifat fisik, kimia, dan biologis beras berubah, yang pada akhirnya mempengaruhi komposisi karbohidratnya. Uji iodin dengan menggunakan metode spektrofotometri adalah teknik yang digunakan untuk memperkirakan konsentrasi amilum. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental in vitro dengan fokus pada kelompok sampel nasi putih yang dipaparkan dengan lama waktu berbeda (0, 4, 12 dan 24 jam). Kadar amilum sampel tersebut kemudian dinilai dengan menggunakan uji iodida. Data yang terkumpul dilakukan analisis dengan menggunakan uji T untuk mendeteksi perbedaan konsentrasi amilum antara nasi putih segar dan nasi yang disimpan pada suhu ruangan dalam jangka waktu yang bervariasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar amilum pada nasi putih yang baru matang sebesar 17,38% lebih tinggi daripada kadar amilum pada nasi putih yang disimpan di suhu ruang dengan variasi waktu 4, 12, dan 24 jam yaitu sebesar 12,76%, 10,31%, dan 9,48%. Kesimpulan: Hasil uji statistik T test menunjukkan nilai p<0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antar kadar amilum nasi putih yang disimpan di suhu ruang menggunakan berbagai variasi waktu dengan nasi putih yang baru matang.
Uji Antioksidan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan Metode Reducing Power dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizda Hayyu; Utami, Sri; Gunawan, Andri
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4146

Abstract

Oksidan atau radikal bebas merupakan molekul oksigen yang tidak stabil dan sangat reaktif. Paparan radikal bebas yang berlebih dapat menimbulkan berbagai masalah dan penyakit. Antioksidan atau oxidation inhibitor merupakan senyawa yang diproduksi oleh sistem pelindung organisme sebagai respon terhadap efek destruktif radikal bebas. Antioksidan dapat melindungi dari radikal bebas seperti sinar ultra violet (UV) dan polusi. Salah satu buah yang diduga memiliki antioksidan adalah belimbing wuluh. Reducing power adalah metode yang digunakan untuk menguji kandungan antioksidan pada tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol buah belimbing wuluh. Penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober di Laboratorium Herbal Universitas YARSI ini bersifat eksperimental kuantitatif. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan sebanyak 3 kali (triplo) menggunakan larutan asam askorbat sebagai standar, nilai rata-rata ekstrak adalah belimbing 0,510 mM dan asam askorbat 12,832 mM. Dalam Islam, Allah menciptakan buah-buahan yang memiliki kandungan bermanfaat seperti antioksidan untuk kesehatan. Penggunaan etanol atau alkohol sebagai bahan campuran diperbolehkan dalam batasan yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah antioksidan pada sampel yang diuji tidak aktif. Oxidants or free radicals are oxygen molecules that are unstable and highly reactive. Excessive exposure to free radicals can cause various problems and diseases. Antioxidants or oxidation inhibitors are compounds produced by the organism’s protective system in response to the destructive effects of free radicals. Antioxidants can protect against free radicals such as ultraviolet (UV) ray and pollution. One fruit that is suspected to have antioxidants is starfruit. Reducing power is a method used to test the antioxidant content of plants. This study aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract of starfruit wuluh. The research, which will be conducted from September to October at the Herbal Laboratory of YARSI University, is quantitative experimental research. Based on the results of the test that has been carried out 3 times (triplo) using ascorbic acid solution as a standard, the average value of the extract is 0.510 mM and ascorbic acid is 12.832 mM. In Islam, Allah created fruits that have beneficial contents such as antioxidants for health. The use of ethanol or alcohol as a mixing material is allowed within the specified limits. The result obtained in this study is that the antioxidant in the tested sample is inactive.
Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang Terhadap Status Gizi Balita di Posyandu Melati 2 Cicadas Tahun 2023 dan Tinjauannya menurut Pandangan Islam Farras, Ade; Sari, Siti Maulidya; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i6.4147

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Berdasarkan studi status gizi Indonesia tahun 2021, Indonesia memiliki target merubah masalah gizi buruk dari 27,67% menjadi 14%. Indonesia memiliki program Gizi Seimbang untuk mempertahankan berat badan normal dengan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang terdaftar pada Posyandu Melati 2 sebanyak 60 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur berat badan balita dan membagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan orang tua terhadap gizi seimbang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Karakteristik responden pada penelitian ini terdiri atas laki-laki (48,3%) dan perempuan (51,7%) yang diambil dari balita Posyandu Melati 2. Pada penelitian ini didapatkan persentase pada tingkat pengetahuan orang tua baik sebesar 56,7%, kemudian tingkat pengetahuan orang tua cukup sebesar 20% dan tingkat pengetahuan orang tua kurang sebesar 23,3%. Untuk persentase status gizi balita berdasarkan berat badan per umur (BB/U), status gizi underweight sebesar 1,7% begitu juga dengan risiko berat badan lebih sebesar 1,7%, lalu balita dengan status gizi normal sebesar 96,6%. Pada hasil uji analisis bivariat antara tingkat pengetahuan dengan status gizi menunjukkan bahwa hasil uji Correlations p-value sebesar 0.588 dimana p > 0,05. Simpulan: Tidak terdapat hubungan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang terhadap status gizi balita di Posyandu Melati 2 Cicadas Tahun 2023.
Gambaran Pengetahuan dan Penggunaan Suplemen terhadap Dampak Kesehatan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 Kautsar, Muhammad; Ferlianti, Rika; Sari, Wening
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4148

Abstract

Pendahuluan: Suplemen Kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Sudah banyak mahasiswa yang menggunakan suplemen. Mahasiswa yang menggunakan suplemen Kesehatan memiliki tujuan yang beragam dan juga menimbulkan efek samping yang beragam. Dalam surah Al-A’raf ayat 31 dijelaskan bahwa Allah SWT tidak menyukai seseorang yang berlebihan baik dalam berpakaian maupun dalam makan dan minum. Begitu juga dengan penggunaan suplemen, jika menggunakan suplemen secara berlebihan akan menimbulkan efek negatif. Metodologi: Jenis survei yang digunakan adalah survei analisis statistik dan menghasilkan data berupa angka dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa dan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dengan cara pengambilan data berupa kuisioner. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 Mahasiswa. Data dikumpulkan melalui google form. Uji statistik menggunakan metode uji Chi-square. Hasil: Dalam Tingkat pengetahuan, didapatkan hasil penelitian Tingkat pengetahuan dengan hasil terbanyak merupakan nilai baik yang didapatkan oleh 57 responden, cukup sebanyak 44 responden , dan nilai kurang sebanyak 11 responden. Pada hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square, didapatkan nilai df (degree of freedom) yaitu 2 dengan taraf signifikansi yang digunakan adalah 95% atau 0,05. Diketahui nilai signifikasi p-value sebesar 0,757 dan nilai chi-square sebesar 0,556. Karena nilai signifikasi 0,757 (>0,005) yang mengartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara Penggunaan suplemen dengan Tingkat pengetahuan mengenai suplemen. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan mengenai suplemen dengan penggunaan suplemen oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angakatan 2020.
Hubungan Konsumsi Protein Hewani Anak Usia 4-6 Tahun terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) pada TK Al-Muhajirin Bekasi dalam Pandangan Islam rein, virjinea hawani; Asiah, Nur; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4161

Abstract

Malnutrisi atau gizi buruk merujuk pada kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi, ketidakseimbangan nutrisi esensial, atau gangguan dalam pemanfaatan nutrisi. Ditandai oleh ketidaksesuaian berat dan tinggi badan anak dengan umur tertentu, diukur dengan indeks BB/U yang kurang dari -3 sesuai standar deviasi WHO, sedangkan pada anak yang mengalami obesitas, standar deviasi lebih dari +1. Anak yang mengonsumsi protein hewani berkualitas memiliki risiko yang lebih rendah mengalami masalah gizi, seperti stunting. Protein yang berasal dari hewan memiliki keunggulan dibandingkan dengan protein nabati. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah terdapat hubungan konsumsi protein hewani pada anak usia 4-6 tahun di TK Al-Muhajirin. Metode penelitian yang diterapkan adalah analisis cross-sectional. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling yang disederhanakan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner food recall, dan data indeks mass tubuh. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji fisher exact dengan nilai signifikansi p<0,05. Dari hasil penelitian ini, ditemukan sampel sebanyak 32 individu dengan hasil kategori IMT/U normal 13 orang dengan persentasi 40.6%. Kategori kurang sebanyak 8 orang dengan persentasi 25%, sedangkan kategori lebih sebanyak 11 orang dengan presentasi 34.4%. Berdasarkan uji fisher exact, diperoleh nilai p sebesar 0,344. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi protein hewani dengan indeks mass tubuh anak usia 4-6 tahun pada TK Al-Muhajirin.
Korelasi Tingkat Sosioekonomi dengan Pengetahuan dan Stigma HIV/AIDS pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Siswa MAN 13 Jakarta: The Correlation between Socioeconomic Level and HIV/AIDS Knowledge and Stigma among Students of the Faculty of Medicine, YARSI University Class of 2022 and MAN 13 Jakarta Nabila Tifani, Virginintan; Intan Farida Yasmin
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4170

Abstract

Pendahuluan Di Indonesia, HIV/AIDS menjadi suatu permasalahan kesehatan yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Kasus HIV/AIDS bertambah banyak pada tahun 2021 hingga mencapai 456.453 kasus HIV dan 135.490 kasus AIDS. UNAIDS mengatakan bahwa stigma merupakan salah satu rintangan yang harus dihadapi dalam rangka menuju Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017 membuktikan bahwa terdapat keterkaitan faktor sosioekonomi dengan tingkat pengetahuan HIV/AIDS. Oleh karena itu penelitian yang diharapkan dapat menjelaskan korelasi tingkat sosioekonomi terhadap pengetahuan dan stigma HIV/AIDS. Metodologi Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purpossive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner mengenai pengetahuan UNAIDS 2021 dan stigma Riskesdas 2018. Hasil Analisis karakteristik siswa dan mahasiswa hanya terdapat perbedaan bermakna pada usia (p <0.05). Karakteristik sosioekonomi tidak terdapat perbedaan bermakna (p >0.05). Pengetahuan HIV/AIDS didapatkan kurang dari 80% menjawab benar pada setiap pertanyaan dan tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna (p >0.05). Pada stigma HIV/AIDS tidak ditemukan adanya perbedaan bermakna antara siswa dan mahasiswa (p >0.05). Analisis hubungan tingkat sosioekonomi dengan pengetahuan HIV/AIDS tidak ditemukan perbedaan bermakna antara siswa dan mahasiswa (p >0.05). Hubungan tingkat sosioekonomi dengan stigma HIV/AIDS terdapat hubungan yang lemah pada variabel uang saku dengan nilai korelasi -0.149 dengan nilai p= 0.032 dan pada variabel kepemilikan kendaraan, pekerjaan ayah, dan pekerjaan ibu didapatkan nilai p >0.05. Simpulan Penemuan penelitian ini tidak didapatkan adanya perbedaan bermakna pada pengetahuan dan stigma HIV/AIDS pada siswa serta mahasiswa. Pada hubungan korelasi hanya terdapat hubungan antara variabel uang saku dengan stigma HIV/AIDS. Introduction In Indonesia, HIV/AIDS is a health problem that receives special attention from the government. HIV/AIDS cases increase in 2021, reaching 456.453 HIV cases and 135.490 AIDS cases. UNAIDS said that stigma is one od the obstacles that must be faced to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs) by 2030. The 2017 Indonesian Demographic and Health Survey proves that there is relationship between socioeconomic factors and the level of HIV/AIDS knowledge, Therefore, it is hoped that this research can explain the correlation between socioeconomic level and HIV/AIDS knowledge and stigma. Method This study uses a cross-sectional approach. Sampling used a purposive sampling technique. The instrument used was a knowledge questionnaire about UNAIDS 2021 and Riskesdas 2018 stigma. Result Analysis of student characteristics only found significant differences in age (p <0.05). Socioeconomic characteristics showed no significant difference (p >0.05). Less than 80% of HIV/AIDS knowledge answered correctly on each question and no significant difference was found (p >0.05). In HIV/AIDS stigma, there was no significant difference between students and university students (p >0.05). Analysis of the relationship between socioeconomic level and HIV/AIDS knowledge found no significant differences between students and university students (p >0.05). The relationship between the socioeconomic level and HIV/AIDS stigma was a weak relationship in the allowance variable with a correlation value of -0.149 with a value of p = 0.032 and in the variables of vehicle ownership, father's job, and mother's job obtained a p value of >0.05. Conclusion The findings of this study found no significant difference in knowledge and stigma of HIV/AIDS in students and university students. In the correlation relationship, there is only a relationship between the variable allowance and HIV/AIDS stigma.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Qurratul Ain; Purwaningsih, Endang; Ali Ma’sum, Ali Ma’sum
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4189

Abstract

Pendahuluan: Penyakit pada kulit yang sering timbul pada usia peralihan menuju dewasa ialah Acne vulgaris yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor ekstrinsiknya ialah stres. Stres merupakan keadaan di bawah tekanan yang dapat mempengaruhi mental seseorang dan dapat dialami segala kalangan usia termasuk mahasiswa. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara stres dan kejadian Acne vulgaris. Dalam Islam, stres diartikan sebagai cobaan yang diberikan Allah SWT. Ketika mengalami stres, sudah seharusnya sebagai umat Islam berusaha untuk mengelola stres tersebut agar kedepannya tidak menimbulkan penyakit maupun keburukan terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres terhadap kejadian Acne vulgaris pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2021. Metodologi: Penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2021 dengan jumlah sampel minimal 150. Data primer diambil menggunakan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS-10) dan lembar observasi Acne vulgaris. Data akan dianalisis secara univariat dan bivariat pada SPSS menggunakan uji Chi-Square dengan p-value <0,05. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat stres sedang (77,9%) dan memiliki Acne vulgaris (50,6%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian Acne vulgaris (p>0,05). Simpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara tingkat stres dan kejadian Acne vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021. Introduction: Skin diseases that often arise in the transitional age to adulthood is Acne vulgaris which can be influenced by several intrinsic and extrinsic factors. One of the extrinsic factors is stress. Stress is an underpressure condition that can affect person's mentality and can be experienced by all ages including students. Previous research suggests that there is a significant relationship between stress and the incidence of Acne vulgaris. In Islam, stress is defined as a trial given by Allah Almighty. When experiencing stress, Muslims should manage the stress so that it does not cause disease or harm to themselves. This study aims to determine the relationship between the level of stress on the incidence of Acne vulgaris in students of FK YARSI 2021 and their views according to Islam. Methodology: Analytical quantitative research with a cross-sectional approach on students of FK YARSI 2021 with a minimum sample number of 150. Primary data were taken using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire and the Acne vulgaris observation sheet. Data will be analyzed univariately and bivariately on SPSS using Chi-Square test with p-value <0.05. Results: Univariate analysis showed that the majority of respondents had moderate stress levels (77.9%) and had Acne vulgaris (50.6%). Bivariate analysis showed that there was no relationship between stress level with the incidence of Acne vulgaris (p>0.05). Conclusion: There is no significant relationship between stress levels and the incidence of Acne vulgaris in Students of FK YARSI 2021.
Kelengkapan dan Ketepatan Waktu Pemberian Imunisasi Lanjutan pada Bayi Usia 18–24 Bulan di Puskesmas Cempaka Putih dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Damayanti, Devina; Sofwan, Achmad; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4192

Abstract

Latar Belakang: Pelengkap dari imunisasi dasar yang dikenal sebagai imunisasi lanjutan, dan dimaksudkan untuk mempertahankan kekebalan dan perlindungan yang berkepanjangan bagi anak-anak yang telah menerima imunisasi dasar. (Kemenkes, 2017). Dikutip dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia (RISKESDAS) (2018), Angka imunisasi lanjutan sebesar 39,4% untuk DPT-HB-Hib, dan untuk Campak sebesar 38,3%. Berdasarkan angka ini, penting untuk memastikan anak menerima imunisasi lanjutan secara lengkap dan tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kualitatif pada tahun 2022 kepada 100 bayi di Puskesmas Cempaka Putih yang berusia 18 hingga 24 bulan. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dan pengambilan sampel acak sederhana, yang memilih sampel dari populasi secara acak tanpa memperhitungkan tingkat populasi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat, didapatkan hasil kelengkapan dan ketepatan pemberian imunisasi lanjutan pada 100 bayi usia 18 hingga 24 bulan pada tahun 2022 di Puskesmas Cempaka Putih sebesar 40%. Kesimpulan: Dari 100 sampel penelitian yang diambil, didapatkan kelengkapan dan ketepatan waktu pemberian imunisasi lanjutan pada bayi usia 18 hingga 24 bulan di Puskesmas Cempaka Putih pada tahun 2022 sebesar 40%. Penyebab dari ketidaklengkapan dan ketidaktepatan waktu pemberian imunisasi lanjutan dikarenakan anak yang sedang tidak fit/sakit dan dipengaruhi oleh faktor ibu atau orang tua seperti lupa dengan jadwal imunisasi atau tidak dapat mengantar anak ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi.