cover
Contact Name
Zidnal Falah
Contact Email
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Phone
+6285322218207
Journal Mail Official
cerdikapublikasiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Greendland Sendang Residence Blok H.1 Sendang, Kec. Sumber, Kab. Cirebon , Cirebon, Provinsi Jawa Barat, 45611
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 27746291     EISSN : 27746534     DOI : 10.36418
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,921 Documents
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN HUTANG-PIUTANG (STUDI PUTUSAN NOMOR: 129/PDT.G/PN KPG) Almasari Hubi, Andra; Aloysius, Sukardan; M.Y. Jacob, Yossie
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i6.618

Abstract

Wanprestasi dalam Perjanjian Hutang Piutang artinya tidak memenuhi sesuatu yang diwajibkan seperti telah ditetapkan dalam perikatan, tidak terpenuhinya kewajiban oleh debitur. Rumusan masalah: (1) Bagaimanakah penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang? (2) Apakah pertimbangan hakim terhadap wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang ( dalam putusan nomor 129/Pdt.G/2019/PN Kpg)? Penelitian ini merupakan penelitian normatif. Untuk mendapatkan hasil penelitian tersebut, maka penelitian ini akan dilakukan dengan studi kepustakaan yang meliputi buku, jurnal, dan sember-sumber tertulis lainnya. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Penyelesaian Wanprestasi di pengadilan, diberlakukan penyelesaian berdasarkan hukum acara perdata sebagaimana penyelesaian perkara-perkara perdata lainnya. Hal ini berarti dalam proses penyelesaiannya dapat dikenakan ganti rugi maupun sita jaminan apabila memang diperlukan dilaksanakan sita sebagaimana yang diatur dalam Pasal 277 HIR. Penyelesaian melalui jalur pengadilan atau jalur litigasi ini dimulai dengan pengajuan gugatan pada pengadilan negeri sebagai pengadilan tingkat pertama yang memeriksa dan memutus perkara. Proses persidangan dimulai dari pembacaan gugatan, replik duplik, pemeriksaan alat bukti, kesimpulan hingga penjatuhan putusan oleh majelis hakim. (2) Pertimbangan hakim terhadap wanprestasi dalam perjanjian hutang piutang dalam kasus ini majelis hakim memutuskan untuk gugatan penggugat dinyatakan tidak dapat diterima niet onvantklijke verklaard, maka penggugat dihukum untuk membayar ongkos perkara. Saran dari penelitian ini adalah Bagi pihak Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang agar masalah hutang piutang yang terjadi di wilayah kota kupang diperhatikan agar bagi para pihak yang ingin membuat perjanjian bisa mengikuti dan menepati sebuah proses perjanjian yang dibuat. Dan untuk pihak tergugat atau debitur agar suatu perjanjian yang sudah dibuat dengan pihak kreditur atau penggugat agar ditepati, apabila dalam perjalanan ada kendala atau masalah segera melaporkan ke pihak berwajib. Diharapkan kepada pihak tergugat agar melakukan sebuah pembayarn kepada pihak penggugat yang sesuai dengan bunga yang sudah ditentukan berdasarkan dengan perjanjian yang sudah dibuat.
HUBUNGAN ANTARA ASAM URAT DAN HbA1c DENGAN NILAI NLR PADA PASIEN DM TIPE 2 Suryanto, Suryanto
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i6.636

Abstract

World Health Organization (WHO) mengingatkan prevalensi diabetes di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan drastis dari 8,4 juta orang pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta penderita di 2030 nanti. NLR meningkat dengan meningkatnya tingkat keparahan intoleransi glukosa dan ditemukan berkorelasi positif dengan resistensi insulin yang berarti bahwa pada pasien diabetes melitus terjadi respon inflamasi. Hiperinsulinemia terjadi peningkatan kadar asam urat serum karena insulin berperan dalam meningkatkan reabsorbsi asam urat di tubulus proksimal ginjal. Semakin tinggi kadar HbA1c maka semakin tinggi pula resiko timbulnya komplikasi, demikian pula sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat dan HbA1C dengan nilai NLR pada penderita diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien yang terdiagnosis DM tipe 2 berdasarkan pasien rawat jalan dan rawat inap tahun 2019 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan sampel berjumlah 48 orang. Uji statistik antara kadar asam urat dengan NLR menunjukkan hasil p = 0,014, dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan NLR. Nilai r = 0,354, menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi lemah. Korelasi positif memiliki arti semakin tinggi kadar asam urat maka semakin tinggi juga nilai NLR dan sebaliknya. Hasil analisis hubungan antara kadar HbA1c dengan NLR mendapatkan hasil p = 0,010 dan memiliki arti terdapat hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar NLR. Nilai r = 0,366, menujukkan korelatif postifi juga dengan kekuatan korelasi lemah. Terdapat hubungan antara kadar asam urat dan HbA1c dengan NLR pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil ini bisa menjadi tolak ukur dalam memberi penanganan atau intervensi yang sesuai pada pasien diabetes mellitus tipe 2
DIFFERENCES IN S-RBD ANTIBODY TITERS OF SARS-CoV-2 POST-VACCINATION AND POST-COVID-19 IN UMY EMPLOYEES THAT DO GENERAL MEDICAL CHECK UP AT AMC MUHAMMADIYAH HOSPITAL YOGYAKARTA Suryanto, Suryanto; Gugun, Adang Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.637

Abstract

COVID-19 is a global health problem today. Prevention is the best effort, including vaccination. The earliest evidence of the effectiveness of vaccination was marked by an increase in antibody levels. Research is needed to prove the effectiveness of vaccination by measuring levels of SARS-CoV-2 S-RBD antibodies and comparing them with individuals infected with COVID-19. This study aims to determine and prove differences in the levels of SARS-CoV-2 S-RBD antibodies in individuals with a history of COVID-19 vaccination in subjects who have been infected and who have not been infected with COVID-19. The type of research to be conducted is an analytic observational study with a cross sectional design. The variables studied were the levels of SARS-CoV-2 S-RBD antibodies in individuals who received the COVID-19 vaccination. Subjects consist of groups who have experienced infection and who have never been infected with COVID-19. The subjects used in this study were UMY employees who did general post-vaccination check-ups. The sampling technique used purposive sampling method with the inclusion criteria: (i) employees who are actively working (ii) Age 20-56 years (iii) There is a history of infection evidenced by PCR examination evidence (iv) getting vaccinated for more than 2 weeks. Exclusion criteria for employees who have a history of immune or autoimmune deficiency. This research was conducted at AMC Muhammadiyah Hospital. Examination of antibody levels of S-RBD SARS-CoV-2 was carried out using the Elisa method. Data analysis used descriptive method. The research subjects were 90, consisting of 45 subjects who had been exposed and 45 subjects who were not exposed to COVID-19. Subjects exposed to COVID-19 consisted of 25 men and 15 women, while subjects who were not exposed to COVID-19 consisted of 19 men and 26 women. The research subjects were 23 to 64 years old. From the results of the examination of S-RBD SARS-CoV-2 antibody levels, the results showed that the exposed group had a minimum level of 45.16 AU/mL while the maximum level was more than 1,000 AU/mL. In the unexposed group, 12 subjects had levels <3 AU/mL, while the rest had a minimum level of 3.01 AU/mL and a maximum level of 39.6 AU/mL. From this study, it can be concluded that there are differences in the levels of SARS-CoV-2 S-RBD antibodies which are higher in individuals who have been exposed to COVID-19 than individuals who have not been exposed. There are subjects who have not responded to the COVID-19 vaccination.
THE PROFILE OF DIAGNOSTIC OF UNCATEGORIZED SYNDROME TREATED BY ISLAMIC SPECIFIC PRAYER IN NUR HIDAYAH HOSPITAL Sagiran, Sagiran; Kusumastiwi, Tesaviani; M.Gugun, Adang; Permana, Iman
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i6.638

Abstract

In daily practice, there are many patients that medically are not sick but suffer from illness. Those syndrome categories to be psychosomatic disorder (ICD 10). Islam believes about the power of an evil spirit. It can invade and attack a person caused illness. Physical exam and laboratory finding can be normal. They need islamic specific praying to relieve their suffering. The research design is a cross sectional study. Subjects in this study are patients at Nur Hidayah Hospital in 2014 - 2019 to whom receiving Islamic specific praying (ruqyah syar’iyyah). There are 369 patients treated by Islamic specific praying, but in the beginning, there is no standardized recording. The complete data of 22 patient are collected and statistically analyzed. The medical diagnosis of the subjects is: gastrointestinal disorders (10; 45%); cephalgia-epilepsy (5; 22%) anxiety disorders (4; 18%), sexual disorders (3; 13%). The reaction of treatment is vomiting, headache, heat sensation, and delirium. After those kinds of reaction, the patient relief from suffering and cure their illness. It is studied the diagnostic profile of Islamic specific praying in Nur Hidayah Hospital. Ruqyah Syar’iyyah can be used as complementary treatment
SEGMENTASI PELANGGAN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING STUDI KASUS PELANGGAN UHT MILK GREENFIELD Ariati, Ira; Norsa, Reza Nugraha; Akhsan, Lurinjani; Heikal, Jerry
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi pelanggan menggunakan metode K-Means Clustering dalam kasus pelanggan susu UHT Greenfield. Segmentasi pelanggan penting untuk memahami preferensi, kebutuhan, dan karakteristik pelanggan yang berbeda, sehingga perusahaan dapat mengarahkan upaya pemasaran dengan lebih efektif. Metode K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan atribut tertentu, seperti preferensi rasa, alamat pengiriman, dan depot penjualan. Data pelanggan Greenfield UHT Milk dikumpulkan, termasuk variabel seperti frekuensi pembelian, volume pembelian, dan preferensi rasa. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis K-Means Clustering. Hasil penelitian dikategorikan menjadi 3 klaster, yaitu: 1. Klaster Premium : Pengiriman terbanyak ke Pamengkasan, produk terbanyak yang dibeli adalah Greenfield UHT full cream 250 ml, Meskipun kuantitas pembelian tidak terlalu tinggi, mereka menghasilkan penjualan yang signifikan, karena mereka menyukai kemasan minuman tunggal yang lebih besar yaitu 250 ml2. Cluster Sedang: Pengiriman terbanyak ke Jembrana, produk yang paling banyak dibeli adalah Greenfield UHT full cream 125 ml, Jumlah penjualan yang sedikit, produk yang dibeli dengan ukuran terkecil, membuat cluster ini memberikan penjualan terkecil di antara cluster lainnya dan mereka fokus pada harga dalam pembelian mereka3. Cluster Curah Pengiriman terbanyak ke Jember, Produk yang banyak dibeli adalah Greenfield UHT full cream 250 ml, Intensitas pembelian mereka kecil tetapi jumlah pembelian mereka sangat besar sehingga menghasilkan nilai jual yang signifikan.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA) PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN WEDA Jain, Nurmala; Handoko, Dwi; Albaar, Thoha Muhajir
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.640

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia. Berdasarkan hasil riset, mayoritas penduduk di wilayah Veda adalah penduduk tetap. Selain itu, kawasan Weda merupakan pusat pengembangan pemukiman perusahaan pertambangan, yang juga berdampak pada pertumbuhan penduduk dan tingginya tingkat polusi udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah ada hubungan antara jenis kamar, jenis lantai, jenis dinding, jenis atap, anggota keluarga yang merokok, polusi udara, asap dapur, ventilasi dan ISPA. Dalam penelitian kasus-kontrol ini, 60 sampel diambil secara acak, terdiri dari 30 sampel kasus dan 30 sampel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kamar dan ISPA (p=0,192), jenis lantai dan ISPA (p=0,001), serta jenis dinding dan ISPA (p=0,015). Namun, terdapat hubungan antara jenis atap dan ISPA (p=0,001), perokok di dalam keluarga dan ISPA (p=0,005), serta polusi udara dan ISPA (p=0,011). Tidak terdapat kaitan antara asap dapur dan ISPA (p=1,000), serta ventilasi dan ISPA (p=0,067)
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERALATAN BEDAH MINOR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMY Fatimah Hayati, Asyifa; Noor, Hafni Zuchra
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.641

Abstract

Prosedur pembedahan minor memerlukan suatu instrument yaitu alat bedah minor untuk memudahkan tindakan. Keterampilan bedah minor merupakan kompetensi sesuai SKDI yang harus dimiliki seorang mahasiswa kedokteran. Pengetahuan yang baik mengenai jenis dan fungsi peralatan minor merupakan kewajiban bagi mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbadingan pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY mengenai peralatan bedah minor. Desain penelitian ini menggun akan metode deskriptif-komparatif dengan desain studi cross sectional menggunakan instrument kuesioner. Responden yang memenuhi kriteria inklusi mengisi kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan pertanyaan mengenai jenis dan fungsi peralatan bedah minor. Data penelitian menggunakan data primer dan dioleh menggunakan analisis uji Kolmogorov Smirnov. Pada penilitian ini didapat hasil angkatan 2019 dengan tingkat pengetahuan baik 6 orang (13,9%), cukup 30 orang (69,8%), dan buruk 7 orang (16,3%). Angkatan 2020 dengan tingkat pengetahuan baik 9 orang (20,5%), cukup 18 orang (40,9%), dan buruk 17 orang (38,6%). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan angkatan 2019 dan 2020 dengan p=0,227 (p>0,05). Berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan p=0,048 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY angkatan 2019 dengan angkatan 2020, namun berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan yang signifikan.
IMPROVING SIMPLE INTERRUPTED SUTURES SKILLS WITH HOME ASSIGNMENT FOR MEDICAL STUDENTS Rachmanio, Nicko; Sagiran, Sagiran; Amalia, Indira Rifki
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.642

Abstract

The limited-time to practice during practicum becomes a problem for students to have a good surgical skill. The home assignment of performing sutures, such as a simple interrupted sutures technique is expected to be a solution. A quasi-experimental study was carried out on a sample of 20 students, divided into two groups. Group A, consisting of 10 students, received a tutorial of a simple interrupted sutures technique and was given the assignment to do the sutures at home every day and the supervisor would check their assignment the next day, for seven days. Group B, consisting of 10 other students, only received a tutorial of a simple interrupted sutures technique with the opportunity to practice independently during practicum at skills laboratory. After one week, an assessment was made based on the time it takes for each student to make a simple interrupted sutures technique. The data were analyzed with an independent T-test. There were significant differences between pre and post practices in time consumed during suturing in group A (p<0,05). The average time for group A was 533 seconds on the first day and 335 seconds after the home assignment in a week. The average time for group B was 493 seconds on the first day and 450 seconds on evaluation day. There were no significant differences in group B (p>0,05). Home assignments could improve the speed of sutures skills. The home assignment effectively improves sutures skills for medical students, especially for the limited time of practicum conditions at skills laboratories
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE APACHE II SCORE AND THE NUMBER OF DAYS OF HOSPITALIZATION IN THE INTENSIVE CARE UNIT (ICU) AT HARAPAN INSAN HOSPITAL, SENDAWAR WEST KUTAI Lydia, Lydia; Arming, A.Lis; Setiani, Setiani
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.643

Abstract

The APACHE II score is a method for determining disease severity and assessing patient mortality in ICU. The result of measuring the patient's condition was obtained in the first 24 hours of admission to the ICU. Scoring is used to estimate prognostic risk factors for patients who can leave the ICU room in recovering or dying conditions. The length of hospitalization for patients in the Intensive Care Unit (ICU) is on average more than 5 days. The purpose of this study was to determine the relationship between the APACHE II score and the range of days in the Intensive Care Unit (ICU) at RSUD Harapan Insan Sendawar West Kutai. The design of this study was cross-sectional. The sampling technique in this study used accidental sampling, and the research samplers were 30 respondents. The test instrument used the APACHE II Observation sheet. The results of the statistical analysis of the bivariate test using Chi-Square obtained a p-value of 0.757, which is greater than the alpha value, it means that there is no relationship between the APACHE II score and the range of days of hospitalization in the Intensive Care Unit (ICU) at Harapan Insan Hospital, Sendawar, West Kutai. The Odds Ratio (OR) value was obtained at 0.786, which means that patients who have an APACHE II score were in a low category, and they have an opportunity of 0.786 times to have a range of days of hospitalization in the category of short hospital days. There is no relationship between the APACHE II score and the range of days of hospitalization in the Intensive Care Unit (ICU) at Harapan Insan Hospital, Sendawar, West Kutai. The suggestions for hospital management to add beds in the ICU and the results of the research are expected to be guidelines for patient care in the ICU by using the APACHE II score and improving services in the ICU
HUBUNGAN UMUR DENGAN KEJADIAN MENGGIGIL PASCA OPERASI Pramono, Ardi; Desfitra, Renandita
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.644

Abstract

Menggigil (shivering) pasca operasi adalah salah satu komplikasi yang sering terjadi pada anestesi umum. Menggigil dapat mengakibatkan keadaan yang kurang nyaman dan berbagai resiko seperti perdarahan yang meningkat, gangguan penyembuhan luka, pemulihan yang lama pasca anestesi, serta meningkatkan risiko terkena infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan umur dengan kejadian menggigil pasca operasi di rumah sakit. Rancangan penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross-sectional, dilakukan di RSUD Salatiga pada bulan Maret 2022. Data penelitian menggunakan data primer dengan subjek semua pasien yang masuk ke RSUD Salatiga dan memenuhi kriteria inklusi operasi elektif ringan hingga sedang menggunakan anestesi umum. Analisis data dengan uji chi-square menggunakan signifikansi (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan kejadian menggigil pada 4 kasus (7,7%) dari 52 subjek. Menggigil pasca operasi lebih banyak terjadi pada wanita (3 orang) dibandingkan pria (1 orang). Pada rentang umur 45-65 tahun mempunyai kejadian 2 kasus (22,2%). Dari uji Chi-Square didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian menggigil (Shivering) pasca operasi (p>0,05). Pada pasien umur lanjut dapat mengakibatkan pergeseran ambang termoregulasi dengan derajat yang lebih tinggi dibanding dengan pasien berumur muda, sehingga memiliki resiko tinggi mengalami menggigil. Kesimpulan penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara umur dengan kejadian menggigil pasca anestesi umum, tetapi semakin tua sering terjadi menggigil.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 10 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 9 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 8 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 11 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 10 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 03 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 9 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 7 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 6 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 5 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 12 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 11 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 10 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 09 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 08 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 6 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 5 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 12 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 11 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 10 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 9 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 8 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 7 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 6 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 3 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia More Issue