cover
Contact Name
Ahmed Sardi
Contact Email
sardihere@gmail.com
Phone
+6285242960230
Journal Mail Official
aijes@stkipddipinrang.ac.id
Editorial Address
Jln. Pettana Rajeng No.20, Pinrang, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Irsyad: Journal of Education Science
ISSN : 28286790     EISSN : 28280830     DOI : https://doi.org/10.58917/aijes
Core Subject : Education,
Al-Irsyad: Journal of Education Science (AIJES), sebuah jurnal nasional peer-review elektronik, menyediakan forum untuk menerbitkan artikel penelitian asli, artikel ulasan dari kontributor, dan berita teknologi baru yang terkait dengan Ilmu Pendidikan. Jurnal ini disediakan untuk penulis, guru, mahasiswa, profesor, dan peneliti, yang akan mempublikasikan laporan penelitian mereka atau artikel tinjauan pustaka mereka (hanya untuk kontributor yang diundang) tentang pendidikan umum dan instruksinya untuk penulis dan pembaca di seluruh Indonesia. Selain penulis biasa, untuk setiap jilid, isinya akan disumbangkan oleh kontributor undangan yang ahli dalam pendidikan secara umum baik dari dalam maupun luar negeri. Jurnal tersebut mengundang artikel penelitian asli dan tidak secara bersamaan dikirimkan ke jurnal atau konferensi lain . Seluruh spektrum penelitian dalam pendidikan secara umum dipersilahkan , yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada topik-topik berikut: 1. Ilmu Pendidikan Secara Umum 2. Penelitian Desain dalam Ilmu Pendidikan 3. Kemampuan Pedadogy Pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
TRANSFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI: STUDI KUALITATIF DI MI SABILUL HUDA JATISRONO, WONOGIRI Alya Nur Fadilah; Nurika Khalila Daulay; Meika Findi Nikensi; Diah Sulastri; Farras Anisa Marzuki; Abiyyu Rojul Aqli
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan tantangan, peluang, serta strategi transformasi manajemen pendidikan Islam di era globalisasi pada MI Sabilul Huda Jatisrono, Wonogiri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang mengintegrasikan faktor globalisasi, kapasitas organisasi, strategi perubahan, digitalisasi, dan nilai-nilai Islam dalam satu kerangka analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah sebagai informan utama, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, member check, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi manajemen pendidikan Islam dipengaruhi oleh interaksi faktor eksternal dan internal organisasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Di sisi lain, terdapat peluang pengembangan melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan pendidikan karakter, dan kolaborasi antar lembaga. Strategi transformasi dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, digitalisasi administrasi dan pembelajaran, kepemimpinan partisipatif, serta internalisasi nilai-nilai Islam seperti amanah, musyawarah, dan tanggung jawab. Penelitian ini menghasilkan model manajemen perubahan integratif-adaptif yang menggabungkan tekanan globalisasi, kapasitas organisasi, strategi perubahan, digitalisasi, dan nilai-nilai spiritual Islam. Model tersebut dapat menjadi rujukan bagi madrasah dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan global tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman.
URGENSI POLITIK DAN KEBIJAKAN DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Raihan Farid Al Qudsyi; Salahuddin Salahuddin; Jamrizal Jamrizal
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi politik dan kebijakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang mendukung pembangunan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci. Literatur dipilih berdasarkan kriteria relevansi, kredibilitas sumber, dan keterkaitannya dengan konteks pendidikan Islam di Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian politik dan kebijakan memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah, kualitas, dan keberlanjutan pendidikan Islam di Indonesia. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang mendukung pembangunan sumber daya manusia. Secara praktis, pemerintah perlu memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan Islam melalui dukungan anggaran, pengembangan infrastruktur, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Selain itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pendidikan Islam, akademisi, dan masyarakat memiliki kontribusi signifikan dengan efektivitas implementasi kebijakan. Temuan penelitian membuktikan keberhasilan pengembangan pendidikan Islam tidak harus selalu menyelesaikan kualitas perumusan kebijakan, namun konsistensi pelaksanaan serta evaluasinya di lapangan. Oleh sebabnya itu, penelitian selanjutnya disarankan guna menganalisiskan implementasi kebijakan pendidikan Islam yakni madrasah dan pesantren, dengan pendekatannya empiris yang lebih mendalam.
STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Nabila Raessal Manda Putri; Aji Joko Budi Pramono
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.859

Abstract

Transformasi digital menuntut pergeseran paradigma evaluasi hasil belajar, namun guru masih menghadapi kesenjangan kompetensi dan kendala infrastruktur dalam menerapkan asesmen yang relevan di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konkret guru dalam menerapkan penilaian autentik di era digital serta memetakan tantangan sistemik yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA terhadap 16 artikel relevan dari basis data Scopus dan DOAJ dalam rentang waktu 2021–2026. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa publikasi jurnal berbahasa Inggris yang membahas penilaian autentik secara eksplisit, terbit dalam lima tahun terakhir, dan tersedia dalam akses teks penuh, sementara artikel yang membahas konteks di luar pendidikan, terbit sebelum tahun 2021, atau berakses terbatas dikeluarkan dari proses penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan dua strategi utama guru. Pertama, integrasi rubrik penilaian langsung pada Learning Management System (LMS) yang dipadukan dengan platform e-portfolio dan web-blog untuk merekam proses belajar siswa secara longitudinal. Kedua, desain tugas multi-format berbasis proyek digital, seperti pembuatan infografis interaktif, podcast edukatif, dan video penjelasan ilmiah, yang dipadukan dengan jurnal refleksi daring serta penilaian sejawat sehingga mendorong siswa memantau dan meregulasi proses belajarnya sendiri secara metakognitif. Meskipun demikian, efektivitas strategi ini dihambat oleh kesenjangan infrastruktur teknologi antarwilayah, keterbatasan kompetensi guru merancang instrumen afektif dan psikomotor, serta ancaman plagiarisme berbasis AI generatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi sistemik antara guru, sekolah, dan pemerintah untuk penguatan literasi digital pendidik secara berkelanjutan.
PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR: KAJIAN LITERATUR Didit Darmawan; Putri Lailatul Maghfiroh
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.918

Abstract

Rendahnya dorongan belajar pada siswa sekolah dasar masih menjadi persoalan yang menonjol, terutama ketika intensitas keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar anak belum optimal, meskipun berbagai penelitian telah menempatkan keluarga sebagai komponen penting dalam pembentukan motivasi akademik. Studi ini bertujuan menelaah kontribusi dukungan orang tua terhadap motivasi belajar siswa melalui penggabungan temuan-temuan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan desain deskriptif kualitatif terhadap sepuluh artikel kuantitatif periode 2021–2025 yang diperoleh dari Google Scholar dan dipilih melalui prosedur PRISMA. Analisis data dilakukan menggunakan content analysis untuk mengurai pola keterkaitan, ragam bentuk dukungan orang tua, serta determinan yang memengaruhi motivasi belajar. Hasil sintesis menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua merupakan faktor kunci dalam menguatkan motivasi belajar siswa, baik melalui dukungan afektif, bantuan akademik, maupun kontrol aktivitas belajar di rumah. Bentuk dukungan tersebut berimplikasi pada peningkatan konsistensi belajar, partisipasi kelas, dan daya tahan akademik siswa. Temuan ini menekankan urgensi kolaborasi berkelanjutan antara pihak sekolah dan keluarga sebagai basis penguatan ekosistem belajar siswa.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE IMPLEMENTATION IN EDUCATION SYSTEMS: A GLOBAL BIBLIOMETRIC ANALYSIS Syaifullah Syaifullah; Nurjannah Nurjannah; Mei Hastuti; Hirma Hirma; Nur Hadisa
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.957

Abstract

This study explores the dynamic development of artificial intelligence (AI) implementation in education, with a particular focus on bibliometric trends of scholarly articles indexed in Scopus between 2022 and 2025. Using a quantitative approach, bibliometric analysis was conducted through Biblioshiny (R-package), VOSviewer, and Publish or Perish, with data selection guided by the PRISMA framework. After applying strict inclusion criteria, 784 eligible articles were analyzed. Results indicate a strong annual publication growth rate of 47.83%, with the United States and Hong Kong emerging as the leading contributors in terms of both volume and citation impact. Dominant keywords include ChatGPT, higher education, and generative AI, showing current research priorities. Influential journals such as Computers and Education: Artificial Intelligence and Education and Information Technologies significantly shape the field. Thematic mapping reveals that while core topics are well established, areas such as AI ethics and teacher preparedness remain underexplored. This study offers a comprehensive overview, highlights research gaps, and suggests future directions to advance AI integration in education. The findings provide practical guidance for educators, institutional leaders, and policymakers in prioritizing AI adoption, strengthening teacher capacity, and developing ethical frameworks to support sustainable AI integration within education systems.
STUDENTS’ PERCEPTIONS OF ENGLISH TEACHERS’ TEACHING STRATEGIES IN SECONDARY SCHOOL EFL CLASSROOMS Utary Rustam; Hasbiyah Srianah Amir; Dewi Yuliani Lukman; Syaiful Syaiful
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.787

Abstract

Students’ perceptions provide valuable insights into how teaching strategies are experienced in English as a Foreign Language (EFL) classrooms. This study examined secondary school students’ perceptions of the teaching strategies employed by English teachers at SMPN 2 Parepare, Indonesia. A descriptive quantitative survey was conducted with 172 ninth-grade students selected through simple random sampling. Data were collected using a 30-item questionnaire adapted from Barnes and Orlich’s framework of effective teaching strategies (Cronbach’s α = 0.91). The findings revealed a mean perception score of 92.31 out of 120, indicating positive perceptions across all eight instructional dimensions. Teacher–Student Relationship received the highest mean score (M = 3.24), whereas Feedback and Assessment received the lowest (M = 2.93), although both remained within the positive category. These findings highlight students’ positive perceptions of English teachers’ instructional practices and suggest the importance of maintaining supportive teaching strategies while strengthening feedback and assessment practices.
THE EFFECTIVENESS OF ELSA SPEAK FOR FIRST-SEMESTER EFL STUDENTS Dadan Hidayat; Chodidjah Chodidjah; Rina Lestari; Kalsum Kalsum
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.813

Abstract

This study investigated the effectiveness of the ELSA Speak application in improving the speaking ability of first-semester EFL students. Many beginner learners still face difficulties in speaking English, especially in pronunciation, fluency, vocabulary use, and confidence during oral communication. To address these problems, ELSA Speak provides AI-supported speaking exercises, pronunciation feedback, and repeated practice that allow students to learn independently in a flexible environment. The research applied a pre-experimental method using a one-group pre-test and post-test design. The participants were 25 first-semester English students who attended eight treatment sessions over four weeks. Students’ speaking performance was evaluated through several aspects, including pronunciation, fluency, vocabulary, and confidence. The findings showed that students’ speaking scores improved after using the application. The average score increased from 56.12 in the pre-test to 78.36 in the post-test. In addition, the paired-sample t-test indicated a statistically significant improvement (t(24) = 20.31, p < .001). The study suggests that the ELSA Speak application may support speaking development by providing interactive and motivating speaking practice. Furthermore, AI-based mobile learning applications can serve as supportive tools in technology-assisted language learning for EFL students.
RESEARCH DESIGNS AND THEORETICAL FRAMEWORKS OF GAMIFICATION IN EDUCATIONAL CONTEXT: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Agus Rahmat; Iskandar Iskandar; Amirullah Amirullah; Dias Wahyu Rawikarani
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.826

Abstract

This systematic literature review looks at how gamification strategies are being used in education that focuses on the trends in research designs and the theories used in educational gamification studies, given the limited synthesis regarding these two aspects. The analysis covers 16 research articles published from 2020 to 2025. Information was gathered from Google Scholar and ERIC by using specific rules to decide either data inclusion or exclusion, and then it was examined through a process called thematic synthesis. The results show that most research on gamification uses quantitative and quasi-experimental designs, while mixed-methods and qualitative approaches are used less often. Additionally, the review shows that several studies use gamification but don't clearly base their methods on recognized learning or motivation theories. However, some studies do mention Self-Determination Theory and ideas related to active learning. Overall, the synthesized evidence indicates that gamification enhances motivation, engagement, and learning outcomes. However, future studies should use more theory-based approaches and different methods to make their findings more reliable and relevant to teaching.
TRANSFORMASI NILAI KARAKTER MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL SOCIETY 5.0 Fairuz Zahwa Mustofa; Jihan Amalia Nabila; Achmad Mas Cendy Sumahi; Moh Faizin
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.844

Abstract

Kemajuan teknologi di era Masyarakat Digital 5.0 mengubah pola pikir dan perilaku mahasiswa, sekaligus menghadirkan tantangan berupa melemahnya pengendalian diri, memburuknya etika komunikasi, dan masuknya budaya asing yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Penelitian tentang transformasi karakter mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital masih tergolong langka. Penelitian ini bertujuan mengkaji evolusi nilai-nilai karakter mahasiswa PAI dan pendekatan penguatannya agar tetap relevan sekaligus menjaga inti ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis kualitatif; data dikumpulkan melalui survei daring kepada mahasiswa UIN Sunan Ampel dan dianalisis menggunakan perhitungan persentase serta interpretasi deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tetap mempertahankan nilai-nilai fundamental seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan ketakwaan, meskipun penerapannya telah beradaptasi dalam konteks digital. Teknologi berperan ganda: mendukung ibadah dan penyebaran nilai positif, sekaligus menghadirkan hambatan melalui gangguan dan akses mudah ke konten berbahaya. Tantangan utama bukan pada pudarnya nilai, melainkan pada kemampuan menyaring informasi dan melatih pengendalian diri. Pendekatan berbasis contoh nyata dari media sosial serta penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi paling efektif. Disimpulkan bahwa transformasi karakter tidak mengubah nilai-nilai inti Islam, melainkan memodernisasi strategi penerapan dan internalisasinya, sehingga membekali mahasiswa PAI untuk menjadi pendidik agama yang menguasai teknologi sekaligus menjunjung tinggi integritas moral di ruang nyata maupun virtual.
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH RA RAUDLATUL HASANIYAH Vika Halimatus Sallimah; Nur Rofidah; Najwa Musyarrofah; Muhammad Sultan Nadhif; Rosadiyah Nia Atus Sa’adah; Tulus Hermawan
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i2.932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan nilai moderasi beragama di RA Raudlatul Hasaniyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pihak orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menanamkan nilai moderasi beragama dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, kegiatan religius, pembelajaran kontekstual, serta kerja sama dengan orang tua. Bentuk penerapannya meliputi kegiatan infaq, sholat dhuha, tahfiz, cerita islami, bermain peran, serta pembiasaan sikap toleransi, saling menghargai, dan tolong-menolong. Strategi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang religious,toleran,dan memiliki kepedulian sosial.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai moderasi beragama di RA Raudlatul Hasaniyah berjalan cukup efektif dalam membentuk karakter peserta didik. Anak menunjukkan perubahan perilaku positif seperti lebih sopan, mandiri, peduli, dan mampu menghargai perbedaan. Keberhasilan tersebut didukung oleh kerja sama antara guru dan orang tua dalam membangun pembiasaan yang konsisten di sekolah maupun di rumah.