cover
Contact Name
Ahmed Sardi
Contact Email
sardihere@gmail.com
Phone
+6285299395369
Journal Mail Official
ijpe@stkipddipinrang.ac.id
Editorial Address
Jln. Pettana Rajeng No.20, Pinrang South Sulawesi, Indonesia Postal code: 91213
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Irsyad Journal of Physics Education
ISSN : 28285476     EISSN : 28280849     DOI : https://doi.org/10.58917/ijpe
Core Subject : Science, Education,
Al-Irsyad Journal of Physics Education (IJPE), sebuah jurnal nasional peer-review elektronik, menyediakan forum untuk menerbitkan artikel penelitian asli, artikel ulasan dari kontributor, dan berita teknologi baru yang terkait dengan pendidikan Fisika. Jurnal ini disediakan untuk penulis, guru, mahasiswa, profesor, dan peneliti, yang akan mempublikasikan laporan penelitian mereka atau artikel tinjauan pustaka mereka (hanya untuk kontributor yang diundang) tentang pendidikan Fisika dan instruksinya untuk penulis dan pembaca di seluruh Indonesia. Selain penulis biasa, untuk setiap jilid, isinya akan disumbangkan oleh kontributor undangan yang ahli dalam pendidikan Fisika baik dari dalam maupun luar negeri. Jurnal tersebut mengundang artikel penelitian asli dan tidak secara bersamaan dikirimkan ke jurnal atau konferensi lain . Seluruh spektrum penelitian dalam pendidikan Fisika dipersilahkan , yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada topik-topik berikut: 1. Pendidikan Fisika Realistis 2. Penelitian Desain dalam Pendidikan Fisika 3. Kemampuan Fisika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 59 Documents
INOVASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DI ERA DIGITAL Sri Wulandari Bharun; Rosita Rosita; Ahmed Sardi; Ishak Ishak; Abdul Razzaq
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.475

Abstract

Tantangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di era digital sering kali ditandai oleh kurangnya kolaborasi yang efektif dan hasil belajar siswa pada konsep-konsep IPA yang masih belum optimal. Kondisi ini menuntut inovasi model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan teknologi dan mendorong interaksi aktif siswa dalam memahami materi IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) berbasis digital guna meningkatkan kolaborasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII MTs DDI Padanglolo pada mata pelajaran IPA. Menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan dalam dua siklus, studi ini secara konsisten menunjukkan peningkatan di semua aspek yang diukur. Aktivitas guru meningkat signifikan dari 65% (Siklus I) menjadi 85% (Siklus II), sejalan dengan kenaikan aktivitas siswa dari 60% menjadi 80%, menunjukkan peningkatan kepatuhan dan keterlibatan. Peningkatan paling mencolok terlihat pada aspek kolaborasi siswa, yang melonjak drastis dari 56,25% pada pra-siklus menjadi 87,5% pada akhir Siklus II, membuktikan efektivitas model ini dalam mendorong kerja tim. Selain itu, rata-rata hasil belajar siswa pada materi IPA mengalami lonjakan yang substansial, dari 51,84% pada tahap pra-siklus menjadi 82,36% pada Siklus II. Peningkatan ini berhasil mencapai tingkat ketuntasan klasikal yang memuaskan, yaitu sebesar 89,47%. Secara keseluruhan, penerapan inovasi pembelajaran kooperatif Numbered Head Together yang terintegrasi dengan teknologi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kolaborasi sekaligus hasil belajar siswa dalam konteks Pendidikan IPA, menjadikannya solusi yang relevan untuk tantangan pembelajaran IPA di abad ke-21.
PENERAPAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE DALAM MENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Muh. Syech Yusuf; Mutahharah Hasyim; A. Momang Yusuf; Ahmad Dahlan; Syamsul Wahid
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.482

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna menelaah hasil belajar siswa sebelum dan setelah perlakuan pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) Moodle, khususnya pada materi Termodinamika. Desain pra-eksperimen digunakan dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian sebanyak 34 siswa Kelas XI Fisika I di SMAN 2 Bulukumba pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Instrumen tes kemampuan kognitif diterapkan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil rata-rata skor pretest tercatat sebesar 4,44, sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 10,12. Nilai N-Gain 0,539, termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan penggunaan LMS Moodle efektif meningkatkan hasil belajar siswa di SMAN 2 Bulukumba serta menyediakan lingkungan belajar yang lebih fleksibel sesuai tujuan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan model pembelajaran digital yang efektif dan adaptif di era Kurikulum Merdeka. Selain itu, temuan ini juga dapat mendorong optimalisasi pemanfaatan LMS Moodle sebagai sarana pembelajaran fisika yang interaktif dan berpusat pada peserta didik.  
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 5 JENEPONTO Qurnia S; Khaeruddin Khaeruddin; Mutahharah Hasyim
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.494

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 5 Jeneponto dengan menerapkan pembelajaran menggunakan Kurikulum Merdeka pada materi Fluida Dinamis. Variabel dalam penelitian ini yaitu hasil belajar peserta didik, mencakup kemampuan kognitif yang terdiri atas indikator memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, dengan subjek penelitian sebanyak 71 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda sebanyak 17 butir soal, yang telah divalidasi secara empiris dan diuji reliabilitasnya dengan koefisien sebesar 0,86. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator ranah kognitif sesuai Taksonomi Bloom Revisi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 6,58 termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan indikator hasil belajar kognitif, skor tertinggi terdapat pada indikator menerapkan (C3) sebesar 41,69 %, sedangkan skor terendah terdapat pada indikator mengevaluasi (C5) sebesar 33,80 %. Secara keseluruhan, kategori hasil belajar didominasi oleh kategori rendah sebesar 36,62 %. Peserta didik belum sepenuhnya menguasai materi fisika, terutama pada kemampuan memahami, mengevaluasi, dan mencipta. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka di kelas belum sepenuhnya maksimal dan masih perlu diperbaiki agar pembelajaran bisa lebih mudah dipahami dan sesuai kebutuhan peserta didik.
ANALISIS BEBAN KEBISINGAN DARI AKTIVITAS TRANSPORTASI PUBLIK DI KOTA SEMARANG Fahrudin Ahmad
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kebisingan yang dihasilkan oleh aktivitas transportasi publik di Kota Semarang, dengan fokus pada lima lokasi utama: koridor BRT Trans Semarang, Terminal Mangkang, Terminal Penggaron, simpang bersinyal Simpang Lima, dan Jalan Pandanaran. Tingkat kebisingan diukur menggunakan sound level meter (SLM) terkalibrasi dengan pengaturan A-weighting dan fast response. Pengukuran dilakukan pada tiga rentang waktu pagi, siang, dan sore dengan merekam nilai Leq, Lmax, dan Lmin sebagai indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lokasi mencatat nilai Leq melebihi 70 dB(A), melampaui standar baku mutu kebisingan lingkungan perkotaan di Indonesia. Simpang Lima merupakan titik dengan tingkat kebisingan tertinggi, dengan Leq mencapai 84 dB(A) dan Lmax hingga 100 dB(A), disusul oleh koridor BRT dan Jalan Pandanaran. Periode sore hari secara konsisten menunjukkan puncak kebisingan akibat peningkatan volume lalu lintas dan mobilitas masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas transportasi publik secara signifikan berkontribusi terhadap beban kebisingan lingkungan, yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi mitigasi kebisingan, termasuk modernisasi armada, manajemen lalu lintas adaptif, serta pemasangan barrier akustik pada area-area kritis.
ANALISIS PENGARUH SUDUT LEMPARAN TERHADAP JARAK TEMPUH PADA GERAK PARABOLA Marsia Deswita Habeahan; Nafisa Maharani; Jeliana Veronika Sirait
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.607

Abstract

Gerak parabola merupakan konsep dasar fisika pada gerak dua dimensi. Secara teoritis, sudut lemparan 45° menghasilkan jarak tempuh horizontal maksimum dalam kondisi ideal. Namun, penelitian yang memverifikasi hubungan tersebut secara kuantitatif menggunakan simulasi PhET sebagai media eksperimen virtual masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi sudut lemparan terhadap jarak tempuh pada gerak parabola menggunakan simulasi Projectile Motion PhET tanpa hambatan udara. Variabel tetap meliputi kecepatan awal 10 m/s, massa 1 kg, gravitasi 9,8 m/s², dan ketinggian awal 0 m, dengan sudut lemparan 30°, 45°, dan 60°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut lemparan berpengaruh signifikan terhadap jarak tempuh, di mana sudut 45° menghasilkan jarak maksimum rata-rata 10,1 meter, diikuti 30° dan 60°. Temuan ini mendukung teori yang menyatakan bahwa sudut 45° merupakan sudut optimum untuk menghasilkan jarak terjauh dalam kondisi ideal.
PERANGKAP KKM PADA PEMBELAJARAN IPA-FISIKA: ANALISIS SOSIOLOGIS TENTANG BUDAYA TARGET RENDAH PADA SISWA DAN GURU DI SEKOLAH MENENGAH Permono Adi Putro; Asep Priatna; Aji Fauziana Ridwan
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.643

Abstract

Di sekolah menengah Indonesia, praktik penetapan tujuan pembelajaran yang rendah untuk mata pelajaran sains dan fisika masih menjadi masalah sosial, terutama ketika Kriteria Kelulusan Minimum (KKM) dipandang sebagai tujuan pembelajaran utama. Tujuan artikel ini adalah untuk meneliti bagaimana KKM berfungsi sebagai jebakan struktural dan psikologis yang menciptakan mentalitas "sekadar lulus" di kalangan pendidik dan siswa, serta konsekuensi yang ditimbulkannya terhadap pertumbuhan literasi sains, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan kemampuan pemecahan masalah. Teori motivasi belajar (efikasi diri, ekspektasi-nilai, dan pola pikir pertumbuhan), strategi pendidikan, dan temuan empiris tentang pembelajaran sains-fisika semuanya termasuk dalam tinjauan pustaka konseptual studi ini. Temuan studi menunjukkan bahwa KKM yang berorientasi administratif sering digunakan sebagai batasan simbolis untuk upaya belajar, yang menurunkan harapan akademis, mendorong teknik pembelajaran minimalis, dan memfokuskan pengajaran fisika pada hafalan dan pemecahan masalah rutin. Dalam keadaan ini, eksplorasi konsep, penalaran ilmiah, dan pemecahan masalah kontekstual semuanya dibatasi oleh KKM. Konsekuensi praktis dari penelitian ini menyoroti perlunya memposisikan ulang KKM sebagai instrumen diagnostik yang meningkatkan kompetensi ilmiah siswa, meningkatkan standar akademik, dan mendorong pembelajaran berbasis tantangan.
ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI PENGUKURAN MENGGUNAKAN CERTAINTY OF RESPONSE INDEX (CRI) DI MTs Madinatul Ilmi; Arda; Rahmawaty
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.711

Abstract

Miskonsepsi merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dapat menghambat pemahaman konsep peserta didik. Meskipun Certainty of Response Index (CRI) telah banyak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada berbagai topik IPA, kajian yang secara khusus mengkaji miskonsepsi pada materi pengukuran di tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) masih terbatas dan belum memberikan pemetaan berdasarkan indikator pemahaman konsep. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat dan pola miskonsepsi peserta didik pada materi pengukuran berdasarkan indikator pemahaman konsep menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek seluruh peserta didik kelas VII MTs Syekh Lokiya Towale. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik berbasis CRI sebanyak 12 butir soal pilihan ganda beralasan yang dikembangkan berdasarkan enam indikator pemahaman konsep serta dilengkapi dengan wawancara terbatas terhadap dua peserta didik untuk memperkuat interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi tertinggi terdapat pada indikator mengklasifikasikan objek sesuai konsep (30,8%), diikuti memberikan contoh dan noncontoh (26,9%) serta menyatakan ulang konsep (15,4%). Sebagian besar peserta didik juga berada pada kategori tidak tahu konsep pada indikator prosedur dan pemecahan masalah. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan CRI sebagai instrumen diagnostik untuk mendukung perancangan pembelajaran yang lebih tepat sasaran dalam memperkuat pemahaman konsep IPA.
PENERAPAN MODEL PEEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMAN 1 BONE Deviana Deviana; Usman Usman; Yusuf A. Momang
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.745

Abstract

Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning, untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning, dan untuk menganalisis peningkatan antara skor pretest dan posttest dalam kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi suhu dan kalor setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Bone dengan melibatkan siswa kelas XI.4 yang dipilih melalui teknik Purposive Sampling. Kemampuan berpikir kritis peserta didik diukur menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan indikator inferensi, analisis, interpretasi, dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh skor rata-rata pretets sebesar 21,69 yang berada pada kategori sedang, setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning diperoleh skor rata-rata posttest sebesar 31,57 yang berada pada kategori tinggi, dan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,55 yang berada pada kategori sedang, serta nilai persentase N-Gain terbesar yaitu 68,57% sebanyak 24 peserta didik.
ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI PENERAPAN PEMBELAJARAN STUDI KASUS PADA MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN Syamsul Wahid
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa yang ditinjau dari penerapan pembelajaran studi kasus pada mata kuliah Profesi Kependidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika angkatan 2024/2025 yang saat ini berada pada semester VI yang terdiri atas tiga kelas, yaitu kelas A (28 mahasiswa), kelas B (25 mahasiswa), dan kelas ICP (17 mahasiswa), sehingga jumlah keseluruhan subjek penelitian sebanyak 70 mahasiswa. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar mahasiswa pada ranah kognitif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berbentuk esai yang disusun berdasarkan indikator revisi Taksonomi Bloom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa yang ditinjau dari penerapan pembelajaran studi kasus pada mata kuliah Profesi Kependidikan mayoritas berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 94%. Pencapaian tersebut mencakup empat indikator kemampuan kognitif, yaitu memahami (C2), menerapkan (C3), menganalisis (C4), dan mengevaluasi (C5). Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran studi kasus mampu membantu mahasiswa mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan.