cover
Contact Name
Ahmed Sardi
Contact Email
sardihere@gmail.com
Phone
+6285299395369
Journal Mail Official
ijpe@stkipddipinrang.ac.id
Editorial Address
Jln. Pettana Rajeng No.20, Pinrang South Sulawesi, Indonesia Postal code: 91213
Location
Kab. pinrang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Irsyad Journal of Physics Education
ISSN : 28285476     EISSN : 28280849     DOI : https://doi.org/10.58917/ijpe
Core Subject : Science, Education,
Al-Irsyad Journal of Physics Education (IJPE), sebuah jurnal nasional peer-review elektronik, menyediakan forum untuk menerbitkan artikel penelitian asli, artikel ulasan dari kontributor, dan berita teknologi baru yang terkait dengan pendidikan Fisika. Jurnal ini disediakan untuk penulis, guru, mahasiswa, profesor, dan peneliti, yang akan mempublikasikan laporan penelitian mereka atau artikel tinjauan pustaka mereka (hanya untuk kontributor yang diundang) tentang pendidikan Fisika dan instruksinya untuk penulis dan pembaca di seluruh Indonesia. Selain penulis biasa, untuk setiap jilid, isinya akan disumbangkan oleh kontributor undangan yang ahli dalam pendidikan Fisika baik dari dalam maupun luar negeri. Jurnal tersebut mengundang artikel penelitian asli dan tidak secara bersamaan dikirimkan ke jurnal atau konferensi lain . Seluruh spektrum penelitian dalam pendidikan Fisika dipersilahkan , yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada topik-topik berikut: 1. Pendidikan Fisika Realistis 2. Penelitian Desain dalam Pendidikan Fisika 3. Kemampuan Fisika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
RANCANG BANGUN PERANGKAT PENGUSIR HAMA BERBASIS IoT MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN BUZZER SEBAGAI SOLUSI DARI MASALAH PERTANIAN Varona Maharani; Salysa Eka Nabilla; Azizahtul Mar’atus Soliha; Kelvin Aprianto; Arini Rosa Sinensis; Thoha Firdaus
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i1.728

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor vital yang menunjang perekonomian. Bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di pedesaan, sektor ini merupakan mata pencaharian utama. Bahkan, hampir separuh penduduk Indonesia menggantungkan penghasilan mereka pada sektor pertanian. Selain sebagai mata pencaharian, hasil pertanian juga dianggap sebagai investasi berharga yang mendukung perekonomian keluarga dan menjadi andalan ketahanan pangan nasional dalam jumlah besar. Namun, produktivitasnya seringkali terganggu oleh serangan hama, yang berdampak pada menurunnya hasil panen bahkan hingga berpotensi gagal panen. Metode pengendalian hama konvensional sering melibatkan bahan kimia yang merusak lingkungan, sementara metode manual memerlukan kehadiran fisik petani di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe perangkat pengusir hama otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32, Sensor Passive Infrared (PIR), dan Buzzer sebagai aktuator utama. Sensor PIR mendeteksi pergerakan hama, memicu ESP32 untuk mengaktifkan buzzer yang menghasilkan gelombang suara sebagai pengusir. Sistem IoT memungkinkan pemantauan dan kontrol jarak jauh melalui aplikasi smartphone, memberikan solusi efisien dan eco-friendly untuk masalah pertanian. Hasil pengujian fungsionalitas menunjukkan perangkat bekerja sesuai alur logika yang dirancang. Pengujian sirkuit dilakukan menggunakan simulator Wokwi , sedangkan pengujian performa sensor PIR di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data ke platform Blynk mencapai 100% pada kondisi jaringan Wi-Fi yang stabil. Secara kuantitatif, sensor PIR memiliki performa deteksi optimal pada radius jangkauan 3 hingga 5 meter dengan cakupan sudut lebar hingga 450 , dan batas radius deteksi efektif maksimal berada pada rentang 5–7 meter. Keunikan penelitian ini dibanding penelitian sebelumnya terletak pada integrasi platform Blynk yang mampu menampilkan visualisasi biner status hama sekaligus data numerik jarak deteksi objek secara real-time. Selain itu, perangkat ini dikemas dalam kotak proteksi portabel bertenaga powerbank dengan desain pintu maintenance yang adaptif, sehingga sangat efisien untuk ditempatkan langsung di titik-titik strategis area persawahan tanpa ketergantungan pada listrik AC.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SIMULASI PhET TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS Pande Made Laksmi Puja Rastiti; Rai Sujanem; Ina Yuliana
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.805

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa serta belum optimalnya pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian terdahulu umumnya membandingkan Problem Based Learning (PBL) berbantuan simulasi Physics Education Technology (PhET) dengan Direct Instruction (DI) atau PBL dengan DI, sedangkan penelitian yang membandingkan PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI secara bersamaan dengan mengontrol kemampuan awal siswa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL berbantuan simulasi PhET terhadap KBK pada materi Fluida Statis dengan mengontrol kemampuan awal sebagai variabel kovariat. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain one-way pretest-posttest nonequivalent control group yang melibatkan 101 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI. Instrumen yang digunakan berupa tes esai KBK pada materi Fluida Statis, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis kovarian (ANCOVA) dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata KBK tertinggi diperoleh kelompok PBL berbantuan PhET (73,1), diikuti PBL (64,8), dan DI (52,0). Analisis kovarian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05) serta pengaruh signifikan kemampuan awal terhadap hasil akhir. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kelompok PBL berbantuan PhET memiliki hasil yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok PBL dan DI. Dengan demikian, model PBL berbantuan PhET lebih efektif dalam meningkatkan KBK siswa dibandingkan model PBL dan DI.
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI KONSEP GAYA KELAS XI DI SMAN 14 MAKASSAR Dewi Fahira; Helmi Helmi; A. Momang Yusuf
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan pemahaman konsep gaya peserta didik dalam pembelajaran fisika kelas XI di SMAN 14 Makassar pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI dengan melibatkan 110 peserta didik dari 4 kelas. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Force Concept Inventory (FCI) berupa tes bentuk pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konseptual pada topik-topik gaya tegangan tali, gaya berat, gaya gesekan, gaya sentripetal, hukum newton, hukum archimedes, dan gaya gravitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual peserta didik secara keseluruhan berada pada kategori “rendah”, dengan persentase sebesar 47,27%. Kesulitan paling menonjol ditemukan pada konsep gaya berat dan gaya gesekan, yang memperoleh skor rata-rata terendah. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan metode pembelajaran yang lebih menekankan pada pemahaman konseptual, pembelajaran kontekstual, serta penggunaan bahan ajar yang relevan untuk mengatasi kesulitan pemahaman konsep dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam pembelajaran fisika.
ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS UMPAN BALIK CHATGPT DAN DEEPSEEK TERHADAP JAWABAN KONTEKSTUAL SISWA PADA KONSEP OPTIK FISIKA Siti Faitul Hidayah; Miftah Miftah; I Komang Werdhiana; Gustina Gustina
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas umpan balik ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 terhadap jawaban kontekstual siswa pada konsep optik fisika. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain explanatory sequential. Data diperoleh dari 20 siswa yang mengerjakan enam soal kontekstual optik fisika. Setiap jawaban siswa diberi umpan balik oleh ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 sehingga diperoleh 240 unit umpan balik AI. Kualitas umpan balik dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan kejelasan bahasa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui telaah isi umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 memperoleh mean total 15,31 atau 95,68%, sedangkan DeepSeek V4 memperoleh mean total 14,68 atau 91,77%. Keduanya berada pada kategori sangat baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan total skor, sedangkan kejelasan bahasa tidak berbeda signifikan. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 lebih stabil dalam memberikan koreksi konseptual yang akurat, mendalam, dan relevan, sedangkan DeepSeek V4 tetap kuat pada kejelasan bahasa tetapi lebih bervariasi pada substansi isi. Dengan demikian, perbedaan utama kedua model terletak pada kualitas isi umpan balik, bukan pada aspek kebahasaan. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa ChatGPT 5.5 lebih unggul dalam menghasilkan umpan balik yang akurat, mendalam, dan sesuai dengan konteks jawaban siswa, sedangkan DeepSeek V4 menunjukkan performa yang kompetitif terutama pada aspek kejelasan bahasa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memanfaatkan AI generatif sebagai pendukung asesmen formatif pada pembelajaran fisika.
ANALISIS KARAKTERISTIK TERMAL KACA RIBEN DAN KAYU SENTROK MENGGUNAKAN PENDEKATAN DERET FOURIER KOMPLEKS Shofaunada Shofaunada; Syifa Afna Kamila; Imas Ratna Ermawati; Tri Isti Hartini
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik termal kaca riben dan kayu sentrok melalui pendekatan deret Fourier kompleks. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pengukuran suhu terhadap waktu pada dua kondisi, yaitu tanpa pemanasan dan setelah pemanasan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui parameter suhu maksimum, minimum, rata-rata, dan simpangan baku, serta diuji normalitasnya menggunakan uji Shapiro Wilk. Selanjutnya, data dimodelkan menggunakan deret Fourier kompleks untuk merepresentasikan distribusi suhu secara matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaca riben memiliki stabilitas suhu yang lebih tinggi dengan rentang suhu 22-23 0C dan simpangan baku sebesar 0,370C,sedangkan kayu sentrok menunjukkan fluktuasi suhu yang lebih besar dengan rentang 20,5-21,5 0C dan simpangan baku sebesar 0,410C. Pada kondisi dipanaskan, kayu sentrok mencapai suhu maksimum yang lebih tinggi sebesar 380C, lebih tinggi dibandingkan kaca riben sebesar 330C. Permodel deret Fourier mampu merekonstruksi pola perubahan suhu dengan tingkat akurasi yang tinggi R² = 0,996 atau RMSE = 0,18 untuk kaca riben dan R² = 0,992atau RMSE = 0,25 untuk kayu sentrok , dimana  termal kaca riben cenderung lebih harmonik, sedangkan kayu sentrok menunjukkan pola yang lebih nonlinier. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deret Fourier kompleks efektif untuk membedakan karakteristik termal material dan berpotensi diterapkan dalam pemilihan material untuk desain termal bangunan dan sistem insulasi berbasis efisiensi energi. Namun, penelitian yang menerapkan pemodelan berbasis Fourier untuk membandingkan respons termal material konduktor dan isolator secara eksperimental masih terbatas. Implikasi penelitian ini dapat diterapkan dalam pemilihan material untuk desain termal dan sistem insulasi berbasis efisiensi energi.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA SMA Yogi Bastanta Pinem; Ni Ketut Rapi; Nurfa Risha
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.875

Abstract

Keterbatasan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah fisika masih menjadi isu di tingkat SMA karena dominasi metode pengajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa dengan aktif. Sebenarnya, pembelajaran fisika memerlukan keterampilan berpikir kritis dan penyelesaian masalah. Karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang kreatif seperti Problem Based Learning (PBL). Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak PBL pada keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA. Penelitian ini adalah eksperimen semu yang menggunakan desain one way pretest-posttest nonequivalent control group design dengan kelompok kontrol tidak setara. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Singaraja, dengan sampel yang diambil dari dua kelas secara acak, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model PBL dan kelas kontrol yang menerapkan model konvensional. Instrumen penelitian adalah tes keterampilan memecahkan masalah yang dilaksanakan sebelum dan setelah perlakuan. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan pengujian ANAKOVA satu arah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen naik dari 23,90 menjadi 86,64, sementara pada kelas kontrol meningkat dari 19,33 menjadi 63,45. Hasil analisis ANAKOVA menunjukkan bahwa model pembelajaran memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (F = 147,189; p < 0,001). Dengan cara ini, model pembelajaran PBL memberikan dampak positif dan signifikan terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA sehingga dapat menjadi pilihan pembelajaran yang efektif.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL-BL, PBL, DAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Dial Seroza Zalukhu; Ni Ketut Rapi; Luh Putu Budi Yasmin; Putu Eka Setia Dewi; Komang Trisna Dewi
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.915

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kompetensi abad yang penting dikuasai siswa, terutama dalam pembelajaran fisika, namun data PISA menunjukkan capaian literasi sains siswa Indonesia masih tergolong rendah, yang mengindikasikan lemahnya kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran fisika konvensional yang berpusat pada guru dan menekankan hafalan diduga menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Penelitian eksperimen semu ini bertujuan membandingkan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Blended Learning, model PBL, dan model Inquiry Terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah one way pretest-posttest non-equivalent control group design dengan 106 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Seririt yang dipilih melalui simple random sampling berbasis kelas dari populasi 177 siswa (SEP = 3,03%). Data dikumpulkan menggunakan tes esai berpikir kritis 12 butir berdasarkan enam dimensi Ennis, dianalisis secara deskriptif serta ANAKOVA satu jalur dengan kovariat skor pretest, dilanjutkan uji LSD. Hasil menunjukkan pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (F* = 50,122; p < 0,001; partial η² = 0,496, kategori besar; adjusted R = 0,672), dengan kelompok PBL Berbantuan Blended Learning memperoleh rata-rata terestimasi tertinggi (76,99), diikuti PBL (67,04) dan Inquiry Terbimbing (61,66), yang seluruhnya berbeda signifikan satu sama lain, sehingga model ini layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran fisika abad ke-21.
EKSPLORASI FAKTOR DETERMINAN RENDAHNYA MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR FISIKA DI SMPN 19 PALU Moh. Rifki Asrat; Muh. Syarif S. Abd. Syukur; Nurjannah; Ielda Paramita
Al-Irsyad Journal of Physics Education Vol 5 No 2 (2026): Al-Irsyad Journal of Physics Education
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijpe.v5i2.948

Abstract

Rendahnya motivasi belajar fisika sering kali menyebabkan penurunan prestasi akademik dan lemahnya keterampilan berpikir kritis, namun akar penyebab spesifik dalam konteks lokal masih jarang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor penentu yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar fisika siswa di SMPN 19 Palu. Menggunakan desain kualitatif deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan di Kelas VIII D selama tahun ajaran 2025/2026 melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 responden kuesioner, 6 informan wawancara, dan 1 guru fisika. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi melalui trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi belajar siswa umumnya masih rendah: 40% kategori rendah, 40% sedang, dan 20% tinggi. Faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi lemahnya kemampuan matematika dasar, kurangnya kebiasaan belajar mandiri, dan rendahnya efikasi diri dalam menyelesaikan soal hitungan. Faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan kelas yang kurang kondusif, dan metode mengajar yang belum efektif. Hasil trianggulasi menunjukkan faktor paling dominan adalah rendahnya efikasi diri siswa dan gangguan kelas akibat pengaruh teman sebaya. Temuan ini menjadi dasar bagi guru untuk merancang strategi pembelajaran adaptif demi meningkatkan motivasi siswa.