cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
MANAJEMEN REKAM MEDIS DALAM TEMU KEMBALI DOKUMEN PASIEN DI RUMAH SAKIT ELPI AL AZIS RANTAU PRAPAT TAHUN 2019 Fikarwin Zuska; Evarina Sembiring; Donal Nababan; Henny Arwina Bangun; Indry Fitri Irawan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60811

Abstract

Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis dibuat  secara  tertulis,  lengkap  dan  jelas  yang  diatur  dalam sebuah aturan tersendiri untuk pencapaian kesehatan masyarakat. Temu kembali dokumen rekam medis menjadi hal yang penting karena keberhasilan suatu instantasi dilihat dari pelayanan yang diberikan secara cepat dan tepat. Proses kegiatan ini mulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit sampai pada pencatatan data medis selama pasien mendapat pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini menganalisis manajemen temu kembali dokumen rekam medis pasien, mengetahui  proses pengelolaan rekam medis serta kendala yang dihadapi Unit Rekam Medis dalam temu kembali dokumen rekam medis pasien Rumah Sakit Elpi Al Azis Rantauprapat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan  melalui wawancara kepada petugas rekam  medik bahwa pihak  Rumah Sakit Elpi Al Aziz dalam menemukan kembali rekam medis masih menggunakan cara manual yaitu mencari berdasarkan kartu berobat yang pernah diberikan rumah sakit kepada pasien, meskipun prosedur manajemen Rumah Sakit Epi Al Aziz sudah berjalan dengan baik. Dan dalam pelaksanan penyimpanan rekam medis telah menggunakan sistem sentralisasi.
PENGARUH MANAJEMEN RUMAH SAKIT TERHADAP EFISIENSI OPERASIONAL MELALUI OPTIMALISASI PATIENT FLOW : A SYSTEMATIC REVIEW Masriadi Masriadi; Saparuddin Latu; Nurhikmah Nurhikmah; Ali Hanafi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60812

Abstract

Kemampuan operasional sebuah rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, efektif, dan berkesinambungan dapat diukur melalui tingkat efisiensi operasionalnya. Meningkatnya jumlah pasien, terbatasnya sumber daya, dan tingginya standar mutu pelayanan mendorong rumah sakit untuk memaksimalkan fungsi manajerial serta pengelolaan alur pasien. Sejumlah kajian mengungkapkan bahwa pengelolaan alur pasien yang optimal berkontribusi pada penurunan waktu tunggu, pemanfaatan tempat tidur yang lebih efektif, serta peningkatan produktivitas tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis bukti-bukti ilmiah terkait sejauh mana manajemen rumah sakit mempengaruhi efisiensi operasional melalui pengelolaan alur pasien yang optimal. Studi ini dirancang menggunakan pendekatan systematic review dengan berpedoman pada panduan PRISMA 2020. Sumber literatur ditelusuri melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara 2020 hingga 2025. Istilah pencarian yang digunakan mencakup hospital management, patient flow, operational efficiency, healthcare management, dan hospital performance. Artikel-artikel yang masuk kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 18 artikel berhasil memenuhi syarat untuk dianalisis. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa sistem manajemen rumah sakit memberikan pengaruh yang bermakna terhadap efisiensi operasional, terutama melalui peningkatan koordinasi antar layanan, pengelolaan sumber daya yang lebih baik, serta pemutakhiran sistem informasi. Alur pasien terbukti berperan sebagai variabel penghubung antara kualitas manajemen rumah sakit dan tingkat efisiensi operasionalnya. Optimalisasi alur pasien mampu memangkas waktu tunggu antara 20 hingga 45 persen, memperpendek lama rawat inap (LOS), meningkatkan angka hunian tempat tidur (BOR), sekaligus mendorong produktivitas tenaga kesehatan. Manajemen rumah sakit yang berjalan dengan baik terbukti berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional, baik secara langsung maupun melalui optimalisasi alur pasien. Pemanfaatan teknologi digital dan sistem pengelolaan berbasis data menjadi kunci strategis dalam mendorong kinerja rumah sakit ke level yang lebih baik.
ANALISIS PROSES IMPLEMENTASI KLAIM FASILITAS KESEHATAN OLEH BPJS KESEHATAN KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2021 Zulfendri Zulfendri; Dewi Bancin; Donal Nababan; Jasmen Manurung; Ikhsan Anugerah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60813

Abstract

Klaim ansuransi kesehatan adalah sebuah permintaan yang di buat oleh pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk perusahaan asuransi kesehatan untuk meminta bayaran atas tindakan yang sudah dilakukan terhadap peserta asuransi. Cara BPJS Kesehatan melakukan pembayaran klaim yaitu dengan sistem INA CBGs dan sistem kapitasi. Alur dalam mengajukan klaim kepada BPJS Kesehatan mulai dari FKTP dan FKTL melengkapi dokumen persyaratan, kemudian dokumen diberikan tepat waktu kepada BPJS Kesehatan, selanjutnya BPJS Kesehatan akan melakukan proses verifikasi data, dan dilakukan pembayaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi proses klaim faskes oleh BPJS di Kabupaten Langkat Tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara kepada petugas BPJS Kesehatan Kabupaten Langkat dan salah satu Rumah Sakit didapatkan bahwa alur pengklaiman terhadap BPJS Kesehatan Kabupaten Langkat sesuai dengan pedoman dari Permenkes No. 28 Tahun 2014 dan persyaratannya sesuai dengan panduan praktis administrasi klaim fasilitas kesehatan BPJS kesehatan tahun 2014 dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 tahun 2017. Jika terdapat kecurangan, penanganan dan sanksi yang dilakukan sesuai dengan Permenkes No. 36 tahun 2015. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh hal yang berkaitan dengan pengklaiman BPJS Kesehatan Kabupaten Langkat sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, yaitu Permenkes dan Peraturan BPJS Kesehatan.
PENERAPAN HIRARC KEBAKARAN UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DI ARAFAH MART BANGKINANG Santrina Santrina; Annisa Rahmadani; Indah Syaqilla Azzahra; Deo Aldi Andika
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.45013

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran di Arafah Mart Bangkinang, serta menganalisis dan mengimplementasikan langkah-langkah pengendalian risiko kebakaran yang efektif guna memastikan keselamatan karyawan dan pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah HIRARC Kebakaran (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control), yang mencakup identifikasi bahaya kebakaran, penilaian risiko yang ditimbulkan, dan penyusunan langkah-langkah pengendalian risiko kebakaran yang tepat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Arafah Mart Bangkinang menghadapi beberapa potensi bahaya kebakaran utama, seperti kerusakan peralatan listrik, keberadaan bahan mudah terbakar, serta tumpahan cairan kimia yang dapat memicu kebakaran. Pengendalian risiko dilakukan melalui perawatan rutin terhadap peralatan listrik, penyimpanan bahan mudah terbakar yang aman, serta pelatihan karyawan tentang prosedur evakuasi dan penggunaan alat pemadam kebakaran. Penilaian risiko kebakaran yang dilakukan menunjukkan bahwa kerusakan kabel listrik dan kebakaran akibat mesin pendingin memiliki skor risiko tertinggi, yang memerlukan perhatian segera. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan HIRARC Kebakaran di Arafah Mart Bangkinang sangat penting untuk memitigasi risiko kebakaran, meningkatkan keselamatan di tempat kerja, serta melindungi aset dan keselamatan karyawan dan pelanggan dari potensi bahaya kebakaran.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA LANSIA DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA UPT TAMBANG TAHUN 2025 Mawadah Hasanah; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Erma Kasumayanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.49456

Abstract

Peningkatan jumlah lansia pada saat sekarang ini telah memberikan berbagai dampak yang nyata dalam kehidupan, terutama yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang dialami akibat proses penuaan. Oleh karena itu untuk memenuhi kegiatan dan kebutuhan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagi mereka, maka lansia membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga. Sehingga dengan dukungan keluarga diharapkan akan dapat meninkatkan tingkat kemandirian lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living pada lansia di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 – 19 Mei 2025 dengan populasi 1.477 penderita di Desa Tarai Bangun dan jumlah sampel 94. responden yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kusioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga yaitu yang buruk 60 responden (63,8%), kemudian mayoritas tingkat kecemasan yaitu cemas  62 responden (66,0%). Dan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan activity of daily living di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar tahun 2025 dengan nilai p  Value=0,000< α 0,05.Diharapkan Lansia dapat menurunkan Tingkat kecemasan dan meningkatkan kemandirian dalam menjalankan Activity of Daily Living dengan dukungan keluarga.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA Murni Witjayanti; Apriyani Puji
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.51870

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan berkaitan erat dengan pola makan yang tidak teratur. Peningkatan kasus dispepsia di Puskesmas Saritani menunjukkan perlunya analisis faktor risiko, khususnya pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Saritani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi makan, jenis makanan, dan kebiasaan sarapan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian dispepsia. Responden yang makan kurang dari tiga kali sehari, tidak sarapan, serta mengonsumsi makanan berlemak, pedas, dan asam memiliki risiko lebih tinggi mengalami dispepsia. Nilai p pada masing-masing variabel menunjukkan signifikansi statistik (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan bermakna. Analisis menunjukkan bahwa pola makan tidak teratur memicu peningkatan sekresi asam lambung yang dapat merusak mukosa lambung. Secara teoritis, kondisi ini menyebabkan munculnya gejala dispepsia seperti nyeri epigastrium dan rasa tidak nyaman. Diskusi penelitian menegaskan bahwa intervensi promotif dan preventif melalui edukasi pola makan sehat sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian dispepsia.
GAMBARAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN ABANG KARANGASEM Kadek Nuansa Putri Wulandari; Ni Ketut Sutiari; Ni Wayan Arya Utami
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i1.57969

Abstract

Gizi di usia 5 tahun pertama mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak di masa mendatang. Gizi anak khususnya balita Indonesia termasuk dalam masalah kesehatan masyarakat hal ini dapat dilihat melalui ambang batas permasalahan gizi. tatus gizi balita adalah kondisi kesehatan anak usia 0–59 bulan yang menunjukkan keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Penilaian dilakukan melalui pengukuran seperti berat badan dan tinggi badan sesuai umur.Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan, kesehatan, pola asuh, dan lingkungan. Jika tidak terpenuhi dengan baik, dapat menyebabkan masalah seperti gizi kurang, stunting, atau obesitas. Status gizi yang baik penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal. Menurut profil Kesehatan Kabupaten Karangasem tahun 2022, sebesar 2,3% balita mengalami gizi kurang, 0,5% mengalami gizi buruk, 7% balita pendek dan 5% balita dengan berat badan kurang Penelitian ini bertujuan untuk melihat Gambaran status gizi balita di Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel sebanyak 104 balita yang dipilih melalui multistage sampling, dengan ibu balita sebagai responden. Data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran antropometri,terdiri dari desain penelitian, populasi, sampel, metode sampling, variabel penelitian, alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data. Status gizi balita pada penelitian ini menunjukkan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (83.7%) berdasarkan indeks BB/U. Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (72.1%) berdasarkan indeks TB/U. Sedangkan berdasarkan indeks BB/TB sebagian besar balita memiliki status gizi normal (89.4%). Sebagian besar status gizi balita di Kecamatan Abang Karangasem memiliki status gizi normal.
PENGEMBANGAN PANGAN BERBASIS SORGUM DAN JAMBU BIJI SEBAGAI ASUPAN TAMBAHAN PASIEN DEMAM BERDARAH Deviana Pundarika Kantono; Rivan Virlando Suryadinata; Sajuni Widjaja; Onny priskila
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59613

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang sering menyebabkan penurunan nafsu makan, mual, muntah, serta trombositopenia sehingga diperlukan asupan tambahan yang mudah dikonsumsi dan bernilai fungsional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pangan berbasis sorgum dan jambu biji sebagai asupan tambahan bagi pasien DBD. Metode penelitian menggunakan mixed method melalui tahapan pengembangan produk, uji sensori (organoleptik), uji senyawa fungsional, dan penentuan saran sajian kudapan. Produk yang dikembangkan berupa cookies dengan enam formulasi berbeda berdasarkan proporsi sorgum dan bahan lainnya. Uji organoleptik dilakukan terhadap 11 panelis menggunakan skala hedonik 1–5 meliputi parameter rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi nomor 6 memiliki tingkat penerimaan panelis terbaik dibandingkan formulasi lainnya, dengan nilai rata-rata rasa 3,8; warna 3,35; aroma 3,70; dan tekstur 3,55. Hasil uji senyawa fungsional menunjukkan formulasi nomor 6 mengandung likopen sebesar 9,55 mg/100 g, vitamin C sebesar 115,79 mg/100 g, dan quercetin sebesar 70,99 mg/100 g yang berpotensi membantu pemulihan trombosit pada pasien DBD melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator. Selain itu, kandungan karbohidrat dan protein pada cookies sorgum mendukung pemenuhan kebutuhan energi pasien yang mengalami penurunan asupan makan. Berdasarkan hasil tersebut, cookies berbasis sorgum dan jambu biji formulasi nomor 6 berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional tambahan untuk mendukung percepatan pemulihan pasien DBD.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEMAIN E-SPORT DI KABUPATEN LUWU TIMUR Arni Juliani; Andi Tenriola Fitri Kessi; Muhammad Akbar Salcha; Muh. Adhitya Pharawansyah M
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60063

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan neuropati akibat kompresi saraf medianus pada pergelangan tangan yang sering terjadi akibat aktivitas berulang, postur kerja tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur dengan jumlah sampel 41 responden, menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, pemeriksaan fisik menggunakan Tes Phalen, lembar observasi gerakan repetitif, serta penilaian postur kerja dengan instrumen Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p-value ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lama kerja (p = 0,000), masa kerja (p = 0,000), gerakan repetitif (p = 0,005), dan postur kerja (p = 0,000) dengan gejala Carpal Tunnel Syndrome pada pemain E-Sport di Kabupaten Luwu Timur. Diharapkan pemain E-Sport memperhatikan durasi bermain, melakukan peregangan secara berkala, serta menggunakan perangkat ergonomis untuk mencegah risiko CTS. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait perlu memberikan edukasi kesehatan kerja sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja pada kelompok pemain E-Sport.
RENDAHNYA PARTISIPASI SUAMI SEBAGAI AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Fentia Budiman; Martya Rahmaniati Makful
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60078

Abstract

Partisipasi suami sebagai akseptor Keluarga Berencana (KB) di Indonesia masih rendah meskipun keterlibatan laki-laki berperan penting dalam mewujudkan pembagian tanggung jawab reproduksi yang setara dan meningkatkan keberhasilan program KB. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menilai, dan menyintesis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi suami sebagai akseptor KB di Indonesia menggunakan pendekatan Systematic literature review (SLR) dan Fishbone Diagram. Kajian disusun mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran literatur melalui PubMed, Google Scholar, Garuda, SINTA, UI Scholars Hub, serta sumber resmi BKKBN, WHO, dan DHS Program. Literatur yang disertakan merupakan publikasi tahun 2015–2026 yang membahas partisipasi pria dalam KB, kontrasepsi pria, komunikasi pasangan, dan faktor sosial budaya. Dari 408 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 28 literatur memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya partisipasi suami dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori, yaitu faktor individu, metode kontrasepsi, pelayanan dan sumber daya, lingkungan sosial, kebijakan dan program, serta sosial budaya dan agama. Hambatan utama meliputi rendahnya pengetahuan, miskonsepsi mengenai vasektomi dan kondom, terbatasnya komunikasi pasangan, layanan KB yang belum ramah laki-laki, minimnya media edukasi, serta dominasi sasaran program pada perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi suami memerlukan pendekatan multidimensional melalui edukasi berbasis pasangan, penguatan konseling ramah pria, pelibatan tokoh masyarakat dan agama, serta kebijakan keluarga berencana yang lebih inklusif gender.