cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN BABY BLUES SYNDROME PADA IBU USIA MUDA DI DESA BANJAR Kadek Ayu Suarmini; Kadek Agustina Puspaningrum; Luh Ayu Purnami; Ni Ketut Ayu Wulandari; Ketut Putra Sedana
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60144

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang dapat memengaruhi kesiapan fisik dan psikologis perempuan dalam menjalani peran sebagai ibu. Ketidaksiapan tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan psikologis pada masa nifas, salah satunya baby blues syndrome. Di Indonesia, prevalensi baby blues syndrome dilaporkan mencapai 50–70%, sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama pada ibu usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu usia muda di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 45 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho. Sebagian besar responden menikah pada usia ≤20 tahun sebanyak 33 orang (73,3%) dan mengalami baby blues syndrome sebanyak 31 orang (68,9%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu usia muda. Pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu usia muda di Desa Banjar.
ANALISIS UJI SARING ANTIBODI DAN PHENOTYPING GOLONGAN DARAH RHESUS PADA PASIEN THALASEMIA DENGAN DARAH DONOR DI RS UI Triska Handayani; Ria Syafitri Evi Gantini; Andhika Rachman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60176

Abstract

Thalasemia merupakan kelainan hemoglobin herediter yang menyebabkan pasien memerlukan transfusi darah secara berulang sepanjang hidupnya. Paparan berulang terhadap eritrosit donor meningkatkan risiko terbentuknya aloantibodi akibat ketidaksesuaian antigen eritrosit antara pasien dan donor. Pembentukan antibodi dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh darah yang kompatibel serta meningkatkan risiko reaksi transfusi. Oleh karena itu, pemeriksaan phenotyping sistem Rhesus, khususnya antigen C, c, E, dan e, berperan penting dalam mengevaluasi kesesuaian antigen antara pasien dan donor sebagai upaya meningkatkan keamanan transfusi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang yang melibatkan 100 pasien thalasemia dengan riwayat transfusi darah berulang di RS UI. Data yang dianalisis meliputi hasil uji saring antibodi, hasil phenotyping Rhesus pada pasien dan donor, serta tingkat kesesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi karakteristik dan kesesuaian fenotipe. Hasil uji saring antibodi menunjukkan bahwa 8% pasien memiliki hasil positif, sedangkan 92% lainnya negatif. Fenotipe Rhesus yang paling banyak ditemukan pada pasien adalah CCDee (74%), dan pola yang sama juga mendominasi pada donor dengan proporsi 69%. Kesesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor diperoleh pada 55% kasus, sementara 45% kasus menunjukkan ketidaksesuaian fenotipe. Sebagian besar pasien thalasemia memiliki hasil uji saring antibodi negatif dengan fenotipe Rhesus dominan CCDee. Meskipun demikian, tingginya proporsi ketidaksesuaian fenotipe Rhesus antara pasien dan donor menunjukkan bahwa pemeriksaan phenotyping Rhesus serta pemantauan antibodi secara berkala tetap diperlukan untuk meningkatkan kompatibilitas transfusi, mengurangi risiko aloimunisasi, dan mendukung keamanan serta keberhasilan terapi transfusi pada pasien thalasemia.
UPAYA MENURUNKAN ANGKA INSIDEN MORBUS HANSEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALEMBARAN JAYA, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN M Miladi Fauzan; De Silva Brigitta Azzahra; Mishel Olivia Stefani; Kanaya Fide Kusuma; Zita Atzmardina
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60377

Abstract

Morbus Hansen masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya. Pada tahun 2026, dalam kurun waktu tiga bulan ditemukan dua kasus baru yang menunjukkan masih berlangsungnya penularan penyakit. Apabila tidak dideteksi dan ditangani sejak dini, Morbus Hansen dapat menyebabkan kerusakan saraf perifer, kecacatan permanen, penurunan kualitas hidup, serta stigma sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab kejadian Morbus Hansen melalui diagnosis komunitas serta menyusun intervensi yang tepat. Diagnosis komunitas dilakukan menggunakan pendekatan Paradigma Blum, penentuan prioritas masalah dengan metode USG dan Delphi, serta analisis akar masalah menggunakan Fishbone Diagram dan metode 5 Why. Intervensi berupa penyuluhan kesehatan mengenai Morbus Hansen, edukasi anti-stigma, serta skrining lesi kulit dan uji sensibilitas untuk deteksi dini. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat, masih adanya stigma terhadap penderita, rendahnya perilaku pencarian informasi kesehatan, dan belum optimalnya penyuluhan kesehatan menjadi faktor utama yang memengaruhi kejadian Morbus Hansen. Setelah intervensi, sebanyak 71,4% peserta mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik, sementara kegiatan skrining meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda awal penyakit. Diagnosis komunitas yang diikuti intervensi promotif dan preventif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Upaya edukasi kesehatan yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat deteksi dini, mengurangi stigma, dan menurunkan angka kejadian Morbus Hansen.
DAYA TERIMA PUDING NASUTEL PADA IBU HAMIL KEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARUGA Dita Oktaviani Putri; Alkhair Alkhair; Muammar Iksan; Aris Iwansyah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60390

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih ,menjadi masalah gizi yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin sehingga diperlukan inovasi pangan lokal bergizi dan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan daya terima puding buah naga susu dengan penambahan telur pada tiga formula, yaitu F0 (tanpa telur), F1 (satu butir telur), dan F2 (dua butir telur). Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan deksriptif-komparatif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Paruga,Kota Bima. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil KEK sebanyak 53 orang, sedangkan sampel yang diperoleh di lapangan sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi karena sebagian tidak memenuhi kriteria yang di tetapkan. Variabel penelitian meliputi daya terima yang diukur berdasarkan aspek rasa, warna, aroma dan tekstur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan uji hedonik dan dianalisis menggunakan uji Friedman serta uji lanjut Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan formula. Kandungan gizi dihitung menggunakan Nutrisurvey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada aspek rasa (p=0,008), warna (p-0,004), dan aromA (p=0,006), Sedangkan tekstur tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,168). Formula 1 paling disukai pada aspek rasa, F0 pada warna dan aroma, sedangkan tekstur relatif sama pada semua formula. Secara gizi, peningkatan penambahan telur meningkatkan energi, protein, lemak, vitamin A, dan mineral dengan nilai tertinggi pada F2. Simpulan penelitian ini adalah F1 merupakan formula yang optimal.
PENGARUH EDUKASI BERBASIS PUDING DAUN KATUK DAN TELUR TERHADAP PENGETAHUAN IBU MENYUSUI Hairul Ammar; Nur Husnul Khatimah; M. Noris; Hairunnisah Hairunnisah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60392

Abstract

Pengetahuan gizi yang memadai pada ibu menyusui berperan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan bayi selama masa laktasi. Rendahnya pengetahuan gizi dapat memengaruhi praktik pemberian makan yang berdampak pada status gizi ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pangan lokal berbasis puding daun katuk dan telur ayam terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paruga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 136 ibu menyusui. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 57 responden, namun responden yang berhasil dikumpulkan di lapangan sebanyak 50 orang dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data meliputi analisis univariat, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup dan baik (masing-masing 48%), sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan dengan mayoritas responden berada pada kategori baik (96%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh signifikan edukasi pangan lokal berbasis puding daun katuk dan telur ayam terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Simpulan penelitian ini adalah edukasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Paruga.
IMPLEMENTASI PHBS MASYARAKAT NAGARI KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2026 Lilisa Murni; Ida Suryati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60451

Abstract

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seyogyanya menjadi pola hidup sehat masyarakat. Program dicanangkan tahun 2011 dan sudah disosialisasikan, dilakukan edukasi oleh instansi terkait secara langsung dan melalui media elektronik sesuai pedoman. Penerapan perilaku hidup bersih masyarakat belum sesuai dengan pedoman dan target capaian dari pemerintah. Kondisi ini perlu ditanggulangi agar penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi pola hidup sesuai aturan kesehatan. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar tahun 2026. Populasi sebanyak 337 KK dan teknik penarikan sampel secara prosentase sebesar 70% dari jumlah populasi yakni 236 KK. Pengolahan data dengan teknik Prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang perilaku PHBS tinggi 81% dan 19% rendah, sikap 43% positif dan 57% negatif serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat 55,08% baik dan 44,92% tidak baik. Belum tercapainya penerapan PHBS sesuai target 80% dan prosentase capaian 55% menjadi bahan kajian bagi pihak terkait. Upaya merancang program peningkatan penerapan PHBS melalui pemecahan masalah dan kendala yang ditemukan di lapangan berkaitan dengan edukasi berkelanjutan untuk tidak merokok dalam rumah, persalinan denagan tenaga kesehatan, bayi diberi makanan pendamping ASI pada usia 6 bulan, mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dan aktifitas fisik dilakukan 2-3x/minggu dengan durasi waktu 20-45 menit. Pendekatan berkelanjutan yang mencakup edukasi, pembinaan, serta pengawasan yang lebih intensif diharapkan dapat meningkatkan penerapan PHBS secara konsisten.                       
EFEKTIVITAS PENYULUHAN PRANIKAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA DAN DEWASA AWAL TENTANG KESIAPAN PERNIKAHAN DI KELURAHAN KARANGASEM Farida Nur Aini; Muhammad Japar; Nita Febrianty; Rizki Utaminingtyas; Lailatum Muthoharoh; Siti Muslichah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60452

Abstract

Kesiapan memasuki kehidupan pernikahan merupakan aspek penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Rendahnya pengetahuan remaja dan dewasa awal mengenai peran suami istri, komunikasi keluarga, serta kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko konflik rumah tangga dan berbagai masalah kesehatan reproduksi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja dan dewasa awal mengenai kesiapan memasuki kehidupan pernikahan melalui penyuluhan pranikah. Kegiatan menggunakan desain one-group pretest–posttest. Peserta berjumlah 24 anggota Karang Taruna Indonesia Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta yang dipilih secara purposive sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Intervensi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan tanya jawab. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk dan Paired Sample t-test dengan perangkat lunak JASP. Sebanyak 21 data dianalisis. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 38,48 menjadi 42,86 setelah penyuluhan. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (W = 0,928; p = 0,128). Uji Paired Sample t-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (t(20) = −6,788; p < 0,001) dengan ukuran efek besar (Cohen's d = 1,481). Penyuluhan pranikah berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan peserta mengenai kesiapan menikah, komunikasi keluarga, dan kesehatan reproduksi sehingga berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan dalam mendukung pembentukan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PERAWAT DI RSUD KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2026 Masyitoh Aritonang; Alprida Harahap; Haslinah Ahmad; Sukhri Herianto Ritonga; Yanna Wari Harahap
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60500

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja dengan potensi bahaya yang tinggi sehingga memerlukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) secara optimal untuk melindungi tenaga kesehatan, pasien, serta pengunjung dari berbagai risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan K3RS pada perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 77 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, pelatihan K3, ketersediaan alat pelindung diri (APD), beban kerja, dan komitmen manajemen, sedangkan variabel dependen adalah penerapan K3RS. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20–34 tahun (54,5%), berpendidikan Profesi Ners (68,8%), berjenis kelamin laki-laki (53%), dan memiliki masa kerja lama (66%). Sebagian besar responden memiliki penerapan K3RS dalam kategori kurang (55,8%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000; PR=4,592), sikap (p=0,000; PR=3,875), ketersediaan APD (p=0,003; PR=1,922), beban kerja (p=0,000; PR=4,343), dan komitmen manajemen (p=0,021; PR=1,653) dengan penerapan K3RS. Sementara itu, pelatihan K3 tidak berhubungan secara signifikan dengan penerapan K3RS (p=0,527).
ANALISIS KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DALAM UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK TAHU Greita Marya Selina Timpal
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60677

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya penting dalam melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja. Salah satu bentuk penerapan K3 adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, pada industri rumah tangga seperti pabrik tahu, kepatuhan penggunaan APD masih belum optimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan penggunaan APD dalam upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja pada pekerja pabrik tahu, meliputi pengetahuan pekerja, tingkat kepatuhan, faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan, risiko kecelakaan kerja, serta upaya pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Juni 2026 di salah satu pabrik tahu di Kelurahan Kumelembuai, Kota Tomohon, dengan melibatkan enam orang pekerja sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pekerja memiliki pengetahuan dasar yang cukup mengenai APD, tetapi belum pernah mengikuti pelatihan K3. Kepatuhan penggunaan APD belum dilakukan secara konsisten karena pekerja cenderung menggunakan APD hanya pada pekerjaan yang dianggap berisiko tinggi. Faktor yang memengaruhi kepatuhan meliputi kesadaran pekerja, kenyamanan APD, ketersediaan APD, dan pengawasan yang belum optimal. Risiko kecelakaan kerja yang ditemukan meliputi luka bakar, terpeleset, dan cedera akibat alat produksi. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui penyediaan APD, menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan pemberian arahan secara lisan, namun belum didukung oleh aturan tertulis, pelatihan, dan pengawasan yang berkelanjutan. Kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pabrik tahu masih belum optimal meskipun pekerja memiliki pengetahuan yang cukup.
HUBUNGAN KETERSEDIAAN SARANA PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KEBIASAAN SANTRI DALAM MENGURANGI LIMBAH PLASTIK DI PESANTREN AMRULLAH AKBAR RAJASYAH KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN Meutia Nanda; Syahbrina Meisela Damanik; Khairani Septia Siregar; Rizka Azzura Efsa Gurusinga; Shasy Kirana Zahrani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60757

Abstract

Limbah plastik yang dihasilkan di lingkungan pesantren menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat memberikan dampak negatif terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan sarana pengelolaan sampah dengan kebiasaan santri dalam upaya mengurangi limbah plastik di Pesantren Amrullah Akbar Rajasyah, Kecamatan Medan Tuntungan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi dan Sample penelitian terdiri dari seluruh santri yang berada di pesantren tersebut, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, sehingga diperoleh sebanyak 46 responden. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik variabel dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) menilai ketersediaan sarana pengelolaan sampah masih berada pada kategori kurang baik. Meskipun demikian, sebagian besar santri (78,3%) telah menunjukkan Kebiasaan yang baik dalam mengurangi penggunaan plastik. Hasil analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana pengelolaan sampah dengan Kebiasaan santri dalam mengurangi limbah plastik, dengan nilai ρ-value = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,615, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi yang kuat. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan ketersediaan sarana pengelolaan sampah berpotensi mendorong Kebiasaan santri yang lebih baik dalam mengurangi limbah plastik. Oleh karena itu, pihak pesantren disarankan untuk menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai serta melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan secara berkesinambungan.