cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
TINEA CORPORIS ET CRURIS YANG BERULANG PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN OBESITAS: TANTANGAN PENATALAKSANAAN DI LAYANAN PRIMER Stefani Leonita; Maria Frisca Jeremi; Naufal Ikbar Rian Adnan; Ernawati Ernawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59462

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi, sanitasi kurang baik, serta perilaku kebersihan personal yang belum optimal. Berdasarkan data Puskesmas Sukawali, jumlah kasus skabies meningkat dari 10 kasus pada tahun 2024 menjadi 24 kasus pada tahun 2025, menunjukkan adanya tren peningkatan yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Family Folder (FF) di wilayah kerja Puskesmas Sukawali dilakukan sebagai pendekatan kedokteran keluarga untuk mengidentifikasi faktor risiko, kondisi holistik pasien, serta merancang intervensi promotif, preventif, dan kuratif pada kasus skabies. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi klinis, faktor risiko individu dan lingkungan, serta efektivitas edukasi kesehatan dan tatalaksana komprehensif pada pasien dengan skabies. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan holistik melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, observasi lingkungan, dan analisis Mandala of Health. Intervensi meliputi pengobatan farmakologis dengan permethrin 5% dan antihistamin, serta edukasi mengenai pencegahan penularan, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi kebiasaan berbagi barang pribadi, kebersihan lingkungan yang kurang optimal, ventilasi rumah yang tidak memadai, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai penularan skabies. Pasien menunjukkan perbaikan gejala setelah pengobatan dan edukasi, meskipun masih diperlukan pendampingan untuk mencegah kekambuhan dan penularan pada kontak erat. Kesimpulannya, pendekatan Family Folder efektif dalam mengidentifikasi determinan kesehatan dan mendukung penatalaksanaan skabies secara holistik.
POTENSI ANTIPARASIT DAN PREDIKSI TOKSISITAS IN SILICO MINYAK ATSIRI CYMBOPOGON CITRATUS Gede Rio Ferdinand; Chelsea Cheryl Candra; Prastya Marga Trisnaning Panggaluh; Moh. Rafli Tri Kusmanjaya; Xandra Christensen Tjia; Hebert Adrianto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59607

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara megadiversitas, yang mana memiliki kekayaan tumbuhan yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Serai dapur (Cymbopogon citratus) dari famili Poaceae telah populer dibudidayakan secara luas di dunia dan memiliki sifat farmakologis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa aktif dalam minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas antiparasit, dan prediksi toksisitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian komputasi atau in silico, yang menggunakan data sekunder seperti data dokumen penelitian (original research) dari database indeks scopus dan webserver senyawa obat. Data yang dikumpulkan adalah senyawa bioaktif minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas dari setiap senyawa dengan menggunakan webserver PASS, profil toksisitas senyawa bioaktif menggunakan webserver ProTox 3.0. Data yang diperoleh disajikan dalam tabel deskriptif. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) yang ditemukan dengan jumlah dominan adalah geranial dan neral (citral), disertai myrcene, isogeranial, geraniol, limonene, kariofilena oksida, Propil amil keton (2-Nonanone), dan 6-Methyl-5-Hepten-2-one. Semua senyawa memiliki potensi bioaktivitas antiparasitik, antihemilmintik, insektisida, antiprotozoal (Plasmodium). Dua senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Trypanosoma) dan empat senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Toxoplasma). Semua senyawa memiliki kelas toksisitas 5, kecuali citral (4). Beberapa senyawa diprediksi aktif menimbulkan neurotoksisitas dan kardiotoksisitas (n=2), imunotoksisitas (n=1), dan ekotoksisitas (n=5). Semua delapan senyawa diprediksi tidak aktif menimbulkan hepatotoksisitas, respiratoritoksisitas, karsinogenitas, mutagenitas, dan sitotoksisitas. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) memiliki potensi sebagai antiparasit.
KEPADATAN LALAT SEBAGAI INDIKATOR SANITASI LINGKUNGAN PASAR SEI SIKAMBING MEDAN Annisa Febriana Siregar; Solihin Solihin; Siska Tri D Lase; Annisatun Munawaroh
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59675

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas umum yang berperan penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, namun sering kali menjadi lokasi dengan permasalahan sanitasi lingkungan yang buruk. Kondisi ini dapat mendukung perkembangbiakan lalat yang berperan sebagai vektor mekanik berbagai penyakit, sehingga kepadatan lalat dapat dijadikan indikator kualitas sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan lalat sebagai indikator sanitasi lingkungan di Pasar Sei Sikambing Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada April–Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh titik yang berpotensi menjadi habitat lalat di pasar, yaitu kios ayam, kios ikan, kios daging, tempat sampah, dan selokan, dengan total 5 titik yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan alat fly grill dengan waktu pengamatan 30 detik pada masing-masing titik, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kepadatan lalat sebesar 12 ekor/fly grill yang termasuk dalam kategori tinggi. Titik dengan kepadatan tertinggi ditemukan pada area tempat sampah (32 ekor), sedangkan terendah pada selokan/parit (3 ekor). Kondisi ini menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan Pasar Sei Sikambing masih tergolong buruk, terutama dalam pengelolaan sampah, ventilasi, dan kebersihan fisik pasar. Tingginya kepadatan lalat di Pasar Sei Sikambing mengindikasikan perlunya upaya pengendalian vektor dan perbaikan sanitasi lingkungan secara terpadu untuk mencegah risiko penularan penyakit berbasis lingkungan.
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL KESEHATAN DENGAN PENGETAHUAN KESEHATAN PRAKONSEPSI PADA MAHASISWI KEBIDANAN Tifani Hadi Tri Wahyuni; Nadia Gusva; Yurizka Putri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59786

Abstract

Kesehatan prakonsepsi merupakan aspek fundamental dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sehingga pengetahuan yang memadai mengenai kondisi ini sangat diperlukan, khususnya bagi mahasiswi kebidanan yang memiliki peran ganda sebagai calon tenaga kesehatan sekaligus calon ibu. Pada era digital, literasi digital kesehatan menjadi faktor penting yang memengaruhi kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan mengaplikasikan informasi kesehatan yang bersumber dari media digital. Namun demikian, hubungan antara literasi digital kesehatan dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan di Indonesia belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital kesehatan dengan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan populasi sebanyak 187 mahasiswi aktif tahun akademik 2025/2026, dengan sampel sebanyak 127 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner eHealth Literacy Scale (eHEALS) versi adaptasi Bahasa Indonesia serta kuesioner pengetahuan kesehatan prakonsepsi yang telah tervalidasi, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital kesehatan pada kategori sedang (53,5%) dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada kategori cukup (48,8%). Uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut (r = 0,624; p = 0,000), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang bermakna antara literasi digital kesehatan dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan.
ANALISIS IMPLEMENTASI PELAYANAN PRIMA PADA PELAYANAN PASIEN BERBASIS DIGITAL DI KLINIK PRATAMA DA SKIN CLINIC Suharti Suharti; Aniesah Amieratunnisa; Suyadi Suyadi; Alya Mazaya Rihhadatul Ais
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59836

Abstract

Pelayanan prima merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien. Perkembangan teknologi digital mendorong fasilitas pelayanan kesehatan untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi dan pelayanan pasien. Klinik Pratama DA Skin Clinic merupakan klinik kecantikan yang memanfaatkan media digital melalui reservasi WhatsApp dan media sosial dalam mendukung pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pelayanan prima pada pelayanan pasien berbasis digital di Klinik Pratama DA Skin Clinic berdasarkan dimensi A6 meliputi Ability, Attitude, Appearance, Attention, Action, dan Accountability. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas pemilik sekaligus manajer klinik dan pasien yang memperoleh pelayanan. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan prima di Klinik Pratama DA Skin Clinic telah berjalan dengan baik. Aspek ability diwujudkan melalui pelatihan pegawai dan penerapan standar operasional prosedur. Aspek attitude terlihat dari sikap ramah dan profesional petugas. Aspek attention tercermin dari perhatian terhadap kenyamanan pasien selama treatment dan upaya menjaga loyalitas pasien. Aspek action ditunjukkan melalui layanan reservasi WhatsApp yang responsif serta pemanfaatan Instagram dan TikTok sebagai media komunikasi. Aspek accountability diwujudkan melalui komitmen terhadap kejujuran pelayanan dan penggunaan produk yang telah terdaftar BPOM dan bersertifikat halal. Implementasi pelayanan prima pada pelayanan pasien berbasis digital di Klinik Pratama DA Skin Clinic telah terlaksana dengan baik melalui kombinasi pelayanan berorientasi pada pasien dan pemanfaatan media digital dalam mendukung kualitas pelayanan.
THE DIFFERENCE IN HEMOGLOBIN LEVELS AND NUTRITIONAL STATUS AMONG MAHASANTRI MONDAYS-THURSDAY FASTING AND NOT FASTING Amilia Yuni Damayanti; Ainul Fithri Ramadhany; Indahtul Mufidah; Kartika Pibriyanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59922

Abstract

Masalah gizi terjadi selama transisi dari masa remaja ke dewasa, termasuk penurunan kadar hemoglobin dan malnutrisi. Siswa perempuan di asrama Islam yang berpuasa mengalami penurunan frekuensi makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, tanpa camilan di antaranya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan kadar hemoglobin dan status gizi antara siswa asrama Islam yang berpuasa Senin-Kamis dan yang tidak berpuasa. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan purposive sampling, melibatkan 88 responden, yang dikategorikan menjadi dua kelompok: individu yang berpuasa Senin-Kamis dan yang tidak berpuasa. Data primer kadar hemoglobin diukur menggunakan alat easy touch gchb, data primer status gizi diperoleh melalui pengukuran tinggi dan berat badan, dan kebiasaan makan menggunakan kuesioner SQ-FFQ selama tiga bulan terakhir, yang dilakukan selama dua minggu pada bulan Februari 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pada kadar hemoglobin antara kelompok yang berpuasa Senin-Kamis selama dua bulan terakhir (6 kali) dan kelompok yang tidak berpuasa, dengan mayoritas mahasantri memiliki kadar hemoglobin normal p= 0,002 (p< 0,05). Namun, tidak ada perbedaan signifikan pada status gizi antara siswa yang berpuasa dan yang tidak berpuasa, dengan p= 0,161 (p > 0,05). Kesimpulannya, terdapat perbedaan signifikan pada kadar hemoglobin antara siswa yang berpuasa Senin-Kamis selama dua bulan terakhir (6 kali) dan yang tidak berpuasa, sedangkan tidak ditemukan perbedaan signifikan pada status gizi antara kedua kelompok tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA E-BOOKLET CEDERA MUSKULOSKELETAL PADA WISATAWAN DI KAWASAN WISATA ALAM Komang Tri Adi Suparwati; Agnes Ayu Biomi; I Wayan Pasek Wijaya Kusuma
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60231

Abstract

Keindahan alam Ubud menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Bali yang banyak diminati oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Berbagai aktivitas wisata alam di Ubud seperti arung jeram, trekking, jeep adventure dan ATV adventure menawarkan pengalaman yang menarik, namun memiliki risiko terjadinya cedera muskuloskeletal. Minimnya informasi dan edukasi terhadap potensi cedera tersebut dapat munculkan rasa tidak aman selama berwisata serta beresiko gangguan kesehatan. Pengembangan media informasi berupa e-booklet sebagai solusi yang efektif dalam pemberian informasi serta edukasi cedera muskuloskeletal akibat aktivitas wisata alam. Tujuan dalam penelitian adalah menghasilkan sebuah produk berupa e-booklet sebagai media informasi dan edukasi cedera muskuloskeletal di kawasan wisata alam. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE sebagai kerangka kerja, yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Subjek uji coba produk sebanyak 34 wisatawan. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemberian angket berupa kuisioner. Selanjutnya dilakukan validasi oleh ahli materi, praktisi lapangan, ahli desain dan ahli media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa validasi dari ahli materi 83,75%, validasi dari praktisi lapangan 82,5%, validasi dari ahli desain 88,75%, dan validasi dari ahli media 85,9% dengan rata-rata hasil validasi tersebut adalah 85,2% sedangkan hasil uji coba produk diperoleh rata-rata 90,49%. Hal ini mengindikasikan bahwa produk berupa e-booklet sangat layak digunakan sebagai media informasi untuk mendukung upaya menjaga kesehatan dan keselamatan wisatawan selama berkunjung ke kawasan wisata alam Ubud.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DUKUNGAN SOSIAL, MOTIVASI DENGAN TINDAKAN DETEKSI DINI PENCEGAHAN PTM PADA KELOMPOK PENGAJIAN MAJELIS TAKLIM DI WILAYAH NAGARI KOTO TANGAH Kalpana Kartika; Lisa Fradisa
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60268

Abstract

Fenomena gangguan kesehatan kronis non-infeksi masih mendominasi sebagai penyebab kematian utama secara global dan menunjukkan kecenderungan peningkatan di Indonesia. Minimnya kepedulian masyarakat dalam melakukan pemeriksaan sejak fase awal menyebabkan banyak kasus baru terdeteksi ketika kondisi sudah berada pada tingkat lanjut. Beberapa faktor seperti tingkat pemahaman, keberadaan jejaring sosial yang memberi dorongan, serta kekuatan motivasi internal diduga memiliki keterkaitan terhadap perilaku pencegahan yang dilakukan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterhubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan sosial, dan motivasi dengan tindakan pemeriksaan dini dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular pada kelompok pengajian Majelis Taklim di wilayah Nagari Koto Tangah tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Sampel berjumlah 32 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil sebagian besar responden berada pada kategori tinggi dalam aspek pengetahuan, dukungan sosial, motivasi, serta tindakan deteksi dini pencegahan penyakit tidak menular. Namun hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value > 0,05 pada seluruh variabel, sehingga tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan dengan tindakan deteksi dini, tidak ditemukan hubungan antara dukungan sosial dengan tindakan deteksi dini, serta tidak ditemukan hubungan antara motivasi dengan tindakan deteksi dini pada kelompok Majelis Taklim Kesimpulan secara umum anggota Majelis Taklim di Nagari Koto Tangah memiliki tingkat pengetahuan, dukungan sosial, dan motivasi yang relatif baik terkait upaya deteksi dini pencegahan penyakit tidak menular, namun tidak terdapat keterkaitan yang signifikan antara ketiga faktor tersebut dengan tindakan yang dilakukan.
GAMBARAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KEBIASAAN OLAHRAGA PADA KARYAWAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI Agung Sukarsono; Kati Sriwiyati; Yogi Puji Rachmawan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60653

Abstract

Daya tahan kardiovaskular merupakan kemampuan jantung, pembuluh darah, dan paru-paru dalam mengambil, menyalurkan, serta memanfaatkan oksigen untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama melakukan aktivitas fisik. Kemampuan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya indeks massa tubuh (IMT) dan kebiasaan berolahraga. Rendahnya daya tahan kardiovaskular dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja dan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya tahan kardiovaskular berdasarkan indeks massa tubuh dan kebiasaan berolahraga pada karyawan Universitas Swadaya Gunung Jati. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui Harvard Step Test (tes naik turun bangku) yang dilanjutkan dengan pengukuran denyut nadi untuk menentukan kategori daya tahan kardiovaskular, sedangkan data IMT dan kebiasaan berolahraga diperoleh melalui pengukuran antropometri dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori daya tahan kardiovaskular sangat kurang paling banyak ditemukan pada responden dengan IMT obese I (13 orang), sedangkan kategori sangat baik didominasi oleh responden dengan IMT normal (11 orang). Berdasarkan kebiasaan berolahraga, responden yang berolahraga kurang dari tiga kali per minggu didominasi oleh kategori daya tahan kardiovaskular sangat kurang (23 orang). Disimpulkan bahwa daya tahan kardiovaskular yang rendah lebih banyak ditemukan pada responden dengan IMT obese I dan kebiasaan berolahraga kurang dari tiga kali per minggu, sehingga diperlukan upaya menjaga berat badan ideal dan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur untuk memperbaiki kebugaran kardiovaskular.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWAN TAHUN 2023 Mido Ester J. Sitorus; Johansen Hutajulu; Evawani Martalena Silitonga; Monica Sibagariang
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60810

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita yang memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Belawan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional, pendekatan casecontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus. Populasi yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Belawan sebanyak 1462 orang. Sampel menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin. Sampel perbandingan 1:1 yaitu kasus 47 dan kontrol 47. Penelitian analisis bivariat dengan uji chi square dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sarana air bersih, sarana jamban, sarana pembungan sampah, dan SPAL dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Belawan. Nilai p-value sarana air bersih (p = 0,007 OR-95%CI = 3,437), sarana jamban (p = 0,003 OR-95%CI = 4,205), sarana pembuangan sampah (p = 0,013 OR-95%CI = 3,611), sarana pembuangan air limbah (p = 0,000 OR-95%CI = 6,982. Keluarga berperan penting dalam mencegah stunting dengan menjaga lingkungan agar terhindar dari terjadinya penyakit menular. Puskesmas harus menyediakan program dan membuat kebijakan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan. Pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat dan menjalin kerjasama lintas sektor menjadi program krusial untuk menekan angka stunting pada anak.