cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
PENGARUH VIDEO EDUKASI BERBASIS AUDIO UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI SMP NEGERI ARUN LHOKSEUMAWE Larasati Utami; Agnes Purba; Mindo Tua Siagian; Donal Nababan; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61969

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting karena rendahnya tingkat pengetahuan dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, serta perilaku seksual berisiko. Pendidikan kesehatan yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pemahaman remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video edukasi berbasis audio terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa kelas IX SMP Negeri Arun Lhokseumawe.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental rancangan one group pretest-posttest without control. Populasi berjumlah 150 siswa dengan sampel 60 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Responden diberikan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, kemudian diberikan intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang kesehatan reproduksi, dan dilanjutkan dengan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan setelah pemberian video edukasi. Disimpulkan bahwa video edukasi berbasis audio efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan dapat digunakan sebagai alternatif media promosi kesehatan di sekolah.
LITERATURE REVIEW : DAMPAK CUACA PANAS EKTREM (HEATWAVE) DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL Misykah Khairani; S. Otniel Ketaren; Mido Ester J. Sitorus; Taruli Rohana Sinaga; Donal Nababan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61970

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review, yang mengidentifikasi, menilai dan menginterpretasi seluruh temuan pada topik penelitian melalui PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian artikel jurnal dibatasi antara tahun 2020 dan 2025 melalui 6 database, yaitu Elsevier, Scholar, ISJD, PLOS, Portal Garuda, dan PubMed. Dari 41 artikel jurnal didapatkan 9 artikel yang cocok dengan kata kunci penelitian. Penelitian dilakukan di Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, pada periode bulan Januari–Agustus 2025, di mana terjadi kondisi cuaca panas ekstrem. Data sekunder didapat dari Klinik Bidan Nunung dan data primer dari 5 orang informan. Kesimpulan penelitian adalah, pertama, paparan panas ekstrem terbukti meningkatkan risiko preeklampsia melalui mekanisme dehidrasi, stres oksidatif dan vasokonstriksi. Kedua, ibu hamil cenderung menganggap gejala awal akibat cuaca panas ekstrem, yaitu pusing/lemas, bukan sebagai tanda bahaya bagi kesehatan janin dan ibu hamil. Ketiga, karakteristik iklim tropis panas sepanjang tahun berinteraksi secara negatif dengan faktor sosial ekonomi, terutama bagi ibu hamil yang bekerja di sektor informal seperti petani dan pedagang. Keempat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi perubahan iklim masih terbatas, seperti ruang tunggu pasien yang panas dan ventilasi yang buruk. Saran: Pertama, bagi ibu hamil yang bekerja di luar ruangan agar memodifikasi pola kerja, menerapkan istirahat pendek berkala dan menghindari paparan langsung matahari pada jam puncak (11:00-15:00 WIB). Kedua, keluarga dan ibu hamil mengenali tanda-tanda bahaya preeklampsia yang dipicu cuaca panas. Ketiga, pembenahan sarana pelayanan kesehatan ibu hamil seperti ruangan yang sejuk dan nyaman.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI ROTAVIRUS DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BESITANG Emilia Veronika Susanti Surbakti; Mindo Tua Siagian; Agnes Purba; Otniel Ketaren; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan, paritas, tingkat pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan imunisasi rotavirus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6-11 bulan sebanyak 214 dan pengambilan sample dilakukan secara probability sampling menggunakan  simple random sampling sebanyak 139 responden di wilayah kerja UPT Puskesmas Besitang pada tahun 2026. Analisis data meliputi uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi Logistik Berganda). Hasil uji Chi-Square membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu (p-value = 0,758 > 0,05) dan status paritas (p-value = 0,734 > 0,05) dengan pelaksanaan imunisasi rotavirus. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,000), dukungan keluarga (p-value = 0,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,000) dengan pelaksanaan imunisasi. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga adalah faktor penentu paling dominan (p-value = 0,045), ibu yang memiliki dukungan keluarga baik berpeluang 10,89 kali lebih besar untuk memberikan imunisasi dibandingkan yang dukungannya kurang. Pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan memegang peranan vital dalam menyukseskan program imunisasi rotavirus. Intervensi promosi kesehatan di puskesmas perlu memfokuskan sasaran tidak hanya pada ibu, tetapi juga melibatkan suami atau anggota keluarga inti lainnya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PANGARIBUAN KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2026 Juniar Sitorus; Kesaktian Manurung; Janno Sinaga; Donal Nababan; Rahmat A. Dakhi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Variabel independen yang diteliti meliputi tingkat pendidikan ibu, pekerjaan, pengetahuan, sikap, status ekonomi keluarga, sanitasi dan lingkungan, riwayat pemberian ASI eksklusif, perilaku pemberian MP-ASI, serta riwayat infeksi berulang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pangaribuan yang berjumlah 54 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh 54 anggota populasi tersebut dijadikan sebagai sampel utama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, observasi pengukuran antropometri, serta penelusuran data sekunder rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis diharapkan dapat mengidentifikasi variabel paling dominan terhadap risiko stunting. Kesimpulan, kajian ini diproyeksikan dapat menjadi landasan strategis bagi puskesmas beserta dinas kesehatan setempat dalam menyusun kebijakan intervensi gizi spesifik maupun sensitif yang lebih akurat, efektif, dan tepat sasaran.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MELAKSANAKAN IMUNISASI KEJAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK DALAM NIAS SELATAN Risman Gulo; R. Kintoko Rochadi; Ester Saripati Harianja; Donal Nababan; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62046

Abstract

Imunisasi kejar merupakan strategi penting untuk melengkapi status imunisasi anak yang tertinggal dari jadwal guna mencegah terjadinya Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan masih ditemukan rendahnya kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi kejar, yang ditunjukkan oleh adanya balita dengan status imunisasi belum lengkap serta tingginya angka drop out pada beberapa jenis imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi kejar di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam Nias Selatan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita sasaran imunisasi kejar di wilayah kerja Puskesmas Teluk Dalam. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi variabel pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, ketersediaan vaksin, pekerjaan ibu, dan dukungan tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, ketersediaan vaksin, pekerjaan ibu, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi kejar.  Peningkatan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi kejar memerlukan penguatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, peran aktif tenaga kesehatan, serta jaminan ketersediaan vaksin yang berkelanjutan.  
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LOLOMATUA KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2026 Herthin Susila Mendrofa; Donal Nababan; Netti Etalia S; Rahmad A. Dachi; Wisnu Hidayat
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62047

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar WHO dan berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas di masa mendatang. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lolomatua Kabupaten Nias Selatan pada tahun 2025 ditemukan 27 balita stunting dari 497 balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lolomatua Kabupaten Nias Selatan tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Sampel penelitian terdiri dari 81 responden yang terdiri atas 27 kasus stunting dan 54 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan ibu, pola asuh, akses sanitasi, sosial ekonomi, dan pemberian ASI eksklusif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,000; OR=4,5), pola asuh (p=0,000), akses sanitasi (p=0,000; OR=6,3), sosial ekonomi (p=0,000; OR=18,9), dan pemberian ASI eksklusif (p=0,000; OR=6,4) dengan kejadian stunting pada balita. Faktor sosial ekonomi merupakan faktor yang memiliki risiko terbesar terhadap kejadian stunting dengan nilai OR sebesar 18,9, yang menunjukkan bahwa keluarga dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko 18,9 kali lebih besar memiliki balita stunting dibandingkan keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi. Pengetahuan ibu, pola asuh, akses sanitasi, sosial ekonomi, dan pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.