cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 343 Documents
EDUKASI E-BOOKLET PERNIKAHAN DINI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 TUKAK SADAI TAHUN 2026 Miranda Miranda; Siti Patimah
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62270

Abstract

Pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan yang masih banyak terjadi di Indonesia dan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, psikologis, sosial, dan ekonomi remaja. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media E-booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi E-booklet tentang pernikahan dini terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMP Negeri 1 Tukak Sadai Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pretest-posttest with control group design. Penelitian dilaksanakan pada 18 dan 22 Mei 2026 dengan melibatkan remaja putri di SMP Negeri 1 Tukak Sadai yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi E-booklet, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok eksperimen setelah diberikan edukasi E-booklet. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh edukasi E-booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri, dengan nilai p-value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa edukasi menggunakan E-booklet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pernikahan dini di SMP Negeri 1 Tukak Sadai Tahun 2026. Media E-booklet dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media edukasi kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap yang lebih positif terhadap pencegahan pernikahan dini.
STUDI DESKRIPTIF PEMERIKSAAN VISUM ET REPERTUM PADA KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI RS BHAYANGKARA KOTA AMBON TAHUN 2023-2025 Grace Latuheru; Wa Ode Linda Aswiana; Arkipus Pamuttu
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62335

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah kesehatan global yang masih menjadi perhatian, termasuk di Kota Ambon yang memiliki jumlah kasus kekerasan tertinggi di Provinsi Maluku. Visum et Repertum (VeR) berperan penting sebagai alat bukti medis dan hukum dalam penanganan kasus KDRT. Namun, penelitian mengenai karakteristik kasus KDRT berdasarkan VeR di Kota Ambon masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus KDRT berdasarkan hasil VeR di RS Bhayangkara Tk. III Kota Ambon tahun 2023–2025 berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis kekerasan, jenis luka, dan lokasi luka. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional melalui data sekunder. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling terhadap populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 247 kasus selama periode 2023-2025, diperoleh 238 kasus yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kasus meningkat setiap tahun, yaitu 72 kasus (30,3%) pada tahun 2023, 74 kasus (31,1%) pada tahun 2024, dan 92 kasus (38,7%) pada tahun 2025. Mayoritas korban adalah perempuan (91,6%), berusia 25-44 tahun (70,2%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (51,7%). Jenis kekerasan terbanyak adalah kekerasan tumpul (98,3%), dengan lokasi luka terbanyak pada kepala (77,7%) dan jenis luka berupa memar (83,6%). Dapat disimpulkan bahwa kasus KDRT di RS Bhayangkara Tk. III Kota Ambon didominasi oleh perempuan usia produktif yang berstatus ibu rumah tangga dan mengalami kekerasan tumpul, terutama pada area kepala dengan jenis luka berupa memar.
PENGARUH DISIPLIN DAN PENERAPARN K3 TERHADAP PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA BONGKAR MUAT KOPERASI PRIMER TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PT. PELABUHAN TANJUNG PRIOK PALEMBANG Geeta Fedriani; Sarifuddin Sarifuddin; Puji Retnoningrum; Cindy Junie Morselly; Muammar Khadafi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62341

Abstract

Tenaga kerja bongkar muat (TKBM) merupakan komponen penting dalam opernasional pelabuhan, khususnya dalam kegiatan pelayaran yang melibatkan proses bongkar dan muat barang dari dan ke kapal. Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor industri Indonesia, termasuk di lingkungan pelabuhan, sering kali disebabkan oleh rendahnya pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap kedisplinan dan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi sangat krusial, khususnya dalam aktivitas berisiko tinggi seperti pada kegiatan muat batu bara oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang menghadapi paparan bahaya signifikan seperti debu dan risiko kecelakaan lainnya. Variable independent dalam penelitian ini adalah disiplin tenaga kerja bongkar muat koperassi primer pada kegiatan bongkar muat di PT. Pelabuhan Tanjung Priok Palembang, sedangkan variable independent adalah produktivitas dari tenaga kerja bongkar muat koperassi primer pada kegiatan bongkar muat di PT. Pelabuhan Tanjung Priok Palembang. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data dan di Analisa menggunakan alat analisis yaitu uij regresi linier berganda, uji t dan uji f. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh displin terhadap produktivitas secara sendiri-sendiri, terdapat pengaruh penerapan K3 terhadap produktivitas, dan secara Bersama-sama, disiplin dan penerapan K3 memberikan pengaruh terhadap produktivitas.
KETERKAITAN MANAJEMEN PENGELOLAAN DENGAN KUALITAS SARANA SANITASI TOILET UMUM OBJEK WISATA DI KABUPATEN BADUNG Putu Gitatama Krishna Dewi; Ni Made Utami Dwipayanti; Sang Gede Purnama
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62433

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas sarana sanitasi toilet umum sebagai salah satu indikator kesehatan lingkungan dan kualitas pelayanan pada objek wisata. Kabupaten Badung sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Provinsi Bali, diperlukannya pengelolaan toilet umum yang memenuhi standar sanitasi aman untuk mendukung kenyamanan wisatawan, mencegah penyebaran penyakit, serta meningkatkan citra destinasi wisata. Namun demikian, masih ditemukan berbagai permasalahan terkait kebersihan, pemeliharaan, pendanaan, dan pengelolaan fasilitas sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan implementasi manajemen pengelolaan dalam menjaga kualitas sarana sanitasi toilet umum pada objek wisata di Kabupaten Badung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap 46 objek wisata, wawancara mendalam dengan informan yang terdiri atas Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, pengelola swasta, pengelola desa adat, dan pengelola pribadi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kajian difokuskan pada aspek manajemen meliputi sumber daya manusia, pendanaan, metode pengelolaan, sarana pendukung, serta penerapan sistem regular emptying sebagai indikator sanitasi aman. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai hubungan persepsi manajemen pengelolaan dengan kualitas sarana sanitasi toilet umum serta menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pengelola objek wisata dalam meningkatkan kualitas pelayanan sanitasi yang berkelanjutan, aman, dan sesuai standar kesehatan lingkungan.
PENGARUH PEMBERIAN BORAKS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (MUS MUSCULUS) SEBAGAI INDIKATOR ANEMIA Titis Cahyaningrum; Lully Hanni Endarini; Wisnu Istanto; Christ Kartika R
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62478

Abstract

Boraks merupakan bahan kimia berbahaya yang masih sering disalahgunakan sebagai bahan tambahan pangan untuk meningkatkan kekenyalan dan daya simpan makanan, meskipun penggunaannya telah dilarang karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya anemia akibat kerusakan eritrosit oleh radikal bebas yang dihasilkan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian boraks terhadap kadar hemoglobin sebagai indikator anemia pada mencit (Mus musculus). Penelitian eksperimental kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Group ini menggunakan 32 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol (C), kelompok dosis 1 (KP1) 1,51 mg/kgBB, kelompok dosis 2 (KP2) 3,02 mg/kgBB, dan kelompok dosis 3 (KP3) 4,52 mg/kgBB. Boraks diberikan secara oral (gavage) selama 14 hari, kemudian kadar hemoglobin diperiksa menggunakan hematology analyzer dan dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Rata-rata kadar hemoglobin menurun seiring peningkatan dosis boraks, yaitu 14,9 g/dL (C), 12,4 g/dL (KP1), 10,7 g/dL (KP2), dan 8,8 g/dL (KP3). Uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), sedangkan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p-value 0,001 (p<0,05) pada seluruh perbandingan kelompok. Simpulan: Pemberian boraks berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus) sebagai indikator anemia; semakin tinggi dosis boraks yang diberikan, semakin rendah kadar hemoglobin yang dihasilkan.
DEVELOPMENT AND FUNCTIONAL TESTING OF A GREASE TRAP FOR DENTAL LABORATORY WASTE Umar Dg Palallo; Muh Rezky Ramdani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62519

Abstract

Laboratorium teknik gigi menghasilkan air limbah yang dapat membawa residu gipsum, wax dental, alginat, dan partikel padat lain dari pembuatan model dan prostesis. Pembuangan langsung ke wastafel berpotensi menimbulkan sedimentasi, penumpukan material, dan penyumbatan saluran pembuangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi fungsi grease trap yang dimodifikasi sebagai unit prapengolahan limbah cair laboratorium teknik gigi. Penelitian eksperimental laboratoris dilaksanakan pada Juni-Juli 2026 di Laboratorium Mekanik Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Laboratorium D III Teknik Gigi Universitas Megarezky, Makassar. Prototipe dibuat dari stainless steel dan terdiri atas saluran masuk, saringan plat berlubang, tiga baffle, dan saluran keluar. Desain dibuat menggunakan Blender, kemudian material diukur, dipotong, dirakit, dan dilas. Uji fungsi diawali dengan pengisian air untuk menilai kebocoran, kemudian dilanjutkan menggunakan gipsum cair belum setting, gipsum setting, wax cair, dan alginat setting. Hasil pengujian menunjukkan bahwa gipsum cair tertahan pada baffle pertama dan tidak mencapai baffle kedua. Gipsum setting dan alginat tertahan pada saringan, sedangkan wax cair terutama tertahan pada saringan dengan sebagian material masuk ke baffle pertama. Air pada saluran keluar tampak lebih bersih setelah penyaringan bertahap. Prototipe menunjukkan kelayakan fungsional sebagai prapengolahan di sumber untuk mengurangi masuknya residu laboratorium ke saluran pembuangan. Namun, efektivitas penyisihan dan keamanan efluen belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena penelitian ini belum mengukur massa material, efisiensi penyisihan, maupun parameter fisikokimia kualitas air.
SUBLUKSASI LENSA BILATERAL PADA ANAK DENGAN MARFAN SYNDROME : LAPORAN KASUS Abellia Abellia; Roza Irawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62559

Abstract

Marfan syndrome merupakan kelainan jaringan ikat herediter multisistem yang terutama disebabkan oleh varian patogen pada gen FBN1 dan dapat menimbulkan berbagai manifestasi okular, salah satunya ectopia lentis akibat kelemahan serabut zonula. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram pada kedua mata sejak dua tahun sebelum pemeriksaan yang semakin memberat dan mengganggu aktivitas belajar, terutama saat melihat objek jauh. Keluhan disertai sakit kepala sekitar satu kali setiap minggu tanpa riwayat trauma mata, mata merah, nyeri mata, fotopsia, maupun floaters. Pemeriksaan oftalmologis menunjukkan tajam penglihatan 0,5/60 pada mata kanan dan 1/60 pada mata kiri. Pemeriksaan segmen anterior menunjukkan kornea jernih dan licin, bilik mata depan dalam dan jernih, serta pupil bulat dan sentral dengan refleks cahaya positif. Pemeriksaan slit lamp menunjukkan subluksasi lensa bilateral ke arah temporal dengan sebagian lensa masih berada di area pupil. Berdasarkan riwayat penyakit dan temuan oftalmologis, pasien didiagnosis dengan Marfan syndrome dengan manifestasi okular berupa ectopia lentis bilateral. Diagnosis banding yang dipertimbangkan meliputi homosistinuria, Weill-Marchesani syndrome, dan subluksasi lensa traumatik. Pasien diberikan edukasi mengenai koreksi refraksi, pencegahan trauma mata, pengenalan tanda bahaya, serta direncanakan pemantauan oftalmologis secara berkala untuk menilai tajam penglihatan, posisi lensa, tekanan intraokular, dan kondisi retina. Kasus ini menunjukkan bahwa ectopia lentis bilateral pada anak merupakan manifestasi okular penting pada Marfan syndrome yang memerlukan deteksi dan pemantauan dini untuk mempertahankan fungsi penglihatan serta mencegah komplikasi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Ni Putu Widianti; Ni Gusti Kompiang Sriasih; Ni Made Dwi Purnamayanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62586

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi serius yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi jangka panjang, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, anemia, hingga gangguan pertumbuhan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kintamani II tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu hamil terdaftar pada bulan Juli 2025, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang memperoleh 94 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (35,1%), pendapatan keluarga tinggi atau ≥ UMK (67,0%), dan prevalensi KEK sebesar 38,3%. Hasil analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian KEK (p = 0,036), sedangkan pendapatan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK (p = 0,536). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan gizi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian KEK, sementara tingkat pendapatan tidak menjamin kecukupan gizi ibu hamil. Disarankan bagi Puskesmas Kintamani II untuk mengoptimalkan edukasi gizi secara intensif melalui Kelas Ibu Hamil guna memicu perubahan perilaku konsumsi pangan sehat.
DIANOSTIC CHALLENGES IN PREGNANCY-SPECIFIC DERMATOSES : A SYSTEMATIC REVIEW OF CLILICAL PRESENTATION, DIFFERENTIAL DIAGNOSIS, AND DIAGNOSTIC APPROACHES Ni Kadek Radha Amrita Prashanti; Atiella Denisa Puriarta Lazuara; Makbul Hidayat; Yunita Hapsari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62710

Abstract

Dermatosis kehamilan merupakan kelompok kelainan kulit yang muncul selama kehamilan dengan manifestasi klinis yang dapat saling tumpang tindih, variasi morfologi lesi, dan keterbatasan pemeriksaan penunjang. Kondisi tersebut dapat mempersulit diagnosis dan menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan, terutama pada dermatosis yang berisiko terhadap luaran maternal-fetal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tantangan diagnosis dermatosis kehamilan serta dampaknya terhadap akurasi dan keterlambatan diagnosis. Penelitian ini menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA. Literatur diperoleh dari PubMed, Google Scholar, Wiley Online Library, dan ScienceDirect berdasarkan framework PEO. Sebanyak 18 studi cross-sectional yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Kualitas studi dinilai dengan JBI Critical Appraisal Checklist for Analytical Cross-Sectional Studies. Hasil menunjukkan bahwa studi yang dianalisis memiliki kualitas metodologis sedang hingga baik. Tantangan diagnosis utama meliputi tumpang tindih manifestasi klinis, terutama antara Pemphigoid Gestationis (PG) dan Polymorphic Eruption of Pregnancy (PEP/PUPPP), variasi morfologi lesi, serta keterbatasan pemeriksaan penunjang. Mayoritas kasus ditemukan pada trimester ketiga dan primigravida. Keterlambatan diagnosis pada PG dan Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP) berkaitan dengan peningkatan risiko prematuritas, intrauterine growth restriction (IUGR), dan stillbirth. Diagnosis dermatosis kehamilan memerlukan pengenalan klinis yang tepat dan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERAMPILAN TENAGA KESEHATAN DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN TAHUN 2026 Asrini Safitri Nasution; Donal Nababan; Rosetty Sipayung; Frida Lina Tarigan; Rinco Siregar
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62714

Abstract

Di Indonesia, termasuk Kota Medan, kasus gangguan kesehatan jiwa menunjukkan tren peningkatan, baik dalam bentuk gangguan ringan seperti stres dan kecemasan, maupun gangguan berat yang membutuhkan penanganan intensif. Pada triwulan III (September) 2025, jumlah orang dengan gangguan jiwa di Kota Medan mencapai 2.681 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya urgensi mendesak untuk memperkuat kapasitas tenaga Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait lama kerja, tingkat pendidikan dan pelatihan yang mempengaruhi keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian sebanyk 41 orang dan jumlah sampel penelitian 41 orang (total sampling). Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner dengan uji statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara faktor lama kerja dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas terdapat pengaruh signifikan dengan nilai p-value 0,001(< 0,05). Antara faktor tingkat pendidikan dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas terdapat pengaruh signifikan dengan nilai p-value 0,014 (< 0,05).  Antara faktor pelatihan dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas terdapat pengaruh signifikan dengan nilai p-value 0,001 (< 0,05). Dan faktor pelatihan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas dengan nilai uji multivariatnya p-value 0,012. Dapat disimpulkan bahwa faktor lama kerja, tingkat pendidikan dan pelatihan mempengaruhi secara signifikan terhadap keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas.