cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 343 Documents
PENERAPAN TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK ANAK USIA PRASEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN INISIATIF ANAK Hari Widiyatmini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61964

Abstract

Usia prasekolah merupakan masa yang penting dalam tahap perkembangan anak, dimana anak memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Perkembangan anak prasekolah tidak hanya berfokus pada perkembangan fisik saja namun perkembangan psikososial juga harus diperhatikan agar dapat memenuhi tugas pada fase perkembangan inisiatif secara optimal. Penulisan ilmiah ini menggunakan metode studi kasus yang digunakan untuk melaporkan hasil penerapan terapi kelompok terapeutik pada anak usia prasekolah. Penulisan ilmiah ini menunjukkan bahwa penerapan terapi kelompok terapeutik pada anak usia prasekolah dan psikoedukasi pada orangtua dapat bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan inisiatif anak dan kemampuan orang tua dalam menstimulus anak-anak mereka. Penerapan terapi kelompok terapeutik anak usia prasekolah dan psikoedukasi pada orang tua dapat meningkatkan inisiatif pada anak.
PERBANDINGAN KADAR MAGNESIUM SERUM ANTARA VASCULAR COGNITIVE IMPAIRMENT-NO DEMENTIA DAN DEMENSIA VASKULAR DI POLIKLINIK MEMORI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Vidia Meiranda Akib; Yusril Yusril; Rini Nindela; Legiran Legiran; Sri Handayani; Yunni Diansari; Afriani Afriani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62031

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar magnesium serum antara pasien VCI-ND dan VaD di Poliklinik Memori RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan komparatif dilakukan pada 62 pasien stroke iskemik dengan gangguan kognitif yang terdiri atas 31 pasien VCI-ND dan 31 pasien VaD selama periode Januari–April 2026. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria NINDS-AIREN dan pemeriksaan MoCA-INA. Kadar magnesium serum dikategorikan menjadi hipomagnesemia (<1,8 mg/dL) dan normal. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan Mann–Whitney, kemudian dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat metode backward stepwise. Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada karakteristik demografi, indeks massa tubuh, maupun komorbiditas antara kedua kelompok. Perbedaan bermakna ditemukan pada lokasi lesi (p = 0,002; POR 9,158) dan kadar magnesium serum (p = 0,011; POR 5,133). Proporsi hipomagnesemia lebih tinggi pada kelompok VaD dibandingkan kelompok VCI-ND (35,5% vs. 9,7%), sedangkan lesi strategic infarct lebih sering ditemukan pada kelompok VaD (93,5% vs. 61,3%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lokasi lesi strategic infarct (OR 7,318; p = 0,018) merupakan faktor risiko terkuat, sedangkan kadar magnesium serum (OR 0,081; p = 0,044) merupakan faktor protektif independen terhadap kejadian VaD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipomagnesemia berhubungan secara independen dengan progresivitas dari VCI-ND menjadi Demensia Vaskular. Oleh karena itu, pemeriksaan magnesium serum dapat dipertimbangkan sebagai biomarker untuk deteksi dini risiko perburukan gangguan kognitif vaskular dan perkembangan menjadi Demensia Vaskular.
PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO STROKE MELALUI MANAJEMEN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN MARIKURUBU KECAMATAN KOTA TERNATE TENGAH Aminudin Muhammad; Deliasani Ade
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62036

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, dengan hipertensi sebagai faktor risiko yang paling dominan dan dapat dimodifikasi. Kelompok lansia merupakan populasi paling rentan terhadap stroke karena penurunan fungsi organ dan akumulasi faktor risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko stroke pada lansia dan efektivitas edukasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stroke di Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skrining kesehatan (tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, indeks massa tubuh) dan pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil skrining menunjukkan 68% peserta mengalami hipertensi, 56% memiliki kolesterol tinggi, 50% mengalami overweight/obesitas, 40% kurang aktivitas fisik, 34% perokok aktif, dan 30% hiperglikemia. Berdasarkan kategori risiko, 20% termasuk risiko tinggi, 56% risiko sedang, dan 24% risiko rendah. Pengetahuan peserta meningkat secara signifikan setelah edukasi, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari 42% menjadi 80%. Faktor risiko stroke pada lansia di Kelurahan Marikurubu masih cukup tinggi. Edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan lansia tentang pencegahan stroke dan pengendalian faktor risiko.
DIGITAL HOSPITAL MANAGEMENT : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON STRATEGIES, CHALLENGES, AND IMPACTS Resi Lystianto Putra Perdana; Mochamad Mochklas
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62040

Abstract

Digitalisasi dalam tata kelola rumah sakit mengalami perkembangan pesat melalui penerapan Electronic Health Records (EHR), Hospital Information Systems (HIS), telemedicine, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Medical Things (IoMT) yang berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta keselamatan pasien. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti ketimpangan infrastruktur, resistensi terhadap perubahan budaya organisasi, keterbatasan literasi digital sumber daya manusia, dan belum optimalnya regulasi pendukung. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari database ScienceDirect, Semantic Scholar, dan PubMed pada rentang tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terstruktur. Dari 186 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta evaluasi kelayakan teks lengkap. Analisis dilakukan secara naratif-tematik dengan menggunakan kerangka PICO. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi rumah sakit didukung oleh pembentukan tim khusus, kepemimpinan yang visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan penguatan interoperabilitas sistem. Sementara itu, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, resistensi staf, dan lemahnya regulasi menjadi tantangan utama dalam proses implementasi. Digitalisasi memberikan dampak positif berupa peningkatan efisiensi operasional, koordinasi antarunit, transparansi, dan pengalaman pasien. Pendekatan bottom-up yang melibatkan pengguna akhir terbukti lebih efektif dalam meningkatkan penerimaan teknologi dibandingkan pendekatan top-down yang kurang melibatkan partisipasi tim. Digitalisasi manajemen rumah sakit pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi, tetapi juga menuntut transformasi struktural dan kultural.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DENGAN PRESTASI AKADEMIK REMAJA SISWA KELAS 3 SMAN 5 KOTA TANGERANG SELATAN Muhammad Chandraka Hartami; Dian Apriliana; Hafidz Muhammad Prodjokusumo; Rizka Aries Putranti; Aliatunnisa Aliatunnisa
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara perilaku merokok dan capaian akademik pada siswa kelas 3 di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan observasional analitik melalui desain cross-sectional, studi ini melibatkan 114 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data perilaku merokok menggunakan instrumen kuesioner adaptasi dari World Health Organization (WHO), sementara data prestasi akademik dihimpun berdasarkan nilai rerata rapor. Analisis bivariat dalam penelitian ini diuji menggunakan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar responden memiliki riwayat paparan produk tembakau, dengan kelompok terbanyak merupakan mantan perokok sebesar 35,1% (40 siswa). Nilai rerata capaian akademik partisipan berada pada angka 88,33. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara status perilaku merokok dengan prestasi akademik (p = 0,198; p > 0,05). Temuan ini menyimpulkan bahwa variasi performa akademik pada populasi subjek yang diteliti tidak dipengaruhi secara signifikan oleh status perilaku merokok.
PENGARUH LATIHAN AFIRMASI POSITIF TERSTRUKTUR TERHADAP TINGKAT HARGA DIRI (SELF-ESTEEM) LANSIA DI PANTI WERDHA Tania Fitrialyn Abram; Dian Fitria; Tri Setyaningsih
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62116

Abstract

Lansia yang tinggal di panti werdha rentan mengalami penurunan harga diri (self-esteem) akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi selama proses penuaan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan harga diri adalah latihan afirmasi positif terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan afirmasi positif terstruktur terhadap tingkat harga diri (self-esteem) lansia di Panti Werdha Rumah Oma. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Teknik pemilihan responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pretest dan posttest dilakukan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Shapiro–Wilk untuk uji normalitas dan uji paired Sample t-Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil pada penelitian ini menunjukkan rata-rata skor harga diri meningkat dari 27,62 ± 4,780 sebelum (pre) intervensi menjadi 31,57 ± 4,854 setelah (post) intervensi, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan afirmasi positif terstruktur terhadap peningkatan harga diri lansia. Dapat disimpulkan bahwa latihan afirmasi positif terstruktur efektif meningkatkan harga diri (self-esteem) lansia dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk mendukung kesehatan psikologis lansia di panti werdha.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI KABUPATEN BANGLI Sindunatha I Gusti Ngr Bagus; Purnama, S. G.; Duana, I. M. K; Subrata, I. M; Lesmana, C. B. J.; Suryadhi, M. A. H
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62162

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan berat badan lahir rendah (BBLR) < 2.500 gram termasuk prediktor utama kematian dan morbiditas bayi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun 2025, jumlah kejadian BBLR di Kabupaten Bangli sebanyak 155 kasus dari 1.429 jumlah kelahiran bayi (7,46%) dengan proporsi tertinggi berada di Kecamatan Kintamani. Faktor sosiodemografi, psikologis, dan lingkungan diduga berhubungan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bangli. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan kasus-kontrol rasio 1:2 yang dilakukan di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Sampel penelitian terdiri atas 48 ibu yang melahirkan bayi BBLR sebagai kelompok kasus dan 96 ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi logistik untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor sosiodemografi, psikologis, dan lingkungan dengan kejadian BBLR. Faktor sosiodemografi yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p>0,05). Faktor lingkungan yang meliputi akses air bersih, kepemilikan jamban sehat, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sampah dan limbah, serta paparan asap rokok juga tidak berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR (p>0,05). Sebaliknya, total distress berhubungan dengan peningkatan kecendrungan kelahiran bayi BBLR (aOR= 1,12; 95%CI: 1,06 – 1,20). Faktor psikologis ibu selama masa kehamilan (total distress) berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bangli.
ANALISIS ARTEFAK FORENSIK RANSOMWARE PADA SISTEM OPERASI WINDOWS 10 MENGGUNAKAN AUTOPSY BERDASARKAN METODE NIST SP 800-86 Muhamad Fadillah; Harjono Harjono; Sigit Sugiyanto; Ermadi Satriya Wijaya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artefak forensik digital yang dihasilkan dari simulasi ransomware Simran pada sistem operasi Windows 10 22H2 Home 64-bit dalam lingkungan virtual menggunakan metode NIST SP 800-86. Penelitian menggunakan pendekatan dead forensic (static forensic) dengan Autopsy sebagai perangkat lunak analisis utama. Proses penelitian meliputi empat tahapan, yaitu Collection, Examination, Analysis, dan Reporting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simulasi ransomware Simran meninggalkan artefak berupa perubahan ekstensi menjadi .locked pada 22 file pengguna, pembuatan ransom note README_RESTORE_FILES.txt, serta perubahan metadata waktu modifikasi file dalam rentang 16:40:36–16:40:37 WIB. Analisis timeline menunjukkan bahwa proses enkripsi berlangsung dalam waktu kurang dari dua detik. Analisis prefetch mengidentifikasi artefak PYTHON3.EXE yang menunjukkan korelasi temporal antara eksekusi program Simran dan perubahan pada file system. Analisis registry menggunakan Regshot menunjukkan adanya 1 registry key terhapus, 42 registry key baru, 101 registry value baru, dan 82 registry value yang mengalami perubahan selama simulasi ransomware. Sementara itu, analisis event log tidak menemukan bukti langsung mengenai eksekusi program maupun indikasi manipulasi log. Windows Defender tidak mendeteksi ransomware Simran selama proses pengujian, dan hasil pengamatan setelah dilakukan restart pada virtual machine tidak menunjukkan adanya perubahan tambahan yang signifikan terhadap sistem operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Autopsy yang diterapkan berdasarkan metode NIST SP 800-86 mampu mengidentifikasi dan mengkorelasikan artefak file system, prefetch, registry, event log, dan timeline sehingga mendukung proses investigasi forensik digital terhadap aktivitas ransomware secara sistematis.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN BPJS DI RAWAT JALAN RSIJ SUKAPURA Hijir Yudisti; Muhammad Fuad Iqbal; Bangga Agung Satrya; Noor Yulia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62199

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Pasien peserta BPJS memiliki harapan memperoleh pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhannya, namun masih ditemukan berbagai kendala pada beberapa dimensi pelayanan yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pasien peserta BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien BPJS yang berkunjung ke unit rawat jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura pada periode Desember 2024–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 98 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah kualitas pelayanan berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% responden menilai kualitas pelayanan dalam kategori rendah, sedangkan 52% responden memiliki tingkat kepuasan yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi reliability (p=0,001), assurance (p=0,005), empathy (p=0,001), serta kualitas pelayanan secara keseluruhan (p=0,001) dengan kepuasan pasien. Sebaliknya, dimensi tangible (p=0,323) dan responsiveness (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien. Disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berhubungan secara signifikan dengan kepuasan pasien peserta BPJS rawat jalan di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura, sehingga rumah sakit perlu meningkatkan aspek tangible dan responsiveness serta mempertahankan kualitas pada dimensi reliability, assurance, dan empathy untuk meningkatkan kepuasan pasien.
THE EFFECTIVENESS OF LOCAL WISDOM-BASED COMPLEMENTARY THERAPY : TRADITIONAL HERBAL THERAPY IN THE PREVENTION AND MANAGEMENT OF STUNTING Iva Puspaneli; Titi Alfian; Roni Purnomo; Siti Rochana; Yenni Kristiana; Andin Sefrina; Sakiyan Sakiyan; Budi Priyanto; Puji Suwariyah; Destianti IM
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.62227

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi komplementer berbasis kearifan lokal, khususnya terapi herbal tradisional, dalam pencegahan dan penanganan stunting pada anak. Studi ini berfokus pada efek terapi herbal terhadap status gizi, fungsi sistem kekebalan tubuh, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier anak. Studi ini merupakan tinjauan sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data nasional dan internasional untuk publikasi dari tahun 2017–2026. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi mencakup uji acak terkendali (RCT), studi kohort, studi kuasi-eksperimental, dan tinjauan sistematis. Data dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tanaman herbal tradisional seperti temulawak, kunyit, jahe, kelor, dan meniran memiliki potensi untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki fungsi saluran cerna dan penyerapan zat gizi, meningkatkan respons imun, serta mengurangi peradangan yang terkait dengan gangguan pertumbuhan. Beberapa studi juga melaporkan adanya perbaikan status gizi, peningkatan berat badan, dan kecenderungan peningkatan pertumbuhan linier. Selain penggunaannya dalam bentuk tradisional, beberapa studi melaporkan pengembangan tanaman herbal menjadi formulasi pangan yang lebih mudah diterima oleh anak-anak, seperti produk suplemen pangan dan sediaan fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kepatuhan konsumsi. Terapi herbal tradisional berbasis kearifan lokal berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pencegahan dan penanganan stunting dengan memperbaiki status gizi, fungsi imun, kesehatan saluran cerna, dan pertumbuhan linier pada anak.