cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 343 Documents
PENGARUH EDUKASI GIZI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Cindy Permata Sari; Novfitri Syuryadi; Nur Pelita Sembiring; Tahrir Aulawi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61326

Abstract

Anemia merupakan kondisi penurunan jumlah sel darah merah atau hemoglobin di bawah nilai normal. Anemia rentan terjadi pada remaja putri. Permasalahan anemia pada remaja di Indonesia berada dalam kategori berat dengan nilai prevalensi mencapai 32%. Anemia dapat berdampak buruk pada remaja putri seperti keterlambatan pertumbuhan dan kematangan seksual, penurunan konsentrasi, penurunan IQ, dan penurunan performa di sekolah. Salah satu upaya untuk mencegah anemia adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi mengenai anemia melalui edukasi gizi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 106 remaja putri dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dengan analisis data statistik menggunakan uji Wilcoxon.  Edukasi gizi meningkatkan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup dan meningkatkan sikap gizi dari kategori cukup menjadi baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh signifikan edukasi gizi dengan media booklet terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang anemia pada remaja putri (p=0,000). Edukasi gizi dengan media booklet berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia.
EDEMA VULVA ET CAUSA HIDROKSIKLOROKUIN PADA PASIEN SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS : LAPORAN KASUS Monika Wulan Siswadi; Lilia Dewiyanti; Shirly Gunawan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61347

Abstract

Sistemik lupus eritematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang menyerang berbagai sistem tubuh dengan perjalanan klinis dan prognosis yang berbeda-beda. Gejala yang muncul dapat terjadi secara bersamaan, ataupun hanya pada organ tertentu. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan yang lebih parah. Respons terhadap pengobatan SLE dapat bervariasi dan sulit diprediksi pada setiap pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dari analisis data klinis pasien serta penatalaksanaan dan respon terhadap terapi yang diberikan. Laporan kasus ini menggambarkan kondisi seorang anak perempuan berusia 14 tahun yang datang dengan keluhan edema pada vulva vagina setelah memulai terapi hidroksiklorokuin (HCQ) selama 1 minggu terakhir. Terapi ini diterima sejak pasien di diagnosis SLE sejak 2 bulan terakhir. Pasien melakukan serangkaian pemeriksaan dan mendapat terapi sesuai dengan kondisi yang dialami. Setelah beberapa hari perawatan, pasien mengalami perbaikan edema dan keluhan lain secara bertahap. Studi ini menunjukkan bahwa pemberian terapi yang sama dapat menimbulkan efek samping yang berbeda pada setiap individu akibat perbedaan kondisi tubuh, riwayat kesehatan, dan respons individu terhadap obat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi serta penyesuaian terapi secara berkala agar efek samping dapat diminimalkan.
PENERAPAN PENDEKATAN KELUARGA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENCEGAHAN STUNTING : SUATU ACTION RESEARCH DI DESA LAPE, KABUPATEN SUMBAWA Has’ad Rahman Attamimi; Yunita Lestari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61375

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi keluarga. Di Kabupaten Sumbawa, upaya pencegahan stunting masih didominasi oleh pendekatan yang berfokus pada ibu, sementara potensi peran ayah sebagai pengambil keputusan dalam keluarga belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan keluarga berbasis budaya lokal untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting di Desa Lape, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan Action Research melalui tiga siklus yang meliputi planning, action, observation, dan reflection. Partisipan terdiri atas 25 ayah atau calon ayah yang dipilih secara purposive sampling, dengan melibatkan ibu, kader kesehatan, bidan desa, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Intervensi dilakukan melalui edukasi partisipatif, diskusi kelompok, pendampingan keluarga, dan kunjungan rumah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan focus group discussion, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Penerapan intervensi menunjukkan peningkatan pengetahuan ayah, ditandai dengan meningkatnya proporsi responden yang memiliki pengetahuan tinggi dari 36% pada pra-siklus menjadi 84% pada akhir siklus III. Selain itu, terjadi peningkatan keterlibatan ayah dalam mendampingi kehamilan, mendukung pemenuhan gizi keluarga, memanfaatkan pelayanan kesehatan, dan pengambilan keputusan terkait kesehatan ibu dan anak. Pendekatan keluarga berbasis budaya lokal yang diterapkan melalui Action Research efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterlibatan ayah dalam pencegahan stunting. Pelibatan ayah yang disesuaikan dengan nilai budaya lokal berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif untuk memperkuat program percepatan penurunan stunting di tingkat masyarakat.
PENGARUH KOMBINASI RELAKSASI NAFAS DALAM, COUNTER PRESSURE DAN MUROTAL TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PERSALINAN Puji Suwariyah; Anjas Upi Rachmawati; Roni Purnomo; Budi Priyanto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61413

Abstract

Hipertensi dalam persalinan merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas ibu, rasa nyeri dan kecemasan selama persalinan dapat memicu peningkatan tekanan darah yang membahayakan kondisi ibu dan janin. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi terapi relaksasi nafas dalam, counter pressure, dan murotal terhadap penurunan tekanan darah pada ibu bersalin. Penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh pasien persalinan kala 1 dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden diambil melalui teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah kombinasi terapi relaksasi nafas dalam, counter pressure, dan murotal, sedangkan variabel terikat adalah tekanan darah. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Paired t-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan rata-rata tekanan darah sistole sebelum intervensi 125,07 mmHg dan sesudah intervensi 117,93 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastole sebelum intervensi 81,27 mmHg dan sesudah intervensi 76,80 mmHg. Hasil menunjukkan p-value sebesar 0,02 untuk sistole dan 0,036 untuk diastole (p<0,05). Terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi relaksasi nafas dalam, counter pressure, dan murotal dalam menurunkan tekanan darah pada ibu bersalin. Intervensi ini direkomendasikan sebagai metode non-farmakologis yang efektif dan aman.
PENGARUH EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA KERACUNAN MAKANAN Ariska Ariska; Vani Yulmin Tampilang; Yosua Aldrin Kaligis; Nabila Usman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61420

Abstract

Keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) dengan dampak terhadap angka kesakitan dan kematian. Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pertolongan pertama dapat meningkatkan risiko komplikasi pada korban keracunan makanan. Edukasi pertolongan pertama merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama terhadap kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan di SMP Negeri 14 Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental menggunakan rancangan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 14 Halmahera Utara, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah edukasi pertolongan pertama, sedangkan variabel dependen adalah kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan siswa setelah diberikan edukasi pertolongan pertama. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi pertolongan pertama terhadap kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan di SMP Negeri 14 Halmahera Utara. Kesimpulan edukasi pertolongan pertama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam penanganan keracunan makanan. Edukasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu strategi promotif dan preventif di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi kejadian keracunan makanan serta mendukung pelaksanaan program kesehatan sekolah.
INTEGRASI PRINSIP GREEN HOSPITAL DALAM ENTERPRISE RISK MANAGEMENT : LITERATUR REVIEW DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KEBERLANJUTAN OPERASIONAL RUMAH SAKIT Hamdi Rubiyanto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61531

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi risiko strategis yang memengaruhi keberlanjutan operasional rumah sakit melalui peningkatan kerentanan infrastruktur, gangguan rantai pasok, kenaikan beban pelayanan kesehatan, serta meningkatnya biaya operasional. Kondisi tersebut menuntut rumah sakit untuk menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi guna menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip Green Hospital dalam kerangka Enterprise Risk Management (ERM) sebagai strategi menghadapi risiko perubahan iklim pada rumah sakit. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, ScienceDirect, Emerald Insight, dan DOAJ selama periode Juni–Juli 2026, dengan menghasilkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga perlu diposisikan sebagai risiko strategis dalam kerangka ERM. Implementasi Green Hospital melalui efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah medis, konservasi air, green procurement, serta penguatan ketahanan rantai pasok terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat ketahanan organisasi. Integrasi prinsip Green Hospital ke dalam seluruh siklus ERM memungkinkan proses identifikasi, penilaian, mitigasi, serta pemantauan risiko perubahan iklim dilakukan secara sistematis. Keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh komitmen pimpinan, dukungan regulasi, pendanaan, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya organisasi.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI KELURAHAN DAUHWARU Pandita Isti; Desak Putu Risna Dewi; Dwi Prima Hanis Kusumaningtiyas
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61642

Abstract

Regulasi emosi merupakan faktor psikologis penting yang membantu lansia beradaptasi terhadap perubahan fisik, psikologis, dan sosial guna mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara regulasi emosi dengan kualitas hidup pada lansia di Kelurahan Dauhwaru. kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan seluruh lansia di Kelurahan Dauhwaru, dengan sampel 138 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen Kajian menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat regulasi emosi klasifikasi sedang (40,6%) dan kualitas hidup klasifikasi tinggi (53,6%). Hasil uji Spearman Rank merefleksikan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,213 dengan p-value 0,012 (< 0,05). Hal ini merefleksikan adanya hubungan dengan arah positif dan kekuatan hubungan yang lemah antara regulasi emosi dengan kualitas hidup pada lansia. Diskusi: Semakin baik kemampuan regulasi emosi, maka semakin baik pula kualitas hidup lansia. Regulasi emosi membantu lansia menghadapi berbagai perubahan selama proses penuaan guna mempertahankan kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi serta kualitas hidup lansia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA REMAJA PUTRI Ni Made Dwi Opi Setiawati; Ni Made Dwi Mahayati; I Nyoman Wirata
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61713

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video pada remaja putri di SMP N 5 Kubu. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dan didapatkan sebanyak 54 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan serta lembar observasi untuk menilai keterampilan praktik, dengan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada variabel pengetahuan, yaitu dari nilai rata-rata 55,00 menjadi 85,00 dengan p-value 0,000 (< 0,05). Demikian pula pada variabel keterampilan, terjadi peningkatan yang signifikan dengan p-value 0,000 (< 0,05) setelah diberikan intervensi edukasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan responden secara signifikan. Oleh karena itu, diharapkan remaja putri dapat terus menerapkan praktik SADARI secara mandiri sebagai langkah deteksi dini. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya, serta pihak sekolah diharapkan mampu bekerja sama dengan instansi kesehatan terkait untuk aktif melaksanakan program penyuluhan kesehatan reproduksi secara berkala.
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA EDUKASI KOMIK TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI DI BENGKULU Devi Listiana; Vellyza Colin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61725

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di seluruh dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai faktor risiko, deteksi dini, dan upaya pencegahan kanker payudara dapat meningkatkan risiko keterlambatan diagnosis pada masa mendatang. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik remaja, seperti media komik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media edukasi komik terhadap pengetahuan pencegahan dini kanker payudara pada remaja putri di SMP Negeri 07 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 75 siswi kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan dini kanker payudara dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (64%), sedangkan setelah pemberian edukasi melalui media komik mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (84%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Dengan demikian, media edukasi komik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan dini kanker payudara pada remaja putri. Media ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran dan promosi kesehatan yang inovatif untuk mendukung pelaksanaan program edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
STUDI ETNOMEDISIN TUMBUHAN OBAT CEDERA OLEH PENGOBAT TRADISIONAL DI DESA LENEK, LOMBOK TIMUR Berlian Caterine Meizora; Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah; Kurniasih Sukenti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61865

Abstract

Cedera menyebabkan hampir 8% kematian global setiap tahun dan sering ditangani secara mandiri oleh masyarakat sebelum memperoleh pelayanan medis. Masyarakat Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, masih mengandalkan pengobatan tradisional oleh belian menggunakan ramuan tumbuhan untuk mengatasi cedera seperti keseleo, patah tulang, luka terbuka, dan luka bakar, namun pengetahuan ini belum banyak terdokumentasi secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi ramuan tumbuhan yang digunakan, cara pembuatan dan pemakaiannya, serta menilai tingkat kepentingan tumbuhan tersebut. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif ini melibatkan tujuh belian sebagai informan yang dipilih melalui snowball sampling di 14 dusun Desa Lenek pada Januari sampai Februari 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur berpedoman dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta dengan perhitungan Index of Cultural Significance dan Fidelity Level. Ditemukan 17 ramuan untuk mengobati cedera, terdiri atas 16 bahan tumbuhan dari 11 famili dan 6 bahan non-tumbuhan. Ramuan umumnya dibuat dengan cara ditumbuk, lalu dioleskan atau ditempelkan pada area cedera dengan frekuensi satu hingga tiga kali sehari. Nilai ICS tertinggi diperoleh kelor (Moringa oleifera Lamk.) sebesar 64, sedangkan nilai FL tertinggi dicapai sirih (Piper betle L.) pada pengobatan keseleo dan kunyit (Curcuma longa L.) pada pengobatan luka terbuka, masing-masing sebesar 75%. Masyarakat Desa Lenek memiliki pengetahuan etnomedisin yang beragam dalam meracik dan memanfaatkan tumbuhan obat untuk mengatasi cedera, dengan tingkat kepentingan tumbuhan yang berbeda-beda berdasarkan nilai ICS dan FL, sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan baku obat herbal berbasis bukti.