cover
Contact Name
Margaretha Praba Aulia
Contact Email
praba@uby.ac.id
Phone
+628112643322
Journal Mail Official
praba@uby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Boyolali Jl. Pandanaran No.405, Dusun 1, Winong, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57315
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROTECH Research Journal
Published by Universitas Boyolali
ISSN : -     EISSN : 27234177     DOI : https://doi.org/10.36596/arj.v3i2
Core Subject : Agriculture,
AGROTECH Research Journal (ARJ) Scope of Study: Seed technology, Agrotechnology, Plant Physiology, Post Harvest Technology, Soil Fertility and Plant Nutrition, Seed Production, Post Harvest Physiology, Tissue Culture, and Plant Diseases Pests.
Articles 50 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK DI DESA BOLOPLERET JUWIRING KLATEN suwarto suwarto; Pramono Hadi; Libria Widiastuti
AGROTECH Research Journal Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.528 KB)

Abstract

The study was conducted to determine the dosage of nitrogen fertilizers and organic fertilizer that most enhance the growth dan yield of cucumber plant. The research was conducted in November 2018 until January 2019, in Ngerni, sub-village Bolopleret, Juwiring sub-district,Klaten Regency with altitude of 100-200 m dpl. This study used a completely randomized design method (CRD) with 12 teratment combinations and repeated 3 times so that 36 units were obtained. The first factor was the nitrogen fertilizer (N) dose which consisted of 4 treatment levels: (1) without nitrogen fertilizer (N0), (2) nitrogen fertilizer dose as much as 1,5 grams/plant (N1), (3) nitrogen fertilizer dose as much as 3,0 grams/plant (N2),(4) nitrogen fertilizer doses is much as 4,5 grams/plant (N3). The second factor is the concentration of organic fertilize (S) which consists of 3 treatment: (1) without organic fertilizer (S0), (2)concentration of organic fertilizer 2cc/liter (S1), (3)concentration of organic fertilizer is 4cc/liter (S2). Data will be analyzed using an analysis of variance (ANOVA) and if there is a significant difference it will be further tested us a multiple range test (DMRT) with a 5% level. The result show that: (1) nitogen fertilizer has a very significant effect on the number of fruit per plant but no significant effect on the parameters of number of leaves,heigt of plant, weight of fruit, fresh weight of biomass and dry weight of biomass. The most number of fruit per plant was found in the treatment of nitrogen fertilizers as much as 4,5 grams/plant (N3) namely 8,67 fruits, while the least amount was treated without nitrogen fertilizer (N0) is 4,67 fruits, (2) concentrations of organic fertilizers had a very significant effect on the parameters of the number of leaves, fresh weight of biomass and dry weight of biomass, had a significant effect on the number of fruits per plant but did not significantly affect plant height and fruit weight, (3) combinations of nitrogen fertilizer and organic fertilizer did not significantly affect the parameters of number of leaves,heigh of plant, weight of fruit, number of fruit per plant, weight of biomass and weight of dry biomass. Keywords : nitrogen feltilizer, organic fertilizer,cucumber
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BIO-SLURRY CAIR DAN MACAM MULSA ORGANIK PADA BUDIDAYA TERONG (Solanum melongena L.) VARIETAS JENO FI: types of organic mulch, eggplant hadi, pramono hadi; Al Rizal, Miftah Firdaus; Rahayu, Tri
AGROTECH Research Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.062 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.489

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of application of liquid bio-slurry organic fertilizer and kinds of organic mulch on the cultivation of eggplant (Solanum melongena L.) Jeno F1 varieties.. This research was conducted from November to February 2020 in Kuncen Waru Village, Baki District, Sukoharjo Regency. This study used an environmental design with a basic pattern Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 treatment factors with 9 treatment combinations and repeated 3 times. The first treatment factor, giving mulch (M) consisting of 3 levels M1 = straw mulch M2 = reed mulch and M3 = bamboo leaf mulch, the second treatment factor, giving concentration of bio-slurry liquid (S) consisting of 3 levels S1 = 5 ml bio-slurry/ liter water, S2 = 10 m bio-slurry / liter water and S3 = 15 ml bio-slurry / liter water. The results of this study indicate that the treatment of organic mulch has a very significant effect on the weight of fruit per plant, the number of fruits per plant and the fresh weight per plant, and also has a significant effect on the dry weight per plant. Liquid bio-slurry fertilizer has a very significant effect on fruit weight per plant, number of fruits per plant and fresh weight per plant, and also has a significant effect on dry weight per plant. The best combination is M1S3 straw organic mulch treatment and bio-slurry 15 ml / liter of water. This gives the highest yield in the parameters of plant height 59.89 cm, fruit weight per plant 146.54 g, number of fruits per plant 6.56, fruit diameter 5.06 cm, fresh biomass weight per plant 62.20 g, and weight dry biomass per plant 39.06 g. Keywords: types of organic mulch, bio-slurry liquid, eggplant
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Agus Dwi Andita; Sigit Muryanto; Margaretha Praba Aulia
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.85 KB) | DOI: 10.36596/arj.v2i2.617

Abstract

Limbah air cucian beras merupakan hasil buangan yang berasal dari proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi, limbah air cucian beras mengandung beberapa komposisi seperti Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Mangan, Fosfor, Zat Besi, Nitogen, Magnesium, Kalium dan Kalsium.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) terhadap pengaplikasian konsentrasi pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April s/d Agustus 2021. Bertempat di Sidomulyo RT 003 / RW 006 Penggung, Boyolali. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu pemberian pupuk organik cair (POC) fermentasi limbah air cucian beras 5 taraf perlakuan dan 6 ulanganyaitu perlakuan tanpa pemberian pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras, perlakuan pemberian konsentrasi pupuk organik cair(POC) fermentasi limbah air cucian beras dengan 10 ml/L, 20 ml/L, 30 ml/L dan 40 ml/L. Data hasil pengamatan di analisa dengan menggunakan sidik ragam Anova dan DMRT 5% menggunakan SPSS seri 25.Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi pupuk organik cair fermentasi limbah air cucian beras 40 ml/L secara umum memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan pertumbuhan dan hasil seperti jumlah daun, waktu berbunga, jumlah polong dan bobot segar polong per tanaman. Pengamatan jumlah daun terbanyak yaitu 20,44 helai pada 35 HST, waktu berbunga tercepat yaitu 36,50 HST, jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 4,00 polong per tanaman dan bobot segar polong per tanaman tertinggi yaitu 103,78 gr.
KULTUR TEKNIS SAWI HIJAU (Brassica juncea L. Var. Kumala) DENGAN APLIKASI KOMPOS SAPI DAN NPK MAJEMUK Putri, Dessy Ratika; Lestariana, Dwi Suci; Juhariah, Jujuk
AGROTECH Research Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.925 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.618

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu agar mengetahui bagaimanakah pengaruh dari diberikannya pupuk anorganik dan organik terhadap pertumbuhan beserta hasil sawi hijau dan mengetahui pupuk yang paling maksimal terhadap hasil dan pertumbuhan sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse sederhana bertempat di desa sambirejo pada bulan Agustus sampai dengan September 2019. Percobaan penelitian disusun menggunakan RAK yang disusun faktorial. Factor pertama adalah perlakuan kompos sapi yang terdiri dari A0: tanpa pemberian kompos, A1: (140 g/polybag), A2: (210 g/polybag), A3: (280 g/polybag). Faktor kedua adalah perlakuan NPK Majemuk) yang terdiri dari B0: tanpa pemberian NPK, B1: (7 g/polybag), B2: (14 g/polybag), B3: (21 g/polybag). Dari rancangan ini di dapatkan 16 kombinasi perlakuan yang masing-masing perlakuan 3 kali diulang dan masing-masing perlakuan terdiri 5 polybag. Jumlah keseluruhan jumlah polibag ada 240. Analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitian Hasil penelitian pada variabel tinggi tanaman perlakuan A3B2 memberikan hasil pertumbuhan yang paling tinggi diantara semua perlakuan. Pada variabel jumlah daun perlakuan A3B3 memberikan hasil jumlah daup terbanyak dengan pemberian 280 gram kompos sapi serta 21 gram NPK Majemuk. Berat segar sawi hijau pada perlakuan A3B1 (1) yaitu perlakuan paling baik pada berat segar tanaman dengan diberikannya kompos sapi dosis 280 g dan 7 g NPK Majemuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kompos sapi dan NPK Majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau cenderung memberikan respon positif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada semua variabel yang diamati yaitu pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Dosis pupuk yang paling sesuai agar tanaman optimal yaitu perlakuan dengan pemberian kompos sapi dengan dosis 280 g dan 7 g NPK Majemuk yang menghasilkan berat tanaman 95.3 g/tanaman.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBASIS TELUR KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L) Yoga Wahyu Saputra; Sigit Muryanto; dwi suci lestariana
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.695 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.619

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh POC terhadap pertumbuhan bibit cabai rawit merah dan memberikan informasi kepada petani, akademisi dan masyarakat umum khususnya petani cabai terkait pemanfaatan telur keong mas dalam pertumbuhan bibit cabai rawit merah. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), faktor perlakuan pada konsentrasi POC berbasis telur keong mas dengan taraf K0 (Kontrol), K1 (Konsentrasi 10 ml/liter air), K2 (Konsentrasi 20 ml/liter air) dan K3 (Konsentrasi 30 ml/liter air). Sehingga didapatkan 4 perlakuan dan perlakuan masing-masing diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel 30 tiap perlakuan sehingga didapatkan 120 polybag. Penelitian disusun dengan rancangan ligkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Hasil penelitian pada parameter tinggi tanaman perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling tinggi diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Pada parameter jumlah daun berbagai konsentrasi memberikan respon tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun. Pada parameter panjang akar perlakuan K1 memberikan hasil pertumbuhan yang paling panjang diantara semua perlakuan dengan konsentrasi 10 ml/liter air. Aplikasi POC keong mas, pada bibit cabai rawit memberikan respon terbaik ketika diberikan pada konsentrasi 10 ml/liter air. Hal ini dibuktikan dengan respoin tinggi tanaman dan panjang akar yang paling tinggi dibandingkan dengan ke 3 konsentrasi lainnya. Dan hasil penelitian ini dapat digunakan referensi kepada petani yang memilik usaha pembibitan cabai sebagai bahan pengaya untuk meningkatkan kesuburan tanah.
THE ABILITY OF TREMBESI TREE (Samanea Saman), JABON (Neolamarckia Cadamba), AND ACASIA (Acacia Mangium) in Absorbing Dust in BENDOSARI PARK, SALATIGA CITY Pratama, Dimas Karunia; Sutrisno, Alfred Jansen
AGROTECH Research Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.725 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.703

Abstract

Air pollution causes serious problems to the environment that will have an impact on living things. Trees are useful as a reduction in pollution caused by the density of vehicle mobility. Dust is one source of pollution from the dense mobility of vehicles. The purpose of this study was to determine the absorption of dust on trees. The research method used was purposive sampling, where Trembesi (Samanea Saman), Jabon (Neolamarckia Cadamba), and Acacia (Acacia Mangium) trees were used as samples. The result of dust absorption. Trembesi Tree (Samanea Saman) is 0.443 mg/cm2 - 0.649 mg/cm2 , Jabon Tree (Neolamarckia Cadamba) is 0.059 mg/cm2 - 0.072 mg/cm2 , Acacia Tree (Acacia Mangium) is 0.127 mg/cm2 - 0.130 mg/cm2 .
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR MAJEMUK DAN KONSENTRASI EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) suradi, suradi; muryanto, sigit; Lestariana, Dwi Suci
AGROTECH Research Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.413 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.720

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Canden, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, pada bulan Juli 2020 sampai bulan Agustus 2020. Ketinggian tempat 205 m dpl., dengan jenis tanah Latosol, curah hujan rata – rata 615 mm/bulan, kelembaban (Rh) 80 % dan pH tanah 6,6. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan EM4 sebagai nutrisi pengaya yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Percobaan menggunakan Rancang POC Acak Lengkap ( RAL ) dengan dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan I konsentrasi POC ( P ), terdiri atas P1 (POC Konsentrasi 5 ml/l air), P2 (POC Konsentrasi 10 ml/l air ). Faktor perlakuan II Konsentrasi EM4 (E), terdiri atas E1 ( (EM4 Konsentrasi 5 ml/l air ), E2 (EM4 Konsentrasi 10 ml/l air ), dan E3 (EM4 Konsentrasi 15 ml/l air ), Analisis data menggunakan uji F taraf 5 %, apabila berbeda nyata kemudian dilanjutkan dengan uji DMR taraf 5%. Hasil tertinggi perlakuan untuk berat konsumsi per tanaman diperoleh pada perlakuan pemberian organik cair konsentrasi 10 cc/l lt air dan EM4 konsentrasi 15 ml/l lt air (P2E3) sebesar 69 g, sedangkan hasil terendah diperoleh pada perlakuan pemberian pupuk organik cair konsentrasi 5 cc/l lt air dan EM4 konsentrasi 5ml/l lt air ( P1E1) sebesar 33,75 g. Pemberian pupuk organik cair konsentrasi 10 cc/l lt air dan EM4 konsentrasi 10 ml/l lt air (P2E2) merupakan konsentrasi optimum untuk tanaman sawi, dan tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk organik cair konsentrasi 10 cc/l lt air dan EM4 konsentrasi 15 ml/l lt air (P2E3)
Pengaturan Konsentrasi Saripupuk dan EM4 Pada Budidaya Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Sigit Muryanto
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.073 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i1.730

Abstract

The study entitled "The effect of Sari fertilizer and EM4 concentration on the cultivation of Mustard Plants (Brassica Juncea, L) was carried out in Winong Village, Boyolali District, Boyolali Regency, Central Java from May to June 2004 at an altitude of 505 m above sea level. regosol soil. The aim of this study was to determine the treatment combination between the most optimal concentration of PPC fertilizer extract and EM4 in mustard cultivation. The design used was a completely randomized block design (RAKL), consisting of 2 treatment factors, with 5 replications, namely: Saripupuk (S) PPC concentration factor consisting of 3 levels; S0: Without giving fertilizer extract (control), S1: Saripupuk at a dose of 3 cc / 1 liter of water, S2: Saripupuk at a concentration of 5 cc / 1 liter of water. EM4 factor (E) with 3 levels; E0: Without being given EM4 (control), E1: EM4 at a dose of 5 ml / liter of water, E2: EM4 at a concentration of 10 ml / liter of water From the results of this study it can be concluded that: The various doses of extract had a significant effect on plant growth parameters in the form of the number of leaves and weight of fresh stover and had a very significant effect on plant yield in the form of consumption weight per plant and per plot. EM4 at various doses had no significant effect on the growth and yield of mustard greens, except for the combination treatment, namely the weight of fresh stover and the weight of consumption per plot. The treatment combination that gave the highest yield for mustard greens was S2E2 treatment or giving Saripupuk at a dose of 5 cc / 1 liter of water and EM4 at a dose of 10 ml / 1 liter of water. The highest yield for consumption weight per plant was 0.51 kg and consumption weight per plot was 10.13 kg, while the lowest yield for consumption weight per plant was 0.27 kg and consumption weight per plot was 5.28 kg. Key words: concentration, Saripupuk, EM4, Sawi
Aplikasi Beberapa Bahan Invigorasi untuk Meningkatkan Viabilitas Benih Jagung (Zea mays L.) pada Beberapa Taraf Perendaman Widiastuti Adilistyani; Pitri Ratna Asih; Siwitri Munambar; Jujuk Juhariah
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.442 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.805

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu teknik untuk memperbaiki mutu benih yang mengalami kemunduran akibat penyimpanan benih yang kurang standar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perlakuan bahan invigorasi dan lama perendaman yang paling baik untuk mutu benih jagung yang mendekati kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti yaitu bahan invigorasi (B) dan lama perendaman (L). Faktor pertama bahan invigorasi sejumlah 3 taraf yaitu air (B1), KNO3 1 % (B2), dan ekstrak bawang merah 6 % (B3). Sedangkan faktor kedua lama perendaman sejumlah 5 taraf yaitu 0 jam (L1), 6 jam (L2), 12 jam (L3), 18 jam (L4), dan 24 jam (L5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal bahan invigorasi yaitu perlakuan air memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter mutu fisiologis benih, meliputi daya berkecambah (86,13 %), kecepatan tumbuh (22,65 %), dan indeks vigor (71,33 %). Faktor tunggal lama perendaman yaitu perendaman 0 jam dan 6 jam memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter potensi tumbuh maksimum (90,00 %). Untuk interaksi bahan invigorasi dengan lama perendaman, perlakuan perendaman air selama 18 jam dan perlakuan perendaman KNO3 1% selama 6 jam memberikan nilai yang terbaik terhadap parameter pertumbuhan kecambah yaitu panjang akar masing-masing sebesar 17,88 cm dan 17,87 cm. Sedangkan parameter tinggi kecambah menunjukkan berbeda tidak nyata.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Produksi dan Mutu Benih Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Ika Nur Fitriana; Rajiman Rajiman; Ananta Yekti
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.589 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi yang optimal untuk meningkatkan produksi dan mutu benih kacang panjang (Vigna sinensis L.) varietas RKP 15. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2022 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 taraf perlakuan yaitu dosis 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha, 20 ton/ha, dan 25 ton/ha. Data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (Anova) apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil analisis data menunjukkan penggunaan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap berat 1000 butir, jumlah polong, berat polong, berat benih, produksi perplot, dan produktivitas, namun berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga, daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh. Hasil benih optimal dapat dicapai pada penggunaan dosis pupuk kandang sapi 20 ton/ha dengan produktivitas 2,92 ton/ha.