cover
Contact Name
Margaretha Praba Aulia
Contact Email
praba@uby.ac.id
Phone
+628112643322
Journal Mail Official
praba@uby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Boyolali Jl. Pandanaran No.405, Dusun 1, Winong, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57315
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROTECH Research Journal
Published by Universitas Boyolali
ISSN : -     EISSN : 27234177     DOI : https://doi.org/10.36596/arj.v3i2
Core Subject : Agriculture,
AGROTECH Research Journal (ARJ) Scope of Study: Seed technology, Agrotechnology, Plant Physiology, Post Harvest Technology, Soil Fertility and Plant Nutrition, Seed Production, Post Harvest Physiology, Tissue Culture, and Plant Diseases Pests.
Articles 50 Documents
Morfologi Akar Kedelai Hitam (Glycine max. L. Merrill) Dengan Berbagai Perlakuan Kadar Lengas Tanah Nurjanah, Agustina Midya; Juhariah, Jujuk; Hertini, Etty Sri; Muryanto, Sigit
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v6i1.1601

Abstract

Kedelai hitam biasanya digunakan untuk membuat kecap, tetapi diketahui memiliki banyak manfaat seperti isoflavon, protein, saponin, dan antosianin. Tanaman kedelai hitam adalah tanaman yang sensitif terhadap perubahan iklim. Fase vegetatif dan generatif tanaman kedelai hitam dipengaruhi oleh cekaman kekeringan. Secara morfologis, akar tanaman akan memanjang sampai ke dalam untuk mencari air dalam tanah. Ini adalah mekanisme pertahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari studi morfologi akar kedelai hitam pada berbagai kadar lengas tanah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah varietas kedelai hitam dan faktor kedua adalah perlakuan kadar lengas tanah. Dalam penelitian ini menggunakan Analysis of Variants (ANOVA) untuk melakukan uji statistik pada data yang diamati. Dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% jika terdapat perbedaan yang nyata pada parameter yang diamati menggunakan software SPSS seri 29. Varietas tanaman berpengaruh nyata terhadap morfologi akar kedelai hitam, sedangkan pemberian kondisi lengas tanah berpengaruh pada morfologi akar kedelai hitam ketika panen. Dari hasil pengamatan di atas menunjukkan jika tanaman kedelai hitam menunjukkan varietas Detam 2 melakukan pertahanan dengan beradaptasi pada morfologi akarnya, sehingga memiliki toleransi yang lebih baik pada cekaman kekeringan dibandingkan varietas lainnya. Kedelai hitam biasanya digunakan untuk membuat kecap, tetapi diketahui memiliki banyak manfaat seperti isoflavon, protein, saponin, dan antosianin. Tanaman kedelai hitam adalah tanaman yang sensitif terhadap perubahan iklim. Fase vegetatif dan generatif tanaman kedelai hitam dipengaruhi oleh cekaman kekeringan. Secara morfologis, akar tanaman akan memanjang sampai ke dalam untuk mencari air dalam tanah. Ini adalah mekanisme pertahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari studi morfologi akar kedelai hitam pada berbagai kadar lengas tanah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah varietas kedelai hitam dan faktor kedua adalah perlakuan kadar lengas tanah. Dalam penelitian ini menggunakan Analysis of Variants (ANOVA) untuk melakukan uji statistik pada data yang diamati. Dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% jika terdapat perbedaan yang nyata pada parameter yang diamati menggunakan software SPSS seri 29. Varietas tanaman berpengaruh nyata terhadap morfologi akar kedelai hitam, sedangkan pemberian kondisi lengas tanah berpengaruh pada morfologi akar kedelai hitam ketika panen. Dari hasil pengamatan di atas menunjukkan jika tanaman kedelai hitam menunjukkan varietas Detam 2 melakukan pertahanan dengan beradaptasi pada morfologi akarnya, sehingga memiliki toleransi yang lebih baik pada cekaman kekeringan dibandingkan varietas lainnya.
Uji Kelayakan Budidaya Tanaman Bayam Merah Dan Bayam Hijau Menggunakan Media Tanam Polibag Di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali Asri, Putri Nawang; Hertini, Etty Sri; Juhariah, Jujuk; Muryanto, Sigit
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v6i1.1494

Abstract

Tanaman bayam adalah salah satu jenis sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat. Kandungan serat, protein, mineral seperti zat besi, kalsium serta vitamin C, K, dan asam folat yang terdapat dalam hijau daun baik untuk kesehatan tubuh. Sayuran mempunyai nilai jual yang relatif tinggi dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional sebagai sumber perolehan bagi penduduk lokal atau penanam skala kecil, menengah maupun besar. Semakin meningkatnya jumlah penduduk maka permintaan sayur bayam juga semakin tinggi sehingga menyebabkan harga juga ikut naik Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelayakan usaha tanaman bayam merah dan bayam hijau yang dipupuk menggunakan pupuk organik cair berbasis bambu dan pupuk organik cair berbasis limbah ternak menggunakan media polibag. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada tanggal 16 Maret 2024 s/d 15 April 2024. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga faktor serta tiga ulangan. Jenis tanaman bayam sebagai faktor pertama, pupuk organik cair berbasis bambu dengan dua dosis berbeda sebagai faktor kedua dan faktor ketiga adalah pupuk organik cair berbasis limbah ternak dengan dua dosis yang berbeda. Metode analisis yang dipakai yaitu kuantitatif dengan menghitung penerimaan, pendapatan, BEP harga serta BEP produk dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani dikatakan layak karena menghasilkan R/C 1,09 (lebih besar dari 1).
Pengaruh Pemberian Dosis Poc Jakaba Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Timun (Cucumis Sativus L.) Rahmad, Diky; Muryanto, Sigit; Hertini, Etty Sri
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v6i1.1654

Abstract

JAKABA POC from fermented leri water and bamboo roots contains nutrients such as nitrogen, phosphorus and potassium which are needed by plants. The increasing cost of inorganic fertilizers is increasingly becoming a burden on farmers. This research is based on the majority of Indonesian people considering cucumber cultivation only as a side business, even though this plant has good economic potential. The aim of this research was to determine the ability of POC JAKABA to meet nutrient needs and to determine the correct dose of POC JAKABA for the growth of cucumber plants during the vegetative period. This research was carried out in June-July 2024, located in Suyudan Hamlet, Kiringan, Boyolali Regency. The research parameters were plant height, number of leaves, number of branches and number of flowers 7 DAP, 14 DAP, 21 DAP, 28 DAP. The research used a Randomized Block Design (RAK) method consisting of 4 treatments and 3 replications, with treatment T0 = without JAKABA fertilization, T1 = giving JAKABA fertilizer at a dose of 100 ml/plant, T2 = giving JAKABA fertilizer at a dose of 200 ml/plant, T3 = giving JAKABA fertilizer dose 300ml/plant. The results showed a significant effect on plant height at 21 DAP and 28 DAP and group variations showed a significant effect, showed a significant effect on the number of leaves at 21 DAP and 28 DAP and group variations showed a significant effect, showed a significant effect on the number of branches at 21 DAP and 28 DAP and group variations showed a significant effect,, showed a significant effect on the number of flowers at 14, 21 DAP and 28 DAP and group variations showed a significant effect. The conclusion from the results of this research is that giving POC JAKABA is effective in meeting the nutritional and nutrient needs of cucumber plants. The best recommended dose is 200 ml of plant.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dan Padat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L) Rozi, Muhamad Fahrur; Muryanto, Sigit; Juhariah, Jujuk
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v6i1.1685

Abstract

A B S T R A K    Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui pengaruh Pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi (2) Mengetahui pengaruh pupuk organik padat kohe terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Dukuh Dodokan Cilik Desa Salakan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Berlangsung antara bulan Februari 2024-Mei 2024. Penelitian ini menggunakan jenis varietas tanaman padi rojolele sebagai bahan percobaan. Dengan memberikan campuran dosis yang berbeda-beda kombinasi antara pupuk organik cair (limbah buah-buahan) dan Pupuk organik padat (Limbah Kotoran Hewan). Hasilnya adalah, bahwa pupuk organik kotoran hewan dapat mempengaruhi secara nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi rojo lele. Sedangkan pupuk organik cair berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi rojo lele.  
Identifikasi Komoditas Unggulan Sayuran Di Kabupaten Boyolali Priyanto, Priyanto; Widyastuti, Yuan; Indrastianingrum, Putri
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v6i1.1812

Abstract

A B S T R A K Pertanian merupakan sektor utama di Boyolali, dengan komoditas sayuran sebagai pilar perekonomian daerah. Sayuran dapat juga diklasifikasikan atas bagian apa dari sayuran tersebut yang dapat digunakan. Bagian tanaman tersebut dapat berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah ataupun biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas sayuran unggulan yang dikembangkan di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Pengambilan data primer melalui pengamatan di lapangan dan pengambilan data sekunder dengan cara mengambil data dari Dinas Pertanian Boyolali dan BPS Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada lima komoditas sayuran unggulan di Kabupaten Boyolali adalah sawi, bawang merah, cabe keriting, cabe rawit dan kembang kol. Produksi per kuintal pada tahun 2024 untuk sawi 156.759 Kw, bawang merah 71.596 Kw, cabe keriting 107.244 Kw, cabe rawit 81.987 Kw dan kembang kol 65.012 Kw.
Microwave-Assisted Extraction (MAE) Untuk Pengambilan Protein dari Chlorella pyrenoidosa Khairun Nisa, Anis; Aulia, Margaretha Praba
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microwave-Assisted Extraction (MAE) merupakan metode inovatif untuk pengambilan protein dari mikroalga Chlorella pyrenoidosa, yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan berbagai manfaat kesehatan. Chlorella pyrenoidosa, yang termasuk dalam kelompok Chlorophyta, memiliki potensi sebagai sumber protein berkelanjutan dan efisien, dengan kandungan protein mencapai 50-60% dari berat keringnya. Namun, proses ekstraksi protein dari mikroalga ini menghadapi tantangan karena dinding sel yang kaku dan ketahanan terhadap pelarut konvensional. Microwave-Assisted Extraction (MAE) menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memfasilitasi pelepasan protein intraseluler dengan cara memanaskan secara merata, yang mengurangi degradasi termal dan mempertahankan fungsionalitas protein. Penelitian menunjukkan bahwa Microwave-Assisted Extraction (MAE) dapat meningkatkan hasil dan kemurnian protein hingga 40-50% dibandingkan metode konvensional, serta mengurangi waktu ekstraksi hingga 50%. Meskipun terdapat tantangan dalam pengaturan parameter proses dan biaya investasi awal, prospek penggunaan MAE dalam ekstraksi protein dari Chlorella pyrenoidosa sangat menjanjikan, terutama dalam memenuhi permintaan akan sumber protein nabati yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi ekstraksi dan mengeksplorasi aplikasi Microwave-Assisted Extraction (MAE) dalam industri pangan dan nutrisi.
Identifikasi dan Diversifikasi Mikoriza pada Tanah yang Ditanami Kedelai hitam (Glycine Max. L. Merril) Reni Setyowati; Juhariah, Jujuk; Sri Hertini, Etty
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza termasuk ke dalam golongan jamur yang dapat melakukan suatu bentuk kerjasama dengan perakaran tanaman serta tidak bersifat patogenik. Identifikasi keberadaan mikoriza pada lahan vegetasi yang mengalami stress abiotik seperti kekeringan belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spora mikoriza pada lahan vegetasi yang sebelumnya mengalami stess kekeringan. Parameter penelitian ini adalah mengetahui jumlah, kerapatan, Indeks dominansi dan Indeks keragaman spora mikoriza yang ada pada tanaman kedelai hitam jenis malika dan detam 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2024. Tempat penelitian Green House Agrotech Botanical Center. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah media tanam dari tanaman kedelai hitam yang sebelumnya telah mendapat perlakuan aplikasi mikoriza dan non mikoriza. Serta beberapa variasi dosis pemupukan bionanosilica yakni dengan konsentrasi S0 (0 ppm), S1 (50 ppm), S2 (100ppm), S3 (150 ppm), dan S4 (200 ppm). Mikoriza yang digunakan adalah mikoriza dengan bahan pembawa berupa zeolite (granule)dan larutan glukosa 60%. saringan tanah 425µm, 125 µm, 45 µm, sentrifuge, tabung sentrifuse, mikroskop cahaya, kamera mikroskop, laptop, counter, cawan petri, pipet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah spora paling tinggi terdapat pada tanaman kedelai hitam malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 200 ppm. Indeks keragaman spora FMA memiliki rata – rata yang hampir sama. namun nilai tertinggi ada pada perlakuan tanaman kedelai hitam detam 2 non mikoriza serta penggunaan pupuk bionanosilika 150 ppm. Indeks dominansi spora paling banyak adalah gigaspora sp pada media tanam kedelai hitam malika perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 50 ppm. Indeks keragaman komuditas mikoriza yang paling tinggi adalah genus gigaspora malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr dan tidak dipupuk bionanosilika. Pada perlakuan kontrol memiliki beberapa spora mikoriza alami ini membuktikan bahwa media tanam yang digunakan sudah subur. Indeks dominansi spora berbanding terbalik dengan Indeks kerapatan spora. Ini karena kepadatan mengukur jumlah individu per satuan luas, sedangkan Indeks dominansi mengukur seberapa besar pengaruh beberapa spesies terhadap komunitas.
Analisis Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays sp) Dengan Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Cair Kambing Pada Media Polybag Di Desa Nongkojajar Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Rifki Akbar Fauzi, Ridho; Hertini, Etty Sri; Juhariah, Jujuk
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian ini bertujuan untuk menganaisis pengaruh pupuk organik padat dan cair dari kotoran kambing pada pertumbuhan tanaman jagung manis (zea mays sp) dalam media polybag. Yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKAL) dengan empat perlakuan terdiri dari perlakuan 1 kontrol (tanpa pupuk). Perlakuan 2 pupuk padat 250 gram. Perlakuan 3 pupuk cair kotoran kambing dan perlakuan 4 dengan pupuk kombinasi keduanya. Parameter yang diamati adalah panjang daun dan tinggi tanaman selama 42 hari setelah tanam yang di analisis uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil uji ANOVA menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada beberapa waktu pengamatan terutama pada fase pertumbuhan vegetatif aktif pada 28 hari setelah tanam hingga 42 hari setelah tanam. Dengan itu pemanfaatan pupuk organik kotoran kambing, khususnya dalam bentuk cair dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan efisien dalam budidaya jagung manis di lahan yang terbatas
Pengaruh Campuran Media Tanam Cocopeat dan Pupuk Fosfor (P) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Talas (Colocasia Esculenta L.) Cahyono, Adi; Joko Santosa, Sartono; Triyono, Kharis
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam cocopeat dan pemberian pupuk fosfor (SP-36) terhadap pertumbuhan talas (Colocasia esculenta L.). Penelitian dilakukan di Balai Benih Hortikultura Tohudan, Karanganyar dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu komposisi media tanam (tanah + pupuk kandang, 3:1:1, dan 3:2:1) serta dosis pupuk fosfor (0, 7,5, 15, dan 22,5 g/tanaman). Parameter pengamatan mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang batang, diameter batang, berat berangkasan segar, berat berangkasan kering, dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dengan campuran cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan talas. Perlakuan terbaik diperoleh pada komposisi tanah : cocopeat : pupuk kandang (3:2:1). Sebaliknya, pemberian pupuk fosfor (SP-36) tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Selain itu, tidak ditemukan adanya interaksi yang signifikan antara kombinasi media tanam cocopeat dengan dosis pupuk fosfor. Kata Kunci :Talas, Cocopeat, Pupuk fosfor, Pertumbuhan, Colocasia esculenta L
Kajian Macam Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Mahendra, Alek Esa; Triyono, Kharis; Sumarmi
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk kandang (kotoran jangkrik dan kambing) serta konsentrasi pupuk KNO? terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilakukan di Kebun Benih TPH Tohudan, Karanganyar, dari April hingga Juni 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu macam pupuk kandang (kontrol, pupuk jangkrik, dan pupuk kambing) 1280 g/petak dan konsentrasi pupuk KNO? (0 g/L, 15 g/L, dan 30 g/L), dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot basah dan kering umbi per rumpun, diameter umbi, serta berat umbi basah per petak. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa pemberian pupuk kandang kambing secara individu mendapatkan hasil signifikan terhadap semua parameter. Sebaliknya, pemberian pupuk KNO? tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada sebagian besar parameter hasil, termasuk berat kering dan jumlah umbi kecil. Tidak ditemukan interaksi yang signifikan terhadap kombinasi pupuk kandang dan KNO? pada semua parameter. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kandang kambing berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah secara signifikan, sedangkan pupuk KNO? belum memperlihatkan efek maksimal. Pemanfaatan pupuk organik seperti kotoran kambing dapat menjadi bahan alternatif ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas bawang merah. Selain itu, penggunaan pupuk kandang juga membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menjaga kelembapan tanah lebih stabil. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi petani dalam memilih kombinasi pupuk yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk meningkatkan hasil budidaya bawang merah di lapangan.