cover
Contact Name
Margaretha Praba Aulia
Contact Email
praba@uby.ac.id
Phone
+628112643322
Journal Mail Official
praba@uby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Boyolali Jl. Pandanaran No.405, Dusun 1, Winong, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57315
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROTECH Research Journal
Published by Universitas Boyolali
ISSN : -     EISSN : 27234177     DOI : https://doi.org/10.36596/arj.v3i2
Core Subject : Agriculture,
AGROTECH Research Journal (ARJ) Scope of Study: Seed technology, Agrotechnology, Plant Physiology, Post Harvest Technology, Soil Fertility and Plant Nutrition, Seed Production, Post Harvest Physiology, Tissue Culture, and Plant Diseases Pests.
Articles 50 Documents
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Alpukat (Persea americana mill.) Hartanto, Erri Setyo; Ihsan, Mohammad; Rahmawatie, Sri Julie
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i1.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pasa ZPT dan komposisi media tanam yang paling efektif terhadap stek alpukat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2023 di Desa Tawangmangu-Karanganyat, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Lokasi penelitian ini berada pada ketinggian 1100 m diatas permukaan laut, dengan curah hujan rata-rata sekitar 1500 – 2700 mm/tahun dan suhu rata-rata 22 - 310 C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi media tanam dan konsentrasi ZPT. Pengamatan terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 satuan petak percobaan. Variabel yang diamati yaitu persentase pertumbuhan tunas (%), waktu tumbuh tunas pertama (hari), jumlah tunas, panjang tunas, panjang akar (cm) dan jumlah akar. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%. Jika terdapat perbedaan yang nyata dari perlakuan maka dilakukan uji DMRT pada taraf 5%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa interaksi antara ZPT dengan media tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase tumbuh tunas dan jumlah tunas stek alpukat. Sedangkan interaksi antara ZPT konsentrasi 9 ml/liter dan media pupuk kandang + tanah + sekam 1:1:3 berpengaruh signifikan terhadap waktu tumbuh tunas, dan panjang tunas stek alpukat.
Potensi Pengembangan Tanaman buah di Kabupaten Boyolali Lestariana, Dwi Suci; Supriyadi
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i1.1325

Abstract

Tanaman Buah di Kabupaten Boyolali memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Hal ini sebagai potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya petani buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi tanaman buah-buahan lokal di Kabupaten Boyolali, untuk menggambarkan garis batas lahan yang tersedia, untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tanaman buah, untuk menetapkan lokasi lahan yang potensial bagi tanaman buah, serta untuk pemanfaatan tanaman buah secara optimal. Metode penelitian adalah dengan menggunakan studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa Sebanyak 20 tanaman buah yang berpotensi ditanam di kabupaten Boyolali paling banyak berproduksi buah antara lain buah manga, alpukat, papaya, pisang. Daerah yang berpotensi untuk ditanam tanaman buah buahan antara lain seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali kecuali sebagaian dari kecamatan selo dengan daerah pegunungan dan tingkat kemiringan yang lebih dari 40%.
Efesiensi Pestisida Nabati Daun Sirsak Sebagai Pengendalian Hama Thrips Tanaman Cabai Keriting Khairun Nisa, Anis; Ardiansyah, Arya Putra
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i1.1381

Abstract

Pestisida nabati adalah zat kimia yang yang terbuat dari bahan alami,seperti tumbuhan.Salah satunya adalah tanaman sirsak bagian daun.Pestisida nabati daun sirsak dapat dipercaya sebagai penghilang hama thrips pada tanaman,seperti pada tanaman cabai keriting merah.Dengan penggunaan pestisida nabati daun sirsak diharapkan hama thrips pada tanaman cabai keriting merah dapat dicegah.Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan mempraktikkan langsung pengaplikasian pestisida nabati ini.Sehingga dapat diketahui bahwa pestisida nabati daun sirsak sangat mampu membantu dalam mencegah gama thrips pada tanaman cabai keriting merah.Karena pada daun sirsak memiliki senyawa Acetogenin dengan beberapa macamnya yang mampu menjadi penyebab musnahnya insektisida yang ada pada tanaman cabai merah keriting
Analisis Pertumbuhan Tanaman Cabai Keriting Pada Fase Vegetatif Dengan Pemupukan Berbasis Mikroorganisme Juhariah, Jujuk; Aulia, Margaretha Praba
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i1.1391

Abstract

Boyolali selain terkenal dengan hasil peternakannya juga terkenal dengan hasil pertaniannya, baik itu secara organik maupun konvensional. Tanaman hortikultura merupakan jenis tanaman banyak dibudidayakan terutama komoditas sayuran. Salah satu jenis tanaman hortikultura unggulan Boyolali adalah cabai. Fase vegetatif pertumbuhan tanaman cabai adalah salah satu faktor penunjang berhasilnya budidaya cabai di Boyolali. Untuk mendukung berkembangnya pertanian cabai organik di Boyolali maka perlu adanya suatu penelitian yang bertujuan untuk menganalisis dan mempelajari penggunaan pupuk organik berbasis mikroorganisme pada fase vegetatif tanaman cabai keriting. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah membandingkan dua perlakuan pemupukan dengan pupuk organik cair berbasis mikroorganisme pada fase vegetatif tanaman cabai keriting. Tanaman cabai keriting dalam bedengan diberi perlakuan selang seling setiap bedengannya menggunakan dua jenis pupuk yang berbeda. Kemudian akan diamati pada tujuh hari setelah tanam (HST), 14 HST, 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Adapun parameter yang akan diamati adalah jumlah tanaman hidup dalam satu bedeng, tinggi tanaman, jumlah daun, dan waktu muncul tanda peningkatan fase pertumbuhan dari vegatif ke fase generatif yang ditandai dengan munculnya cabang pertama dan diikuti dengan munculnya bunga. Hasil pengamatan kemudian diuji dengan analisis komparatif dengan dua sampel yang tidak berkorelasi. Hasil penelitian terhadap pertumbuhan tanaman cabe keriting pada fase vegetatif menunjukkan bahwa aplikasi pupuk A dan B tidak berpengaruh nyata di semua parameter, baik itu tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.
Potensi dan Strategi Budidaya Pepaya Mojosongo ( MJ9) Sebagai Produk Unggulan di Kabupaten Boyolali Anto, Priyanto; Piscesta Febrian, Dian; Suci Lestariana, Dwi
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i1.1403

Abstract

Pepaya Mojosongo (MJ9) merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi budidaya pepaya Mojosongo (MJ 9) sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Boyolali. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Sumber data yang digunakan yakni : data dari website BPS Boyolali. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dari data website. Menggunakan random sampling Kelompok tani Suko Tani dari desa Butuh. Potensi Pepaya Mojosongo (MJ 9) sangat menjanjikan karena menyerap banyak tenaga kerja, memberikan sumbangan perekonomian, merupakan sektor ekonomi basis, merupakan usaha yang berkelanjutan dan dapat diperbaharui, tidak bertentangan dengan norma sosial dan budaya serta mempunyai daya serap tinggi karena mempunyai pasar yang besar. Informasi peneltian komoditas unggulan ini tentu bisa menjadi referensi strategi kebijakan pengembangan budidaya pepaya MJ 9 di Boyolali saat ini dan masa yang akan datang.
Potensial Produk Unggulan Bunga Kol Untuk Dikembangkan Di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Widyastuti, Yuan; Ilham Pamungkas, Pasindra; Suci Lestariana, Dwi
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i2.1402

Abstract

Bunga kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) menjadi salah satu komoditas hortikultura yang dikembangkan di wilayah Kecamatan Selo. Tingginya kandungan gizi, banyaknya manfaat bagi kesehatan, tingginya permintaan pasar serta jangka waktu panen yang cukup singkat menjadikan komoditas ini dilirik oleh petani di daerah tersebut. Potensi komoditas bunga kol sebagai acuan pengembangan untuk dibudiayakan petani sangat penting untuk diketahui. Penelitian ini juga diharapkan sebagai acuan pengembangan komoditas yang dibudiayakan petani di Kecamatan Selo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi langsung pada proses tataniaga bunga kol di Pasar Sayur Cepogo dan metode wawancara secara langsung dengan reponden. Bunga kol merupakan tanaman sayuran yang cocok dikembangkan di daerah sub topis dengan ketinggian 1.000-2000mdpl. Berdasarkan hasil wawancara dengann resonden, permasalahan yang dihadapi yaitu adanya penyakit akar gada yang menyerang tanaman bunga kol. Hal ini dapat menyebabkan pernurunan produktifitas. Namun penyakit akar gada tersebut dapat dikendalikan dengan trichoderma. Terlepas dari permasalahan tersebut, permintaan kebutuhan produk bunga kol di pasar yang semakin hari semakin meningkat membuat produksi bunga kol di Indonesia juga meningkat. Produsen bunga kol tertinggi di Kabupaten Boyolali yaitu Kecamatan Selo sebanyak 20.577,2 Ton, selanjutnya Kecamatan Mojosongo sebanyak 24,5 Ton, dan terakhir Kecamatan Teras sebanyak 6,7 Ton. Seningga dari data tersebut potensi budidaya bunga kol di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali sangat besar.
Data Tanaman Padi Di Kecataman Teras Kabupaten Boyolali Diar Nurrochman, Hilalal; Sulis, Sulis Setiyo; Suci Lestariana, Dwi
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i2.1405

Abstract

Tanaman Padi di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali memiliki potensi lahan luas untuk di kembangkan. Hal ini sebagai potensi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil data akurat tentang tanaman padi diKecamatan Teras Kabupaten Boyolali dan mengetahui syarat tumbuh padi di Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali. Metode penelitian menggunakan data sekunder dengan cara mengambil data yang diinput oleh BPP (Balai Penyuluh Pertanian), yang terdiri dari 13 desa. Hasil penelitian menyatakan bahwa jumlah luas lahan panen di Kecamatan Teras dalam 1 tahun dari bulan Oktober 2018 sampai bulan September 2019 di 13 desa dalam kondisi baik untuk menanam padi dengan letak 110o 22’ - 110o 50’ Bujur Timur dan 7o 36’ - 7o 71’ Lintang Selatan, ketinggian pada 159-250 mdpl, jenis tanah regosol engan pH antara 6,5-7,5 dengan tekstur tanah sebagian besar adalah remah, dan memiliki curah hujan 1.985,8 mm yang dimana hal tersebut masuk ke dalam syarat tumbuh bagi tanaman padi.
Masalah Hama Wereng pada Pertumbuhan Padi di Kabupaten Boyolali Rifki Akbar Fauzi, Ridho; Santoso, Bagas; Lestariana, Dwi Suci
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i2.1409

Abstract

Padi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia sebagai makanan pokok. Pesatnya kebutuhan akan hal tersebut dibutuhkannya peningkatan dari segi kualitas dan juga kuantitas. Penurunan jumlah produksi diakibatkan hama yang menyerang padi pada bagian pangkat batang sehingga malai mati dan berpengaruh pada bulir yang kosong sehingga mutu produksi berkurang. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui masalah hama pada tanaman padi yang terjadi pada musim pancaroba. Penilitian ini menggunakan metode survai yang di laksanakan pada masalah pertanian padi pada musim pancaroba di daerah desa nglembu, kecamatan sambi, kabupaten boyolali. Data yang di ambil dalam penelitian menggunakan data primer yaitu data yang didapat dari mewancarai langsung kepada petani di daerah sambi. Padi di sawah desa Nglembu, kecamatan Sambi. Pada musim pancaroba mayoritas petani padi di desa tersebut sedang mengalami masalah tentang hama yang menyerang tanaman padi. Serangan hama ini dapat menyebabkan gejala sundep pada tanaman padi sawah yaitu larva menyerang pangkal daun muda kemudian menjadi layu dan mengering. Ada beberapa tantangan yang di hadapi petani padi di Desa Nglembu, Kecamatan Sambi yaitu para petani yang kurangnya mengetahui jenis-jenis hama dan cara menanggulanginya, serta kurangnya pengetahuan tentang pengatasian setelah hama sudah di basmi. Solusi yang ditawarkan kepada petani yaitu penyemprotan hama menggunakan inseksida belt yang dapat mengendalikan hama sundlep dengan pengaplikasian 1 kali setelah terserang hama. Kerugian yang di sebabkan serangan hama dapat berupa penurunan jumlah dan mutu produksi Padi di desa Nglembu, kecamatan Sambi. Pada musim pancaroba mayoritas petani padi di desa tersebut sedang mengalami masalah tentang hama yang menyerang tanaman padi.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Bayam (Amaranthus sp.) Asri, Putri Nawang; Juhariah, Jujuk; Hertini, Etty Sri; Muryanto, Sigit
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i2.1495

Abstract

Peminat sayur bayam cukup banyak di Indonesia. Kandungan serat, protein, mineral seperti zat besi, kalsium serta vitamin C, K, dan asam folat yang terdapat dalam hijau daun baik untuk kesehatan tubuh. Sayuran mempunyai nilai jual yang relatif tinggi dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional sebagai sumber perolehan bagi penduduk lokal atau penanam skala kecil, menengah maupun besar. Pelaksanaan penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan serta hasil panen tanaman bayam terhadap pemupukan menggunakan pupuk organik berwujud cair berbasis bambu dan pupuk organik berwujud cair berbasis limbah ternak. Pelaksanaan berada di desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali pada tanggal 16 Maret 2024 s/d 15 April 2024. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga faktor serta tiga ulangan. Jenis tanaman bayam sebagai faktor pertama, pupuk organik berwujud cair berbasis bambu dengan dua dosis berbeda sebagai faktor kedua dan faktor ketiga adalah pupuk organik berwujud cair berbasis limbah ternak dengan dua dosis yang berbeda. Tinggi tanaman, jumlah helaian daun, bobot segar tanaman bayam serta panjang akar tanaman merupakan variabel yang diamati. Penelitian menjelaskan bahwa pupuk organik cair berbasis limbah ternak 20ml/10 liter lebih efektif daripada pupuk organik berbasis bambu 1ml/8liter.
Pengaruh Jenis Zat Pengatur Tumbuh dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Perkecabahan Bunga Zinnia spp Santosa, Supriyadi; Hertini, Etty Sri; Muryanto, Sigit
AGROTECH Research Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/arj.v5i2.1582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman berbagai jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap pertumbuhan kecambah tanaman Zinnia spp. Penelitian dilakukan di Kebun Bibit Tanaman Pangan dan Hortikultura tohudan Surakarta yang beralamat di Dukuh Kepoh RT. 03 / 06, Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, selama 1 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak Kelompok (RAk) dengan 2 faktorial, Faktor pertama varietas tanaman zinnia dan factor ke dua dengan pemberian ZPT yaitu auksin, bawang merah, lidah buaya dan kontrol, masing-masing dengan tiga ulangan.Perlakuan perendaman ZPT dilakukan pada benih Zinnia selama 1 jam sebelum penyemaian. Parameter yang diamati meliputi kecepatan kecambah, daya kecambah serta berat kecambah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman ZPT tidak berpengaruh signifikan terhadap semua parameter pertumbuhan perkecambahn tanaman Zinnia. Terdapat interaksi yang signifikan antara konsentrasi ZPT dan varietas terhadap semua parameter pertumbuhan perkecambahan tanaman Zinnia.