cover
Contact Name
Bobby Putrawan
Contact Email
sttwa.malang@gmail.com
Phone
+628176907033
Journal Mail Official
jurnalservire@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape Cut Nyak Dien Street, Rt.06, Nunukan Barat, Nunukan, North Kalimantan, Indonesia 77482
Location
Kab. nunukan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Servire: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2809137X     DOI : 10.46362/servire
SERVIRE merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian, dengan nomor terdaftar e-ISSN: 2809-137X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Perkumpulan Teolog Agama Kristen dan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape. Fokus dan Ruang Lingkup Artikel yang dimuat dalam SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, dan Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Visitasi Gembala Kepada Anggota Gereja Antonius Missa
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2021)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.004 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i1.107

Abstract

Menjadi gembala merupakan sebuah panggilan dan tugas mulia dari sang Gembala Agung Tuhan Yesus Kristus. Selain penggembalaan, Gembala juga memiliki peran sebagai penanggungjawab untuk membawa anggotanya kepada pertumbuhan rohani yang lebih siginifikan, maksudnya secara terus menerus adanya peningkatan ataupun perubahan yang umat sendiri kerjakan, sehingga setiap kehidupan rohani dari anggota gereja semakin menjadi garam dan terang dunia
Pelatihan Peningkatan Efektivitas Pelayanan Jemaat Di Gereja Bethel Jemaat Sion Kemiri-Sentani Lewi Kabanga
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.478 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i2.119

Abstract

The Holy Spirit works in every individual and God's church. In this context, there appears to be a problem of individuals and God's church working in accordance with self or group interests.The goal of this community service is to assist the Congestions of Bethel (Gereja Pentakosta) church in Kemiri-Sentani in solving their inactivated worship as a its general problem. The method used in this study was divided into some steps namely observation and In-depth Interview, main activity, and documentation/publication. The Results of this community service shows that there are two causes in-activated worship in that church. Those causes are (1) Natural condition and (2) inconsistence of a preachers. To solve the problem, Members of team decide to (1) build water detention to prevent water enter into the church’ yard and inside of body church. (2) The team will help the congestions by establishing connection and cooperation to support good service in conducting worship time in this church. Roh Kudus bekerja dalam diri setiap individu dan gereja Tuhan. Pada konteks ini, muncul adanya masalah dari individu dan gereja Tuhan berkarya sesuai dengan kepentingan diri atau kelompok. Kegiatan pengabadian ini bertujuan untuk membantu jemaat Tuhan di Gereja Bethel (Gereja Pentakosta) Kecapi Sion, Kemiri-Sentani dalam menyelesaikan penyebab kevakuman ibadah yang sering dialami. Metode yang digunakan dalam melakukan kegiatan yang kemudian dibagi dalam beberapa bagian yaitu observasi, dan IDI (interview mendalam), kegiatan inti, dan dokumentasi/publikasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa ada 2 penyebab terjadinya kevakuman beribadah yang dialami gereja yaitu (1) keadaan alam dan (2) ketidak konsistenan gembala. Cara altrnatif yang diterapkan untuk mencegah kevakuman beribadah adalah (1) Tim akan membuat talud pencegah banjir yang sering meresahkan warga jemaat dan (2) Tim akan membantu jemaat dengan cara membangun koneksi dan kerjasama dalam memberikan pelayanan ke gereje ini.
Seni Pertunjukan Dalam Ibadah Ekspresif Di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Lembah Pujian Kasongan Cristi Devi Darnita
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.664 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i2.124

Abstract

Implementing Community Service Activities for the Religious Performing Arts Study Program in partnership with GSJA Lembah Pujian Kasongan. Partners' problem is that performing arts in expressive worship still needs to be optimal. Based on these problems, the PKM Team uses the Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) method, which focuses on assets already owned by partners. The solution offered by considering the existence of assets and potential is to provide tambourine dance training and illustrations of God's words to improve performing arts in expressive worship at GSJA Lembah Pujian Kasongan. PKM activities are carried out in three stages, namely: 1.Pre-training, which includes surveys and observations; 2. Training which includes tambourine dance training and illustrations of God's word; and 3. Evaluation in the form of participants' performances at Sunday services and questionnaires related to the training given. The expected output of this training is that the participants understand the concept and apply the tambourine dance in service and the concept of illustrating God's word in the form of drama. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Seni Pertunjukan Keagamaan bermitra dengan GSJA Lembah Pujian Kasongan. Permasalahan yang dimiliki oleh mitra adalah belum optimalnya penggunaan seni pertunjukan dalam ibadah ekspresif. Berdasarkan permasalahan tersebut, Tim PKM menggunakan metode Asset Based Community-Driven Development (ABCD) yang berfokus pada aset yang telah dimiliki mitra. Solusi yang ditawarkan dengan melihat adanya aset dan potensi adalah dengan memberikan pelatihan tari tamborin dan ilustrasi firman Tuhan sebagai upaya peningkatan seni pertunjukan dalam ibadah ekspresif di GSJA Lembah Pujian Kasongan.Kegiatan PKM dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu (1) pra pelatihan yang meliputi survei dan observasi, (2) pelatihan yang meliputi pelatihan tari tamborin dan ilustrasi firman Tuhan, dan (3) evaluasi dalam bentuk penampilan peserta pada ibadah hari Minggu dan kuisioner terkait pelatihan yang telah diberikan. Luaran yang diharapkan pada pelatihan ini adalah peserta memahami konsep dan mengaplikasikan tari tamborin dalam bentuk pelayanan dan konsep ilustrasi firman Tuhan dalam bentuk drama.
Pendampingan Pelayanan Di Tengah Covid-19 Di Gereja Banua Niha Keriso Protestan Pewarta Tangerang Arif Yupiter Gulo; Bobby Kurnia Putrawan
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.322 KB) | DOI: 10.46362/servire.v3i1.127

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar sebab bukan hanya mempengaruhi aspek kehidupan manusia yang ditandai dengan aspek perkonomian dan aspek kesehatan masyarakat, tetapi akan mempengaruhi keefektifan pelayanan gereja. Selama masa krisis pandemi Covid-19 pemerintah menghimbau untuk menjauhi kerumunan supaya tidak tertular penyakit yang membahayakan itu dengan menghentikan untuk sementara tempat-tempat yang mengakibatkan orang bisa berkerumun termasuk kegiatan pelayanan gereja. Dihentikan untuk sementara pelayanan gereja maka perlu memikirkan strategi agar pelayanan dapat efektif seperti biasanya. Artikel ini memiliki tujuan menjelaskan pendampingan pelayanan di tengah Covid-19 di Gereja Banua Niha Keriso Protestan Pewarta Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendmapingan pelayanan gereja supaya dapat efektif hanya melalui pelayanan secara virtual sehingga berjalan dengan baik dan juga panggilan untuk berdiakonia bagi jemaat yang beribadah Covid-19 guna menghibur dan meneguhkan mereka yang menunjukkan bahwa di tengah-tengah kesulitan, maka gereja selalu mendampingi dan merasakannya. Pandemi Covid-19 menjadi tantangan terbesar sebab bukan hanya mempengaruhi aspek kehidupan manusia yang ditandai dengan aspek perkonomian dan aspek kesehatan masyarakat, akan tetapi mempengaruhi keefektifan pelayanan gereja. Selama masa-masa krisis pandemi Covid-19 pemerintah menghimbau untuk menjauhi kerumunan supaya tidak tertularkan penyakit yang membahayakan itu dengan menghentikan untuk sementara tempat-tempat yang mengakibatkan orang bisa berkerumun termasuk kegiatan pelayanan gereja. Dengan dihentikan untuk sementara pelayanan gereja maka perlu memikirkan strategi supaya pelayanan dapat efektif seperti biasanya. PkM ini memiliki tujuan menjelaskan pendampingan pelayanan di tengah Covid-19 di Gereja Banua Niha Keriso Protestan Pewarta Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendampingan pelayanan gereja supaya dapat efektif hanya melalui pelayanan secara virtual sehingga berjalan dengan baik dan juga panggilan untuk berdiakonia bagi jemaat yang terdampak Covid-19 guna untuk menghibur dan meneguhkan mereka yang menunjukkan bahwa di tengah-tengah kesulitan, maka gereja selalu mendampingi dan merasakannya.
Pedagogi Guru Matematika Melalui Teknologi Zakaria Yusak Tadung; Juli Santoso
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.703 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i2.128

Abstract

Pedagogi Guru pada pelajaran Matematika merupakan bagian integral dari mediasi pembelajaran di kelas melalui teknologi. Artikel ini menjelaskan analisis literatur logis yang menyelidiki MTP. SLR membuat temuan dari studi penelitian MTP saat ini dengan intervensi teknologi dan studi sebelumnya yang digunakan dalam pendidikan untuk MTP dengan GeoGebra. Penilaian kualitas makalah dilakukan melalui pemurnian dokumen berulang dan dikeluarkan dari analisis. Dua puluh delapan publikasi memenuhi kriteria penyempurnaan dan inklusi atau eksklusi dari 110 makalah. Kerangka PRISMA yang dimodifikasi mencontohkan tinjauan pustaka yang sesuai. Hasilnya mengungkapkan bahwa intervensi MATLAB, IWB, WxMaxima, CAS, TIK, materi konkret, dan sumber daya lainnya dalam mengembangkan kinerja siswa dalam matematika secara umum efektif. Penulis menyelesaikan, mengamati, dan mendiskusikan tujuan tinjauan, beberapa batasan, dan arah masa depan untuk MTP dengan TPACK dan GG.
Pendampingan Industri Perumahan Lumpia Sebagai Oleh-Oleh Khas Semarang Imron Widjaja; Tan Winda; Iswahyudi Iswahyudi
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.993 KB) | DOI: 10.46362/servire.v3i1.129

Abstract

The food souvenir industry in Semarang is currently dominated by several well-known celebrity brands. This large capital business hampers the competitiveness of the local souvenir home food industry. This community partnership program works with home industry partners "Yudi Lumpia" to gain their competitiveness. The problems experienced by partners are: (1) production is not efficient, (2) packaging is not up to standard, (3) business management, finance and marketing are not good, and (4) do not have PIRT and Halal permits. To overcome these problems assistance has been carried out, including: (1) procurement of production equipment that has been upgraded to overcome production inefficiencies; (2) repackaging the product using a sealer and redesigning the packaging box; (3) mentoring and workshops on market research topics, product diversification, financial management, stock management, and e-commerce; and (4) assistance in obtaining PIRT and Halal permits. After the mentoring efforts, the following results were obtained: (1) increased production efficiency and safety; (2) better product shelf life; (3) increasing understanding and changing behavior related to business management, finance, and marketing; (4) expansion of marketing and (5) issuance of PIRT licenses. Industri oleh-oleh makanan di Semarang saat ini didominasi oleh beberapa merek selebriti ternama. Bisnis modal besar ini menghambat daya saing industri makanan rumahan oleh-oleh lokal. Program kemitraan masyarakat ini bekerja sama dengan mitra industri rumah tangga “Yudi Lumpia” untuk mendapatkan daya saing mereka. Permasalahan yang dialami mitra adalah: (1) produksi tidak efisien, (2) pengemasan tidak sesuai standar, (3) pengelolaan usaha, keuangan, dan pemasaran kurang baik, dan (4) tidak memiliki PIRT dan izin Halal . Untuk mengatasi permasalahan tersebut telah dilakukan pendampingan antara lain: (1) pengadaan alat produksi yang telah diupgrade untuk mengatasi inefisiensi produksi; (2) pengemasan ulang produk menggunakan sealer dan desain ulang kotak kemasan; (3) pendampingan dan workshop dengan topik riset pasar, diversifikasi produk, manajemen keuangan, manajemen stok, dan e-commerce; dan (4) pendampingan untuk memperoleh PIRT dan izin Halal. Setelah upaya pendampingan diperoleh hasil: (1) peningkatan efisiensi dan keamanan produksi; (2) umur simpan produk yang lebih baik; (3) peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku terkait manajemen usaha, keuangan, dan pemasaran; (4) perluasan pemasaran dan (5) penerbitan izin PIRT.
Application of Christian Religious Education Teacher Leadership to Realize Sunday School Quality at the Batu Hidup Christian Church, Muara Karang, Jakarta Krisna Karolina Tafetin; Christian Ade Maranatha; Ester Agustini Tandana
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2021)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.475 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i1.130

Abstract

Christian Religious Education Teachers (CRE) are educators and shapers of behavior for children to have and emulate the character of Christ. Christian Religious Education (PAK) teachers have the right to provide effective teaching, for every child who is committed to accepting Jesus Christ as Lord and Savior. This is addressed to the Sunday School children of the Living Stone Christian Church (GKBH). The purpose of this study was to analyze and describe the implementation of Christian Religious Education teacher leadership to realize Sunday School quality at the Batu Hidup Muara Karang Christian Church. The method used is the method of library research and observation accompanied by structured interviews from the research site. Data and information obtained from research results, literature (library), and other sources in the form of books, articles and even journals were obtained. The results of this study at the Sunday School at the Batu Hidup Christian Church in Muara Karang, show that the leadership of the Sunday School teachers has been well managed. The teaching process uses props, the teacher is friendly and teaches patiently in dealing with the nature of children. Other additional activities include drawing, ice breaker, and coloring so that children don't get bored in learning. Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah pendidik dan pembentuk perilaku bagi anak-anak agar memiliki dan meneladani karakter Kristus. Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) berhak untuk memberikan pengajaran yang efektif, bagi setiap anak-anak yang berkomitmen untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat. Hal ini ditujukan kepada anak-anak Sekolah Minggu Gereja Kristen Batu Hidup (GKBH). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kepemimpinan guru Pendidikan Agama Kristen untuk mewujudkan mutu Sekolah Minggu di Gereja Kristen Batu Hidup Muara Karang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan serta observasi yang disertai wawancara terstruktur dari tempat penelitian. Data dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian, literatur (kepustakaan), dan sumber-sumber lain berupa buku, artikel bahkan jurnal yang diperoleh. Hasil penelitian di Sekolah Minggu di Gereja Kristen Batu Hidup Muara Karang ini, menunjukkan bahwa kepemimpinan guru Sekolah Minggu telah di terapakan dengan baik. Proses pengajarannya menggunakan alat peraga, guru ramah dan mengajar dengan penuh kesabaran dalam menghadapi sifat anak-anak. Aktivitas tambahan lainnya berupa menggambar, Ice breaker, dan mewarnai sehingga anak-anak tidak jenuh dalam belajar.
Improving Student Creativity with Reading Literacy in the Moriah Theological High School Library Nofi Emelan Haning; Vince Sarlina Dawa; Mutya Arini Saekoko; Widjaja Sugiri
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2021)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.103 KB) | DOI: 10.46362/servire.v2i1.131

Abstract

Many factors lead to the low quality of learning, including the not yet fully utilized learning resources, both by lecturers and students. The library is a reference source of learning for students, so we need a quality and ideal library. One of the supports as a learning resource that must be held by schools is the use of the school library. This study aims to determine the role of the school library in providing learning resources at Moriah Theological College. The research method used in this study is descriptive qualitative with the APTE Model (Needs Analysis, Training, Action, and Evaluation). Observations were made directly in the library regarding the infrastructure of the library. Documentation, namely a list of books, a list of loans, and library visitor data. The results of the research conducted can be said that the library of the Moriah Theological College has a good role in supporting learning, namely as an educational, informative facility, and the library at the Sekolah Tinggi Teologi Moriah in terms of facilities and infrastructure has met library standards well. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas pembelajaran di antaranya yaitu belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh dosen maupun mahasiswa. Perpustakaan merupakan acuan sumber belajar bagi mahasiswa, sehingga diperlukan suatu perpustakaan yang berkualitas dan ideal. Salah satu pendukung sebagai sumber belajar yang harus diadakan oleh sekolah adalah dimanfaatkannya perpustakaan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perpustakaan sekolah dalam penyediaan sumber belajar di Sekolah Tinggi Teologi Moriah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Model APTE (Analisis kebutuhan, Pelatihan, Tindakan, dan Evaluasi). Observasi dilakukan langsung di perpustakaan mengenai sarana prasarana yang ada di perpustakaan. Dokumentasi yaitu daftar buku-buku, daftar peminjaman dan data pengunjung perpustakaan. Hasil penelitian yang dilakukan dapat dikatakan perpustakaan Sekolah Tinggi Teologi Moriah memiliki peran yang baik dalam menunjang suatu pembelajaran, yaitu sebagai sarana edukatif, informatif, dan perpustakaan di Sekolah Tinggi Teologi Moriah dari segi sarana dan prasarana sudah memenuhi standar perpustakaan dengan baik.
Pendampingan Kreativitas Guru Mengajar Dengan Mengunakan Metode Mewarnai Dalam Meningkatkan Minat Siswa Dalam Proses Pembelajaran Di Sekolah Dasar 36 Menining Verra Ria Christia; Novida Dwici Yuanri Manik; Christian Ade Maranatha
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.25 KB) | DOI: 10.46362/servire.v3i1.132

Abstract

Teacher creativity in teaching is the main thing so that children have an interest in learning. Teacher creativity is the basis for producing children who have an interest in the learning process and become creative children. Apparently, in creating learning, creative teachers are needed, this must be based on various aspects, one of which is seen from the teacher, so that children have an interest in learning, there it will be seen clearly how a teacher teaches creatively and makes children have an interest in learning. the learning. A teacher has a duty to educate and instill creativity in children. This writing tries how a teacher is able to create children to have an interest in learning. The teacher's creativity is the basis for children to be more interested in participating in the learning process, and teachers must also be able to be creative in learning. Various tools and facilities that support in creating a comfortable atmosphere, one of which is by using coloring it is really needed in the teaching process so that the child's learning process is not boring. The main objective of this research is to find out how much the teacher's creativity in the teaching process will be seen by students in increasing children's interest in the learning process. Kreatifitas guru dalam mengajar merupakan hal yang utama agar anak memiliki minat belajar. Kreatifitas guru menjadi dasar supaya menghasilkan anak-anak yang memiliki minat dalam proses pembelajaran dan menjadi anak yang kreatif. Ternyata, dalam menciptakan Pembelajaran di perlukan guru yang kreatif, hal tersebut harus didasari oleh berbagai aspek salah satunya adalah dilihat dari gurunya, sehingga anak memiliki minat untuk belajar, di situ akan terlihat dengan jelas bagaimana seorang guru mengajar dengan kreatif dan menjadikan anak memiliki minat dalam pembelajaran tersebut. Seorang guru memiliki tugas untuk mendidik, dan menanamkan kreatifitas kepada anak. Penulisan ini mencoba bagaimana seorang guru mampu menciptakan anak agar memiliki minat dalam pembelajaran. Kreatifitas guru yang dimiliki menjadi dasar agar anak lebih berminat untuk mengikuti proses pembelajaran, dan guru juga harus bisa menjadi kreatif dalam pembelajaran. Berbagai alat dan sarana yang menjadi pendukung dalam menciptakan suasana yang nyaman, salah satunya dengan menggunakan mewarnai hal tersebut sangat dibutuhkan dalam proses mengajar agar proses belajar anak tidak membosankan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kreatifitas guru dalam proses mengaar yang akan dilihat oleh anak didik dalam meningkatkan minat anak untuk proses pembelajaran.
Assistance of Students in Christian Religious Education to Increase Learning Motivation at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java Ricky Ivan Kristian Sitorus; Yusak Tanasyah
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i1.134

Abstract

Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere, and even a learning process, so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills. Christian Religious Education to educate him. Student assistance is something that already has good personal quality standards, responsibility, independence and even discipline. So don't be surprised a student mentoring must also be able to provide and instill it all, so that it can motivate students personally, even equip students through various needs, and grow in Jesus Christ. Assistance to PAK teachers must also be able to become creative coordinators in increasing the motivation of students in each lesson, because most of it is in the surrounding environment such as schools and homes, it can affect students to become lazy in learning, so they cannot be motivated in participating in learning. The main objective of this research is to assist students in Christian Religious Education to increase their motivation to study at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar, dan bahkan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan, maka dari sini perlulah pendampingan pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk mendidiknya. Pendampingan peserta didik menjadi suatu hal yang sudah memiliki standar kualitas pribadi yang baik, tanggung jawab, mandiri dan bahkan disiplin. Maka jangan heran seorang pendampingan peserta didik juga harus bisa memberikan dan menanamkan itu semua, agar bisa memotivasikan peserta didik dalam pribadinya, bahkan memperlengkapi peserta didik melalui berbagai kebutuhan, dan bertumbuh di dalam Yesus Kristus. Pendampingan kepada Guru PAK juga harus bisa menjadi koordinator yang kreatif dalam meningkatkan motivasi peserta didik setiap pembelajaran, sebab karena sebagian besar di lingkungan sekitarnya seperti sekolah, dan rumah, bisa mempengaruhi peserta didik menjadi malas belajar, sehingga tidak bisa motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah pendampingan peserta didik dalam Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan motivasi belajar di Sekolah Dasar Benih Pengharapan, Lembang, Jawa Barat.