cover
Contact Name
Bobby Putrawan
Contact Email
sttwa.malang@gmail.com
Phone
+628176907033
Journal Mail Official
jurnalservire@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape Cut Nyak Dien Street, Rt.06, Nunukan Barat, Nunukan, North Kalimantan, Indonesia 77482
Location
Kab. nunukan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Servire: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2809137X     DOI : 10.46362/servire
SERVIRE merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian, dengan nomor terdaftar e-ISSN: 2809-137X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Perkumpulan Teolog Agama Kristen dan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape. Fokus dan Ruang Lingkup Artikel yang dimuat dalam SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, dan Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Pendampingan Dan Pelatihan Pijat Laktasi Dan Teknik Relaksasi Hypnobreastfeeding Bagi Ibu Menyusui Di Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara Sunarti, Nina; Supriyono, Ragil; Sofiah, Wiwik
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.234

Abstract

The postpartum period is the first six weeks after giving birth, which will be a very exciting moment, but also a period of adjustment and healing for the mother. During these weeks, the mother will bond with the baby and they will also undergo postnatal check-ups. Postpartum mothers will adapt both physiologically and psychologically to everyday life. After giving birth, it has its own challenges, especially if you are a new mother. One important thing that cannot be avoided is that mothers must go through phases of change in their physiology and psychology. The aim is to provide education and basic skills training to postpartum mothers to prepare them for the process of breastfeeding their babies at home. This activity was carried out on September 2024 at the Koja District Health Center. Participants in this activity were postpartum mothers on days 1-2 and pregnant women in the third trimester. The methods used in this activity are health training, discussion and practice of lactation massage and hypnobreastfeeding techniques. Assessment is carried out through pre-test and post-test activities carried out by trained staff to provide basic skills regarding lactation massage and hypnobreastfeeding techniques. This evaluation resulted that postpartum mothers and pregnant women have a high level of understanding and skills in lactation massage procedures and hypnobreastfeeding techniques. Mothers are expected to be able to apply the skills they have learned and become peer educators in their environment. Masa nifas adalah masa selama enam minggu pertama setelah melahirkan, Dimana akan menjadi moment yang sangat menggembirakan, tetapi juga merupakan periode penyesuaian dan penyembuhan bagi ibu. Selama minggu-minggu ini, ibu akan terikat dengan bayi dan mereka juga akan menjalani pemeriksaan pasca melahirkan. Ibu nifas akan menyesuaikan diri baik dari segi fisiologi maupun psikologis dengan kehidupan sehari-hari. Setelah melahirkan, hal tersebut memiliki tantangan tersendiri, terutama jika kamu seorang ibu baru. Salah satu hal penting yang tidak bisa di hindari adalah ibu harus melawati fase perubahan fisiologi dan psikologinya. Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan dan pelatihan keterampilan dasar pada ibu nifas untuk mempersiapkan proses menyusui bayinya saat dirumah. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 15 September 2023 bertempat di Puskesmas Kecamatan Koja. Peserta pada kegiatan ini ibu nifas hari ke 1-2 dan ibu hamil Trimester III sebanyak 15 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan Kesehatan, diskusi dan praktik pijat laktasi dan tehnik hipnobreastfeeding. Penilaian dilakukan melalui pre-test dan post-test kegiatan yang dilakukan oleh para pengabdi yang terlatih untuk memberikan keterampilan dasar tentang pijat laktasi dan tehnik hipnobreastfeeding. Evaluasi tersebut menghasilkan bahwa ibu nifas dan ibi hamil memiliki tingkat pemahaman dan keterampilan yang tinggi dalam prosedur pijat laktasi dan tehnik hipnobreastfeeding, Para ibu diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajarinya dan menjadi peer pendidik di lingkungannya.
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Sosial Dan Emosional Anak Usia Sekolah Di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara Hutahean, Mangala Batara; Setiawan, Ruthnawaty; Setiawan, Samuel Tanasyah; Tanasyah, Yusak; Putrawan, Bobby Kurnia
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.249

Abstract

This Community Service activity aims to develop the social and emotional skills of children at the Cikahuripan Nusantara Association Foundation through the implementation of various innovative and participatory educational strategies. The program includes a series of activities designed to improve communication skills, empathy, emotion management, and cooperation among children. The methodology used in the program involves a participatory approach that involves children, teachers, and parents in a variety of activities, including role-playing, group discussions, and collaborative projects. This activity is carried out regularly with periodic supervision and evaluation to measure children's development. The results of this activity show that a holistic and inclusive approach can significantly improve children's social and emotional skills. Children who are involved in the program show improvement in communicating effectively, showing empathy for others, managing emotions better, and working together in a team. The conclusion of this activity is that development strategies that involve a collaborative approach and active support from families and communities can have a significant positive impact on children's social and emotional development. The program not only improves the quality of children's social interactions but also strengthens the bonds between children, families, and communities. The implementation of this strategy is expected to be adopted by other educational institutions as a model to improve children's overall welfare and development. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara melalui penerapan berbagai strategi pendidikan yang inovatif dan partisipatif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, pengelolaan emosi, dan kerjasama di kalangan anak-anak. Metodologi yang digunakan dalam program ini melibatkan pendekatan partisipatif yang mengikutsertakan anak-anak, guru, dan orang tua dalam berbagai aktivitas, termasuk permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan pengawasan dan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan inklusif dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam program ini menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati terhadap orang lain, mengelola emosi dengan lebih baik, dan bekerja sama dalam tim. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengembangan yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan dukungan aktif dari keluarga serta komunitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi sosial anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan antara anak, keluarga, dan komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai model untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak secara keseluruhan.
Pelatihan Dasar Konseling Kristen bagi Guru Sekolah Minggu di Gereja Masehi Injili Timor Zoar Penkase Oeleta Mada, Debby Yunita; Riada, Marleny Rambu; Hilly, Roberto Gabriel; Pellondou, Yenry Anastasia; Toleu, Irnawaty
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.250

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan Pelatihan Dasar Konseling Kristen bagi Guru Sekolah Minggu, dilaksanakan di GMIT Zoar Penkase Oeleta- Kota Kupang. PkM ini dilatarbelakangi oleh kesadaran guru sekolah minggu tentang pentingnya memiliki kemapuan konseling sehingga mampu memahami keadaan anak-anak Sekolah minggu yang sedang menghadapi krisis dalam kehidupannya seperti perceraian orang tua, kematian orang penting (misalnya, orang tua, saudara, kakek, nenek, atau teman), sakit keras, masuk rumah sakit, kekerasan (fisik, seksual, emosional), kecelakaan, dan trauma. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan teknik konseling dasar kepada guru sekolah minggu terkait pentingnya kepekaan sehingga dapat memahami permasalahan yang dihadapi anak-anak sekolah minggu, dengan metode seminar dan pelatihan. Sehingga, pada akhirnya kegiatan ini berhasil mengedukasi guru sekolah minggu dengan keterampilan dasar dari teknik konseling, yang kemudian dapat mereka terapkan dalam kegiatan pendampingan dan konseling bagi anak-anak sekolah minggu yang berada dalam situasi problematik.
Inovasi Penggunaan Limbah Pertanian sebagai Media Filter Air Melalui Pengolahan Air Skala Rumah Tangga di Halmahera Barat Ahmad, Badrun; Saputra, Muhammad Taufiq Yuda; Alkatiri, Hilda
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.265

Abstract

This community service aims to improve the quality of life of the people in Braha Village by providing affordable access to clean water. Currently, the water condition in Braha Village is murky, especially during the rainy season. This is due to poor sanitation, direct disposal of domestic waste into the ground, and leaking septic tanks, which are close to residents' wells, causing the water to become turbid. By utilizing agricultural waste as a water filter media, the community not only obtains clean water but can also reduce water treatment costs. Through a socialization process and the creation of simple water filtration technology, the community is encouraged to utilize local waste such as fruit peels and leaves as filter raw materials. The results show a significant improvement in water quality, as well as increased public awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness. This innovation is expected to serve as a model for other villages in Indonesia to address similar problems. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Braha melalui penyediaan akses air bersih yang terjangkau. Saat ini, kondisi air di desa Braha berwarna keruh, apalagi pada saat musim hujan. Hal ini karena buruknya sanitasi, pembuangan limbah domestik ke tanah secara langsung, dan septik yang tidak kedap air, berdekatan dengan sumur warga menjadi penyebab kekeruhan air. Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai media filter air, masyarakat tidak hanya mendapatkan air bersih, tetapi juga dapat mengurangi biaya pengolahan air. Melalui proses sosialisasi dan pembuatan teknologi penyaringan air secara sederhana ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah lokal seperti kulit buah dan daun sebagai bahan baku filter. Hasilnya menunjukkan peningkatan kualitas air yang signifikan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengatasi permasalahan serupa.
Penguatan Karakter Sigap Mitigasi Bencana Karhutla dan Banjir pada Siswa SD Negeri 1 Petuk Katimpun Melalui Video Animasi dan Poster Muhammad Zusanri Batubara; Windi Susetyo Ningrum; Sry Rita Puspitasari; Aprilia Lusiana; Muhamad Risky Hidayat; M Hanif Kurniawan; Yunita
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.269

Abstract

This activity is an alternative to handling forest and land fire and flood disaster problems by strengthening the character of disaster preparedness with a partner group of SD Negeri 1 Petuk Katimpun students. These problems are essential to overcome through management aspects and social aspects. The implementation method includes socialization, training, technology application, mentoring/evaluation, and program sustainability. The implementation results show that the first stage is socialization, which is carried out to provide knowledge and insight through learning and strengthen the character of alertness to mitigate forest and land fires and floods through animated videos and posters. The second stage is training, divided into two sessions: disaster mitigation training and disaster mitigation alert character-strengthening training through animated videos and posters. The third stage is applying technology, namely introducing forest, land fire, flood disaster mitigation equipment, and practising technology. The fourth stage is mentoring and evaluation to ensure that partner groups experience increased disaster mitigation readiness. The fifth stage is program sustainability, which encourages schools to maintain and expand program. Kegiatan ini adalah alternatif penanganan permasalahan bencana karhutla dan banjir melalui penguatan karakter sigap mitiasi bencana dengan kelompok mitra siswa SD Negeri 1 Petuk Katimpun. Permasalahan tersebut penting ditanggulangi melalui aspek manajemen dan aspek sosial kemasyarakatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan/evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil pelaksanaan adalah tahapan pertama adalah sosialisasi, melaksanakan sosialisasi dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan melalui pembelajaran dan penguatan karakter sigap mitigasi bencana karhutla dan banjir melalui video animasi dan poster. Tahapan kedua adalah pelatihan yang terbagi dua sesi yaitu pelatihan mitigasi bencana dan pelatihan penguatan karakter sigap mitigasi bencana melalui video animasi dan poster. Tahapan ketiga adalah penerapan teknologi yaitu memperkenalkan peralatan mitigasi bencana karhutla dan banjir sekaligus mempraktikkan teknologi. Tahapan keempat adalah pendampingan dan evaluasi dengan tujuan memastikan kelompok mitra mengalami peningkatan sigap mitigasi bencana. Tahapan kelima adalah keberlanjutan program yaitu mendorong pihak sekolah untuk menjaga dan memperluas program.
Pemberdayaan Kelompok Nekto Nopala Dalam Pembuatan Kompos Blok Berbahan Dasar Kotoran Sapi Simamora, Ture; Nahak, Oktovianus Rafael Tahu Bauk; Neonbeni, Eduardus Yosef; Neonnub, Jefrianus
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.272

Abstract

This community service activity aims to empower the Nekto Nopala Group through training in making compost blocks made from cow dung. The main problem faced by this group is the low utilisation of livestock waste, which has the potential to become a source of environmental pollution and has not provided additional economic value to the local community. This activity involved technical training on composting, from raw material collection, fermentation process, to block composting moulding techniques. The results of this programme showed an increase in the group's knowledge and skills in utilising cow dung into quality compost products. The positive impact of this activity can be seen in the increased community awareness of the importance of organic farming and sustainable management of livestock waste. This programme is expected to become a model for other community empowerment efforts in utilising local potential to improve economic welfare and environmental sustainability. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Nekto Nopala melalui pelatihan pembuatan kompos blok berbahan dasar kotoran sapi. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok ini adalah rendahnya pemanfaatan limbah ternak, yang berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan dan belum memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini melibatkan pelatihan teknis pembuatan kompos, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses fermentasi, hingga teknik pencetakan kompos blok. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam memanfaatkan kotoran sapi menjadi produk kompos yang berkualitas. Dampak positif dari kegiatan ini terlihat pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian organik serta pengelolaan limbah ternak secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model bagi upaya pemberdayaan masyarakat lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Pembinaan Peningkatan Kapasitas Produksi Minyak Sereh Wangi Kelompok Tani Gema Industri Nino, Jefrianus; Satmalawati, Maria Magdalena Endah Mulat; Fallo, Marsianus; Kadha, Faustinus
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2025)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v5i1.278

Abstract

Lemongrass (Cymbopogon nardus. L) is a type of essential oil plant whose essential oil is obtained from the leaves and stems of lemongrass. Lemongrass is classified as a medicinal plant with active compounds that can be used as medicine. The lemongrass oil distillation technique carried out by the Gema Industri farmer group uses the water distillation method. The water distillation method carried out by the Gema Industri farmer group using iron drums can affect the quality of the lemongrass oil produced. An inefficient cooling system (condenser) causes product loss because the components of lemongrass oil are volatile or easily evaporated so that it greatly affects the quality of the distillation results. The purpose of community service is to improve the design of lemongrass oil distillation equipment using a steam distiller made of stainless steel with science and technology input and improve the cooling installation to increase the yield of lemongrass oil. Community service activities are carried out in 4 stages, including socialization, training in preparing raw materials, training in distillation based on stainless steel steam distiller technology and the Bottle Packaging Design Training stage. The use of a steam distiller using a steam method made of stainless steel with a distillation process carried out for 4 hours. The time needed for the oil to come out of the distillation results is 1 hour after the distillation process is carried out. The yield of oil produced is 1.2301%.
Diaconal Services for Congregants in Need of Emotional and Spiritual Support at GPEI Bitung Aitkobo, Dhion Deversen; Sonata, Beta Ria
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2025)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v5i2.273

Abstract

This study explores the role of diaconia in providing emotional an spiritual support to the congregation at GPEI Bitung. By implementing community services such as home visits, prayer gatherings, and Bible study groups, the congregation has strengthened emotional bonds between the pastor and the congregation, particularly those facing challenges like health or financial issues. The results show significant improvements in emotional and spiritual growth, engagement in church activities, and stronger interpersonal relationships within the community. Diaconia effectively nurtures solidarity, builds a caring environment, and enhances spiritual maturity within the congregation. The challenges faced include limited human resources and operational funding. This study emphasizes the importance of holistic ministry and recommends the replication of the program with contextual adaptations. Penelitian ini mengkaji peran diakonia dalam memberikan dukungan emosional dan spiritual kepada jemaat di GPEI Bitung. Melalui pelaksanaan pelayanan masyarakat seperti kunjungan rumah, pertemuan doa, dan kelompok belajar Alkitab, jemaat telah memperkuat ikatan emosional antara pendeta dan jemaat, khususnya mereka yang menghadapi tantangan seperti masalah kesehatan atau keuangan. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pertumbuhan emosional dan spiritual, keterlibatan dalam kegiatan gereja, dan hubungan interpersonal yang lebih kuat dalam komunitas. Diakonia secara efektif memelihara solidaritas, membangun lingkungan yang peduli, dan meningkatkan kedewasaan spiritual dalam jemaat. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan dana operasional. Penelitian ini menekankan pentingnya pelayanan holistik dan merekomendasikan replikasi program dengan adaptasi kontekstual.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Pada Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Pabrik Kelapa Sawit Rambutan PTPN IV Regional 1 Maisarah, Maisarah; Sri Wahyuna Saragih; Ratu Mutiara Siregar; Friska Anggraini Barus; Rahmad Dian; Budi Mulyara; Busrizal Faisal; Muhammad Akbar Syahbana Pane
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2025)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v5i1.285

Abstract

One of the products that are widely found and in demand in the community is soap. This product can be made as an added value from people's palm oil activities. Community service activities were carried out in the Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai, provinsi Sumatera Utara pada Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Rambutan Palm Oil Factory. The purpose of this activity is to provide knowledge, insight and technical skills in order to utilize palm oil to become a soap product that can be used for household needs or as a micro and small business effort. Community service initiatives that involve counseling, socialization, and education on empowering strategies through training in soap making demonstrations can be the answer. This community service activity is carried out consisting of a preparation stage consisting of a survey of completeness and preparation, socialization and education and implementation of community service activities by ITSI lecturers and students. The results of this community service activity are able to educate the community in soap making training. Salah satu produk yang banyak dijumpai dan diminati di masyarakat adalah sabun. Produk ini dapat dibuat sebagai addedd value dari kegiatan sawit rakyat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di daerah Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT. Perkebunan Nusantara IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Rambutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan teknis kepada masyarakat agar mampu mengolah kelapa sawit menjadi produk sabun yang layak digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun sebagai modal usaha mikro dan kecil. Solusi yang dapat diberikan yaitu kegiatan pengabdian masyarakat berupa metode penyuluhan, sosialisasi dan edukasi terkait teknis pemberdayaan melalui pelatihan demonstrasi pembuatan sabun. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan terdiri dari tahap persiapan yang terdiri atas survei kelengkapan dan preparasi, sosialisasi serta edukasi dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademik Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) yaitu dosen dan mahasiswa ITSI. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat mampu mengedukasi masyarakat dalam pelatihan pembuatan sabun.
Revitalisasi Sekolah Minggu di Gereja Toraja Nonongan Salu Tangdilintin, Aussie Femy; Pamantung, Salmon
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2025)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v5i1.288

Abstract

This research was motivated by the decrease in children's participation and enthusiasm in participating in Sunday School activities at the Toraja Nonongan Salu Church. Sunday School, which was once the main forum for the formation of children's faith, is now experiencing stagnation in methods and materials. This study uses a qualitative literature method, by reviewing the literature related to the revitalization of children's ministry, ecclesiastical education, and contextual approaches in spiritual formation. Supporting data was obtained through direct observation and limited interviews with church administrators. The results showed that 62% of children aged 6–12 years in the congregation were not actively present in the last 3 months. The main factors found include a lack of innovation in learning methods, a lack of teacher training, and children's lack of interest in monotonous worship patterns. Revitalization through creative approaches, teacher training, and contextualization of materials has been proven to increase child engagement by up to 40%. Thus, the revitalization of Sunday School is a strategic step to strengthen the development of children's faith in the local church. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya partisipasi dan semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan Sekolah Minggu di Gereja Toraja Nonongan Salu. Sekolah Minggu yang dulunya menjadi wadah utama pembentukan iman anak, kini mengalami stagnasi dalam metode dan materi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan, dengan mengkaji literatur terkait revitalisasi pelayanan anak, pendidikan gerejawi, serta pendekatan kontekstual dalam pembinaan rohani. Data pendukung diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara terbatas kepada pengurus gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% anak-anak usia 6–12 tahun di jemaat tersebut tidak aktif hadir dalam 3 bulan terakhir. Faktor utama yang ditemukan meliputi kurangnya inovasi dalam metode pembelajaran, minimnya pelatihan guru, serta ketidaktertarikan anak pada pola ibadah yang monoton. Revitalisasi melalui pendekatan kreatif, pelatihan guru, dan kontekstualisasi materi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan anak hingga 40%. Dengan demikian, revitalisasi Sekolah Minggu merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan iman anak di gereja lokal.