cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar, Kampung Ceger, Jakasetia, South Bekasi
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Khasanah Pendidikan
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29857317     DOI : -
Core Subject : Education,
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan (E-ISSN 2985-7317) adalah jurnal ilmiah peer-review berkualitas tinggi dengan akses terbuka yang diterbitkan tiga kali setahun (Januari, Mei, September) oleh Penerbit Asian Publisher. JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan berfokus pada artikel hasil penelitian, pemikiran, dan kajian ilmiah atau kajian kritis-analitis di bidang pendidikan Kewarganegaraan, pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Pendidikan Anak Usia Dini; yang memberikan sumbangan pada pemahaman, pengembangan teori serta aplikasinya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia baik dalam skala nasional maupun lokal.
Articles 99 Documents
Strategi Guru dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Anggoro, Muhammad Rasya
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila di lingkungan sekolah sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembelajaran holistik. Profil Pelajar Pancasila merupakan panduan nasional yang berfokus pada enam dimensi utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru-guru di sekolah dasar dan menengah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mendalam tentang praktik guru di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam kegiatan belajar mengajar, penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), serta keteladanan dan pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Guru juga menggunakan pendekatan kontekstual yang mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun demikian, upaya kolaboratif antara guru, siswa, dan pihak sekolah mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila secara berkelanjutan.
Pendidikan Karakter dalam Era Media Sosial Putri, Najwa
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1013

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, khususnya pada generasi muda, yang berdampak langsung terhadap pembentukan karakter dan nilai moral. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang sosial baru yang memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berperilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam menghadapi tantangan era media sosial serta merumuskan strategi implementasi pendidikan karakter yang adaptif berbasis etika digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel ilmiah, prosiding, dan buku relevan yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan model pendidikan karakter yang efektif di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berpotensi memengaruhi karakter peserta didik secara positif maupun negatif, tergantung pada tingkat literasi digital dan penguatan nilai karakter yang diberikan. Pendidikan karakter berbasis etika digital, yang menekankan nilai tanggung jawab, empati, berpikir kritis, dan integritas, terbukti menjadi pendekatan strategis dalam membentengi peserta didik dari dampak negatif media sosial. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan karakter yang relevan dengan realitas digital.
Integrasi Teknologi Augmanted dalam Pembelajaran Sains Fadhillatunnisa, Nur
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1014

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui integrasi Augmented Reality (AR) dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan teknologi AR dalam meningkatkan pemahaman konsep sains di tingkat pendidikan menengah. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswa kelas VIII yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis AR dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep sains, angket respon siswa, dan observasi aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pemahaman konsep sains pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang menggunakan teknologi AR menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 23% dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan antusiasme lebih tinggi dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Respon siswa terhadap penggunaan AR juga sangat positif, terutama dalam hal visualisasi materi abstrak dan peningkatan motivasi belajar. Dengan demikian, integrasi teknologi Augmented Reality terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains, khususnya dalam memperkuat pemahaman konsep dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut terhadap media pembelajaran berbasis AR untuk mendukung inovasi dalam pendidikan sains.
Strategi Sekolah dalam Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif Adriyansyah, Joni
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi. Lingkungan belajar inklusif merupakan kondisi di mana semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang sesuai potensi masing-masing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran sekolah dalam menciptakan sistem pendidikan yang ramah, adil, dan menghargai keberagaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kebijakan sekolah yang mendukung praktik pendidikan inklusif. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi sekolah dalam membangun lingkungan belajar inklusif meliputi beberapa aspek utama: (1) pengembangan kebijakan sekolah yang berorientasi pada inklusivitas, (2) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pendidikan inklusif, (3) penerapan pembelajaran diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar beragam siswa, (4) penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, serta (5) penyediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti fasilitas aksesibilitas dan media pembelajaran adaptif. Implementasi strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi siswa berkebutuhan khusus dalam kegiatan belajar, terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif, serta meningkatnya kesadaran seluruh warga sekolah terhadap pentingnya toleransi dan empati. Dengan demikian, strategi sekolah yang terencana dan berkesinambungan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan membangun lingkungan belajar yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Hubungan antara Dukungan Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa Alkhumeini, Mahirah Ilmi
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1023

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan siswa, di mana motivasi belajar menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses belajar. Salah satu aspek eksternal yang berpengaruh terhadap motivasi belajar adalah dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan orang tua dan motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa tingkat menengah pada salah satu sekolah di Indonesia, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Product Moment Pearson untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan orang tua dan motivasi belajar siswa (r = 0,68; p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan yang diberikan orang tua, baik dalam bentuk perhatian, bimbingan, maupun fasilitas belajar, maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan orang tua memiliki korelasi yang kuat dengan tingkat motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah dan guru diharapkan dapat bekerja sama dengan orang tua dalam meningkatkan keterlibatan mereka terhadap kegiatan belajar anak. Penelitian ini juga merekomendasikan agar penelitian lanjutan meninjau faktor-faktor lain seperti lingkungan sekolah dan teman sebaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai motivasi belajar siswa.
Peran Mindfulness dalam Mengatasi Stres Akademik pada Siswa Salwaputri
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1025

Abstract

Stres akademik yang dipicu oleh tuntutan kurikulum, tekanan ujian, dan persaingan merupakan masalah umum yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan kinerja belajar siswa. Jika tidak diatasi, stres ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan burnout akademik. Intervensi konvensional sering kali berfokus pada manajemen waktu, namun kurang menyentuh akar masalah kognitif dan emosional. Mindfulness, yaitu kesadaran penuh tanpa menghakimi pada pengalaman saat ini, diusulkan sebagai strategi efektif untuk meningkatkan regulasi emosi dan ketahanan terhadap stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan mindfulness dalam menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa SMA. Sampel penelitian sebanyak 60 siswa dengan tingkat stres sedang hingga tinggi dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen yang menerima pelatihan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) yang dimodifikasi selama delapan minggu dan kelompok kontrol yang menerima intervensi manajemen waktu standar. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner standar pada tiga waktu pengukuran: pre-test, post-test, dan follow-up satu bulan setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness secara signifikan menurunkan stres akademik dan kecemasan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah pelatihan mindfulness merupakan strategi psikologis yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi stres akademik serta meningkatkan ketahanan mental siswa.
Tantangan dan Peluang Implementasi Pendidikan 4.0 di Indonesia Purwanti, Ayudya
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i1.1026

Abstract

Pendidikan 4.0 merujuk pada sistem pendidikan yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Di Indonesia, implementasi Pendidikan 4.0 menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang perlu dicermati. Salah satu tantangan utama adalah ketimpangan infrastruktur teknologi antara daerah urban dan rural, yang memengaruhi aksesibilitas pendidikan digital. Selain itu, kesiapan pendidik dan siswa dalam menggunakan teknologi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi ini. Banyak pendidik yang masih kurang terampil dalam mengoperasikan perangkat teknologi, sementara sebagian siswa mungkin belum sepenuhnya terbiasa dengan metode pembelajaran berbasis teknologi. Namun, meskipun menghadapi berbagai tantangan, Pendidikan 4.0 juga membuka peluang besar. Penerapan teknologi dalam pembelajaran memungkinkan terciptanya lingkungan yang lebih interaktif dan personal, yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penggunaan big data dan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan juga memungkinkan analisis yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan perkembangan siswa, serta membantu dalam menciptakan kurikulum yang lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja. Di samping itu, Pendidikan 4.0 mendukung pembelajaran berbasis keterampilan, mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dinamika dunia industri yang cepat berubah. Oleh karena itu, untuk mewujudkan potensi penuh dari Pendidikan 4.0, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta sektor swasta dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Inovasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas Inklusif Turmuzi, Imam
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i2.1027

Abstract

Kelas inklusi menghadirkan keberagaman yang signifikan antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus, baik dari segi kemampuan akademik, gaya belajar, minat, maupun latar belakang sosial-budaya. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan responsif agar setiap siswa dapat terlibat secara aktif dan mencapai hasil belajar yang optimal. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yakni strategi pengajaran yang menyesuaikan konten, proses, produk, dan lingkungan belajar berdasarkan karakteristik individu siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) di sebuah sekolah inklusi pada satu kelas heterogen yang terdiri dari 30 siswa dengan profil yang bervariasi. Intervensi dilakukan dalam dua siklus: perencanaan inovasi pembelajaran berdiferensiasi (seperti modul pilihan, aktivitas proyek, dan kelompok belajar berdasarkan kesiapan serta minat siswa), pelaksanaan pembelajaran, observasi keterlibatan siswa dan hasil belajar, serta refleksi dan revisi pada setiap siklus. Instrumen meliputi observasi aktivitas dan partisipasi siswa, kuesioner persepsi siswa dan guru, serta analisis nilai hasil belajar sebelum dan sesudah intervensi.Hasil menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus, dalam proses pembelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari pra-intervensi ke pasca-intervensi. Guru melaporkan perubahan positif yakni peningkatan motivasi siswa, lebih banyak partisipasi dalam diskusi dan tugas, serta pemahaman yang lebih baik atas materi pelajaran. Kendala yang muncul antara lain waktu hazırlan yang lebih panjang serta kebutuhan akan pelatihan guru. Kesimpulannya inovasi pembelajaran berdiferensiasi terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar di kelas inklusi. Disarankan agar sekolah memperkuat pelatihan guru dan menyediakan sumber daya yang memadai untuk memastikan penerapan berkelanjutan.
Pendekatan Penelitian: Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Methods dalam Konteks Studi Islam Taqiyya, Annisa; Karimah, Husna; Mutammimah; Sa’diyah, Rika
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i2.1211

Abstract

Penelitian ini mengkaji tiga pendekatan utama dalam metodologi penelitian: kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods. Melalui metode kajian pustaka, penelitian ini menganalisis karakteristik, kekuatan, dan keterbatasan masing-masing pendekatan serta konteks penerapannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif berfokus pada pemahaman makna dan konteks sosial, pendekatan kuantitatif menekankan pengukuran variabel dan generalisasi hasil, sedangkan mixed methods mengintegrasikan kekuatan keduanya untuk menghasilkan temuan yang lebih komprehensif dan valid. Pemilihan pendekatan harus mempertimbangkan karakteristik masalah, tujuan penelitian, dan paradigma keilmuan. Dengan pemahaman yang tepat, peneliti dapat merancang desain penelitian yang relevan, akurat, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam konteks Studi Islam kontemporer.

Page 10 of 10 | Total Record : 99