cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.H. Umar, Kampung Ceger, Jakasetia, South Bekasi
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Khasanah Pendidikan
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29857317     DOI : -
Core Subject : Education,
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan (E-ISSN 2985-7317) adalah jurnal ilmiah peer-review berkualitas tinggi dengan akses terbuka yang diterbitkan tiga kali setahun (Januari, Mei, September) oleh Penerbit Asian Publisher. JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan berfokus pada artikel hasil penelitian, pemikiran, dan kajian ilmiah atau kajian kritis-analitis di bidang pendidikan Kewarganegaraan, pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan Pendidikan Anak Usia Dini; yang memberikan sumbangan pada pemahaman, pengembangan teori serta aplikasinya terhadap kondisi pendidikan di Indonesia baik dalam skala nasional maupun lokal.
Articles 99 Documents
Penguatan Literasi Digital dalam Kurikulum Sekolah Dasar Raikhan, Akhmad
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi dan mengidentifikasi tantangan penguatan literasi digital yang terintegrasi dalam Kurikulum Sekolah Dasar (SD) di era disrupsi teknologi. Literasi digital bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kompetensi esensial bagi siswa SD agar mampu berinteraksi secara aman, etis, dan produktif di lingkungan digital. Metode yang digunakan adalah Strategi Implementasi dan Tantangan di Era Pendidikan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan guru kelas dan kepala sekolah, observasi kegiatan pembelajaran berbasis teknologi, dan analisis dokumen kurikulum pada sekolah dasar di kota bekasi yaitu: SDN Jakamulya IV, MI Al-Muawanah, Dan SDIT Al-Anshar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan literasi digital di SD diimplementasikan melalui pembelajaran TIK Dan Bahasa Indonesia Yang dikuatkan. Fokus utama penguatan mencakup tiga dimensi yaitu: (1) penggunaan dan akses (digital tools), (2) pemahaman konten (critical thinking), dan (3) perilaku etis (digital citizenship). Meskipun demikian, ditemukan tantangan signifikan, yaitu: minimnya pelatihan khusus bagi guru, keterbatasan akses infrastruktur internet yang stabil, dan perlunya modul pembelajaran yang lebih kontekstual. Disimpulkan bahwa penguatan literasi digital dalam kurikulum SD memerlukan adanya kolaborasi erat antara pihak sekolah, orang tua, dan penyediaan sumber daya serta master plan implementasi yang jelas dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pelatihan guru yang berfokus pada pedagogi digital dan pemanfaatan open-source educational resources.
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Prestasi Akademik Siswa Salsabila, Aira
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i1.986

Abstract

Kesehatan mental merupakan faktor penting yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk prestasi akademik siswa. Dalam konteks pendidikan, siswa dengan kondisi mental yang baik cenderung lebih fokus, termotivasi, dan mampu mengelola stres akademik secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kesehatan mental terhadap prestasi akademik siswa tingkat sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 120 siswa dari tiga sekolah negeri di kota X yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala kesehatan mental yang mencakup indikator stres, kecemasan, dan depresi, serta data nilai rata-rata rapor sebagai indikator prestasi akademik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan prestasi akademik siswa (p < 0,05), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,62 yang menunjukkan korelasi positif sedang. Artinya, semakin baik kondisi kesehatan mental siswa, semakin tinggi pula prestasi akademik yang dicapai. Faktor stres dan kecemasan terbukti memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan depresi dalam menurunkan capaian akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya peran sekolah dan lingkungan keluarga dalam mendukung kesehatan mental siswa, guna menciptakan iklim belajar yang sehat dan produktif. Dengan demikian, intervensi psikologis dan program pendampingan emosional di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan untuk meningkatkan kesejahteraan mental sekaligus prestasi belajar siswa.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Nanifah, Nur
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i1.990

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pendidikan di sekolah, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah. Fokus utama penelitian ini meliputi gaya kepemimpinan yang diterapkan, strategi yang digunakan untuk memotivasi guru, serta dampaknya terhadap peningkatan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah pertama negeri di kota X. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, membangun komunikasi yang efektif, serta memberikan penghargaan atas prestasi guru. Kepala sekolah juga secara aktif melakukan supervisi, memberikan pelatihan, serta mendorong pengembangan profesional guru. Hal ini berdampak signifikan terhadap peningkatan disiplin kerja, kreativitas dalam mengajar, serta tanggung jawab guru terhadap tugas dan peranannya. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja guru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan kepemimpinan berkelanjutan bagi kepala sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Dampak Pembelajaran Daring terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Khairunnisa, Atiiqah
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i3.993

Abstract

Perubahan sistem pembelajaran akibat perkembangan teknologi dan pandemi COVID-19 telah mendorong perguruan tinggi untuk mengadopsi pembelajaran daring secara luas. Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri, khususnya dalam aspek kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran daring terhadap kemandirian belajar mahasiswa, yang mencakup kemampuan mengatur waktu, inisiatif dalam belajar, tanggung jawab terhadap tugas, serta pencarian dan evaluasi informasi secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel sebanyak 120 mahasiswa dari berbagai program studi diambil secara purposive, dengan kriteria memiliki pengalaman mengikuti pembelajaran daring minimal dua semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disusun berdasarkan indikator kemandirian belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson untuk mengukur hubungan antara intensitas pembelajaran daring dan tingkat kemandirian belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami peningkatan kemandirian belajar selama mengikuti pembelajaran daring. Sebanyak 68% responden menyatakan mampu belajar lebih mandiri karena fleksibilitas waktu dan akses materi. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara keterlibatan aktif dalam pembelajaran daring dengan kemandirian belajar mahasiswa (r = 0,62; p < 0,01). Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan interaksi sosial dan kesulitan menjaga motivasi belajar. Kesimpulannya, pembelajaran daring berpotensi mendukung pengembangan kemandirian belajar mahasiswa, asalkan didukung dengan strategi pembelajaran yang efektif dan interaktif.
Pengaruh Pelatihan Berkelanjutan terhadap Kompetensi Guru di Era IA Ramdani, Fadhilah
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i3.995

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era Industri 4.0 menuntut peningkatan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pendidikan yang semakin digital dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan berkelanjutan terhadap peningkatan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 120 guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah tertentu. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel pelatihan berkelanjutan terhadap kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berkelanjutan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi pembelajaran, inovasi metode mengajar, dan pengembangan profesional berkelanjutan. Guru yang secara aktif mengikuti pelatihan cenderung memiliki kesiapan lebih tinggi dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital dan adaptif terhadap perubahan kurikulum. Selain itu, pelatihan yang terencana, relevan, dan berkelanjutan terbukti mampu meningkatkan motivasi, kolaborasi, serta kinerja guru secara keseluruhan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan berkelanjutan merupakan faktor strategis dalam memperkuat kompetensi guru di era Industri 4.0. Pemerintah dan lembaga pendidikan disarankan untuk memperluas program pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan era digital, agar guru dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
Efektifitas Pembelajaran Berbasis Game dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Sahnas, Nayla Zahra
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i3.997

Abstract

Penurunan motivasi belajar di kalangan siswa menjadi tantangan utama dalam dunia pendidikan modern. Pembelajaran konvensional yang bersifat satu arah sering kali tidak mampu menarik perhatian dan minat siswa. Salah satu pendekatan yang dianggap mampu mengatasi masalah ini adalah pembelajaran berbasis game (game-based learning), yang mengintegrasikan elemen permainan dalam proses belajar-mengajar guna menciptakan suasana yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis game dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Yogyakarta, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran berbasis game dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa angket motivasi belajar yang disebarkan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan motivasi belajar pada siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis game dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Skor rata-rata motivasi siswa pada kelas eksperimen meningkat secara signifikan setelah penerapan model pembelajaran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis game mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, meningkatkan partisipasi aktif, dan mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran berbasis game terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat sekolah menengah.
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Tsabit, Ahmad Muzakky
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v3i3.1001

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan upaya strategis dalam mentransformasi pendidikan di Indonesia untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, termasuk dalam aspek kreativitas. Kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di salah satu sekolah menengah pertama di Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berdiferensiasi. Siswa menunjukkan peningkatan kreativitas melalui kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta menghasilkan karya orisinal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung utama meliputi pelatihan guru yang memadai, kebebasan dalam merancang pembelajaran, serta keterlibatan aktif siswa. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana dan adaptasi guru terhadap perubahan paradigma pembelajaran. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas siswa apabila didukung oleh perencanaan dan pelaksanaan yang tepat.
Transformasi Pembelajaran melalui Kecerdasan Buatan di Sekolah Alifah, Faiqoh Dzakiyyatul
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1002

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. Di Indonesia, penerapan AI dalam sistem pembelajaran mulai menunjukkan potensi besar untuk mentransformasi cara guru mengajar dan siswa belajar. Artikel ini membahas bagaimana kecerdasan buatan berperan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, baik melalui personalisasi proses belajar, efisiensi administrasi pendidikan, maupun pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai penerapan AI di bidang pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu menghadirkan pengalaman belajar yang adaptif dan interaktif melalui platform pembelajaran cerdas, seperti sistem rekomendasi materi, asisten belajar virtual, serta analisis data hasil belajar siswa secara real-time. Selain itu, teknologi AI membantu guru dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan menyusun strategi pengajaran yang lebih tepat sasaran. Namun, transformasi ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan infrastruktur digital, keterampilan guru dalam literasi teknologi, serta isu etika dan keamanan data siswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor teknologi menjadi kunci dalam memastikan pemanfaatan AI secara efektif dan berkelanjutan. Dengan strategi implementasi yang tepat, kecerdasan buatan berpotensi besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, efisien, dan relevan dengan tuntutan era digital di sekolah-sekolah Indonesia.
Pendekatan STEAM untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Rizky, Hablana
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1003

Abstract

Abad ke-21 menuntut individu dengan kumpulan keterampilan yang beragam dan adaptif untuk berhasil di dunia yang terus berkembang pesat. Keterampilan ini, yang dikenal sebagai keterampilan abad ke-21, mencakup pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, literasi digital, pemecahan masalah, dan inovasi. Untuk memenuhi tuntutan ini, sistem pendidikan harus berevolusi, dan salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah STEAM (Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan STEAM dapat secara efektif meningkatkan keterampilan abad ke-21 di kalangan peserta didik.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi literatur deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber akademik, seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola, tren, dan bukti empiris mengenai dampak STEAM terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21. Studi ini meninjau kerangka konsep STEAM, mengidentifikasi komponen-komponen utama yang berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, dan mengeksplorasi contoh-contoh praktik terbaik dalam implementasi STEAM di berbagai konteks pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEAM memberikan kerangka kerja yang holistik dan terintegrasi untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Integrasi disiplin ilmu dalam STEAM mempromosikan pemikiran interdisipliner, memungkinkan peserta didik untuk melihat hubungan antar konsep dan menerapkan pengetahuan dari satu bidang ke bidang lain. Sains dan Matematika mengembangkan pemikiran logistik dan analitis; Teknologi dan Rekayasa memupuk pemecahan masalah, desain, dan inovasi; sementara Seni mendorong kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berekspresi. Kolaborasi antar disiplin ilmu dalam proyek-proyek STEAM secara inheren meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi, karena peserta didik harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, berbagi ide, dan memecahkan tantangan kompleks.Lebih lanjut, implementasi STEAM melalui proyek berbasis masalah dan pembelajaran inkuiri mendorong peserta didik untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka, menanyakan pertanyaan, melakukan penyelidikan, dan menemukan solusi. Proses ini tidak hanya memperdalam pemahaman konsep tetapi juga membangun ketahanan, inisiatif, dan kemandirian belajar. Literasi digital juga secara alami terintegrasi dalam STEAM, karena penggunaan teknologi adalah bagian integral dari banyak proyek. Dengan demikian, pendekatan STEAM tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk tuntutan akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan esensial yang dibutuhkan untuk menjadi warga negara yang produktif dan inovatif di abad ke-21. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengarusutamaan pendekatan STEAM dalam kurikulum pendidikan, pelatihan guru yang memadai, dan penyediaan sumber daya yang mendukung untuk memastikan penerapan yang efektif.
Pengaruh Penerapan Augmented Reality (AR) terhadap Pemahaman Konseptual Siswa dalam Kurikulum Merdeka Kholish, Abdul
JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): JKP: Jurnal Khasanah Pendidikan
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jkp.v4i1.1004

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh penerapan Augmented Reality (AR) terhadap pemahaman konseptual siswa dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Indonesia. Kurikulum Merdeka menekankan fleksibilitas, kreativitas, dan pembelajaran kontekstual, sehingga menjadi platform yang sesuai untuk integrasi teknologi digital inovatif seperti AR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media pembelajaran berbasis AR memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami konsep-konsep ilmiah yang bersifat abstrak dan kompleks. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen, yang melibatkan dua kelompok siswa sekolah menengah: kelompok eksperimen yang menggunakan aplikasi AR dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, serta didukung oleh wawancara dan observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan media AR mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konseptual, keterlibatan belajar yang lebih tinggi, serta motivasi yang meningkat dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan metode tradisional. AR membantu memvisualisasikan fenomena yang tidak tampak, memfasilitasi eksplorasi interaktif, dan mendorong pengalaman belajar yang berpusat pada siswa sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Selain itu, guru melaporkan bahwa penggunaan AR meningkatkan dinamika kelas dan mendorong terjadinya pembelajaran kolaboratif berbasis penemuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi AR dalam Kurikulum Merdeka dapat secara efektif memperkuat pemahaman konseptual siswa, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung pengembangan kompetensi pembelajaran abad ke-21. Temuan ini menegaskan potensi AR sebagai alat pendidikan transformatif yang mampu menjembatani kesenjangan antara teori abstrak dan pemahaman dunia nyata di kelas-kelas Indonesia.

Page 9 of 10 | Total Record : 99