Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles
154 Documents
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR ALTERNATIF KOMPOSIT BANGUNAN 10 LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOAD RESISTANCE AND FACTOR DESIGN (LRFD) (Studi Kasus : Proyek Hotel Fox Harris Lite di Jln. S.Parman, Kota Samarinda, Kalimantan Timur)
Nathania Yosephine Sumampouw;
Tamrin Rahman;
Rusfina Widayati;
Ery Budiman;
Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v6i1.7722
Hotel Fox Lite merupakan bangunan 10 lantai dengan konstruksi beton bertulang dengan dimensi 15,5 m x 23,5 m dan tinggi bangunan 38,65 m. dengan konstruksi beton bertulang yang memiliki beban relatif besar, maka penelitian ini bertujuan merencanakan kembali dengan alternatif struktur yang semula menggunakan beton konvensional diganti dengan struktur baja komposit.Metode yang digunakan dalam melakukan perencanaan alternatif baja komposit yaitu Metode Load Resistance and Factor Design (LRFD). Metode yang memperhitungkan faktor beban dan faktor tahanan beban. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SNI 1729:2015, SNI 1726:2019, serta pertimbangan beban mati dari PPURG 1987. Data yang digunakan berupa data shop drawing struktur beton bertulang yang dimodelkan kembali dengan menggunakan software ETABS V18. Adapun tahap perencanaan struktur diantaranya melakukan preliminary design balok & kolom berupa profil WF, memasukkan beban gravitasi dan beban gempa yang kemudian diperoleh nilai gaya momen, geser dan lendutan. Ketiga nilai tersebut di masukkan ke dalam perhitungan manual untuk memeriksa persyaratan penampang komposit yang memenuhi ketentuan SNI 1726:2015. Parameter tambahan yang di bandingkan dengan struktur ekisting adalah nilai simpangan struktur & berat sendiri struktur.Dari hasil analisis didapat dimensi balok terbesar dengan profil WF 450.200.9.14 menggunakan penghubung geser dengan diameter 25 mm. sedangkan untuk dimensi kolom komposit terbesar adalah 550 mm x 550 mm dengan profil baja WF 400.400.13.21. Perbandingan Story Drift kedua struktur, diperoleh hasil story drift material komposit lebih kecil dibanding dengan material beton bertulang. Yang terakhir, perbandingan berat sendiri kedua struktur, diperoleh hasil bahwa struktur perencanaan yang digunakan mempunyai berat lebih ringan 37,45% daripada dimensi struktur bangunan eksisting.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK JALAN RAYA PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN CIPTOMANGUNKUSUMO DAN SLAMET RIYADI KOTA SAMARINDA
Ashadi Putrawirawan
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v0i1.2155
Kecelakaan lalu lintas merupakan kejadian yang sering sekali terjadi. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, diantaranya adalah faktor cuaca, kendaraan, kondisi jalan maupun perilaku pengendara kendaraan. Jumlah korban yang cukup besar akan memberikan dampak ekonomi (kerugian material) dan sosial yang tidak sedikit.Penelitian ini untuk mengetahui kecepatan dan faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas serta dapat mengetahui pula daerah yang rawan kecelakaan (black spot) pada ruas jalan Ciptomangunkusumo dan ruas jalan Slamet Riyadi Kota Samarinda. Berdasarkan hasil analisis didapatkan kecepatan untuk ruas jalan Ciptomangunkusumo adalah 50 km/jam. Pada ruas ini merupakan daerah dengan angka kecelakaan dalam kategori tinggi. Sedangkan kecepatan untuk ruas jalan Slamet Riyadi adalah 46 km/jam, termasuk dalam katagori daerah rawan kecelakaan (black spot)yang berada pada tahun 2017. Aktifitas yang menentukan penyebab kecelakaan lalu lintas tahun 2015-2017 adalah dari data penyebab kecelakaan. Data jumlah korban dan kerugian material. Data jumlah korban berdasarkan kriteriaumur. Data tipe tabrakan. Data jenis kelamin tersangka. Data kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan. Data jamkejadian kecelakaan.
ANALISIS KERUSAKAN LAPIS PERMUKAAN PERKERASAN LENTUR BESERTA STRATEGI PENANGANANNYA (STUDI KASUS JL. KESUMA BANGSA, SAMARINDA)
Berthania Christie;
Muhammad Jazir Alkas;
Budi Haryanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v3i2.3257
Kondisi permukaan perkerasan pada dasarnya ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan permukaan. Kerusakan yang terjadi umumnya bervariasi di sepanjang ruas jalan yang ditinjau dan apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka hal tersebut akan memperburuk kondisi lapisan perkerasan. Tidak adanya upaya penanganan kerusakan jalan ditemukan pula pada ruas Jalan Kesuma Bangsa Kota Samarinda. Jalan Kesuma Bangsa merupakan jalan penghubung pusat pelayanan dalam kota. Kerusakan yang ada hingga saat ini belum ditangani dengan baik. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk mengevaluasi kondisi permukaan perkrerasan jalan pada ruas Jalan Kesuma Bangsa. Penelitian terhadap kondisi fungsional permukaan perkerasan diperoleh dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode ini dapat memberikan informasi berupa nilai kondisi permukaan perkerasan beserta skala tingkat kondisinya. Metode PCI diawali dengan membagi ruas jalan yang ditinjau menjadi sampel unit area menjadi 30 meter x 5,5 meter kemudian dilakukan survey inspeksi kondisi permukaan perkerasan secara visual dengan mengamati tipe kerusakan, dimensi kerusakan serta penentuan tingkat kerusakannya. Proses analisisnya dilakukan dengan menghitung densitas, menentukan deduct value, total deduct value, corrected deduct value, nilai PCI serta tingkat kondisi permukaan perkerasan berdasarkan nilai PCI yang diperoleh. Selanjutnya diberikan upaya rekomendasi perbaikan yang bersumber dari aturan Bina Marga - Metode Perbaikan Standar. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa nilai PCI pada ruas Jalan Kesuma Bangsa ialah sebesar 69,002% dan tergolong tergolong dalam kondisi baik (good). Kondisi ini menunjukkan bahwa Jalan Kesuma Bangsa secara keseluruhan masih dalam keadaan baik namun disarankan untuk segera melakukan upaya pemeliharaan jalan demi meningkatkan kualitas jalan tersebut agar tidak terus menurun.
PERBANDINGAN PENJADWALAN PROYEK DENGAN METODE PDM (PRECEDENCE DIAGRAM METHOD) & CPM (CRITICAL PATH METHOD)
Fahrian Fahrian;
Budi Haryanto;
Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v5i2.6982
Dewasa ini sering kita temukan proyek konstruksi yang memiliki pekerjaan – pekerjaan yang sama dan berkelanjutan pada suatu proyek sehingga kebutuhan akan pemakaian sumber daya juga berkelanjutan, seperti pembangunan rumah – rumah pada proyek – proyek perumahan, ruas – ruas jalan pada proyek jalan raya, proyek pemasangan pipa dan sebagainya. Proyek ini digolongkan sebagai pekerjaan – pekerjaan yang berulang (repetitif). Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung SD Islamic Center merupakan proyek konstruksi lanjutan dari infrastruktur bangunan yang sempat terhenti pekerjaannya, kemudian Proyek Lanjutan Pembangunan Gedung SD Islamic Center merupakan proyek repetitif (pekerjaan berulang) hal ini terlihat dari beberapa item pekerjaannya yang relatif sama antar tiap lantai bangunan. Metode yang dikenal efektif untuk perencanaan penjadwalan proyek dengan pekerjaan berulang (repetitif) adalah metode precedence diagram method (PDM) dan critical path method (CPM). Pada Penelitian kali ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas metode penjadwalan proyek dengan metode precedence diagram method (PDM) dan critical path method (CPM), serta mengetahui perbandingan antar metode precedence diagram method (PDM) dan critical path method (CPM) pada penjadwalan proyek Lanjutan Pembangunan Gedung SD Islamic Center SamarindaProses Penjadwalan dengan metode PDM dan CPM dilakukan dengan menggunakan Software Microsoft Project 2019 dan secara Manual di Microsoft Excel 2019, diawali dengan menentukan keterkaitan hubungan tiap item pekerjaan (Predecessor), kemudian melakukan perhitungan maju dan perhitungan mundur untuk memperoleh nilai Total Float agar dapat mengetahui item pekerjaan kritis.Hasil analisis penjadwalan proyek dengan menggunakan metode PDM didapat durasi pekerjaan total selama 175 hari selesai pada 13 desember 2019 serta terdapat 26 item pekerjaan kritis, kemudian dengan metode CPM diperoleh total durasi pekerjaan proyek 190 hari selesai pada 29 desember 2019 dengan 18 item pekerjaan kritis. Perbandingan metode PDM dengan metode CPM terdapat beberapa hal yang menjadi perbedaan diantaranya ialah tampilan informasi yang disajikan sebagai bentuk penjadwalan, pada PDM terdapat 4 konstrain pekerjaan yaitu Early Start (ES), Early Finish (EF), Late Start (LS) dan Late Finish (LF), CPM terdapat item pekerjaan Semu/Khayal.
RENCANA LANSEKAP TEPIAN SUNGAI MAHAKAM SAMARINDA SEBRANG
Rusfina Widayati
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2018): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v2i1.2146
Sungai Mahakam terletak di kota Samarinda di Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai ini banyak terdapat pemukiman dan daerah pertanian sehingga selama ini senantiasa mengalami banjir terutama disaat-saat musimhujan terlebih jika bersamaan dengan pasang surut sungai. Pembangunan saat ini terkait menjaga stabilitas lingkungan sehingga aspek penghijauan (lansekap) menjadi penting terkait dengan pelaksanaan pembangunanturap di Tepian Sungai Mahakam Samarinda Sebrang. Selain itu dengan meningkatkan kualitas kawasan Tepian sungai Mahakam dengan merencanakan lansekapnya, maka nilai-nilai kawasan sepanjang tepian sungai juga semakin meningkat. Lebih jauh nilai kualitas hidup masyarkat yang tinggal di sekitar kawasan tepian sungai Mahakam akan semakin meningkat. Hasil perencanaan terdiri dari beberapa segmen dengan panjang turap perencanaan ± 6 km dengan luas total kawasan perencanaan 74.358 km2. Perencanaan ini tidak hanya meliputi softscape juga hardscape (perabot taman dan fasilitas umum).
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA PROYEK DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS
Fedrikson Fedrikson;
Mardewi Jamal;
Fachriza Noor Abdi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v3i1.2761
Kegagalan suatu proyek dapat dilihat dari keterlambatan waktu pelaksanaan dan masalah-masalah yang terjadi. Agar tidak terjadi kegagalan dalam suatu proyek maka diperlukan pengelolaan manajemen proyek yang sistematis sehingga dihasilkan waktu dan biaya proyek yang optimal. Untuk mengoptimalisasikan waktu dan biaya proyek dapat dilakukan dengan mempercepat waktu, antara lain dengan Least Cost Analysis. Penelitian ini menggunakan data dari proyek Gedung Badan Kepegawaian Daerah Kalimantan Timur.Alternatif percepatan yang digunakan yaitu penambahan tenaga kerja. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan Microsoft Project 2016, metode PDM. Kemudian dilakukan crashing untuk mendapatkan cost slope kegiatan yang berada pada lintasan kritis, selanjutnya dilakukan analisis untuk mendapatkan biaya dan waktu yang optimum.Dari hasil analisis diperoleh waktu dan biaya optimum pada penambahan tenaga kerja yaitu 184 hari dengan biaya total Rp. 24.823.863.868,50. Sehingga, persentase percepatan waktu penyelesaian proyek adalah 18,94 % dan persentase pengurangan biaya adalah 1,30%.Kata kunci : Cost Slope, Least Cost Analysis, Precedence Diagram Method (PDM), Tenaga Kerja
REAKSI JARAK PEMBAKARAN TERHADAP SUHU PLESTERANDINDING
Masayu Widiastuti;
Ery Budiman;
Fachriza Noor Abdi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2020): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v4i2.5238
Kepadatan bangunan yang ada kadang membawa resiko bencana yang timbul akibat kebakaran yang terjadi. Upaya untuk menghambat resiko tersebut dengan memperhatikan kondisi bangunan dengan memodifikasi terhadap bahan campuran plesteran dinding menggunakan bahan yang memiliki karakteristik dapat menghambat rambatan panas dan tahan terhadap bakar api.Dan dalam penelitian ini dilakukan tinjauan terhadap pengaruh jarak pembakaran terhadap suhu plesteran dinding. Plesteran dinding dibentuk berupa panel yang kemudian diuji bakar. Hasil yang diperoleh bahwa semakin jauh jarak api semakin kecil suhu pada titik tinjau tersebut. Pada jarak yang sama pengaruh suhu pada varian panel menunjukkan perbedaan suhu, hal tersebut dipengaruhi perbedaan sifat dan karakteristik rambat panas material pembentuknya dalam menghantar panas.Pada jarak yang sama suhu panas sisi bakar lebih tinggi dibanding sisi belakang titik bakar dan pada awal proses pembakaran terjadi peningkatan suhu pada titik tinjau, seiring bertambahnya waktu pertambahan suhu cenderung menurun.
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN KAKU DENGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN LENTUR TERHADAP EFISIENSI BIAYA (STUDIKASUS : JALAN PAMPANG MUARA PADA STA 4+000 S/D STA 6+215)
Prameswari Widya Ningtyas;
Heri Sutanto;
Triana Sharly P. Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v6i2.9418
Jalan Pampang Muara yang berada di Kota Samarinda,Provinsi Kalimantan Timur, direncanakan akan menjadijalan alternatif menuju Bandara APT Pranoto. Pembangunan jalan alternatif diperlukan sehubungan denganmeningkatnya volume lalu lintas yang menyebabkan terjadinya penurunan kinerja dan pelayanan jalan, serta padalokasi tertentu sering terjadi banjir pada kondisi cuaca tertentu yang menyebabkan kemacetan bahkan tidak dapatdiakses.Jalan Pampang Muara yang akan digunakan sebagai jalan alternatif menuju bandara APT Pranoto Samarinda saatini masih dalam tahap perencanaan. Sehingga menentukan tipe perkerasan jalan yang sesuai sangat penting agardiperoleh infrastruktur jalan yang selalu dalam kondisi mantap dan prima. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui tebal lapis perkerasan kaku dan lentur sehingga dapat diketahui tipe perkerasan yang lebih efisien darisegi biaya pada Jalan Pampang Muara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dilapangan dan analisis data primer berupa data LHR, data sekunder berupa data topografi, data DCP dan dataCBR. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan Manual DesainPerkerasan Jalan 02/M/BM/2017.Hasil dari analisis yang telah dilakukan didapatkan desain perkerasan kaku pada penelitian ini sebesar 60,5 cm,sedangkan pada perkerasan lentur sebesar 44 cm. Penggunaan perkerasan lentur lebih efisien dari segi biayadaripada menggunakan tipe perkerasan kaku pada Jalan Pambang Muara. Dilihat dari selisih harga dari keduaperkeraasan tersebut sebesar Rp 2.059.950.000,00Kata kunci: perkerasan kaku, perkerasan lentur, biaya, MDP 02/M/BM/2017
CONSTRUCTION CHALLENGE OF SUBMERGED FLOATING TUNNEL IN INDONESIA
ery budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 2 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v1i2.2137
Indonesia is an archipelagic country which consisting of many islands that require competitive crossing technology. Submerged floating tunnel (SFT) responds to this challenge and comes as a competitive crossing technology. SFT structure has superior advantages to conventional crossing technologies but it also has some disadvantages especially in keeping structural stability.Structural stability of SFT is mainly effected by site characterization and environmental disturbances. Geographical combination of water depth, crossing distance and overall dimension is one of the most important factors to decide the structu of Engimeeral design as well as environmental disturbances such as wave, current and earthquake.This paper presents descriptions of SFT structures, some of the SFT structure challenges and the opportunities of using SFT structures for various purposes in Indonesia.
NETRALISASI AIR ASAM AREA LAND CLEARING DAN LAND PREPARATION DENGAN MEDIA KAPUR TANAH DI LOKASI BANGUNAN INDUSTRI
Muslim Noor
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 2 (2018): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/ts.v2i2.2184
Kegiatan land clearing dan land preparation meliputi pekerjaan pengupasan permukaan lahan, pembersihan, perataan, pemadatan dan pembuatan sistim drainase lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang metode kerja untuk menetralkan limbah air buangan dari area land clearing dan land preparation dengan pencampuran kapur tanah. Metode kerjanya adalah dengan mencampurkan bubuk kapur dipermukaan tanah dan mencampurkan larutan air kapur kedalamsump pit. Untuk mempercepat prosespenetralan dilakukan dengan cara pengadukan dan pengendapan. Hasil uji keasaman (pH) limbah air buangan sebelum dilakukan netralisisasi adalah air buangan berwarna coklat kehitaman dengan pH 2,5 dan hasil uji pencampuran ¾ sendok makan yang dilarutkan kedalam 1 liter air buangan dapatmenaikan pH air buangan menjadi 7,5dan setelah diendapkan selama 30 menit air berwarna jenih dengan endapan lumpurberwarna kekuningan dan endapan solid berwarna hitam keclokatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa netralisasi limbah air buangan yang bersifat asam dengan metode pencampuran terbukti cocok dan sesuai digunakan. Keberhasilan metode netralisasi limbah air buangan dengan pencampuran kapur tanah ini telah direplikasi ditempat yang mengalami permasalahan sejenis.