cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 164 Documents
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT PADA PEMBANGUNAN STRUKTUR SHOWROOM (Studi Kasus: Jln. M. Yamin Samarinda Kalimantan Timur) Gala, Yizhart Wira Bidang; Gultom, Tiopan Henry; Haryanto, Budi; Simangunsong, Johannes E; Sari, Dharwati P
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19018

Abstract

Salah satu faktor penting di dalam perencanaan sebuah proyek konstruksi adalah bagaimana mengelola proyek agar proyek tersebut selesai tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Apabila waktu pelaksanaan proyek sesuai dengan kontrak atau bahkan lebih cepat, maka biaya yang dikeluarkan bisa memberikan keuntungan dan juga terhindar dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perubahan biaya dan waktu pelaksanaan proyek dengan menambahkan pekerja dan jam kerja (lembur), kemudian membandingkan hasil antara penambahan tenaga kerja atau jam kerja (lembur) yang mana lebih efisien. Perhitungan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan program microsoft project kemudian dianalisis menggunakan metode Time Cost Trade Off. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada penambahan tenaga kerja diperoleh waktu percepatan optimum 125,99 hari dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 141.365.991 atau efisiensi waktu sebesar 42,72% dan biaya sebesar 1,40%. Pada penambahan jam kerja lembur diperoleh waktu percepatan 211 hari dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 28.109.783 atau efisiensi waktu sebesar 12,45% dan biaya sebesar 0,28%. Pada mulanya proyek memiliki durasi 241 hari dengan total biaya Rp.10.206.230.607,38. Sehingga metode percepatan dengan penambahan tenaga kerja merupakan alternatif paling optimal.
KARAKTERISTIK PENUMPANG BUS AKDP PADA TRAYEK SAMARINDA-BONTANG Firanda, Akmal; Simangunsong, Johannes Edward; Alkas, Muhammad Jazir; Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19942

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis karakteristik penumpang Bus AKDP trayek Samarinda-Bontang. Melalui survei kuesioner terhadap 125 responden pada Terminal Lempake dan 160 responden pada Terminal Bontang. Hasil penelitian menunjukkan pada Terminal Lempake didominasi oleh penumpang kategori jenis kelamin perempuan, kategori usia 18-23 tahun, kategori status belum menikah, kategori pendidikan SMA, kategori pekerjaan Mahasiswa, kategori kepemilikan kendaraan pribadi motor, kategori frekuensi 1 kali dalam sebulan, kategori pemilihan pelayanan yang baik, kategori kelurahan asal Rapak Dalam, kategori kelurahan tujuan Belimbing, kategori moda menuju terminal ojek online, dan kategori moda menuju tujuan ojek online. Sedangkan pada terminal Bontang didominasi oleh penumpang kategori jenis kelamin perempuan, kategori usia 18-23 tahun, kategori status belum menikah, kategori pendidikan SMA, kategori pekerjaan Mahasiswa, kategori kepemilikan kendaraan motor, kategori frekuensi 1 kali dalam sebulan, kategori pemilihan pelayanan yang baik, kategori kelurahan asal Hunung Elai, kategori kelurahan tujuan Loa Buah, kategori moda menuju terminal ojek online, dan kategori moda menuju tujuan ojek online.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) DAN PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUAS JALAN SOEKARNO HATTA KOTA SANGATTA Prastiyo, Bobby Prastiyo; Alkas, Muhammad Jazir; Budiman, Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19127

Abstract

Jalan adalah sarana infrastruktur yang menghubungkan suatu daerah ke daerah lainnya. Jalan Soekarno Hatta dapat menjadi jalur penting untuk distribusi logistik dan hasil tambang. Metode Surface Distress Index (SDI), artinya pengecekan visual pada data luas total keretakan, lebar rata-rata keretakan, jumlah lubang serta kedalaman bekas roda kendaraan. Metode Pavement Condition Index (PCI) adalah salah satu metode standar yang digunakan secara internasional untuk menilai kondisi dan tingkat kerusakan permukaan perkerasan jalan. Hasil penilaian setiap segmen pada Jalan Soekarno Hatta menggunakan metode SDI menyatakan bahwa kondisi jalan tersebut baik dan penanganan yang harus dilakukan adalah pemeliharaan rutin. Hitungan PCI dapat dihitung dengan mengurangkan nilai 100 dengan CDV maksimum. Diketahui bahwa jumlah temuan kerusakan pada ruas jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta terdapat 10 jenis kerusakan. Jenis – jenis kerusakan yang diperoleh di lapangan yaitu kerusakan retak kulit buaya sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 1,67% pada ruas kanan, kerusakan retak blok sebesar 0,33% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan amblas sebesar 8,62% pada ruas kiri dan 0% pada ruas kanan, kerusakan retak pinggir sebesar 2,29% pada ruas kiri dan 1,09% pada ruas kanan, kerusakan retak sambungan sebesar 0,11% pada ruas kiri dan 0,18% pada ruas kanan, kerusakan retak memanjang sebesar 6,05% pada ruas kiri dan 3,19% pada ruas kanan, kerusakan tambalan sebesar 0,21% pada ruas kiri dan 24,44% pada ruas kanan, kerusakan lubang sebesar 0,28% pada ruas kiri dan 0,33% pada ruas kanan, kerusakan alur sebesar 0% pada ruas kiri dan 1,21% pada ruas kanan, dan pelepasan berbutir 0,13% pada ruas kiri dan 5,80% pada ruas kanan untuk metode Pavement Condition Index (PCI) sedangkan untuk metode Surface Distress Index (SDI) dengan rata – rata yang diperoleh yaitu luas retak sebesar 1,57% pada ruas kiri dan 1,99% pada ruas kanan, lebar retak sebesar 4,75 mm pada ruas kiri dan 3,75 mm pada ruas kanan, jumlah lubang sebesar 18 pada ruas kiri dan 12 pada ruas kanan, dan kerusakan alur bekas roda sebesar 0 cm pada ruas kiri dan 8,7 cm pada ruas kanan. Jenis perbaikan atau penanganan yang dilakukan pada metode Surface Distress Index (SDI) dan metode Pavement Condition Index (PCI) pada ruas kanan dan kiri Jalan Soekarno Hatta Kota Sangatta dari segmen 1 sampai dengan segmen 20 adalah pemeliharaan rutin.
STUDI LITERATUR MENGENAI PENAMBAHAN FOAM AGENT TEHADAP KUAT TEKAN BETON Satria Mulyawarman, Muhammad Arya Dwi Dwi; Budiman, Ery; Abdi, Fachriza Noor
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.20024

Abstract

Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang teknologi beton yang mendorong kita lebih semakin lebih memperhatikan standar mutu serta produktivitas dalam kerja yang bekualitas. Diperlukan suatu bahan yang memiliki keunggulan yang lebih baik di banding dengan bahan yang sudah ada. Selain itu bahan tersebut harus memiliki ciri tersendiri yang menyesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi teknis dan daya tahan yang kuat, kecepatan pelaksanaan serta ramah terhadap lingkungan. Penggunaan beton tidak hanya digunakan pada konstruksi yang struktural namun bisa juga sebagai non struktural. Berdasarkan uraian diatas, maka dilakukan penelitian untuk mengkaji penelitian beton yang telah ada maupun yang sedang berjalan. Hal ini peneliti mengkaji ketahanan foam concrete terhadap kuat tekan dengan beberapa penelitian yang ada tepat penelitian yang dilakukan di Universitas Mulawarman Kota Samarinda dengan penggunaan aggregat kasar yang beda. Berdasarkan hasil Analisa beberapa penelitian mendapati hasil bahwa penelitian menghasilkan beton tanpa foam agent dengan karakteristik paling optimal dengan kuat tekan 47.68 MPa Namun jika dibandingkan dengan kuat tekan optimal berbahan tambah foam agent maka mengalami penurunan kuat tekan yang cukup drastis kecuali pada penelitian 6 penurunan dari beton tanpa foam agent dengan yang menggunakan foam pada kondisi optimumnya hanya sebesar 1,57%.Sedangkan penurunan yang paling tinggi ialah pada penelitian 10 yang dimana penurunannya sebesar 69,86%. With the rapid advancement in knowledge and technology in the field of concrete technology, there is an increasing emphasis on maintaining high quality standards and productivity in construction work. There is a need for materials that offer superior advantages over those currently available. Additionally, these materials must possess distinct characteristics that align with specific needs, technical specifications, strong durability, implementation speed, and environmental friendliness. Concrete is utilized not only in structural applications but also in non-structural contexts. In response to this, research has been conducted to review both existing and ongoing studies on concrete. This study specifically examines the compressive strength of foam concrete through various investigations, including research conducted at Mulawarman University in Samarinda City using different coarse aggregates. The analysis of several studies reveals that concrete without a foam agent achieves optimal characteristics, with a compressive strength of 47.68 MPa. However, when compared to the optimal compressive strength of foam concrete, there is a significant decrease, except in Study 6, where the reduction from foam agent-free concrete to foam concrete at its optimum condition is only 1.57%. The highest reduction is observed in Study 10, where the decrease amounts to 69.86%.
Analisis Pengaruh Penggunaan Fly Ash Untuk Stabilisasi Tanah Dasar Alkas, Muhammad Jazir; Gultom, Tiopan Henry M; Sopian, Muhammad
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.20038

Abstract

Tanah lempung di wilayah dataran pantai Indonesia, seperti di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, sering menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur karena sifat fisik dan mekanisnya yang buruk. Tanah di daerah ini termasuk subkelompok A-7-5 menurut klasifikasi AASHTO, dengan kadar air tinggi dan indeks plastisitas besar. Penelitian ini bertujuan memperbaiki sifat tanah melalui penambahan fly ash sebanyak 7,5%; 10%; 12,5%; 15%; 17,5%; 20%; 22,5%; 25%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan fly ash menurunkan kadar air, berat jenis, dan indeks plastisitas, serta meningkatkan kepadatan tanah. Pengujian proctor modified menunjukkan nilai MDD tertinggi sebesar 1,587 gr/cm3 dan OMC sebesar 21,50% pada kadar fly ash 17,5%. Nilai CBR juga meningkat, dengan hasil optimal pada 17,5% fly ash, yaitu 27,59% (unsoaked) dan 3,68% (soaked). Namun, nilai CBR soaked masih belum memenuhi spesifikasi minimum sebesar 6%.
ANALISIS FAKTOR TERJADINYA CONTRACT CHANGE ORDER PADA PROYEK PEMATANGAN LAHAN RUMAH SAKIT JALAN KEHEWANAN Hidayati, Hidayati; Devedo, Mochamad Gaharu Dida; TRISTANTO, KARTIKA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23787

Abstract

Pembangunan infrastruktur kesehatan merupakan fondasi penting bagi peningkatan layanan publik. Namun, pelaksanaannya sering menghadapi ketidakpastian yang memicu change order kontrak (CCO), yang dapat memengaruhi biaya, waktu, dan kualitas proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya CCO pada proyek Land Maturation Rumah Sakit Jalan Kehewanan di Kota Samarinda. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan kontraktor dan konsultan, serta peninjauan dokumen proyek. Hasil analisis mengungkap tiga faktor utama pemicu CCO, yaitu: (1) intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan keterlambatan dan perpanjangan waktu pelaksanaan proyek selama 90 hari; (2) perubahan desain pagar untuk meningkatkan efisiensi konstruksi dan anggaran; dan (3) pengurangan volume urugan tanah sebagai konsekuensi dari perubahan desain tersebut. Disimpulkan bahwa CCO dalam proyek ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan (cuaca) dan keputusan teknis internal untuk efisiensi. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen perubahan yang proaktif untuk menangani penyesuaian teknis, waktu, dan biaya secara efektif dalam proyek konstruksi.
Penggunaan Analisis Balik Pada lereng yang sudah mengalami Kelongsoran Dengan bantuan program Plaxis 2D Studi Kasus Ruas Jalan Nasional Tanjung Selor – Malinau STA 88+140 Simbolon, Ruminsar ok; Sutanto, Heri
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23196

Abstract

Pada bulan Juni 2023 terjadi longsoran di ruas jalan Nasional Malinau – Tanjung selor yang menyebabkan badan jalan terputus. Apabila sudah terjadi longsor, maka diperlukan penanganan perkuatan lereng yang dapat berupa konstruksi dinding penahan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis  terhadap lereng yang sudah longsor guna menentukan tipe penanganan yang tepat.  Untuk mengetahui parameter tanah pada kondisi kritis (SF ≤ 1), digunakan analisis balik dengan bantuan program Plaxis 2D. Dari hasil perhitungan didapat nilai faktor keamanan pada kondisi awal sebelum terjadi longsor sebesar 1,507. Nilai tersebut diperoleh dengan memodelkan kondisi lereng dengan kontur asli dan nilai parameter tanah sesuai yang didapat pada saat penyelidikan tanah, yaitu kohesi (c) =17,29 Kn/M2 dan sudut geser ( θ)=20,20. Nilai faktor keamanan pada saat longsor sebesar 1,043 diperoleh dengan analisis balik (back analisis). Dimana nilai nilai parameter tanah sesuai hasil back analisis sebesar, kohesi (c) =12,64 Kn/M2 dan sudut geser ( θ)=3,00 . Factor keamanan lereng dengan menggunakan konstruksi bored pile kombinasi dengan geotextile sebesar sebesar 1,53
EFEKTIVITAS PELICAN CROSSING SEBAGAI FASILITAS PENYEBERANGAN DI KOTA SAMARINDA Fitriana, Shela; Yuwono, Quin Amalia Zalfaa Putri; Azizah, Firda Nur; Sari, Chalsi Mala; Sari, Dharwati Pratama
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23899

Abstract

Pertumbuhan penduduk Samarinda yang mencapai 868.499 jiwa menimbulkan peningkatan aktivitas lalu lintas dan kebutuhan fasilitas penyeberangan yang aman. Data kecelakaan menunjukkan 54,84% korban pejalan kaki disebabkan penyeberangan sembarangan, mendorong Pemerintah Kota Samarinda menghadirkan fasilitas pelican crossing. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelican crossing sebagai fasilitas penyeberangan di Kota Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan observasi lapangan selama tiga periode waktu (pagi, siang, sore) di dua lokasi: Jl. Bhayangkara dan Jl. Gadjah Mada. Data yang dikumpulkan meliputi volume kendaraan bermotor, kecepatan kendaraan, dan karakteristik pejalan kaki menggunakan aplikasi traffic counter, stopwatch, dan pengamatan visual. Hasil penelitian menunjukkan volume kendaraan di Jl. Bhayangkara sebesar 13.619 unit dengan 276 penyeberang, sedangkan di Jl. Gadjah Mada sebesar 35.049 unit dengan 136 penyeberang. Kecepatan rata-rata kendaraan di Jl. Bhayangkara berkisar 19,48-24,87 km/jam, sementara di Jl. Gadjah Mada berkisar 29,92-40,43 km/jam. Tingkat efektivitas pelican crossing di Jl. Bhayangkara mencapai 40,97% (kurang efektif), sedangkan di Jl. Gadjah Mada mencapai 83,58% (sangat efektif). Rendahnya efektivitas di Jl. Bhayangkara disebabkan masalah teknis tombol aktivasi yang memerlukan tekanan kuat dan kurangnya petunjuk penggunaan. Penelitian menyimpulkan perlunya perbaikan teknis dan sosialisasi penggunaan pelican crossing untuk mengoptimalkan fungsi keselamatan pejalan kaki.
ANALISIS STRUKTUR ATAS JEMBATAN LENGKUNG RANGKA BAJA TIPE PARKER BENTANG 60 M KELAS A MENGGUNAKAN APLIKASI MIDAS CIVIL Adrian, Muhammad; Budiman, Ery; Sutanto, Heri; Abdi, Fachriza Noor; Jamal, Mardewi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23298

Abstract

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peleburan besi dan baja serta seiring berkembangnya zaman yang menuntut inovasi ditemukannya berbagai metode dan software salah satunya adalah software midas civil. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya aksial terbesar pada setiap elemen yang terjadi akibat kombinasi pembebanan melalui software midas civil dan mengetahui besar tahanan tarik/tekan nominal yang terjadi akibat gaya aksial terbesar tersebut serta untuk mengetahui profil struktur rangka baja yang diperlukan pada struktur atas jembatan dalam menganalisis jembatan Sambera Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Hasil perencanaan jembatan lengkung rangka baja dengan tipe parker  tinggi jembatan sebesar 10 meter, leber sebesar 9 meter dan panjang jembatan sebesar 60 meter dengan gaya aksial tekan sebesar  dan aksial tarik sebesar . Profil batang samping atas, batang samping bawah, dan batang samping tengah yaitu IWF 498432–45/70, profil gelagar memanjang yaitu IWF 356352–14/22, profil gelagar melintang yaitu IWF 458417–30/50, profil ikatan angin yaitu IWF 304301–11/17 dimana pembebanan yang direncanakan, hasil perhitungan komponen jembatan, serta perencanaan analisis software midas civil telah memenuhi syarat agar dapat memberikan jembatan lengkung rangka baja tipe parker yang aman, nyaman dan kokoh bagi penggunanya.
Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) Meningkatkan Stabilitas Lereng Tanah Lempung Plastisitas Rendah Khusna Ali, Mahardi Kamalika; Rayhansah, Rina Rebut
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 2 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i2.23900

Abstract

Indonesia sebagai wilayah tropis memiliki curah hujan tinggi. Kondisi ini membuat tanah lempung berplastisitas rendah (CL), yang dominan mengandung mineral kaolinit mudah kehilangan kekuatan saat kadar air meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko keruntuhan lereng. Metode stabilisasi konvensional mahal dan berdampak lingkungan. Microbially Induced Calcite Precipitation (MICP) menjadi alternatif ramah lingkungan karena menghasilkan kalsium karbonat (CaCO₃) yang dapat mengikat partikel tanah. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh MICP biostimulasi terhadap perilaku lereng tanah lempung melalui model skala kecil. Model lereng dibuat dari tanah CL dalam box kaca berukuran 60 × 14 × 25 cm dengan sudut 60°. Dua kondisi diuji, yaitu normal (air) dan MICP (larutan sementasi) dengan inkubasi 7 hari pada suhu ruangan. Dilakukan pengujian pembebanan serta uji geser langsung pada tiga tegangan normal. Parameter yang dianalisis meliputi load–deformation, modulus elastisitas (E₀, E₅₀, Eₜ), kohesi (c), sudut geser dalam (φ), serta validasi statistik dengan ANOVA. Hasil menunjukkan MICP mampu meningkatkan respon beban sebesar 105,4 % dengan p-value 0,000. Nilai E₅₀ meningkat 24.5%, dan Eₜ meningkat sebesar 35%. Kohesi meningkat sebesar 96,9%, sedangkan sudut geser meningkat sebesar 11% dengan p-value 0,001. Temuan ini menunjukkan MICP mampu meningkatkan kapasitas respon beban lereng, kekakuan, dan kuat geser tanah serta berpotensi sebagai teknologi stabilisasi lereng tanah lempung yang efektif berkelanjutan.