cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 154 Documents
ANALISIS PENGARUH FLUKTUASI MUKA AIR TANAH TERHADAP STABILITAS LERENG TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK PADA BANDARA APT. PRANOTO, KOTA SAMARINDA Donni Damara; Tamrin Rahman; Heri Sutanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i2.9411

Abstract

PadapembangunanBandaraAPT. Pranotodi tahun 2015 terjadi kegagalan timbunan lereng yang menyebabkansetengah dari material di arearunwayhilang.Penelitian yang dilakukan (Zahera, 2019) menganalisis kestabilanlereng setelah terjadi longsoran pada tahap pembangunan. Hasil penelitian tersebut menyatakan perlu dilakukanpenguatan terhadap kondisi lereng timbunan sehingga digunakan alternatif pemasangan cerucuk pada lapisantimbunan. Padatahun 2019 ditemukan kasus adanya muka air di dalam lapisan tanah timbunan yangmengakibatkan operasional bandara berhenti untuk sementara waktu. Memperhatikan kondisi curah hujan diSamarinda yang cukup tinggi dibutuhkansimulasikondisimuka air disetiapkedalaman lapisan tanahuntukmendapatkan nilai faktor aman serta alternatif dari permasalahankestabilan lereng timbunanrunwayBandaraAPT. Pranoto.Penelitian ini dimulai dari STA 0+000 sampai dengan 0+025dengan menggunakan metodeBishop,Fellenius,Janbuyang disederhanakan serta programSlope/W2012untuk mendapatkan alternatif dari permasalahankondisi terkritis lereng timbunan akibat pengaruh muka air tanah. Pemodelan dilakukan padalimakondisi, yaitutanpa muka air tanah, muka air di0 meterlereng timbunan, muka air di kedalaman-1 meter,-2 meter dan-3meter.Dari hasil analisis diperoleh kondisi paling kritis terjadi pada saat muka air tanah berada di permukaan lerengtimbunan. dalam hal ini, semakin dekat jarak muka air tanah terhadap permukaan lereng semakin kecil nilaifaktor aman yang dihasilkan. Nilai faktor aman alternatif dinding penahan kantilever yang didapat denganmenggunakan program komputerSlope/W2012 adalah sebesar 2,84, dan pengurangan kemiringan lerengtimbunan sebesar 1,03. Dapat disimpulkan alternatif dinding penahan kantilever dapat digunakan karenamemenuhi persyaratan keamanan.Kata Kunci:Faktor aman,Muka Air Tanah,Dinding Penahan Kantilever,Slope/W2012.
ANALISA TANGGAP STRUKTUR GEDUNG TINGGI TERHADAP BEBAN GEMPA STATIK DAN GEMPA DINAMIK DENGAN PEMODELAN 3 DERAJAT KEBEBASAN DAN 6 DERAJAT KEBEBASAN prasojo, rahman satrio
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v1i1.2132

Abstract

Perencanaan terhadap pembebanan gempa, baik gempa statik maupun gempa dinamik pada struktur gedung adalah syarat wajib yang harus dipenuhi dalam proses perencanaan struktur. Keandalan suatu sistem struktur terhadap beban gempa dapat dilihat dari perilaku tanggap strukturnya. Parameter yang dapat dilihat antara lain, frekuensi natural (ωn), periode getar (T), serta deformasi struktur (δ). Keruntuhan akibat pembebanan gempa pada umumnya berupa keruntuhan geser, dimana deformasi yang ditimbulkan berupa translasi (perpindahan), pada kasus tertentu, dapat pula terjadi perpindahan rotasi baik rotasi lokal elemen maupun rotasi global struktur. Dari kondisi diatas, dengan mempertimbangkan gaya gempa yang dominan menimbulkan perpindahan sebidang maka analisa struktur dapat disederhanakan dengan hanya meninjau derajat kebebsan yang berpotensi untuk bergerak.Berdasarkanhasil analisa yang telah dilakukan, periode, frekuensi natural, serta deformasi struktur yang diperoleh dari hasil analisis plane frame (3 derajat kebebasan aktif) menghasilkan nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan struktur yang dianalisis sebagai space frame (6 derajat kebebasan aktif).
PeningkatanKerjasama Lintas Sektoral yang Terintegrasi Terhadap Keberhasilan Implementasi Kebijakan Tata Ruang dalam Kerangka Pengembangan Wilayah dan Mitigasi Bencana di Daerah Rusfina Widayati
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2165

Abstract

Provinsi Kalimantan Timur umumnya dan kota Samarinda tentunya sangat berkepentingan terhadap kebijakan satu peta ini. Seringnya terjadi bencana kebakaran di Samarinda lebih disebabkan zonasi ruang yang tidak memperhitungkan evakuasi dan sistem penggulangan bahaya kebakaran. Pengembangan kawasan/wilayah dan infrastruktur seringkali terbentur dengan sejumlah masalah terkait pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan satu peta yang mengacu pada referensi geospasial, satu standar, satu basis data yangdapat menjadi rujukan untuk pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan. Kebijakan yang telah direncana dan dirancang sedemikian baiknya jika pada level teknis, para pelaksana di lapangan dalam hal ini masyarakat pengguna dan aparatur negara bertindak semaunya. Kebijakan satu peta merupakan upaya mewujudkan satu referensi dan standar yang menjaadi acuan bersama dalam menyusun berbagai kebijakan perencanaan dan pemanfaatan ruang. Kebijakan satu peta ini sangat krusial dan penting bagi negara seluas dan sebesar Indonesia yang terdiri dari pulaupulau.Dalam kebijakan satu peta ini, setiap kementerian /lembaga baik pusat maupun daerah perlu melakukan sinkronisasi dalam hal pertukaran informasi dari setiap peta kebijakan dari masing-masing institusi. Rencana tata ruang tidak akan terlaksana dengan baik jika perangkat penegakan hukum tidak tegas dalam menindak penyalahgunaan wewenang oleh oknum pemerintah di satu sisi dan masyarakat pelanggardi pihak lain,yang merasa tidak ada tindakan untuk perbuatan mereka yang melangar hukum. Oleh karena itu perlu penegakan hukum yang substansinya untuk mengatur dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (Studi Kasus : Hotel Fox Harris Lite di Jln. S.Parman, Kota Samarinda, Kalimantan Timur) Imelda Budiarty; Ery Budiman; Budi Haryanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i1.7723

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap kejadian gempa bumi. Hal ini dikarenakan Indonesia diapit oleh tiga buah lempeng tektonik utama dunia yang ketiganya saling bertemu untuk membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks. Dengan kondisi yang ada menyebabkan pulau-pulau di Indonesia masing-masing memiliki potensi kejadian gempa, salah satunya Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Timur. Dengan potensi yang ada, maka perlunya perencanaan struktur yang sesuai dengan tingkat kerawanan gempa di wilayah Kalimantan Timur agar dapat mengurangi dampak buruk akibat dari gempa bumi. Pemilihan sistem struktur rangka pemikul momen khusus (SRPMK) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam merencanakan struktur tahan gempa.Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan struktur gedung yang tahan terhadap beban gempa yang akan diterima oleh struktur dengan menggunakan sistem struktur rangka pemikul momen khusus dan mengacu pada persyaratan yang berlaku sesuai dengan SNI 03-2847 Tahun 2019. Konsep dari sistem rangka pemikul momen khusus ini adalah Strong Column-Weak Beam yaitu kolom dirancang memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan balok, dengan harapan pada saat terkena beban gempa sendi plastis terbentuk diujung-ujung balok.Hasil dari perencanaan struktur menggunakan SRPMK yaitu jumlah tulangan yang dibutuhkan pada perencanaan balok dengan dimensi 500 x 700 mm sebanyak 4D22 pada daerah tumpuan balok, 3D22 pada daerah lapangan balok, dengan jumlah sengkang 3D10 dan jarak 80 mm pada daerah tumpuan, 3D10 jarak 100 mm pada daerah lapangan. Sedangkan pada kolom dengan dimensi 700 x 700 mm diperoleh tulangan longitudinal sebanyak 16D22 dan sengkang sebanyak 6D10 dengan jarak 100 mm pada daerah tumpuan dan 6D10 dengan jarak 125 mm pada daerah lapangan. Dan pada joint atau hubungan balok kolom diperoleh tulangan sebanyak 6D22.
PENGARUH LIMBAH ABU BATUBARA DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Ahmad Hariyanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2156

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang terbuat dari campuran antara agregat, semen, dan air. Dalam perkembangannya, penelitian mengenai material penyusun beton sering dilakukan untuk mencari solusimemanfaatkan sumber daya yang ada disekitar sebagai pengganti campuran, diantaranya menggantikan semen dengan abu batubara dan abu sekam padi. Tujuan utama dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari abu batubara dan abu sekam padi yang digunakan sebagai subtitusi semen terhdap komposisioptimum. Variasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0%, 5%-10%, 10%-7.5%, 15%-5%, dan 20%-2,5%, nilai factor air semen ditetapkan 0,51, menggunakan benda uji silinder diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Dari hasil pengujian, dapat diketahui bahwa penggunaan abu batubara dan abu sekam padi sebagai subtitusi semen berpengaruh pada kenaikan nilai kuat tekan pada awal umur rencana, kuat tekan tertinggi terjadi di variasi IV pada umur beton 56 hari yaitu sebesar 22,31 MPa dari kuat tekan rencana yaitu 25 MPa . Untuk pesentase optimum terjadi diantara variasi II dan Variasi III. Pengaruh komposisi bahan ini dapat digunakan untuk keperluan beton non struktur.
ANALISIS RESPONS STRUKTUR PADA GEDUNG BETON BERTULANG 9 LANTAI (Studi Kasus : Gedung Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur) Victor Victor; Tamrin Rahman; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i2.3258

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang berpotensi mengalami gempa bumi karena keadaannya yang dilalui 2 jalur seismik. Struktur yang terkena gempa akan mengalami gaya horizontal, gaya horizontal ini akan menyebabkan strukur berdeformasi. Oleh karena itu penting untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai gaya horizontal. Gaya horizontal akibat gempa dapat dianalisis secara statik dan dinamik. Analisis statik berupa statik ekuivalen sedangkan analisis dinamik dapat berupa respons spektrum atau analisis riwayat waktu.  Pada penelitian ini mengambil kasus gedung 9 lantai dengan fungsi perkantoran dan dibangun diatas tanah lunak. Analisa gempa yang digunakan adalah analisis statik ekuivalen yaitu penyederhanaan beban gempa menjadi gaya lateral statis yang arah dan besarnya tetap, dan analisis dinamik respons spektrum dimana struktur digetarkan berdasarkan suatu spektrum respons desain.   Dari hasil analisis, diperoleh dimensi untuk balok induk adalah 400 x 600, balok anak 300 x 500, sedangkan kolom untuk lantai 1-3 adalah 700 x 700, lantai 4-6 adalah 600 x 600 dan lantai 7-9 adalah 500 x 500. Dari hasil perhitungan respons struktur diperoleh periode struktur hasil analisa adalah 1,18 detik, kemudian untuk ketidakberaturan torsi nilai δmax terbesar terdapat pada lantai 9 arah Y dari analisis statik ekuivalen yaitu 18.054 mm namun tidak memiliki ketidakberaturan torsi karena nilai δmax pada masing-masing lantai kurang dari δavg, kemudian untuk analisis P-Delta diperoleh nilai koefisien stabilitas (θ) terbesar pada arah Y dengan nilai 0.006441 dengan koefisien stabilitas maksimum (θmaks) 0,091 sehingga pengaruh P-Delta dapat diabaikan, kemudian untuk simpangan antar lantai arah X terbesar adalah 15,725 mm sedangkan arah Y adalah 13,177 mm dengan simpangan antar lantai ijin adalah 100 mm sehingga tidak terdapat simpangan berlebih pada setiap lantai.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK PET SEBAGAI BAHAN TAMBAH ASPAL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) Johannes E. Simangunsong; M. Jazir Alkas
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i2.6983

Abstract

Aspal merupakan bahan pengikat yang paling banyak digunakan untuk perkerasan jalan. Sumber utama bahan aspal berasal dari proses penyulingan minyak bumi yang keberadaannya semakin hari semakin berkurang. Salah satu upaya untuk memofifikasi bahan aspal adalah dengan memanfaatkan limbah yang berasal dari bahan plastik sebagai bahan campuran pada aspal beton lapis aus (AC-WC). Salah satu limbah plastik yang dapat digunakan sebagai bahan tambah aspal adalah PET (Polyethylene Terepthalate).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sifat aspal akibat penambahan limbah plastik (PET) dan pengaruh penambahan limbah plastik (PET) pada aspal terhadap nilai karakteristik Marshall pada campuran AC-WC.Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah limbah plastik (PET) dapat dimanfaatkan sebagai bahan modifikasi aspal (Asphalt Modifier) pada Campuran AC-WC yang ditunjukkan dengan terpenuhinya semua Karakterisitik Marshall pada variasi kadar aspal 6% dan 6,5%
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KAPASITAS DUKUNG FONDASI TIANG TUNGGAL DENGAN BEBERAPA METODE BERDASARKAN DATA CPT DAN SPT TERHADAP HASIL PENGUJIAN PDA Heri Sutanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2, No 1 (2018): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v2i1.2147

Abstract

Fondasi merupakan bagian penting dari satu bangunan, fondasi sebagai dasar penahan beban terdasar dari suatu konstruksi. Jalan, gedung, jembatan, bendungan, dan konstruksi sipil lainnya tanpa fondasi yang kuat pasti akan mengalami kegagalan konstruksi. Pada pengaplikasian di lapangan sering mengesampingkan analisis daya dukung fondasi yang tepat. Desain fondasi hanya berdasarkan pengalaman pribadi, sehingga hal ini perlu di angkat karena fondasi menjadi landasan terpenting dari keberhasilan dalam bangunan sipil. Dalam penelitian ini dilakukan analisis ulang kapasitas dukung fondasi tiang tunggal dengan metode analisis perhitungan α (Tomlinson), U.S. Army Corps, λ, Tegangan Efektif (Effective Stress), Bagemann, DeRuitter & Beringen, dan Nottingham & Schmertmann. Nottingham dan Schmertmann yang hasilnya dibandingkan terhadap hasil PDA Test. Dari hasil analisis dan pembahasan didapat PDA dan CAPWAP adalah hasil terbaik, karena Qa PDA dan CAPWAP berada di antara Qa berdasarkan SPT dan Qa berdasarkan CPT. Qa berdasarkan SPT memiliki hasil terkecil terlalu bersifat konservatif, sedangkan Qa berdasarkan CPT memiliki hasil lebih besar dari pada Qa PDA dan CAPWAP ini menunjukkan bahwa Qa berdasarkan CPT lebih boros.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR MINIPILE PASCA KERUNTUHAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS V8.6 Nabilla Zahera; Masayu Widiastuti; Triana Sharly P Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2762

Abstract

Bandara merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan. Transportasi udara menjadi faktor pendukung bagi perkembangan dalam segi ekonomi, sosial, budaya maupun pariswisata. Hal ini menyebabkan perlunya pembangunan seiring pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda. Bandar Udara APT Pranoto terletak di Kecamatan Sei Siring ( ± 15 km dari pusat kota Samarinda). Berdasarkan informasi lapangan dan kondisi setempat, lahan tersebut dimanfaatkan dan dilakukan galian yang dalam hingga mencapai 25 m yang menyebabkan kondisi tanah dasar kurang stabil. Selama pekerjaan, kegagalan lereng terjadi di awal tahun 2015 yang menyebabkan setengah dari material di area runway longsor.Untuk memperbaiki kegagalan yang terjadi, perlunya peninjauan ulang yang berlangsung dilapangan. Analisis faktor aman sebelum terjadi kelongsoran didapatkan hasil yang aman sedangkan secara aktual di lapangan mengalami kelongsoran. Sehingga perlu dilakukan kilas balik dengan melakukan analisa balik. Metode perbaikan tanah telah banyak dikembangkan sesuai dengan kondisinya. Salah satu perbaikannya dengan metode perkuatan tanah sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap faktor aman yang rendah. Faktor aman yang rendah merupakan akibat yang ditimbulkan oleh tanah yang memiliki tahanan geser yang rendah. Metode perkuatan tanah bertujuan untuk menambah kekuatan tanah agar mampu mendukung beban yang bekerja diatasnya. Salah satu metode perkuatan tanah efektif untuk mengatasi kelongsoran adalah dengan menggunakan perkuatan tiang-tiang vertikal yang berperilaku seperti sistem cerucuk (minipile). Minipile memiliki kemampuan menghambat pergeseran tanah pada bidang longsornya. Metode yang digunakan untuk menganalisa adalah dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan komputer menggunakan Plaxis. Pada Plaxis, kedalaman minipile diberi variasi kedalaman dari 6 m hingga 12 m.Berdasarkan hasil analisa SF pada program Plaxis, SF sama dengan 2 dimulai pada kedalaman 8 m dan kedalaman 9m pada tahun kesepuluh. Sedangkan pada tahun ketiga, kedalaman 10 m mendapatkan SF sebsar 2,01. Namun untuk tahun pertama setelah konstruksi, pada kedalaman minipile 11 m telah mencapai angka 2,03. Sehingga, hasil rekomendasi geometri jika SF yang diijinkan perusahaan sama dengan 2 yang efektif adalah pada kedalaman 11 m.Kata kunci: Analisis Balik, Faktor keamanan, Minipile, Plaxis
PERENCANAAN KREMATORIUM DAN KOLUMBARIUM MODERN KOTA SAMARINDA Deta Indrayani Indrayani; Rusfina Widayati; Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i1.6294

Abstract

Kematian merupakan hal yang tidak dapat di tolak, terjadi setiap hari. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi jumlah kematian semakin meningkat, memberikan dampak terhadap kenutuhan lahan yang difungsikan sebagai area pemakaman. Penyediaan Penggunaan Tanah untuk Keperluan Tempat Pemakaman telah jelas menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kegiatan pembangunan, sebagai akibat pertambahan penduduk dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, diperlukan lebih banyak penyediaan tanah oleh karena harus diusahakan agar setiap penggunaan tanah dilakukan secara produktif dan effisien. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya lahan pemakaman yg bergeser dari fungsinya, maka tak jarang orang lebih memilih cara praktis seperti di kremasi atau pembakaran jenazah. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan krematorium dan kolumbarium yang dapat mefasilitasi seluruh warga kota Samarinda dengan sarana yang modern.Perencanaan dilakukan dengan melakukan analisis kondisi kriteria tapak dan lingkungan, serta analisis kebutuhan dan fungsi untuk menentukan pelaku kegiatan, kelompok kegiatan, fasilitas, hubungan kelompok ruang, dan kapasitas ruang.Hasil dari perencanaan ini adalah gambar rencana Krematorium dan Kolumbarium. Terdapat 1 bangnan utama yang terdiri dari 2 lantai, lantai 1 merupakan fasilitas krematorium yang berkapasitas 1500 orang dan 4 buah oven pembakar jenazah, dan lantai 2 merupakan fasilitas kolumbarium yang berkapasitas 3000 ruang penyimpan abu.

Page 5 of 16 | Total Record : 154