cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 154 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN CRUMB RUBBER DENGAN MATERIAL SENONI DAN FILLER BATU SENONI TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL ASPHALT CONCRETE – BINDER COURSE (AC-BC) Laily Rahma Putri; Masayu Widiastuti; M. Jazir Alkas
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i1.7720

Abstract

Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) adalah lapisan yang berguna untuk meneruskan beban menuju ke pondasi. Untuk meningkatkan sifat fleksibilitas, salah satunya dengan penggunaan Crumb Rubber yang berasal dari limbah ban ukuran lolos saringan No. 4 (4,75 mm) sebagai bahan tambah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Crumb Rubber sebagai bahan tambah dan penggunaan batu senoni sebagai filler terhadap campuran beton aspal terhadap sifat – sifat dari campuran Marshall. Pada penelitian ini mencari Kadar Aspal Optimum (KAO), kemudian dilakukan penambahan Crumb Rubber kadar 0%, 1%, 1,5%, 2%, dan 2,5% terdadap total berat benda uji dan filler batu senoni.Berdasarkan hasil pengujian Marshall yang didapat untuk campuran Kombinasi agregat Senoni dan Filler Batu Senoni terhadap Nilai Karakteristik Marshall diperoleh kadar aspal optimum sebesar 6,25% dengan nilai stabilitas sebesar 1.317,07 kg, flow sebesar 3.12 mm, VMA sebesar 16.81 %, VIM sebesar 3.75 %, VFA sebesar 77,75%, Marshall Quotient sebesar 421,69 kg/mm dan Ratio lolos partikel 0.075mm sebesar 0,76%. Hasil pengujian karakteristik Marshall KAO 6,25% dengan penambahan kadar crumb rubber 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% didapatkan hasil kadar crumb rubber 1% dengan nilai stabilitas sebesar 1.425,73 kg, flow sebesar 3.15 mm, VMA sebesar 16.55%, VIM sebesar 3,45%, VFA sebesar 79,20%, dan Marshall Quotient sebesar 452,61 kg/mm, dan Ratio lolos partikel 0.075 mm sebesar 0,76%, KAO 6,25% dengan penambahan kadar crumb rubber 1,5% dengan nilai stabilitas 1.483,90 kg, flow sebesar 3.20 mm, VMA sebesar 16.27 %, VIM sebesar 3.12 %, VFA sebesar 80,83%, Marshall Quotient sebesar 463,24 kg/mm dan Ratio lolos partikel 0.075mm sebesar 0,76%, KAO 6,25% dengan penambahan kadar crumb rubber 2% dengan nilai stabilitas sebesar 1.590,79 kg, flow sebesar 3.29 mm, VMA sebesar 15.56 %, VIM sebesar 2.83 %, VFA sebesar 81,87%, Marshall Quotient sebesar 484,01 kg/mm dan Ratio lolos partikel 0.075mm sebesar 0,76%, dan KAO 6,25% dengan penambahan kadar crumb rubber 2,5% dengan nilai stabilitas sebesar 1.705,24 kg, flow sebesar 3.44 mm, VMA sebesar 15,43 %, VIM sebesar 2,67 %, VFA sebesar 82,72%, Marshall Quotient sebesar 496,43 kg/mm dan Ratio lolos partikel 0.075mm sebesar 0,76%.
MODEL PENAHAN SEDIMEN SEKAT BERCINCIN PADA SALURAN IRIGASI Nenny Nenny
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2153

Abstract

Peranan irigasi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. Pendayagunaan air melalui system pengolahan yang baik untuk pemanfaatan air dilaksanakan secara efektif dan efisien. Angkutan sedimen pada saluran irigasi dapat mempersingkat umur pelayanan jaringan irigasi, karena terjadinya pendangkalan dan penurunan kapasitas, sehingga mempersulit air untuk mencapai permukaan sawah dan mengairi sawah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi angkutan sedimen di saluran irigasi, salah satunya yang umum dilakukan adalah pembuatan model penahan sedimen (MPS). Meski demikian, sedimen asih saja tetap masuk ke dalamsaluran irigasi dalam jumlah yang cukup besar. Sehingga dalam  pengoperasian dan pemeliharaannya membutuhkanbiaya yang cukup tinggi untuk pengerukan sedimen tersebut. Mengingat pentingnya suatu bangunan penangkap  sedimen, maka perlu perhatian khusus terhadap masalah ini, antara lain dengan membuat suatu model penahan sedimen yang mempunyai kemampuan untuk menangkap sedimen dengan baik. Dengan harapan dapat membantu mengendapkan sedimen agar tidak mengganggu fungsi dari saluran. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyan Makassar. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui sifat aliran yang terjadi pada bangunan penangkap sedimen, mengetahui volume angkutan sedimen dasar dengan perhitungan secaralangsung dan membandingkan dengan rumus pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar volumesedimen kecepatan aliran cenderung mengecil, dari 0.57 m/dt ; Vs : 0.0039 m3/dt. ke v : 0.16 m/dt. ; Vs :0.0047 m3/dt. Begitu pula sebaliknya semakin kecil volume sedimen kecepatan aliran cenderung membesar mulai dari 1.4 m/dt ; 0.0006 m3/dt ke v : 1.0 m/dt ; Vs : 0.0005 m3/dt
ANALISIS STABILITAS LERENG PADA RUAS JALAN SAMARINDA- BALIKPAPAN KM.24 DENGAN ALTERNATIF PERKUATAN DINDING BRONJONG DAN GEOTEKSTIL Reyhana Almira Rahma; Mardewi Jamal; Heri Sutanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i2.3255

Abstract

Ruas jalan Samarinda-Balikpapan berada pada kondisi topografi berupa perbukitan dan  lembah yang mengakibatkan beberapa segmen ruas jalan harus berada pada lereng. Adanya faktor-faktor internal dan eksternal, terutama hujan dan aliran air tanah yang membuat tanah pada lereng kehilangan kestabilan ataupun kemampuan menahan geseran sehingga  terjadi longsoran. Akibatnya beberapa segmen jalan mengalami kerusakan dan mengganggu arus lalu lintas. Sebagai upaya menghadapi kemungkinan longsoran susulan pada lereng yang ada di badan jalan dan menanggulangi lereng yang sudah longsor. Maka perlu untuk  mengetahui angka keamanan dengan alternatif perkuatan dinding bronjong dan geotekstil.  Pada penelitian ini dilakukan analisis pada 3 kondisi permodelan yaitu kondisi eksisting, kondisi dengan perkuatan geotekstil dan kondisi dengan perkuatan bronjong. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan dua metode yaitu analisis dengan perhitungan manual untuk kondisi dengan perkuatan dan dengan Plaxis.   Dari hasil analisa menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, lereng dalam kondisi tidak aman. Dengan nilai angka keamanan sebesar 0,97 dan tidak memenuhi angka keamanan yang diizinkan. Pada kondisi dengan perkuatan geotekstil angka keamanan meningkat menjadi 1,415 untuk perkerasan lentur. Pada kondisi dengan perkuatan dinding penahan gabion untuk perkerasan lentur  angka keamanan meningkat menjadi 1,424. Persentase peningkatan angka keamanan pada kondisi dengan perkuatan geotekstil untuk perkerasan lentur yaitu 45,88%. Pada kondisi dengan perkuatan dinding penahan gabion untuk perkerasan 46,80%. Dalam perhitungan kondisi dengan perkuatan bronjong dan geotekstil didapatkan semua perhitungan angka keamanan yang dicapai melebihi angka keamanan yang diizinkan yaitu 1,4.
PENAMBAHAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK Berlian Hardini; Fachriza Noor Abdi; Budi Haryanto; Mardewi Jamal; Triana Sharly P. Arifin
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i2.6980

Abstract

Paving block adalah komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland, air dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambah lainnya yang tidak mengurangi mutu dari beton tersebut. Paving block merupakan sarana transportasi yang umumnya digunakan dalam perkerasan jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu tempurung kelapa pada paving block menggunakan pasir palaran dengan perbandingan 1:6. Metode pengujian yang digunakan berdasarkan SNI 03-0691-1996. Benda uji berbentuk persegi panjang dengan ukuran 20cm x 10cm x 6cm sebanyak 39 benda uji dimana 9 benda uji merupakan produksi pabrik dan 30 benda uji merupakan benda uji dengan bahan tambah abu tempurung kelapa sebesar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dari berat semen dengan faktor air semen sebesar 0,40. Pengujian kuat tekan menggunakan masing masing 3 buah benda uji dan pengujian daya serap air menggunakan 3 buah benda uji berlaku untuk setiap variasi. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah paving block berumur 28 hari.Untuk variasi perbandingan abu tempurung kelapa adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10% dari berat semen dengan nilai fas sebesar 0,40. Kemudian diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar sebesar 7,2 MPa, 10,5 MPa, 7,8 MPa, 7,6 MPa dan 6,1 Mpa. Berdasarkan hasil tersebut maka paving block dengan penambahan abu tempurung kelapa sebesar 2,5% terhadap berat semen dengan perbandingan semen, pasir dan air yaitu 1:6:0,40 memenuhi syarat berdasarkan SNI 03-0691-1996 masuk pada mutu D atau dapat digunakan untuk taman yang memiliki harga produksi lapangan sebesar Rp. 1.290,- /buah
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT KASAR KORAL LONG IRAM DAN AGREGAT HALUS PASIR MAHAKAM Dewi Ciptasari Kusumaningrum
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 2 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v1i2.2144

Abstract

beton, mengetahui prosentase optimal abu sekam padi pada campuran beton, serta mengetahui kelayakan material lokal sebagai bahan penyusun campuran beton. Material yang digunakan adalah agregat kasar koral Long Iram dan agregat halus pasir Mahakam, semen type I (Bosowa) dan abu sekam padi. Benda uji berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, dengan perbandingan komposisi berat aktual beton sebesar 3,68 koral Long Iram : 1,68 pasir : 1 semen : 0,39 air. Prosentase penambahan abu sekam padi yaitu 3%, 6%, 9%, 12%, 15% dan 18% dari berat semen. Setiap prosentase abu sekam padi dibuat 3 benda uji dengan umur perawatan 14 dan 28 hari. Untuk beton normal dibuat 20 benda uji, 5 benda uji untuk umur 3, 7, 14 dan 28 hari.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan abu sekam padi dapat meningkatkan kuat tekan beton, yang ditunjukkan dengan nilai kuat tekan yang berada di atas kuat tekan rencana yaitu 18,68 Mpa. Prosentase optimal penambahan abu sekam padi adalah sebesar 6 %, dengan nilai kuat tekan sebesar 19,44 MPa yang mengalami peningkatan sebesar 2,2 % dibanding beton normal. Dari hasil pengujian laboratorium didapatkan bahwa material lokal cocok digunakan sebagai bahan campuran beton.
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BERDASARKAN DATA UJI LABORATORIUM, UJI SPT DAN UJI KALENDERING PADA PROYEK JALAN PENDEKAT JEMBATAN MAHAKAM IV SISI SAMARINDA KOTA Budi Haryanto; Masayu Widiastuti; Syarifah Fathil Bariah
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2759

Abstract

Daya dukung fondasi sangat penting untuk diketahui agar dapat direncanakan struktur bangunan yang baik dan tidak mengalami penurunan ataupun kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil kapasitas daya dukung tiang pancang yang berdiameter 500 mm (SPP500) dan 1000 mm (SPP1000) dengan menggunakan data uji laboratorium, uji Standart Penetration Test (SPT), dan data kalendering, serta membandingkan hasil analisa ketiganya dengan hasil tes Pile Driving Analyzer (PDA) sehingga dapat diperoleh metode yang memenuhi syarat aman.Pada analisis daya dukung menggunakan data hasil uji laboratorium digunakan metode Broms dan zmetode U.S Army Corps, untuk daya dukung berdasarkan hasil uji Standard Penetration Test (SPT) digunakan metode Meyerhof dan metode Briaud et al dan untuk daya dukung berdasarkan hasil uji kalendering digunakan metode Hiley dan metode Danish.Berdasarkan hasil analisis diketahui daya dukung ijin (Qa) pada SPP500 dan SPP1000 secara berurutan berdasarkan data uji laboratorium menggunakan metode Broms yaitu 985,18 ton dan 2.804 ton, lalu pada metode U.S Army Corps yaitu 962,23 ton dan 2.747 ton. Berdasarkan data uji SPT menggunakan metode Meyerhof yaitu 225,31 ton dan 582,05 ton, lalu pada metode Briaud et al yaitu 174,03 ton dan 582,05 ton. Berdasarkan uji kalendering menggunakan metode Hiley yaitu 255,79 ton dan 573,01 ton, lalu pada metode Danish yaitu 149,25 ton dan 272,52 ton.Hasil daya dukung pada uji laboratorium memiliki perbedaan yang lebih besar dibandingkan dengan hasil PDA test. Hasil daya dukung dengan parameter data uji SPT dan uji kalendering memiliki hasil yang lebih kecil dan mendekati dengan hasil pengujian PDA, yang berarti daya dukung fondasi berdasarkan data SPT dan kalendering lebih dapat mewakili kondisi di lapangan.Kata kunci: Analisis daya dukung, fondasi, tiang pancang, uji laboratorium, uji SPT, uji kalendering, PDA, CAPWAP
STUDI PENANGANAN LONGSOR DENGAN BEBERAPA ALTERNATIF DINDING PENAHAN TANAH Muhammad Arif Ikrimah; Heri Sutanto; Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2020): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v4i2.5236

Abstract

Analisis geoteknik digunakan juga dalam membuat desain dinding penahan tanah yang stabil dan kuat. Kestabilan dinding penahan tanah yang akan dibahas merupakan studi kasus yang berasal dari struktur dinding penahan tanah existing yang mengalami pergeseraan yang terjadi pada area Kampus Politeknik Balikpapan. Kestabilan struktur dianalisis menggunakan metode konvensional dan metode elemen hingga. Analisis metode konvensional meliputi perhitungan kestabilan momen, geser, dan daya dukung. Metode elemen hingga dilakukan untuk menunjukkan perbandingan nilai pada metode konvensional.  Perhitungan tekanan tanah dihitung dengan menggunakan teori rankine dan coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data–data karakteristik keteknikan (c dan Ø). Maksud dari penelitian ini untuk menganalisis pada 3 kondisi permodelan yaitu kondisi existing, kondisi dengan perkuatan gravity wall dan cantilever wall. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan dua metode yaitu analisis dengan metode konvensional untuk kondisi dengan perkuatan dan metode elemen hingga (Geostudio 2012 Slope/Wdan Plaxis). Geoslope untuk menghitung kestabilan lereng dan plaxis untuk menghitung sturktur dinding penahan tanah. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa pada kondisi existing lereng dalam kondisi tidak aman. Dengan nilai angka keamanan sebesar 0,392 untuk perhitungan konvensional dan untuk perhitungan metode elemen hingga sebesar 0,296 dari nilai tersebut tidak memenuhi angka keamanan yang diizinkan. Oleh karena itu diberikan perkuataan tanah existing yaitu turap spun pile teori rankine dengan nilai angka keamanan tidak aman terhadap stabilitas geser = 1,145, tidak aman terhadap stabilitas penggulingan = 0,537 dan untuk metode elemen hingga sebesar 1,136 . Dan untuk analisis dinding penahan tanah alternatif yaitu gravity wall dan cantilever wall teori rankine dengan nilai angka keamanan aman terhadap stabilitas geser = 2,414 dan 1,559, aman terhadap stabilitas penggulingan = 3,759 dan 2,345, aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah = 2,822 dan 2,473 dan untuk metode elemen hingga sebesar 3,327 dan 2,847. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa gravity wall layak dan aman dipergunakan sebagai dinding penahan tanah untuk mengganti sturktur turap spun pile yang mengalami pergeseran dikarenakan faktor keamanan gravity wall memenuhi syarat kemanan yang diizinkan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG JALAN UNTUNG SUROPATI–JALAN IR.SUTAMI KOTA SAMARINDA Rahmad Zubair; Tiopan H. M Gultom; Budi Haryanto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i2.9415

Abstract

Salah satu simpang yang mengalami permasalahan lalu-lintas di Kota Samarinda adalah simpang JalanUntung Suropati-Jalan Ir. Sutami. Pada saat jam sibuk sering terjadi kepadatan lalu lintas. Hal ini terjadikarena Jalan Untung Suropati dan Jalan Ir. Sutami merupakan salah satu jalur utama yang sering dilaluioleh masyarakat Kota Samarinda. Selain itu, cukup banyak volume kendaraan yang melakukan putar arahdisimpangtersebutsehingga menambah titik konflik pada simpang.Analisis kinerja simpang dilakukan menggunakan MKJI 1997 dan PTVVissim. Dari hasil analisisdiperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 1,27, dan tundaan simpang sebesar 71,43 detik dengan tingkatpelayanan F. Sedangkan untuk hasil simulasi menggunakanVissimdiperoleh tundaan tertinggi 56,27 detikdengan tingkat pelayanan F.Alternatif perbaikan yang direkomendasikan adalah alternatif 3 yaitu menerapkan pengaturan simpangbersinyal 4 fase dengan penyesuaian geometrik pada simpang Jalan Untung Suropati–Jalan Ir. Sutami.Hasilnya diperoleh derajat kejenuhan tertinggi 0,69, dan tundaan rata-rata untuk seluruh simpang adalah19,94 detik dengan tingkat pelayanan simpang adalah C. Hasil simulasi simpang menggunakanVissim,diperoleh tundaan rata-rata simpang sebesar 18,03 detik dengan tingkatpelayanan B.Kata Kunci:Simpang,Analisis Kinerja,PTVVissim
PENTINGNYA ANALISIS MEKANISME KERUNTUHAN PADA SEMUA TAHAPAN DAN ASPEK KEGIATAN KONSTRUKSI BERESIKO TINGGI Haris, Abdul
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v1i1.2134

Abstract

Keruntuhan getas pada struktur-struktur yang beresiko tinggi perlu diantisipasi secara sistemik lebih serius lagi. Kebutuhan infrastruktur dan sarana prasarana lainnya terus tumbuh baik dari segi kulaitas maupun kuantitas. Dibutuhkan lebih banyak lagi struktur-struktur yang beresiko tinggi seperti jembatan-jembatan bentang panjang dengan kabel dan gantung maupun kontruksi baja serta jembatan jembatan yang melayang di atas kota yang sibuk. Bangunan-bangunan vital didaerah rawan gempa dan juga dengan kondisi tanah tidak stabil.Sejumlah keruntuhan konstruksi beresiko tinggi seperti jembatan bentang panjang dan juga gedung ditelusuri. Dari hasil penelusuran, ditemukan banyak ketidakpastian perilaku struktur yang perlu dicermati. Pendekatan probablistik perlu diadopsi lebih luas sedemikian analisis mekanisme keruntuhan struktur dibutuhkan dalam proses perencana atau bahkan pada saat program disiapkan. Analisis mekanisme keruntuhan yang dilakukan sejak dari tahapan program akan memberikan informasi untuklangkah-langkah yang akan diambil dalam rangka mereduksi probabilitas keruntuhan getas. Analisis mekanisme keruntuhan juga akan memberikan informasi terkait metode konstruksi dan juga untuk tahapan pemeliharaan dan perbaikan.
ANALISA KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN ABU TERBANG BATUBARA SEBAGAI BAHAN TAMBAH DAN SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DENGAN AGREGAT HALUS PASIR ANGGANA Fachriza Noor Abdi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2167

Abstract

Abu batubara (fly ash) adalah sisa pembakaran batubara yang sangat halus. Kedepan pemakaian batubara sebagai sumber energy akan terus meningkat sehingga dapat menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan. Abu batubara mengandung SiO2, Al2O3, P2O5, dan Fe2O3 yang cukup tinggi sehingga abu batubara memenuhi kriteria sebagai bahan yang memiliki sifat semen/pozzolan. Salah satu upaya pemanfaatan abu batubara ini adalah untuk bahan campuran pembuatan paving block. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan abu terbang batubara pada campuran mortar dengan menggunakan agregat halus Pasir Anggana terhadap kuat tekannya. Kuat tekan maksimal yang dihasilkan dari penambahan abu terbang batubara padacampuran mortar dengan menggunakan agregat halus pasir Anggana didapat pada umur 56 hari. Kuat tekan masing-masing persentase penambahan abu terbang batubara adalah 10% (12 Mpa), 20% (14,86 Mpa), 30% (13,5 Mpa), 40% (13,66 Mpa), dan 50% (9,83 Mpa). Kuat tekan maksimal didapat pada penambahan abu terbang batubara terjadi pada persentase 20% sebesar 14,86 Mpa. Kuat tekan maksimal yang didapat dari pengganti abu terbang batubara adalah pada persentase 20% dengan kuat tekan sebesar 10,16 Mpa pada umur 56 hari.

Page 9 of 16 | Total Record : 154