cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 164 Documents
PEMANFAATAN CANGKANG KEMIRI ALEURITES MOLUCCANA (CANDLENUT) SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN Heri Sutanto; Fachriza Noor Abdi; Rizky Asdi Kesuma
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 1 (2021): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v5i1.6299

Abstract

Semakin meluasnya penggunaan beton semakin juga banyak kebutuhan bahan baku pembentuk beton, kerikil yang selama ini diperoleh dari alam cenderung menurun. Hal ini mendorong para peneliti menambahkan bahan – bahan lain yang mempunyai sifat yang sama dengan pembentuk beton dalam campuran beton. Cangkang kemiri yang hanya dikenal menjadi limbah, kurang mendapat perhatian dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton maksimal, mengetahui pengaruh cangkang kemiri terhadap kuat tekan beton, mengetahui manfaat dari beton cangkang kemiri dalam dunia konstruksi.Penelitian ini dimulai dengan pengujian fisis terhadap material penyusun beton dan membuat rancangan adukan beton berdasarkan metode SNI 03-2834-2000 beton normal dan SNI 03-3449-2002 beton ringan. Mutu beton yang direncanakan 20 Mpa, selanjutnya adalah pembuatan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 150 mm x 300 mm sebanyak 36 buah. Agregat kasar disubtitusi dengan campuran 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% cangkang kemiri masing – masing sebanyak 3 benda uji. Pengujian kuat tekan beton dilakukan setelah beton berumur 7 dan 28 hari.Dari hasil pengujian yang dilakukan, didapatkan kuat tekan tertinggi 14,12 Mpa dengan campuran 5% cangkang kemiri, dan terus mengalami penurunan nilai kuat tekan sampai 7,37 Mpa dengan campuran 25%, dibandingkan beton normal terjadi penurun 45 - 71% dari beton normal dengan nilai kuat tekan 25,28 Mpa. Penurunan nilai kuat tekan di pengaruhi oleh kadar air kemiri yang tinggi dan nilai berat jenis cangkang kemiri yang ringan dari pada kerikil. Seluruh beton cangkang kemiri masuk kedalam mutu beton kelas 1, merupakan beton yang berguna untuk pekerjaan-pekerjaan non struktural (tidak mengandung besi) seperti untuk jalan, pondasi kolom, pengecoran lantai bangunan yang tidak terlalu besar, dan lantai halaman.
ANALISA PERILAKU DINAMIK STRUKTUR ATAS JEMBATAN MAHAKAM IV MYC SAMARINDA Haryadi Indrianto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 2 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v1i2.2143

Abstract

Pengaruh gempa harus ditinjau sebagai bagian dari proses perencanaan struktur jembatan. Akibat pengaruh gempa baik kuat maupun lemah, struktur jembatan secara keseluruhan harus masih berdiri walaupun sudah dalam kondisi di ambang keruntuhan. Secara umum standar analisis struktur gempa adalah SNI 03-1726-2012 yang merupakan pembaruan dari peraturan gempa SNI 03-1726-2002. Adapun peraturan lainnya yang digunakan yaitu standar perencanaan struktur baja untuk jembatanRSNI T-03-2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dinamik struktur jembatan Mahakam IV MYC Samarinda apabila diberi beban gempa.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Software SAP2000. Struktur dimodelkan dalam permodelan tiga dimensi. Struktur tersebut kemudian di analisis dengan analisis respon spektrum. Adapun permodelan yang dilakukan meliputi pergantian tumpuan dari tumpuan rol ke sendi sertapergantian pemeriksaan struktur yang dilakukan oleh SAP2000 menggunakan IBC2003 dan LRFD kemudian kedua hasil tersebut dibandingkan untuk menentukan mana yang lebih efisien. Parameterparameter dinamik yang dihasilkan selanjutnya dievaluasi untuk menentukan perilaku struktur.Hasil menunjukkan bahwa perilaku dinamik serta kemampuan kapasitas dari profil yang digunakan pada jembatan Mahakam IV MYC Samarinda memenuhi persyaratan yang disyaratkan dan dinyatakan aman. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan pada peraturan gempa yaitu SNI 03-1726-2012 dan peraturan perencanaan baja untuk jembatan RSNI T-03-2005.
ESTIMASI KEBUTUHAN SLURRY PADA PENYEMENAN CASING SUMUR PENGEBORAN MINYAK Rahmawati Rahmawati; Bambang Sugeng; Sulardi Sulardi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i1.2758

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran metode penyemenan primer dan metode penyemanan sekunder serta estimasi kebutuhan material slury cement pada sumur pengeboran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian terpakai dengan metode pendekatan studi kasus estimasi kebutuhan slury pada pekerjaan penyemenan sumur pengeboran di Sangata. Hasil penelitian menunjukan kebutuhan slury cement untuk primery cementing dan secondary cementing untuk sumur pengeboran dengan casing dia. 13 3/8”, OD.13,375 “, ID. 12,615”, kedalaman. 307 meter, Existing casing dia. 9 5/8”, OD. 9,625”, ID.8,755”, Panjang. 304,9 meter, Open hole. 12”, Float shoe. 304,9 meter, Float collar. 294,5 meter, Top of cement. 0,0 meter, Top of tail. 204,9 meter dengan Excess 75% adalah sebanyak. 403,9 Cuft atau 71,9 bbl lumpur pengeboran. Hasil penelitian juga merekomendasikan agar penyemenan sumur pengeboran tidak dilakukan sekaligus namun dilakukan secara bertahap untuk kesempurnaan hasil penyemenan.
OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS Khoni Eka Pratiwi; Fachriza Noor Abdi; Ery Budiman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 4, No 2 (2020): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v4i2.5235

Abstract

Dalam sebuah pelaksanaan proyek konstruksi dibutuhkan manajemen yang akan mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir, yakni manajemen proyek. Keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan proyek sering kali disebabkan oleh kurang terencananya kegiatan proyek serta pengendalian yang kurang efektif. Mulai dari perencanaan kita dihadapkan pada pengaturan sumber daya seperti tenaga kerja, biaya, waktu, peralatan dan lain sebagainya sampai pada pelaksanaan proyek. Jika hal – hal tersebut tidak ditangani dengan benar, berbagai masalah akan muncul seperti keterlambatan penyelesaian proyek, penyimpangan mutu, pembiayaan membengkak, pemborosan sumber daya yang sangat merugikan bagi pelaksana proyek. Penelitian ini menggunakan metode Presedence Diagram Method (PDM), proses ini dimulai dengan mencari lintasan kritis melalui program Microsoft Project 2013, percepatan dilakukan untuk mendapatkan cost lope dan total cost, kemudian metode Least Cost Analysis digunakan untuk mendapatkan perubahan biaya dari penambahan tenaga kerja. Data yang diperlukan adalah RAB, daftar analisa harga satuan pekerjaan, jadwal waktu pelaksanaan, dan biaya tidak langsung suatu proyek. Percepatan dilakukan dengan melakukan penambahan tenaga kerja 25 % dari tenaga kerja normal. Berdasarkan data serta hasil analisis dan pembahasan yang dilakukanjumlah kegiatan kritis yang diperoleh adalah 21 kegiatan dari 89 kegiatan proyek dengan durasi normal proyek adalah 180 hari. Durasi yang diperoleh setelah dilakukan percepatan dengan metode Least Cost Analysis yaitu 174 hari dengan waktu percepatan sebesar 6 hari atau efisiensi waktu proyek sebesar 3,33 %. Biaya optimal yang diperoleh setelah melakukan percepatan dengan penambahan tenaga kerja yaitu sebesar Rp. 4.467.603.925 dari biaya normal sebesar Rp. 4.477.845.300 maka diperoleh efisiensi biaya sebesar Rp. 10.299.044 atau 0,23%.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN PADA ANGKUTAN KOTA (ANGKOT) TRAYEK F KOTA SAMARINDA Fariz Ihsan Binovan; Johannes E. Simangunsong; Tamrin Rahman
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 2 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i2.9412

Abstract

Aktivitas masyarakat yang semakin hari semakin bertambah akan membentuk suatu pola pergerakan yangberkaitan dengan mobilitas masyarakat, hal ini harus diimbangi oleh sarana dan prasarana yang memadai.Jumlah kendaraan pribadi terus meningkat setiap tahunnya, hal tersebut menyebabkan semakin penuhnyapengguna jalan dan dapat menyebabkan kemacetan. Angkutan umum adalah salah satu solusi transportasiyang dapat mengurangi kemacetan tersebut, dengan pengoptimalan penggunaan angkutan umum akanmengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga dapat terhindar dari kemacetan. Berdasarkan dataangkutan umum perkotaan di Dinas Perhubungan Kota Samarinda terdapat 1439 kendaraan yang memilikiizin dengan jenis MPU, namun setelah dilakukan survey lapangan hanya ditemukan 272 kendaraan sajayang masih beroperasi hal ini terjadi karena kurang optimalnya kualitas dan pelayanan angkutan umumsehingga minat masyarakat sangat minim dalam menggunakan fasilitas angkutan umum. Kualitas angkutanumum ditinjau dari 2 kinerja nya yaitu kinerja operasional dan kinerja pelayanan, kinerja dilapangan harusditeliti lagi agar dapat mengetahui parameter mana yang masih kurang optimal. Maka dari itudibutuhkannya penelitian tentang kinerja angkutan kota agar dapat mengetahui dan dapat meningkatkanapa yang menjadi kekurangan angkutan kota di Kota Samarinda.Pengambilan data yang dilakukan menggunakan 3 metode yaitu survei statis, survei dinamis danmewawancarai penumpang angkutan kota untuk tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan angkutankota. Survei statis yaitu survei yang dilakukan dengan mencatat informasi dari setiap kendaraanyangmelintas seperti plat kendaraan dan waktu kendaraan melintas di titik pengamatan yang sudah ditetapkansedangkan survei dinamis yaitu survei yang dilaksanakan dengan mengikuti kendaraan terdiri dari surveipenumpang naik dan turun dari kendaraan dan survei waktu perjalanan. Data kemudian dianalisismenggunakan SK. 687/AJ.206/BRJD/2002. Mewawancarai penumpang dengan cara menyebar kuesioneryang sudah dibuat menggunakanlikert scalelalu dianalisis menggunakan Peraturan Menteri No. 98 Tahun2013.Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah dilakukan untuk kinerja operasional diperoleh parameterload factordengan hasil 34% yang berarti tidak baik dimana idealnya adalah 70% dan ini berdampakkerugian bagi supir angkot,headway69 menit hasil tersebut jauh dari kata baik dimana idealnyaheadwayadalah 5 menit . Kinerja pelayanan mendapatkan nilai 3 kategori predikat baik yaitu parameter keamanan,kenyamanan, dan kesetaraan, sedangkan 2 parameter lainnya mendapatkan kategori predikat cukup yaituparameter keselamatan dan keteraturan. Kinerja pelayanan mendapatkan nilai TCR rata–rata 61% yangberarti kategori baik.Kata Kunci: angkutan kota, kinerja operasional, kinerja pelayanan
PERENCANAAN SIRKUIT BALAP MOTOR ROAD RACE BERSTANDAR NASIONAL DI SAMARINDA givvari, aldhi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1, No 1 (2017): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v1i1.2133

Abstract

Kata balap, seperti yang kita ketahui adalah tentang aktivitas balap dan pemacu kecepatan di antara para pembalap. Tipe-tipe balap motor tersebut adalah Road Race, Motor Cross, Drag Bike, Grass Track, Free Style. Balap motor pada umumnya dikenal sebagai olahraga yang berbahaya, tetapi dinikmati sebagai hiburan yang menarik. Untuk meningkatkan balap motor di Indonesia pada umumnya, dan di Samarinda pada khususnya, tempat untuk berlatih para pembalap berpontensi, maka dari itu perlu dibangun fasilitas olahraga yang pantas dengan standar nasional di Samarinda. Dari sudut pandang perencanaan fasilitas pengembangan potensi motor road race denga standar nasional di Samarinda, fasilitas ini juga dapat menjadi sarana rekreasi dan hiburan untuk pengguna fasilitas. Prinsip dasar perencanaan termasuk rencana analisis tapak, bangunan dan lintasan. Konsep perencanaan termasuk dalam desain awal rencana bangunan utama, paddock, tribun VIP dan ekonomi serta fasilitas pendukung lainnya.
MODEL PENETAPAN PROYEK KONSTRUKSI SISTEM KONTRAKTUAL ATAU BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Zulkarnain, Isnaini
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2166

Abstract

Pemilihan pelaksanaan proyek konstruksi dengan cara kontraktual maupun pemberdayaan masyarakat diharapkan mempertimbangkan berbagai kriteria, sub kriteria dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Sedangkan kriteria yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, dan administrasi. Permasalahan penelitian ini adalah pemilihan pelaksanaan proyek konstruksi yang tepat dengan harapan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Maksud penelitian ini adalah untuk mengevaluasi proyek konstruksi kontraktual dan proyekkonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) untuk menentukan faktor – faktor penting dalam memilih pelaksanaan proyek konstruksi, 2) menentukanbobot kriteria dan sub kriteria diantara sejumlah alternatif dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), 3) memilih pelaksanaan proyek konstruksi dengan cara kontraktual atau cara pemberdayaan masyarakatdengan metode AHP. Data primer yang digunakan diambil dengan metode wawancara dan kuisioner yang kemudian diolah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis dengan metode AHP dilakukan untuk seluruh responden dari tiap kriteria, sub kriteria dan alternatif yang menjadi pilihan pelaksanaan proyek konstruksi. Dari hasil analisis yang diperoleh kemudian dilakukan validasi hasil analisis AHP dengan metode wawancara dari perwakilan responden. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya berbagai kriteria yang dipertimbangkan antara lain adalah waktu, biaya, mutu, partisipasi masyarakat, dan adminstrasi. Darihasil analisis kriteria yang ada, maka diketahui bobot kriteria yang menjadi pertimbangan pemilihan pelaksanaan konstruksi. Validasi hasil analisis menunjukkan rekomendasi model pelaksanaan proyek konstruksi lebih baik dilakukan dengan cara kontraktual atau dengan pemberdayaan masyarakat. Walaupun antara kontraktual dan pemberdayaan masyarakat sama – sama melakukan kontrak.
STUDY PUBLIC RESPONSE OF SAMARINDA CITY TO THE INSTALLATION OF RAINWATER HARVESTING AND IT’S BENEFITS Novem Christiandi; Budi Haryanto; Mardewi Jamal
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6, No 1 (2022): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v6i1.7724

Abstract

Flooding, a lack of potable water, and environmental harm caused by regional expansion are all issues that continue to plague Samarinda City. This research tries to persuade the community to use rainwater harvesting (RWH) systems as a solution to these issues, and then closes with the people of Samarinda's overall response. It was discovered that 33% of respondents collect and use rainwater for various reasons utilizing a survey method and descriptive analysis approach. Only 16 percent of the 33 percent use it for basic needs (cooking and drinking water). The majority of responders (80%) think that using rain water (RWH) can lessen the Regional Water Company's service load. However, the number of people who are aware of the favorable effects of RWH on the environment is still quite small, around 25%. The biggest reasons for respondents not installing RWH in their homes and environs are the expense of installation (26%) and space availability (52%) issues. In order to boost public interest in rainwater collecting with RWH installations in the future, more extensive and precise socialization activities and movements are required.
DESAIN JEMBATAN PELENGKUNG LAMARU-TRITIP MENGGUNAKAN TIPE TROUGH ARCH Nindya Fitrisari
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2157

Abstract

Di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur terdapat obyek pariwisata Pantai Teritip yang memiliki potensi di bidang pariwisata. Namun hingga saat ini daerah tersebut masih belum bisa diakses dikarenakan tidak adanyasarana untuk menuju daerah tersebut. Dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah tersebut maka Yayasan Senyiur mengadakan pembangunan jembatan untuk menunjang sarana dan prasarana transportasi warga danwisatawan yang berkunjung ke daerah Teritip. Mengingat pentingnya peran jembatan Lamaru-Teritip, makapembangunannya harus ditinjau secara teknis, agar aman, nyaman dan juga menarik dari segi estetika agar menarik minat para wisatawan yang akan berkunjung ke Teritip. Dasar dasar perencanaan mengacu pada peraturan RSNI T 2005, sedangkan perencanaan struktur menggunakan peraturan AISC – LRFD. Pada tahap awal adalah perhitunganlantai kendaraan dan trotoar. Kemudian dilakukan perencanaan dimensi gelagar memanjang dan melintang, serta perhitungan shear connector. Analisis konstruksi pemikul utama dan konstruksi sekunder dilakukan dengan menggunakan program SAP 2000. Setelah didapatkan gaya-gaya dalam yang bekerja dilakukan perhitungan kontrol tegangan dan perhitungan sambungan. Kemudian memasuki tahap akhir dari perencanaan struktur atas dilakukan perhitungan dimensi struktur. Dari hasil perencanaan didapatkan profil dan dimensi yang dipakai pada jembatan Dimensi gelagar memanjang I WF 700 300, gelagar melintang I WF 700 300, rangka busur B WF 550 x 550, kontruksi penggantung 355,6 X 19, ikatan angin atas Ø 267,4 x 15,1 , ikatan angin bawah IWF 250 x 125.
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG KPKNL BONTANG DAN METODE PERBAIKANNYA Yudi Pranoto
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3, No 2 (2019): JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v3i2.3727

Abstract

Kondisi tanah rawa yang ada di sebagian wilayah Kalimantan Timur, membuat perencana harus memperhitungkan dengan matang pondasi yang  akan dipergunakan. Kesalahan dalam merencanakan sebuah pondasi dapat menyebabkan kerusukan yang disebabkan karena penurunan gedung. Gedung KPKNL Bontang merupakan salah satu gedung yang mengalami kerusakan akibat adanya penurunan gedung. Sebagian gedung mengalami kerusakan, baik kerusakan struktur maupun kerusakan arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk  melakukan analisa penyebab utama kerusakan gedung, menentukan keamanan pemanfaatan gedung dan mendapatkan solusi metode perbaikannya.   Penelitian ini dilakukan melalui evaluasi kerusakan struktur eksisting bangunan gedung yang di awali dengan survey lapangan dan pengujian pada gedung KPKNL Bontang untuk mendapatkan kekuatan tekan beton aktual dan jumlah tulangan yang terpasang dalam elemen struktur di  lapangan. Dari data yang didapatkan di lapangan kemudian dilakukan permodelan 3 dimensi menggunakan software SAP V .14. dan analisa struktur untuk mementukan tingkan keamanan gedung dan menentukan metode perbaikan yang akan dipergunakan. Dalam penilaian ini, gedung Cipta dievaluasi berdasarkan persyaratan struktur rangka pemikul momen khusus (SRPMK).   Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung KPKNL Bontang telah mengalami penurunan yang disebabkan karena kesalahan dalam perencanaan pondasi dalam, sehingga perlu dilakukan perkuatan pada pondasi untuk mencegah penurunan lebih dalam. Sedangkan untuk struktur atasnya masih mampu untuk menahan beban rencana.

Page 7 of 17 | Total Record : 164