cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,307 Documents
Pengembangan Prototipe Sistem Pencegah Penyebaran Kebakaran Otomatis Menggunakan Webcam Faishal Adli; Fiky Yosef Suratman; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran merupakan peristiwa yang merugikan, selain dari segi material kebakaran juga dapat menelan korban jiwa. Upaya untuk mencegahnya banyak dilakukan di antaranya: sistem pencegah kebakaran, salah satunya berupa sistem pencegah kebakaran otomatis. Sistem pencegah kebakaran yang banyak digunakan adalah sistem yang menggunakan sensor asap dan suhu. Pada tugas akhir ini diusulkan pengembangan sistem pencegah kebakaran secara otomatis. Sistem akan memetakan sebuah ruangan menjadi beberapa ruang kecil. Metode yang penulis gunakan adalah metode pengolahan citra. Penulis menggunakan mini komputer Raspberry sebagai basis pengolah data gambar hasil penangkapan kamera. Data gambar tersebut diolah menjadi sistem yang diinginkan. Penanganan kebakaran dari sistem ini, berupa pemadaman dengan air pada ruang sumber api. Sistem akan mendeteksi ruang letak titik api berada. Kemudian sistem akan mengaktifkan solenoid valve pada ruang kecil yang terdeteksi api. Dengan sistem tersebut dapat mengefisienkan air pada simulasi penentuan satu titik api. Dengan metode pengolahan citra didapat nilai H : 34 – 37, S :5 – 6, V : 238 – 240 merupakan nilai citra api. Sistem dirancang untuk dapat membuka jalur air ketika terdeteksi api pada ruangan. Hasil pengujian perancangan tersebut, sistem membuka jalur air dengan tingkat keberhasilan 94%. Oleh karena itu, sistem ini dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal penanganan penyebaran kebakaran. Kata kunci : Ruang titik api, Raspberry, Pengolahan citra, Kamera, Solenoid valve.
Perbandingan Tingkat Akurasi Support Vector Machine Dengan Naive Bayes Pada Studi Kasus Okupansi Lahan Berdasarkan Kondisi Cuaca Yosua Marchel; Jondri Nasri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi sebuah ruangan pada suatu lahan dapat mempengaruhi tingkat huni ruangan tersebut. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain temperatur, cahaya matahari, serta kelembapannya. Kita tidak akan mengerti dengan pasti faktor apa yang paling mempengaruhi kondisi sebuah lahan. Salah satu contoh metode yang sering digunakan untuk klasifikasi data yaitu Support Vector Machine (SVM) dan Naive Bayes. Dengan memproses data melalui atribut yang ada, akan dihasilkan keputusan di kelas mana data tersebut berada. Dengan begitu kita dapat menghitung tingkat keakurasian kedua metode tersebut terhadap suatu studi kasus. Melalui penelitian yang telah dilakukan, menghasilkan akurasi dengan menggunakan SVM lebih besar dibanding dengan Naive Bayes berdasarkan data okupansi lahan yang dipengaruhi oleh cuaca. Kata kunci: Support Vector Machine, Naive Bayes, Okupansi
Sistem Identifikasi Iris Mata Dengan Metode Independent Component Analysis Dan Klasifikasi K-nearest Neighbor Eky Yuliansyah; Rita Magdalena; Estananto Estananto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iris mata adalah bagian mata yang berwarna yang membantu pupil untuk melihat dengan jelas dan mengatur masuknya pencahayaan. Iris adalah indikator biometrik. Untuk itu iris dapat dijadikan sebagai identifikasi untuk mengetahui seseorang yang memiliki pola iris tersebut. Iris memiliki pola yang berbeda pada tiap orangnya sehingga besar kemungkinan seseorang dapat diketahui dari pola iris matanya. Dalam tugas akhir ini penulis membahas mengenai teknik untuk mengidentifikasi pemilik dari citra iris mata yang telah diambil citra iris matanya. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi citra iris mata. Pada tugas akhir ini penulis menggunakan metode Independent Component Analysis dengan algoritma FastICA dan klasifikasi menggunakan K-Nearest Neighbor yang diawali dengan proses preprocessing yang terdiri dari operasi grayscale, cropping, resize, radius agar citra dapat diambil bagian irisnya saja. Hasil penelitian tugas akhir ini didapatkan nilai akurasi identifikasi iris mata adalah 85,1429% dengan waktu komputasi 2,3954 detik dengan menggunakan statistik mean, standar deviasi dan skewness. Sangat diharapkan dengan kemampuan sistem ini dapat membantu kebutuhan manusia untuk mengidentifikasi seseorang atau bahkan untuk dijadikan sistem keamanan yang sangan baik. Kata kunci : Identifikasi, K-Nearest Neighbor, Independent Component Analysis, MATLAB, Iris mata.
Desain Optimal Dan Implementasi Penggerak Panel Surya Menggunakan Metode Perhitungan Sudut Azimuth Matahari Radhiansyah Radhiansyah; Muhamad Reza; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan listrik tenaga surya yang berbasis kepada efek photovoltaic dari peranti sel surya sebagai salah satu sumber tenaga listrik alternatif merupakan salah satu pilihan yang tepat saat sekarang ini dimana banyak perusahaan pembangkit energi terbarukan yang berlomba lomba untuk mengembangkan penggunaan photovoltaic. Akan tetapi dalam pengaplikasiannya, kemampuan dari panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik, belum optimal. Karena pengaturan sudut penerimaan cahaya pada panel surya yang masih belum efektif. Sehingga diperlukan sebuah pengontrol gerakan dari penampang tempat panel surya berada, agar dapat diperoleh suatu sudut kemiringan yang sesuai dengan arah dating cahaya matahari sehingga kemampuan panel surya dalam menghasilkan energi listrik bias lebih optimal. Panel surya akan bekerja dengan baik, apabila memiliki posisi yang tegak lurus dengan arah datangnya sinar matahari. Dengan demikian, sistem yang akan dirancang bertujuan agar posisi panel surya, tetap tegak lurus dengan arah datangnya sinar matahari. Pada sistem ini digunakan module Real-Time Clock yang akan mengirimkan data waktu ke NodeMCU sebagai microcontroller untuk diolah menjadi data sudut dengan metode perhitungan azimuth. Setelah didapatkan sudut posisi matahari maka Microcontroller akan menggerakkan motor servo pada penampang tempat panel surya berada sehingga posisi panel surya tegak lurus dengan posisi matahri.Dari perancangan sistem ini, dihasilkan sistem yang secara otomatis mampu untuk mengontrol posisi dari panel surya agar tetap tegak lurus dengan cahaya matahari. Kata kunci : panel surya, optimal, Real-Time Clock, azimuth, motor penggerak, tegak lurus Abstract The development of solar electricity based on the photovoltaic effect of solar cell devices as an alternative power source is one of the right choices right now, where many renewable energy companies try to make develop photovoltaic. However, on the application, the ability of solar panels to produce electricity is not optimal yet. Because of the arrangement of the angle of reception of light on solar panels that are still not effective. So we need a motion controller from the cross section where the solar panel is located, so that a slope angle can be obtained that corresponds to the direction of the sun's light, so that the ability of the solar panel to produce electrical energy can be optimized. The solar panel will work well, if it has a position that is perpendicular to the direction the sun is coming from. Therefore, the system that will be designed aims to position the solar panel, remaining perpendicular to the direction of sunlight. In this system, Real-Time Clock module is used to send time data to NodeMCU as a microcontroller to be processed into angular data with azimuth calculation’s method. After obtaining the angle of position of the sun, the microcontroller will move the servo motor in the cross section where the solar panel is located so that the position of the solar panel is perpendicular to the position of the sun. Keywords: solar panel, optimal, Real-Time Clock, azimuth, drive motor, perpendicular
Pengaruh Kabel Dispersion Compensating Fiber (dcf) Terhadap Performansi Link Sistem Komunikasi Optik Longhaul Dengan Berbagai Skema Jarak Achmad Wildan Almaiz; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini dengan bertambahnya kapasitas pengguna internet, data rate dengan kapasitas tinggi menjadi suatu kebutuhan, oleh karena itu desain fiber optik komunikasi jarak jauh dengan bitrate tinggi diperlukan. Tetapi, data rate dengan kapasitas tinggi memiliki kekurangan, dispersi adalah masalah untuk sistem ini. Maka dari itu, dengan menggunakan dispersion compensating fiber (DCF) diharapkan dapat mengoptimalisasikan rancangan fiber optik pada frekuensi tersebut, terutama dari masalah dispersi yang dapat dioptimalisasikan untuk receivingend. DCF adalah salah satu metode baik yang digunakan untuk menangani maslah dispersi, karena memiliki keunggulan diatantaranya bandwidth yang lebar, BER yang baik, stabilitas, sensitivitas yang bagus terhadap temperature[2]. Penggunaan DCF pada tugas akhir ini diterapkan pada Single mode fiber (SM). Dengan jarak hingga 1000km (long haul) dan datarate pada 10 Gbps sebagai pembanding. Skema yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi 3 bagian, yang pertama yaitu simulasi tanpa DCF, dimana SM dipasang pada jarak longhaul tanpa DCF. Lalu simulasi dengan DCF dimana terdapat 3 skema berbeda yaitu SM dengan DCF, SM dengan DCF yang dirancang secara simetris, dan yang terakhir SM dengan DCF yang dipasang secara paralel, ke tiga skema tersebut didukung dengan penguat Erbium Doped Fiber Amplifier(EDFA). Pada akhir penelitian dengan bit rate 10 Gbps , skema tanpa DCF menghasilkan dispersi yang sangat besar dengan nilai Q factor maksimal berada pada jarak 100 Km, dengan nilai 8 dan BER bernilai 4.883 e -016. Skema post compensation menghasilkan Q factor dengan nilai 6.6 dan BER bernilai 1.011 e -011 pada jarak 400 km. Skema pre compensation menghasilkan Q factor dengan nilai 7.4 dan BER bernilai 5.9 e -014pada jarak 600 km Skema mix compensation menghasilkan Q factor dengan nilai 6.9 dan BER bernilai 1.8 e -012 pada jarak 600 km Skema paralel compensation menghasilkan Q factor dengan nilai 8 dan BER bernilai 1.16 e -06 pada jarak 400 km.Kata Kunci : DCF, BER , Q factor ,EDFA
Deteksi Kualitas Pemasangan Ubin Berbasis Ekstraksi Ciri Zcr (zero Crossing Rate) Dan Lpc(linier Predictive Coding) Dengan Klasifikasi K-nearest Neighbor Fransiskus Firdyan Laia; Ratri Dwi Atmaja; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada masa sekarang ini perkembangan teknologi dibidang pengolahan sinyal digital telah berkembang dengan sangatlah pesat, salah satu pengembangannya adalah dalam pengolahan sinyal suara dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa manusia tak bisa lepas dari kemajuan teknologi setiap harinya. Tanpa disadari pula banyak alat maupun sofware komputer berperan penting dalam membantu manusia melakukan aktivitas. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi dalam bidang pengolahan sinyal suara. Pada penelitian sebelumnya pernah dirancang deteksi kualitas ubin menggunakan metode Average Energy. Sehingga pada penelitian penulis akan membuat deteksi kualitas ubin dengan metode Linier Predictive Coding dan Zero Crossing Rate. Pada tugas akhir ini, diperlukan suatu metode ekstraksi ciri suara dan metode klasifikasinya. Penelitian dilakukan dengan menjatuhkan bola golf diatas keramik dan bunyi yg dihasilkan direkam menggunakan handphone dengan bantuan aplikasi voice recorder. Penelitian ini menggunakan ekstraksi ciri yaitu Linier Predictive Coding (LPC) dan Zero Crossing Rate (ZCR) dengan metode klasifikasinya yaitu K-Nearest Neighbor (KNN) yang kemudian akan membandingkan nilai uji ekstraksi ciri yang ditangkap oleh handphone dengan suara latih yg telah tersimpan. Setelah dilakukan pengujian dengan skenario berbeda dalam sistem yg dirancang maka dapat dinentukan apakah ubin keramik yang telah terpasang tersebut harus diganti atau masih layak digunakan, setelah dilakukan ekstraksi ciri Linier Predictive Coding (LPC) diperoleh akurasi 95% pada ketinggian 40 cm dengan k=3 dan orde LPC=16,sedangkan pada Zero Crossing Rate (ZCR) diperoleh akurasi 91,66% pada ketinggian 10 cm dengan k=5 Kata kunci : pengolahan sinyal suara, Linier Predictive Coding, KNN, ZCR Abstract At the present time the development of the technological advancesin the field of digital signal processing has been growing rapidly, technology that is being developed at this time is technology in the field of signal processing and that is undeniable that humans growing together with the development of technology in every single time. Without realizing it anyway, a lot of tools and computer software that the unconscious plays an important role in helping human activity. In the previous research, quality detection of tile has been designed using Average Energy method. So in this research the authors will make quality detection of tile using Linier Predictive Coding and Zero Crossing Rate methods. In this final project, feature extraction methods and classification method are needed. the research conducted by dropping a golf ball to hit the ceramic tile that has been installed and recorded the sound that is generated using the microphone on the phone with the voice recorder application. This study will use the voice feature extraction methods called Linear Predictive Coding (LPC) and Zero Crossing Rate (ZCR) with the classification method, K-Nearest Neighbor (KNN) and then compares the value of feature extraction tests that captured by phone with a trainer sound which has been saved. After testing with different scenarios on the designed system, it can be determine whether the ceramic tiles that have been installed must be replaced or still fit for use. After do the Linear Predictive Coding (LPC) feature extraction author got 95% accuracy at 40 cm altitude with k = 3 and LPC order = 16, while the Zero Crossing Rate (ZCR) obtained an accuracy of 91.66% at 10 cm altitude with k=5. Keywords : audio signal processing, Linier Predictive Coding, KNN, ZCR
Perancangan Dan Analisis Coverage Area Jaringan Wifi Pada Gerbong Kereta Api Penumpang Eksekutif Jakarta-bandung (design And Analisys Of Coverage Area Wifi Network On Carriage Executive Railway Passenger Depart Jakarta-bandung) Luh Putu Ayu Sri Aryaningrum; Rina Pudji Astuti; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan layanan internet pada kereta eksekutif sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan belum adanya jaringan yang dapat mendukung layanan internet pada transportasi berkecepatan tinggi seperti kereta api. Pada Penelitian sebelumnya telah dilakukan perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (LTE) sepanjang jalur kereta api Jakarta-Bandung. Dengan teknologi LTE yang mendukung akses data dengan kecepatan tinggi, makro sel sepanjang jalur kereta dapat mendukung koneksi internet pada kereta penumpang dengan performansi yang baik. Pada Kereta Penumpang diinstalasi perangkat Outdoor Antenna WiFi, Modem USB 3G/4G dan Wireless Router pada tiap gerbong yang terkoneksi dengan core network melaui eNodeB. Perencanaan capacity planning dan coverage planning dilakukan dengan perhitungan bandwith per user, offered bit quantity dan link budget. Model propagasi yang digunakan adalah COST 231 Multiwall dengan simulasi menggunakan software RPS (Radiowave Propagation Simulator). Dari hasil perhitungan didapatkan 2 hasil jumlah access point. Pada simulasi menggunakan 1 access point didapatkan hasil terbaik dengan 95% daerah tercover dengan received signal level diatas -72 dBm dan pada simulasi menggunakan 2 access point hasil menunjukkan area tercover dengan 98% received signal diatas -72 dBm. Pada simulasi menggunakan 2 access point diperlukan adanya alokasi channel untuk mengurangi interferensi pada gerbong kereta. Kata Kunci : Coverage area WiFi, COST 231 Multiwall, Radiowave Propagation Simulator, Received Signal Level.
Perbandingan Kompleksitas Algoritma Dijkstra, Bellman-ford Dan Johnson Pada Sdn (software-defined Networking) Rangga Adi Kurnia; Rumani Rumani; Marisa W. P. Marisa W. P.
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma pencarian jalur terpendek atau lebih dikenal dengan shortest-path digunakan untuk menentukan rute dalam sebuah graff. Algoritma pencarian jalur terpendek sering kali diimplementasikan pada sebuah jaringan. SDN (Software-Defined Networking) adalah adalah sebuah konsep pendekatan jaringan komputer dimana sistem pengkontrol dari arus data dipisahkan dari perangkat kerasnya. Hal tersebut membuat suatu jaringan mudah diatur dan lebih fleksibel, hal tersebut dikarenakan pada SDN sebuah sistem pengontrol bersifat programmable. Algoritma routing yang akan dibahas dan digunakan pada jaringan SDN adalah algoritma Dijkstra, Bellman-Ford dan Johnson. Penulis akan melakukan analisis algoritma untuk mengetahui kompleksitas ketiga algoritma tersebut. Dimana bertujuan untuk menentukan algoritma terbaik dalam sebuah topologi dengan menentukan kompleksitas masing-masing algoritma yang diperoleh dari nilai konvergensi dan nilai memori yang dibutuhkan. Tiap algoritma akan diimplementasikan pada controller RYU dan diterapkan pada topologi mesh dan tree yang telah dibuat pada emulator mininet.Hasil dari pengujian tiap algoritma adalah, semakin besar jaringan maka semakin besar pula nilai konvergensi dan memori yang dibutuhkan. Dan juga jika suatu algoritma bagus pada topologi tertentu, tidak menunjukkan bahwa algoritma tersebut akan bagus juga pada topologi lain.
Perancangan Dan Realisasi Band Pass Filter Berbasis Mikrostrip Menggunakan Metode Square Open Loop Resonator Pada Frekuensi 1710 - 1785 Mhz Untuk Teknologi Long Term Evolution (lte) Aldef Hardzi Fadzlullah; Dharu Arseno; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filter merupakan salah satu perangkat transmisi terpenting dalam teknologi telekomunikasi yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi tertentu (passband) maupun menolak atau meredam frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Pada tugas akhir ini telah direalisasikan bandpass filter dengan menggunakan metode square loop resonator berbasis mikrostrip dengan bahan FR-4 epoxy. Metode ini dipilih karena melebihi kelebihan yaitu mudah dalam perancangan, memiliki selektivitas yang tinggi dalam menolak frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Bandpass filter ini bekerja pada frekuensi 1710-1785 MHz. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh nilai dari beberapa parameter diantaranya : frekuensi tengah 1737.5 MHz, bandwidth 90.2 MHz, return loss -17.734 dB dan insertion loss -5.773 dB. Kata kunci : Bandpass filter, square loop resonator, FR-4 epoxy
Perancangan Dan Implementasi Penggunaan Lampu Led Sebagai Pengirim Informasi Musik Kurniawan Gustyanto; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan komunikasi nirkabel (wireless) menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untuk diimplementasikan dimasyarakat sekitar. Ketika teknologi wireless terhubung terhadap suatu perangkat, seperti mendengarkan suatu musik, maka perangkat tersebut akan menggunakan alat pengeras suara musik seperti mini speaker. Penggunaan loudspeaker menggunakan kabel pada saat mendengarkan musik, namun masalah ini berakibat pada keterbatasan penggunaan kabel dan besarnya redaman pada kabel tembaga yang digunakan. Melihat permasalahan tersebut maka dibuatlah sistem pengirim informasi musik dengan menggunakan cahaya tampak yang memanfaatkan lampu LED sebagai cahaya penerangan, lalu dipasangi transmitter untuk mengirimkan informasi musik dan mempunyai redaman yang mendekati nol.Perancangan alat tugas akhir ini melakukan implementasi pemancar dan penerima sinyal informasi musik melalui komunikasi cahaya tampak. Melalui implementasi alat ini dapat diketahui bahwa transmisi suara melalui cahaya tampak bisa direalisasikan. Sinyal yang dikirimkan dalam tugas akhir ini merupakan sinyal informasi musik mp3 module, dan di sisi receiver diterima melalui photodioda, keluaran sinyal tersebut akan dikirim menggunakan speaker mini untuk menampilkan suara musik yang diterima. Hasil dalam perancangan alat ini dapat mengirimkan sinyal informasi musik melalui cahaya tampak pada jarak 4 meter dengan LED yang sudah dimodulasi. Pada sudut 0º mendapatkan nilai gain sebesar 22.17 dB, dengan coverage 32.15 m2 serta atenuasi yang didapatkan sebesar -6.05 dB. Kata Kunci : Light Emmiting Diode, Transmitter, Receiver, Music. Abstract The wireless communication network becomes an alternative technology and is relatively easier to implement in the surrounding community. When wireless technology is connected to a device, such as listening to a music, the device will use music loudspeakers such as mini speakers. The use of loudspeakers using cables when listening to music, but this problem results in limited use of cables and the amount of attenuation on the copper cable used. Looking at these problems, the sending system of music information is made using visible light that utilizes LED lights as lighting light, then the transmitter is installed to transmit music information and has attenuation close to zero. The design of this final project implements the transmitter and receiver of music information signals through communication visible light. Through the implementation of this tool it can be seen that the transmission of sound through visible light can be realized. The signal sent in this final project is the music information signal of the mp3 module, and on the side of the receiver received through the photodiode, the signal output will be sent using a mini speaker to display the sound of the music received. The results in the design of this tool can send music information signals through visible light at a distance of 4 meters with modulated LEDs. At the 0º angle, the gain value is 22.17 dB, with coverage of 32.15 m2 and the attenuation obtained is -6.05 dB. Keywords : Light Emmiting Diode, Transmitter, Receiver, Music.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue