cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,436 Documents
Perancangan Dan Implementasi Perangkat Pemantauan Air Sungai Citarum Menggunakan Teknologi Akses Lpwan Lora Pinky Devi Dama Istianti; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ibnu Ali Nur Safa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Implementasi dari Low Power Wide Area Network (LPWAN) Long Range (LoRa) Antares dalam pengiriman data End Node untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam sensor. Penelitian ini fokus pada penentuan kualitas jalur yang dipakai untuk lalu lintas data agar komunikasi data optimal dengan parameter pengujian Received Signal Strengh Indicator (RSSI) dan Signal Noise Ratio (SNR). Algoritma yang digunakan adalah Fair Adaptive Data Rate yang akan meningkatkan kualitas RSSI dan SNR. Pengujian juga menghitung packet loss, delay, dan throughput. Pengujian ini dilakukan dengan mengirim data sebanyak 50 kali pengiriman data. Jarak yang diuji adalah 0 km, 1 km, 1.5 km, dan 2 km dilakukan pada semua Spreading Factor. LoRa beroperasi pada frekuensi 923-925 MHz menggunakan pita radio Industrial, Scientific, dan Medical yang biasanya disebut dengan ISM Band. Transmisi data yang dilakukan adalah Uplink yaitu End Node mengirim data ke gateway menggunakan kelas A. Kata Kunci : LoRa, LPWAN, LoRaWAN, Komunikasi Wireless Abstract Achievement of Low Power Wide Area Network (LPWAN) Long Range (LoRa) in sending data to meet needs of various sensors or End Nodes. This TA focuses on determining the path quality used for traffic so that optimal data communication with Received Signal Strengh Indicator (RSSI) test parameters and Signal Noise Ratio (SNR). Fair Adaptive Data Rate Algoritm used for increasing the Received Signal Strenght Indicator (RSSI) and Signal Noise Ratio (SNR). This test also counts the packet loss, delay, and throughput. This test This test is carried out as many as 50 times the shipment. The tested distance is 0 km, 1 km, 1.5 km and 2 km. LoRa operates at a frequency of 920.100 MHz using Industrial, Scientific, and Medical radio bands which are usually referred to as ISM Bands. The data transmission is Uplink, namely End Node sends data to the gateway using class A. Keyword : LoRa, LPWAN, LoRaWAN, Wireless Communication
Analisis Kebutuhan Layanan Wifi Manage Service (wms) Di Pt Telkomunikasi Indonesia, Tbk Witel Lembong Bandung Menggunakan Metode Integrasi Service Quality Dan Model Kano Novitri Cinta Marito Hasibuan; Husni Amani; Ima Normalia
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Telekomunikasi Witel Lembong Bandung merupakan salah satu cabang perusahaan Telkom yang menyediakan layanan produk Wifi id yang ditangani oleh unit Personal Service. Pemasaran yang dilakukan pihak Personal Service terfokus kepada pemasangan Wifi Id Manage Service yang merupakan layanan yang diperuntukkan bagi pemilik usaha atau pemilik tempat usaha yang ingin menambahkan fasilitas layanan wifi di lokasi usahanya. Layanan ini dilatar belakangi oleh besarnya potensi dan perilaku pelanggaran ritel consumer yang berminat utnuk memiliki akses wifi berlanganan di tempat usahanya dengan SSID khusus, sehingga memberikan peluang untuk digarap secara optimal dan bersifat total solution. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi peningkatatan kualitas layanan pada produk Wifi id manage service berdasarkan 15 true customer needs menggunakan metode Service Quality dan Model Kano. Metode service quality terdiri dari 5 tahap yaitu Berwujud (Tangible), Empati (Empathy), Keyakinan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), dan Keandalan (Assurance). Metode service quality berfungsi untuk menerjemahkan semua keinginan pelanggan terhadap pelayanan karyawan yang diberikan yang bertujuan untuk mengetahui kualitas layanan berdasarkan hasil gap. Pada service quality dilakukan beberapa tahap. Yang pertama dengan mengidentifikasi true customer need, melakukan uji validitas dan reliabilitas pada pengolahan kuesioner, pengolahan data hasil kuesioner untuk dikembangkan serta dipertahankan dan yang terakhir merupakan tahap rekomendasi dan usulan perbaikan yang akan di kembangkan. Kata kunci: Wifi id manage service, Personal Service, Service Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstarck PT Telekomunikasi Witel Lembong Bandung is one of the branches of the Telkom company that provides Wifi ID service products handled by the Personal Service unit. Marketing carried out by the Personal Service focused on installing Wifi Id Manage Service which is a service intended for business owners or business owners who want to add wifi service facilities at their business locations. This service is motivated by the large potential and violations of consumer retail behavior who are interested in having access to WiFi at their place of business with a special SSID, thus providing an opportunity to be worked on optimally and a total solution. This study aims to provide recommendations for improving the quality of services on products Wifi ID manage service based on 15 true customer needs using the Service Quality and Kano Models. The service quality method consists of 5 stages namely Tangible, Empathy, Reliability, Responsiveness, and Reliability (Assurance). The service quality method serves to translate all customer desires towards the employee services provided which aims to determine the quality of services based on the results of the gap. At service quality several stages are carried out. The first by identifying true customer need, testing the validity and reliability of the questionnaire processing, processing the data from the questionnaire to be developed and maintained and the last is the stage of recommendations and proposed improvements that will be developed. Keywords: Wifi ID manage service, Personal Service, Service Quality, Kano Model, True Customer Need
Identifikasi Wajah Berdasarkan Gender Dan Kelompok Usia Dengan Metode Viola Jones Dan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Sayidina Ariq Farhan; Jangkung Raharjo; Nor Kumalasari Caecar Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wajah merupakan peran yang penting dari bagian tubuh manusia. Wajah juga bisa menjadi sebuah sistem identifikasi pribadi. Pengenalan wajah ini salah satu ilmu biometrik, yaitu ilmu yang menggunakan karakteristik fisik seseorang untuk menentukan identitasnya. Beberapa informasi bisa kita dapatkan melalui citra wajah seseorang, misalnya mengetahui gender dan kelompok usia. Dalam tugas akhir ini, proses pengenalan wajah ini bertujuan untuk memberikan keluaran yaitu kelompok usia dan gender. Pada penelitian ini, pembagian kelompok usia dan gender dibedakan menjadi empat kelas yaitu pria dewasa, pria remaja, wanita dewasa dan wanita remaja. Dalam penelitian ini digunakan Face Database Chicago. Proses yang dilakukan melalui beberapa tahap, pada tahap preprocessing dilakukan konversi citra RGB menjadi citra grayscale, kemudian untuk tahap mendeteksi wajah digunakan metode Viola-Jones, untuk ekstraksi ciri menggunakan Gray Level Cooccurrence Matrix (GLCM) dan klasifikasi dengan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Sistem ini menghasilkan akurasi sebesar 100% untuk kelas pria dewasa dan wanita dewasa dengan jumlah data latih sebanyak 37 dan data uji sebanyak 19 dan waktu komputasi 12.12 detik. Kata kunci : viola-jones, jaringan syaraf tiruan, backpropagation, pengenalan wajah, biometric, GLCM Abstract The face is an important role in the human body part. The face can also be a personal approval system. Face recognition is one of the biometric sciences, namely the science that uses a person's physical characteristics to determine his identity. Some information can be obtained through a person's face image, for example knowing gender and age groups. In this final assignment, this face recognition process supports conveying about age groups and gender. In this study, the distribution of age and gender groups was divided into four classes, namely adult men, male adolescents, adult women, and adolescent women. In this study, Chicago Face Database was used The process is carried out through several processes, preprocessing process RGB conversion is made into grayscale images, then for the face detection in the process using the Viola-Jones method, for feature extraction using the Gray Level Counseling Matrix (GLCM) and connections with Artificial Neural Networks (ANN). This system produces an accuracy of 100% for adult male and female classes with 37 training data and 19 test data and 12.12 seconds of computing time. Keywords: viola-jones, artificial neural networks, backpropagation, face recognition, biometrics, GLCM
Perancangan Pengukuran Sistem Manajemen Kinerja Pt Bhakti Unggul Teknovasi Menggunakan Metode Balanced Scorecard Muhammad Wahyu Yusran; Budhi Yogaswara; Budi Sulistyo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bhakti Unggul Teknovasi (Be Tel-U) merupakan sebuah perusahaan dibawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) yang didirikan pada tanggal 10 Juli 2009. Sejak terbentuknya hingga sekarang perusahaan bergerak dibidang: Properti, pengadaan barang/jasa dan retail, kontruksi serta konsultan IT. Berdasarkan data yang diperoleh PT. Bhakti Unggul Teknovasi selama ini mengalami fluktuasi pendapatan perusahaan dalam kurung waktu 4 tahun terakhir akibat terjadi penurunan pendapatan disetiap bidang usaha. PT Bhakti Unggul Teknovasi menggunakan penilaian kinerja dengan berforkus pada aspek keuangan. Dari situasi ini, diperlukan sebuah pengukuran kinerja yang komprehensif untuk meningkatkan perofmansi kinerja perusahaan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Pada tahap awal, ditentukan sasaran straegis berdasarkan pada analisis SWOT. Hasil analisis mendapatakan rancangan strategi yang kemuadian dikelompokkan untuk menentukan Critical Success Factor dan Key Performance Indicator. Selanjutnya, dilakukan pembobotan untuk setiap indikator perspektif menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Hasil analisis didapatkan 18 KPI dan 17 CSF. Berdasrkan hasil pembobotan AHP, didapatkan bobot perspektif keuangan 47%, pelanggan 26%, proses bisnis internal 18% serta pertumbuhan dan pembelajaran 9%. Dari hasil analisis capaian dan target perusahaan, terdapat 5 indikator kinerja yang mencapai target dan 13 indikator kinerja yang tidak mencapai target perusahaan. Kata kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, Critical Success Factor, Key Performance Indicator, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Pengukuran Kapasitansi Dan Resistansi Untuk Pendeteksian Lubang Pada Kayu Amelia Dwisafitri; Dudi Darmawan; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kayu merupakan material yang bersifat isolator, namun dapat berubah menjadi bahan dielektrik atau konduktor dalamkeadaan kadar air yang sedikit atau kering tanur. Pada penelitian ini, kayu yang diuji terdapat empat jenis kayu dan dalamkeadaan diberi lubang yang selanjutnya akan diukur nilai kapasitansi dan resistansinya. Nilai kapasitansi dan resistansididapatkan dari hasil konversi nilai tegangan keluaran yang didapat dari pengukuran sensor kapasitif dan sensor resistif.Untuk menghasilkan nilai pengukuran tersebut digunakan alat ukur, yaitu LCR meter 700. Berdasarkan penelitian yangtelah dilakukan untuk pengukuran nilai kapasitansi dan resistansi, didapatkan bahwa variasi ukuran luas lubang pada objekkayu mempengaruhi nilai kapasitansi dan resistansi. Semakin besar ukuran luas lubang pada kayu maka nilai kapasitansiakan semakin kecil dan nilai resistansi akan semakin besar. Nilai kapasitansi terbesar ada pada jenis kayu keruing dengannilai 5,12 pF dan terendah pada kayu jati dengan nilai 4,78 pF. Nilai resistansi terbesar ada pada jenis kayu keruing dengannilai 20,380 MΩ dan terendah pada kayu jati dengan nilai 13,976 MΩ.Kata kunci : Kapasitor pelat sejajar, sensor kapasitif, sensor resistif, LCR meter 700. AbstractWood is an insulating material, but can be turned into a dielectric or conductor in conditions of low water content or dryfurnace. In this study, the wood tested contained four types of wood and in a given hole condition, the capacitance andresistance values would then be measured. Capacitance and resistance values are obtained from the conversion value ofthe output voltage obtained from the measurement of capacitive sensors and resistive sensors. To produce the measurementvalue used a measuring instrument, namely the LCR meter 700. Based on research that has been done to measure the valueof capacitance and resistance, it was found that variations in the size of the hole area on wood objects affect the value ofcapacitance and resistance. The greater the size of the hole in the wood, the smaller the capacitance value and the greaterthe resistance value. The largest capacitance value is in the type of keruing wood with a value of 5.12 pF and the lowest isin teak wood with a value of 4.78 pF. The highest resistance value is in the type of keruing wood with a value of 20,380 MΩand the lowest is in teak wood with a value of 13,976 MΩ.Keywords: Parallel plate capacitor, capacitive sensor, resistive sensor, LCR meter 700.
Metode Indetifikasi Rongga Pada Batang Kayu Dengan Menggunakan Ground Penetrating Radar (gpr) Andini Dwi Pratiwi; Dharu Arseno; Aloysius Adya Pramudita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak -- Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan pemancar sinyal elektromagnetik yang dipancarkan dari objek kemudian dipantulkan menjadi gelombang elektromagnetik. Pada sistem radar terdiri dari pemancar, penerima. GPR biasanya digunakan dalam berbagai media, termasuk batu, tanah, air bersih, trotoar, dan struktur benda keras lainnya. GPR juga digunakan untuk mengetahui karakteristik sebuah objek dan GPR dapat melihat gambaran objek yang sudah diimplementasi.Pada penelitian ini akan melakukan identifikasi pada sebuah batang pohon yang berupa kayu yang memiliki dua jenis yaitu, kayu berongga dan kayu tidak rongga. Penelitian ini dilakukan karena banyaknya pohon yang tumbang akibat kekeroposan pada batang pohon yang sulit untuk dilihat dengan kasat mata. Maka dari itu dilakukan identifikasi pada batang kayu menggunakan GPR untuk mempermudah pengecekkan keadaan dari batang kayu tersebut. Hasil pengujian eksperimen ini terhadap model GPR yang dibuat untuk menunjukkan bahwa sistem GPR bisa mendeteksi kekeroposan pada sebuah batang kayu yang bekerja pada frekuensi 1-8 GHz. Hasil pengukuran batang kayu pada satu titik bisa dibedakan hasil sinyalnya hanya relatif kecil. Hasil lain yang didapat pada scanning melingkar kita dapat mengidentifikasi kayu utuh dan kayu berlubang. KATA KUNCI -- Ground Penetrating Radar, Vector Network Analyzer, Kayu, S-Parameter.
Pemetaan Budaya Perusahaan Menggunakan Metode Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) (Studi Kasus di PT XYZ) Azharine Ananda; Christanto Triwibisono; Fida Nirmala Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap organisasi maupun perusahaan tidak akan lepas dari manajemen sumber daya manusia. Budaya organisasi adalah sebuah pemahaman dari orang-orang yang memiliki tujuan, kepercayaan, dan nilai yang sama. Setiap organisasi menginginkan terbangunnya visi dan misi yang menginspirasi setiap anggota yang ada di organisasi tersebut. Tidak terkecuali dengan PT XYZ. Meskipun PT XYZ salah satu perusahaan garment yang besar, permasalahan-permasalahan sering sekali terjadi salah satunya yaitu salah satunya dari tingginya turnover karyawan khususnya pada operator sewing. Menurut operator tingginya turnover ini terjadi karena beberapa aspek baik dari segi peraturan maupun budaya kerja yang tidak sesuai dengan keinginan operator. Oleh sebab itu dilakukan perbaikan budaya dengan mempertimbangkan berbagai aspek dari perilaku organisasi, dan melakukan penilaian dengan menggunakan metode Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa persepsi budaya menurut operator dan staff atau manajemen berbeda sehingga perlu diadakannya perbaikan pada budaya tersebut. Selain itu diharapkan nantinya dapat mengurangi turnover yang terjadi di perusahaan tersebut. Kata Kunci: Budaya Organisasi, Perbaikan Budaya, Perilaku Organisasi , Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) Abstract Every organization and company will not be separated from human resource management. Organizational culture is an understanding of people who have the same goals, beliefs, and values. Every organization wants a vision and mission that inspires every member in the organization. PT XYZ is no exception. Although PT XYZ is one of the major garment companies, problems often occur one of which is one of them is the high turnover of employees, especially for sewing operators. According to the operator, this high turnover occurs because of several aspects both in terms of regulations and work culture that are not in accordance with the wishes of operators. Therefore cultural improvement is carried out by considering various aspects of organizational behavior, and evaluating using the Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) method. Based on the results of the study, it was found that cultural perceptions according to operators and staff or management were different so that there was a need for improvement in the culture. In addition, it is hoped that later it can reduce the turnover that occurs in the company. Keywords: Organizational Culture, Cultural Improvement, Organizational Behavior, Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI)
Pembangunan Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Asisten Praktikum Berbasis Android Menggunakan Metode Extreme Programming (xp) Muhammad Umar; Irfan Darmawan; Rahmat Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penyelenggaraan seleksi asisten praktikum merupakan suatu kegiatan rutin yang dilakukan oleh setiap laboratorium di Fakultas Rekayasa Industri (FRI) oleh laboran FRI. Namun dalam penyelenggaraannya ada beberapa masalah yang terjadi seperti proses seleksi dan rekruitasi yang masih terpisah serta proses seleksi yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dalam proses pengumpulan dan integrase data. Dari beberapa metode pembangunan sistem, metode Extreme Programming (XP) adalah metode yang dipilih karena metode ini cocok untuk pengerjaan proyek dengan ruang lingkup yang kecil serta memiliki tingkat partisipasi pengguna yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah membangun sebuah sistem pendukung keputusan untuk seleksi asisten laboratorium dengan menggunakan metode Extreme Programming (XP). Hasil Penelitian ini adalah sebuah sistem pendukung keputusan pada seleksi keanggotaan menggunakan metode Extreme Programming berbasis Android. Berdasarkan hasil pengujian sistem ini dapat membantu organisasi dalam melakukan seleksi keanggotaan dengan tingkat validasi dan akurasi yang cukup tinggi yaitu masing-masing 94% dan 87%. Kata kunci: seleksi, laboratorium, UML, Extreme Programming, Android Abstract— The selection of assistant practicum is a routine activity carried out by each laboratory in the Faculty of Industrial Engineering (FRI) by the FRI laboratory assistant. But in the implementation there are some problems that occur such as the selection and recruitment process which are still separate and the selection process which is still done manually so that it takes time in the process of data collection and integration. Of the several system development methods, the Extreme Programming (XP) method is the method chosen because this method is suitable for working on projects with a small scope and has a high level of user participation. The purpose of this research is to build a building a decision support system for the selection of laboratory assistants using the Extreme Programming (XP) method. The results of this study are a decision support system on membership selection using the Android-based Extreme Programming method. Based on the results of testing this system can assist organizations in making membership selection with a fairly high level of validation and accuracy, namely 94% and 87%, respectively. Keywords: selection, laboratory, UML, Extreme Programming, Android
Analisis Kecukupan Pencahayaan Alami Pada Ruang Pameran Bandung Technopark Sesuai Standar Dokumen Ies-lm-83-12 Spatial Daylight Autonomy (sda) Dan Annual Sunlight Exposure (ase) Adam Zakiy Hizbullah; Amaliyah Rohsari Indah Utami; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam melakukan pengukuran kualitas pencahayaan alami, diperlukan metode yang sangat berbeda dariketika melakukan pegukuran pada pencahayaan buatan / lampu. Pada pencahayaan buatan, satuanaverage illuminance merupakan nilai yang sangat berguna untuk dijadikan output kesimpulan, namunsatuan tersebut menjadi kurang berarti apabila diimplementasikan pada pencahayaan alami. Karenanilai illuminance pada pencahayaan alami merupakan hal yang dinamis/berubah-ubah setiap waktu,maka performansi pencahayaan alami juga perlu didefinisikan sepanjang waktu. Dalam beberapa tahunterakhir, beberapa variasi metode perhitungan pencahayaan alami sudah banyak diusulkan untukmengatasi ketidakmampuan dalam menghitung performa pencahayaan alami yang dinamis, namun darisekian banyak metode, Dokumen LM-83-12 dari IES (Illuminance Engineering Society) diakui sebagaimetode perhitungan paling mutakhir. IES LM-83-12 dibuat untuk menciptakan deretan metrik yangmampu untuk mendeskripsikan apakah performa pencahayaan alami pada suatu ruangan dikatakanlayak atau tidak melalui dua sub metode yaitu SDA (Spatial Daylight Autonomy) & ASE (Annual SunlightExposure). Secara sederhana, metode ini memadukan input penting seperti geometri bangunan, data langit,serta arah garis matahari yang akan disimulasikan menjadi sebuah nilai lux (illuminance) pada titiktertentu setiap jam selama 1 tahun penuh. Nilai illuminance yang didapat nantinya akan diolah menjadisebuah kriteria preferensi yang memperhatikan dua aspek utama yaitu kecukupan & kenyamanan (visualcomfort). Kata Kunci: knalpot, transfer matriks, algoritma genetika, rugi transmisi, matlab. Abstract Assessing the dynamic qualities of a daylit space requires different methods of assessment than those thathave been developed for a space that is electrically lighted. With electric lighting, average illuminance is asignificant and useful metric. However, in a daylit space, average illuminance has less meaning. Becausedaylight illumination levels are dynamic, the performance of daylight needs to be considered over time. Overthe last few decades a variety of new daylighting metrics have been proposed to overcome the inability of oldermetrics to assess these dynamic condition. However, from several method, IES-LM-83-12 is believed to be themost up-to-dated method. IES LM-83-12 was created to develop new suite of metrics that are able to describewhether the performance of Daylighting in a room is consider to be feasible or not through two sub-methodscalled SDA (Spatial Daylight Autonomy) & ASE (Annual Sunlight Exposure). Simply, this method integratesome important inputs such as weather data, solar path and building geometry which will be simulated into alux value at a certain point on every hour for one year. The illuminance value obtained will then be processedinto a preference criteria at two main aspect based on sufficiency & visual comfort. Keywords: muffler, transfer matrix, genetic algorithm, transmission loss, matlab
Perancangan Dan Impelementasi Sistem Pengisian Baterai Otomatis Pada Mobil Listrik Berbasis Iot Irfan Suhendra; Angga Rudinar; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mobil listrik saat ini mengalami banyak kemajuan. Ini disebabkan mobil listrik merupakan salah satu alternatif pada kendaraan masa depan menggunakan energi baterai untuk menggerakannya. Tetapi saat ini banyak terdapat kelemahan mobil listrik khususnya di Indonesia. Salah satunya pengisian daya batrei yang dapat diakatakan belum efektif. Adapun baterai pada mobil listrik ini terdiri dari 4 baterai 12V yang yang diserikan menajadi 48V dalam proses charging. Jenis baterai yang digunakan yaitu Baterai Sealed Lead Acid dimana baterai ini merupakan baterai isi ulang elektrolit asam sulfat yang tidak dapat tumpah dikarenakan baterai ini dapat dikoagulasi (mengental). Pada sistem ini digunakan boost converter untuk menstabilkan tegangan dari PLN yang akan masuk melalui charger. Kemudian pada monitoring charger, perlu adanya sistem Internet of Things atau singkatan dari IoT untuk mengawasi apakah baterai sudah penuh atau belum. Dan untuk mikrokontroller yang digunakan yaitu ESP32. Selain itu pada sistem IoT ini juga dapat menghitung seberapa keefisienan charger setiap pengisiannya. Sehingga pemilik mobil listrik dapat memonitoring pengisian baterai melalui smartphone maupun laptop yang terhubung langusng ke internet. Kata kunci : IoT, boost converter, SLA, ESP32

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026 Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue