cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Analisis Performansi Protokol MQTT Pada Sistem Kontrol Hidroponik Tanaman Pakcoy Muhammad Fuadi Sururuzzaman; Rendy Munadi; Arif Indra Irawan
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kultur hidroponik merupakan metode penanaman tanaman tanpa menggunakan media tumbuh dari tanah. Sistem otomatis pada hidroponik memiliki kemudahan dalam pengontrolan perkembangan tumbuhan dan kebutuhan akan nutrisi yang cukup agar tumbuhan bisa tumbuh dengan baik. Komunikasi antar perangkat menggunakan protokol MQTT dengan menggunakan model Publish/Subscribe. Pada paper ini akan membahas performansi protokol MQTT. Pengujian dilakukan dengan melakukan pengukuran nilai delay, throughput, reliability dan availability yang diperoleh dari 3 kondisi jam kosong, jam normal, jam sibuk. Serta pada pengujian perangkat dengam melakukan pengukuran sensor TDS dan sensor ultrasonik. Hasil pengujian menunjukkan pada jam kosong memiliki delay 180 ms dan throughput 17,6 Kbps. Pada kondisi jam normal memiliki delay 210 ms dan throughput 15,5 Kbps. Pada kondisi jam sibuk memiliki delay 190 ms dan throughput 15,7 Kbps. Serta hasil pengukuran sensor TDS kondisi stabil berada di 900 ppm. Kata kunci : Hidroponik, MQTT, IoT, Quality of Service, Pakcoy.
Pengaruh Suhu Sintesis Aditif Terhadap Nilai Kalor Briket Sampah Organik Ayu Lestari; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaat energi fosil di Indonesia semakin meningkat. Sumber energi fosil jika digunakan terus menerus akan habis, maka dari itu kita harus mencari energi alternatif. Salah satunya adalah sampah organik yang dapat dijadikan briket sebagai bahan bakar. Bahan dasar pembuatan briket berasal dari sampah organik yang mudah ditemukan masyarakat dan harganya lebih murah. Penelitian ini membuat briket dengan sampah organik dengan tambahan bahan aditif tempurung kelapa dan sekam padi, adanya proses aktivasi arang dengan menambahkan bahan kimia NaOH untuk dijadikan arang aktif. Metode penelitian yang dilakukan dengan pencampuran sampah organik dan bahan aditif menggunakan tekanan hidrolik pada sampel briket dengan uji variasi rasio perbandingan massa sebanyak 5 yaitu 1,5:1,5, 1,75:1,25, 2:1, 2,25:0,75, 2,5:0,5. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kalor. Pengujian ini dilakukan menggunakan satu alat yaitu Bomb Calorimeter. Dari hasil pengujian tersebut nilai kalor yang tertinggi pada bahan aditif sekam padi dengan variasi rasio 2:1 dengan nilai kalor 4328 kal/gr, sedangkan nilai kalor tertinggi pada bahan aditif arang tempurung kelapa 1.5:1.5 5047 kal/gr. Dari hasil pengujian tempurung kelapa pengaruh terhadap komposisi semakin banyak tempurung kelapa maka nilai kalornya semakin tinggi, suhu tidak berpengaruh dalam pengujian nilai kalor, dan jumlah massa limbah organik sangat berpengaruh untuk menaikkan nilai kalor. Dari hasil pengujian sekam padi pengaruh terhadap suhu nilai kalor yang paling tinggi di suhu 600°C dengan perbandingan rasio SO 2,5 gr + SK 0,5 gr dengan nilai kalor yaitu 3945 kal/gr. Jika suhu dinaikkan lebih dari 600°C maka nilai kalornya akan kecil, dan jika suhu diturunkan maka nilai kalor lebih tinggi dari pada suhu di naikkan. Suhu tidak berpengaruh pada saat pengujian nilai kalor. Kata kunci : briket, tempurung kelapa, sekam padi, sampah organik, arang aktif. Abstract The fossil energy utilization in Indonesia is increasing. Sources of fossil energy if used continuously will be exhausted, therefore we must seek alternative energy. One of them is organic waste that can be used as a briquette fuel. The base material for making briquette comes from organic waste that is easy to find and cheaper price. This research makes briquettes with organic waste with an additive of coconut shell additives and rice husk, the process of charcoal activation by adding the chemical NaOH to be used as activated charcoal. Methods of research conducted with the mixing of organic waste and additives using hydraulic pressure on the sample briquette with test variations ratio of mass comparison as much as 5 is 1.5:1.5, 1.75:1.25, 2:1, 2.25:0.75, 2.5:0.5. This test is done to find out the heat value. This test is done using a single tool, which is a Calorimeter Bomb. From the results of the test the highest heat value of the rice husk additive with a variation of the ratio of 2:1 with a heat value 4328 cal/GR, while the highest Calor value on coconut shell Charcoal Additives 1.5:1.5 5047 cal/Gr. From the results of coconut shell testing influence on the composition of more and more coconut shell then the value of the heat is higher, the temperature has no effect in testing the value of the heat, and the amount of organic waste mass is very influential to increase the value of the heat. From the test result rice husk influence against the temperature of the high heat value at 600 °c by comparison ratio SO 2.5 gr + SK 0.5 gr with the value of heat is 3945 cal/Gr. If the temperature is raised to more than 600 °c then the value of the heat will be small, and if the temperature is lowered then the heat value is higher than the temperature in the raise. Temperature has no effect when testing the heat value. Keywords: briquette, coconut shell, rice husk, organic waste, activated charcoal.
Analisis Performansi Deteksi Objek Pada Metode Complex YOLOv4 Untuk Autonomous Driving Hanaluthfina Nurhadiati; Suryo Adhi Wibowo; Agus Pratondo
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Dalam beberapa tahun terakhir, deteksi objek 3 dimensi (3D) telah diimplementasikan secara luas dan membawa inovasi baru pada sains dan teknologi terkini. Salah satunya pada autonomous driving. Autonomous driving adalah sebutan bagi kendaaran yang dapat mengemudikan kendaraan tanpa kendali manusia. Algoritma deteksi objek merupakan peran utama dalam mengidentifikasi serta memprediksi objek disekitar kendaraan. Kekhawatiran keamanan dan kebutuhan akan estimasi yang akurat secara real-time menyebabkan munculnya sistem deteksi menggunakan Light Detection and Ranging (LiDAR). Tugas Akhir ini menganalisis pengaruh pada modifikasi hyperparameter algoritma yang digunakan untuk meningkatkan performansi deteksi objek pada autonomous driving. Algoritma deteksi objek yang digunakan yaitu Complex YOLOv4. Data input pada metode Complex YOLOv4 berupa 3D point cloud dari LiDar. Hasil keluaran dari penelitian ini berupa model modifikasi terhadap konfigurasi jaringan Complex YOLOv4 dengan nilai performansi terbaik. Dalam Tugas Akhir ini digunakan KITTI Vision Benchmark sebagai dataset training. Skema pengujian Tugas Akhir ini berfokus pada kinerja dua hyperparameter yang dipakai yaitu epoch dan network size. Skema pengujian dengan performansi terbaik didapatkan pada skema III dengan nilai mAP sebesar 58.3%. berdasarkan hasil mAP tersebut, modifikasi terhadap ukuran network size dan penggunaan jumlah epoch yang tinggi dapat mempengaruhi performansi dan kinerja deteksi objek untuk autonomous driving. Kata kunci— Complex YOLOv4, Object Detection, Autonomous Driving, Epoch, Network Size
Perancangan Key Results Prioritas Di Inagri Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Dita Ayu Wandira; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INAGRI menggunakan Objective and Key Results (OKR) untuk mengukur kinerja. Pengukuran OKR yang sudah dilakukan oleh INAGRI, masih belum mencapai target key results yang telah ditetapkan. Hal itu, menyebabkan target perusahaan yang tidak tercapai. Key Results yang digunakan oleh INAGRI juga memiliki jumlah yang cukup banyak sehingga sulit untuk di capai dalam satu kuartal. Tugas akhir ini menggunakan framework Objective and Key Results (OKR) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu memberikan ulasan pada OKR pada tahapan ini penulis melakukan evaluasi kriteria relevance dan effieciency dan melakuakan evaluasi terhadap OKR eksisting, tahapan kedua yaitu menetapkan objective dari hasil evaluasi OKR eksisting dan tahapan ketiga menentukan key results. Dalam tahap penentuan key results penulis akan menghitung bobot prioritas dari key results yang telah dievaluasi untuk menentukan bobot proritas atas key results terhadap target perusahaan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penggunaan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menghasilkan rancangan OKR dengan key results prioritas. Objective prioritas yang didapatkan adalah meningkatkan awareness agen dan warung INAGRI B2C dengan empat key results, akuisisi market baru INAGRI B2C agen dan warung dengan tiga key results, B2B market dengan dua key results. Kata kunci : : Performance Management, Objective and Key Results, Analytical Hierarchy Process, Key Results Prioritas.
Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Metode Reliability Centered Spares Dan Analisis Safety Stock Pada Mesin Pres Di Pt Xyz Muhammad Kamal Fikri; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif yang memproduksi suku cadang sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ yaitu Guide Comp Level K1AA. Dalam kegiatan memproduksi suatu komponen terdapat permasalahan yang harus diperhatikan salah satunya mesin Pres yang memiliki frekuensi kerusakan mesin yang tinggi yang menyebabkan permintaan ketersediaan suku cadang harus selalu tersedia agar proses perbaikan maupun penggantian subsistem atau komponen mesin tidak terhambat, sehingga masalah kerusakan mesin dapat terselesaikan tanpa hambatan ketersediaan suku cadang. Mesin Pres terdiri dari sistem elektrikan dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak enam subsistem dan sepuluh subsistem. Dengan menggunakan matriks risiko, didapatkan subsistem kritis yang paling sering mengalami kerusakan yaitu Brake dan Pelatuk. Kemudian dilakukan uji distribusi data kerusakan dengan output subsistem Brake dan Pelatuk berdistribusi weibull, selanjutnya melakukan perhitungan kebutuhan persediaan suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun mendatang dengan output tujuh unit suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun, dengan masing-masing batas minimal persediaan yaitu satu unit subsistem tersedia di persediaan, dan masing-masing subsistem dipesan kembali ketika persediaan yang tersedia berjumlah dua unit dengan jumlah persekali pesan empat unit untuk subsistem Brake dan tiga unit untuk subsistem Pelatuk. Dari usulan kebijakan ini didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk persediaan suku cadang Brake dalam satu tahun yaitu sebesar Rp2.607.500,00 dan untuk suku cadang Pelatuk sebesar Rp2.203.333,00. Kata Kunci: Reliability Centered Spares and Safety Stock Analyisis, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts Management, Maintenance Task. Abstract PT XYZ is a company engaged in the automotive industry that produces motorcycle parts. One of the components made by PT XYZ is the Guide Comp Level K1AA. In the activity of producing a component, there are problems that must be considered, one of which is a press machine which has a high frequency of engine failure which causes the demand for spare parts to be available so that the repair process or replacement of subsystems or machine components is not hampered, so that the problem of machine damage can be resolved without a hitch. availability of spare parts. Press machine consists of electrical and mechanical systems, each of which consists of six subsystems and ten subsystems respectively. By using a risk matrix, it is found that the critical subsystems that are most frequently damaged are brakes and woodpeckers. Then the damage data distribution test is carried out with the output of the brake and woodpecker subsystem with a weibull distribution, then calculates the need for spare parts inventory in each subsystem for the next year with an output of seven spare parts units in each subsystem for one year, with each The minimum limit of inventory is one subsystem unit available in inventory, and each subsystem is ordered back when the available supply is two units with an occasional order of four units for the Brake subsystem and three units for the Woodpecker subsystem. From this policy proposal, it is found that the costs incurred for brake spare parts inventory in one year are Rp. 2,607,500.00 and for woodpecker spare parts Rp. 2,203,333.00. Keyword i: Reliability Centered Spares, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts, Management, Maintenance Task, Safety Stock
Perancangan Aplikasi Untuk Klasifikasi Klon Daun Teh Seri Gambung (gmb) Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Network Ari Ashari Jaelani; Fiky Yosef Supratman; Nur Ibrahim
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pusat Penelitian Teh dan Kina PPTK Gambung di Indonesia membuat sebelas seri klon teh unggul gambung. Tiap seri klon gambung mempunyai cara menanam yang berbeda. Cara menanam yang salah akan menimbulkan gagal panen. Untuk menghindari adanya gagal panen, perlu adanya pengetahuan tentang tipe klon yang akan diproses. Untuk mengatasi permasalah tersebut, dibuat aplikasi berbasis android untuk klasifikasi tipe klon gambung berdasarkan foto daun yang akan diproses secara real time. Algoritma yang digunakan untuk klasifikasi adalah convolutional neural network dengan arsitektur mobilenet. Penelitian ini menggunakan dua jenis dataset dimana dataset pertama memiliki jumlah data sebanyak 1136 foto dan dataset kedua memiliki jumlah data sebanyak 830 foto. Parameter yang digunakan adalah learning rate 0.0001, optimizer adam, epoch 100 dan 204 neuron dalam hidden layer. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh akurasi sebesar 60% dan hasil pengujian aplikasi sebesar 25%. Kata kunci : Jenis klon teh seri gambung, Klasifikasi, Convolutional Neural Network,Mobilenet Abstract The PPTK Gambung Tea and Quinine Research Center in Indonesia makes eleven series of superior gastric tea clones. Each series has a different way of planting. The wrong way to plant will lead to crop failure. To avoid crop failure, knowledge of the type of clone to be processed is needed. To overcome these problems, an Androidbased application is made for the classification of types of stomach clones based on leaf photos which will be processed in real time. The algorithm used for classification is a convolutional neural network with a mobilenet architecture. This study uses two types of data, the first dataset has 1136 photos and the second dataset has 830 photos. The parameters used are the learning rate of 0.0001, adam optimizer, epoch 100 and 204 neurons in the hidden layer. From the results of tests carried out, obtained by 60% testing and application testing results by 25%. Keywords: Types of series tea clones, Classification, Convolutional Neural Network, Mobilenet
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Daya Yang Dihasilkan Microbial Fuel Cell (mfc) Dengan Substrat Campuran Lumpur Sawah Dan Air Tebu Vebby Tjahyono; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). MFC memanfaatkan metabolisme bakteri pada substrat untuk menghasilkan listrik. Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah campuran antara lumpur sawah dan air tebu. Sistem MFC yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan reaktor bertipe dual chamber dengan ukuran yang sama setiap chambenya, yaitu 5 cm x 5 cm x 10 cm. Elektroda yang digunakan pada sistem ini terbuat dari bahan Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Variasi temperatur pada penelitian ini adalah 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, dan 36 oC. Setiap varian temperatur dijaga agar tetap konstan dengan menggunakan kontrol temperatur yang terdiri dari mikrokontroler, sensor temperatur, relay, dan pemanas listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa MFC Dual Chamber dengan substrat campuran lumpur sawah dan air tebu dengan variasi temperatur menghasilkan daya keluaran yang berbeda pada setiap varian temperaturnya. MFC dengan varian temperatur 30 oC menghasilkan daya keluaran yang paling tinggi dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,408 mW, serta menghasilkan daya keluaran rata-rata 15% lebih tinggi dibandingkan dengan MFC pada temperatur ruangan. Sedangkan, MFC dengan varian temperatur 36 oC menghasilkan daya keluaran yang paling rendah dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,077 mW. Kata kunci : MFC, kontrol temperatur, lumpur, air tebu. Abstract One renewable energy source that is currently developing is Microbial Fuel Cell (MFC) technology. MFC utilizes bacterial metabolism in the substrate to produce electricity. In this study, the substrate used was a mixture of paddy mud and sugarcane juice. The MFC system used for this study uses a dual chamber type reactor of the same size for each chamber, which is 5 cm x 5 cm x 10 cm. The electrodes used in this system are made of zinc (Zn) and copper (Cu). In this study, temperature variations were 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, 36 oC. This study shows that the MFC Dual Chamber with mixed substrates of mud of rice field and cane water with temperature variations generates a different output power at each temperature variant. MFC with temperature variant of 30 oC generates the highest output power compared to other temperature variants, equal to 0.408 mW, also generates an average output power 15% higher compared to MFC at room temperature. Meanwhile, MFC with temperature variant of 36 oC generates the lowest output power compared to other temperature variants, equal to 0.077 mW. Keywords: MFC, temperature control, mud, sugarcane
Deteksi Glaukoma Menggunakan Metode Convolutional Neural Network Dan Grabcut Segmentation Dicky Hidayat; Wikky Fawwaz Al Maki
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Glaukoma adalah jenis gangguan yang menyerang penglihatan. Glaukoma terjadi karena kerusakan saraf optik yang dapat menyebabkan kebutaan. Cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi glaukoma adalah melalui gambar retina. Ada banyak cara untuk memproses gambar retina sebelum dapat mendeteksi glaukoma. Proses ini sangat penting karena dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan sistem pendeteksian glaukoma. Dalam penelitian ini, kami menggunakan Convolution Neural Network sebagai metode klasifikasi. Gambaran retina dibagi menjadi dua kelas, yaitu glaukoma positif dan negatif. kemudian kami menerapkan metode Contrast Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE) dan segmentasi Grabcut. Hasil akurasi tertinggi dengan menggunakan data uji pada percobaan ini adalah 75.71%, precision sebesar 75.47%, recall sebesar 76.19%, dan F1- score sebesar 75.82% untuk arsitektur CNN InceptionV3. Kata kunci: convolutional neural network, CLAHE, pemrosesan gambar, segmentasi grabcut
Purwarupa Kamera Multispektral Pada Satelit Cubesat Untuk Mendeteksi Kualitas Tanaman Hijau Lita Kurnia Fitriyanti; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini satelit merupakan teknologi yang dikembangkan dalam berbagai bidang untuk mengatasi berbagai macam permasalahan. Satelit memiliki berbagai misi, ukuran serta berat yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Satelit dengan ukuran dan dimensi yang kecil disebut dengan satelit nano, salah satu jenis satelit nano yaitu Cubesat memiliki ukuran
Analisis Perbandingan Open Virtual Network Dengan Open Vswitch Pada Cloud Computing Berbasis Openstack Zufar Dhiyaulhaq; Sofia Naning Hertiana; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak OpenStack merupakan platform open source cloud computing yang banyak digunakan di industri. Dimana OpenStack memungkinkan pengguna dapat mengelola sumber daya komputasinya secara mandiri. Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya demand pada cloud computing mendorong komunitas untuk mengembangkan dan memperbaharui OpenStack agar dapat terus melayani permintaan layanan tersebut. Open vSwitch dan Open Virtual Network adalah sebuah open source software switch yang menyediakan abstraksi jaringan dan dapat menghubungkan virtual machine pada komputer yang berbeda. Open vSwitch maupun Open Virtual Network dapat diimplementasikan pada cloud computing OpenStack. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan performansi trafik yang dapat dilewatkan oleh Open vSwitch dan Open Virtual Network pada cloud computing OpenStack. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, Open Virtual Network memiliki performa yang lebih baik daripada Open vSwitch pada interkoneksi berbeda virtual network serta interkoneksi dengan sistem diluar OpenStack. Dapat disimpulkan bahwa Open Virtual Network dapat digunakan pada cloud computing OpenStack selain Open vSwitch karena memiliki rata-rata performansi yang lebih baik dari Open vSwitch. Kata Kunci: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing Abstract OpenStack is an open source cloud computing platform that is widely used in the industry. Where OpenStack allows users to manage their computing resources independently. With the rapid development of technology and the high demand for cloud computing, the community is pushing to develop and update OpenStack so that it can continue to serve these service requests. Open vSwitch and Open Virtual Network are open source software switches that provide network abstraction and can connect virtual machines to different computers. Open vSwitch or Open Virtual Network can be implemented in OpenStack cloud computing. This study was conducted to determine the extent of differences in traffic performance that can be passed by Open vSwitch and Open Virtual Network on OpenStack cloud computing. Based on the results, Open Virtual Network has better performance than Open vSwitch on different interconnections of virtual networks as well as interconnections with systems outside of OpenStack. Open Virtual Network can be used in cloud computing OpenStack other than Open vSwitch because it has an average performance that is better than Open vSwitch. Keywords: Open vSwitch, Open Virtual Network, OpenStack, Cloud Computing

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue