cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Perbandingan Kecepatan Laju Aliran Saliva Sebelum Dan Sesudah Konsumsi Kopi Robusta (Coffea cannephora) Santi Chismirina; Afrina Afrina; Cut Maidis Safrianda
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.16 KB)

Abstract

Saliva merupakan cairan mulut kompleks yang disekresi olehkelenjar saliva mayor dan minor. Hampir 90% saliva dihasilkan pada saat makan sebagairespon terhadap rangsangan pengecapan dan pengunyahan makanan. Unsur-unsur penting di dalam saliva terdiri dari beberapa komponen, salah satunya adalah laju aliran saliva. Laju aliran saliva dalam mulut dapat berubah karena adanya rangsangan baik mekanis maupun kimiawi. Kopi memiliki kandungan asam dan kafein yang berdampak negatif pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecepatan laju aliran saliva sebelum dan sesudah mengkonsumsi kopi jenis Robusta (Coffea cannephora) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala. Saliva yang distimulasi dikumpulkan dari 30 orang mahasiswa dengan menggunakan metode spitting sebelum dan sesudah meminum kopi robusta. Uji penelitian menggunakan analitik komparatif dengan metode kategori berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna laju aliran saliva sebelum dan sesudah konsumsi minuman kopi jenis Robusta (Coffea cannephora). Sebagai kesimpulan, laju aliran saliva didapatkan lebih rendah saat sebelum mengkonsumsi kopi robusta.
PERBANDINGAN LEAFLET DAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERHADAP PENTINGNYA PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA MAHASISWA POLTEKKES JAKARTA II Endang Prawesthi; Grace Valencia; Lorenta Marpaung; Mujiwati Mujiwati
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.618 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23536

Abstract

Kehilangan gigi yang tidak segera diganti dapat berpengaruh pada penurunan efisiensi kunyah, kelainan fungsi bicara, mengurangi penampilan dll. Pemanfaatan gigi tiruan sangatlah penting untuk menggantikan gigi geligi yang telah hilang karena pencabutan, namun tidak semua orang memahami dan menyadari penggunaannya. Penyuluhan kesehatan gigi memerlukan sarana berupa media edukasi untuk mempermudah penyampaian informasi. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan leaflet dan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pentingnya penggunaan gigi tiruan pada mahasiswa Poltekkes Jakarta II. Desain penelitian Quasi eksperimen menggunakan metode pre-test post-test, jumlah sampel 32 mahasiswa aktif Poltekkes Jakarta II selain Jurusan Teknik Gigi, pada bulan februari-April 2020. Tahap awal semua partisipan dilakukan pre-test kemudian dilakukan intervensi dengan media leaflet dan video animasi selama 5 menit, setelah itu dilakukan post-test. Hasil penelitian dengan paired samples test (p0.05), didapatkan kelompok sebelum dan sesudah perlakuan dengan leaflet (p=0.027) dan video (p=0.02), kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan. Demikian juga didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antara leaflet dan video animasi pada kelompok setelah post-test (p=0.002). Disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah diberi perlakuan dengan Video animasi daripada penggunaan media leaflet.
Ovate Pontic Sebagai Alternatif Perawatan Gigi Tiruan Jembatan Pocut Aya Sofya
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.481 KB)

Abstract

Kehilangan gigi anterior merupakan hal yang sangat mempengaruhi rasa percaya diri pasien. Oleh karena itu, pasien sangat membutuhkan rehabilitasi kehilangan gigi tersebut dengan estetik yang optimal. Restorasi untuk kehilangan gigi anterior dengan menggunakan gigi tiruan jembatan merupakan alternative perawatan yang dapat digunakan karena memenuhi estetik, kenyamanan dan hasil jangka panjang. Gigi tiruan jembatan yang menggunakan ovate pontic merupakan pilihan yang estetik karena desain ovate pontic berbentuk mahkota klinis anatomis dengan dasar pontik yang lebih luas berkontak dengan jaringan di bawahnya sehingga menghasilkan restorasi akhir dan gingival yang estetik menyerupai gigi asli. Pasien akan merasa puas dan percaya diri ketika berbicara dan tersenyum. Perawatan dengan ovate pontic dapat menjadi pilihan yang paling efektif pada pasien yang membutuhkan nilai estetik tinggi dan tampilan yang alami dari restorasi.
Klinis Restorasi Resin Komposit Pada Kavitas Klas I Pasca Penumpatan Tiga Tahun Lisa Triwardhani; Martha Mozartha; Trisnawaty .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.956 KB)

Abstract

Resin komposit merupakan material restorasi yang semakin populer di bidang kedokteran gigi. Adanya tuntutan akan estetik dan peningkatan performa klinis resin komposit menjadikan material ini sebagai material alternatif untuk restorasi gigi posterior, menggantikan amalgam. Semakin lama restorasi berada di dalam rongga mulut maka kualitas dari restorasi tersebut akan semakin menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas restorasi resin komposit pada kavitas Klas I gigi posterior di praktik pribadi salah satu dokter gigi di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan suatu penelitian survei deskriptif yang menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 restorasi resin komposit pada gigi posterior yang telah ditumpat selama tiga tahun pada pasien yang terdaftar di praktik pribadi dokter gigi di Kota Palembang. Kualitas restorasi diukur menggunakan kriteria USPHS. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa seluruh restorasi yang dievaluasi secara klinis menunjukkan hasil yang memuaskan. Skor Alfa didapatkan pada 65% dari total restorasi dan 35% mendapatkan skor Bravo. Tidak terdapat restorasi yang mendapatkan skor Charlie. Secara umum, seluruh restorasi menunjukkan hasil yang memuaskan setelah penumpatan selama tiga tahun.
POTENSI EKSTRAK DAUN UNGU DALAM MENURUNKAN JUMLAH SEL OSTEOKLAS TIKUS YANG DIINDUKSI PORPHYROMONAS GINGIVALIS Atik Kurniawati; Melok Aris Wahyukundari; Syafira Dwi Astuti
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.069 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18436

Abstract

Periodontitis merupakan penyakit inflamasi pada jaringan periodontal. Porphyromonas gingivalis merupakan salah satu bakteri patogen pemicu periodontitis. Respons awal inflamasi dipicu oleh faktor virulen P.gingivalis antara lain lipopolisakarida (LPS) yang berlanjut pada kerusakan ligamen periodontal sehingga memicu resorpsi tulang alveolar yang diperankan oleh sel osteoklas. Ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) diketahui dapat menghambat P.gingivalis secara in vitro, namun kemampuannya sebagai antiinflamasi dalam menurunkan jumlah sel osteoklas pada kejadian periodontitis belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun ungu (EDU) dalam menurunkan jumlah sel osteoklas pada tikus wistar yang diinfeksi dengan P.gingivalis. Penelitian dilakukan pada tikus wistar yang terdiri atas 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 tikus wistar. Enam kelompok yang terdiri dari kelompok normal (KN): tanpa perlakuan, kelompok kontrol negatif (K-): diinfeksi P.gingivalis (Pg), kelompok kontrol positif (K+): Pg + Tantum Verde, dan 3 kelompok perlakuan yaitu: KP2,5% (Pg + EDU 2,5%), KP5% (Pg + EDU 5%) serta KP10% (Pg + EDU10%). Pemeriksaan histologi dengan pengecatan Haematoxylin-Eosin (HE), jumlah sel osteoklas pada jaringan gingiva, ditentukan dengan menghitung jumlah rata-rata dari 3 lapang pandang tiap potongan jaringan. Analisis data dengan One Way Anova dilanjutkan LSD. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun ungu berpotensi menurunkan jumlah sel osteoklas pada jaringan gingiva tikus wistar (p0,05).
HUBUNGAN USIA SKELETAL DENGAN PUNCAK PERTUMBUHAN PADA PASIEN USIA 10-14 TAHUN DI RSGM UNSYIAH Rafinus Arifin; Putri Rahmi Noviyandri; Laveine Sukma Shatia
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.781 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9877

Abstract

Pengetahuan mengenai kapan terjadinya puncak pertumbuhan merupakan hal yang sangat penting untuk menentukan kapan pertumbuhan aktif berakhir, sehingga akan diperoleh keberhasilan perawatan pasien ortodonti. Usia skeletal dapat menjadi pilihan yang paling tepat dalam menentukan kapan terjadinya puncak pertumbuhan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara usia skeletal dengan puncak pertumbuhan pada pasien usia 10-14 tahun di RSGM Unsyiah. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan teknik pengambilan sample adalah total sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu foto sefalometri lateral dan rekam medik, serta menggunakan metode Bacceti dkk. untuk menentukan maturasi cervical stage pasien. Penelitian ini dianalisis dengan uji Chi-Square yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia skeletal dengan puncak pertumbuhan pada pasien usia 10-14 tahun di RSGM Unsyiah dengan nilai p=0,159 (p0,05). Namun, terdapat hubungan pada perempuan jika dianalisis berdasarkan jenis kelamin.Kata kunci: usia skeletal, puncak pertumbuhan.
APEKSIFIKASI DAN INTRACORONAL BLEACHING PADA GIGI INSISIVUS SENTRAL KANAN MAKSILA Reni Nofika
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.086 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11712

Abstract

Trauma pada gigi permanen imatur akan mengganggu apeksogenesis sehingga apeks tetap terbuka dan bisa terjadi diskolorasi jika gigi telah nekrosis. Kasus ini melaporkan perawatan pada gigi nekrosis dengan apeks masih terbuka dan mengalami diskolorasi. Pasien laki-laki usia 22 tahun datang ke klinik konservasi gigi RSGM Prof Soedomo FKG UGM karena gigi 1.1 atasnya patah di usia 12 tahun akibat jatuh dan merasa gigi tersebut berubah warna. Pada pemeriksaan klinis gigi 1.1 fraktur pada sepertiga insisal distal melibatkan dentin dan mengalami diskolorasi. Tes perkusi dan palpasi positif, tes termal negatif, dan tidak ada kegoyangan gigi. Pada radiograf periapeks terlihat apeks terbuka dan radiolusensi di periapeks dengan batas difus. Diagnosisnya adalah nekrosis pulpa dengan abses apikalis kronis disertai apeks terbuka dan diskolorasi intrinsik. Rencana perawatan adalah apeksifikasi dilakukan dengan menempatkan bahan MTA pada ujung akar, dilanjutkan prosedur intracoronal bleaching (walking bleach) dan direstorasi dengan resin komposit kelas IV diperkuat dengan pasak fiber siap pakai. Evaluasi pasca restorasi menunjukkan tidak ada keluhan sakit dan kondisi klinis baik. Kesimpulannya penutupan apeks menggunakan MTA dilanjutkan dengan intracoronal bleaching pada kasus nekrosis pulpa dengan abses apikalis kronis disertai apeks terbuka dan diskolorasi intrinsik menunjukkan kesuksesan.
Efektifitas Berkumur Dengan Obat Kumur Kombinasi Minyak Esensial dan Teh Hijau Sunnati .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.067 KB)

Abstract

Plak adalah lapisan lunak berwarna kuning keabu-abuan pada permukaan gigi yang terdiri atas mikroorganisme. Akumulasi plak pada permukaan gigi merupakan penyebab utama penyakit periodontal. Pencegahan penyakit periodontal dapat dilakukan dengan kontrol plak secara mekanis (sikat gigi dan dental floss) dan kimiawi (pasta gigi dan obat kumur). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental klinis. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa(i) SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pada hari pertama penelitian dilakukan pemeriksaan indeks plak, lalu subjek berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau selama tiga hari. Pada hari ketiga, subjek kembali diperiksa indeks plak. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan penurunan indeks plak yang signifikan (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan obat kumur kombinasi minyak esensial dan teh hijau.
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DENGAN PERFORMA MASTIKASI BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP Luthfiani Indah Lubis; Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.12 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17067

Abstract

Edentulus merupakan kehilangan seluruh gigi permanen pada maksila dan mandibula yang mengganggu mastikasi, namun dapat dihindari dengan menggunakan GTL. Tujuan GTL adalah tercapainya performa mastikasi yang baik. Keberhasilan GTL disebabkan oleh GTL yang retentif dan stabil yang sebagian besar tergantung pada saliva. Laju aliran saliva penting dalam pembentukan adhesi dan kohesi antara basis GTL dan mukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan laju aliran saliva dengan performa mastikasi berdasarkan jenis kelamin pada pemakai gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan sampel penelitian pemakai GTL dengan oklusi klas I sebanyak 38 orang, dengan kriteria selalu memakai GTL selama siang hari dan ketika makan serta pemakaian minimal 6 bulan pasca pemasangan di RSGM USU. Setiap pasien dilakukan pengumpulan saliva untuk mengukur laju aliran saliva dan pengunyahan Color Changeable Chewing Gum untuk menilai performa mastikasi, kemudian hasil dianalisis dengan uji Chi-Square. Pada hasil penelitian ini laju aliran saliva memiliki hubungan signifikan dengan performa mastikasi pada laki-laki, namun tidak pada perempuan. Laju aliran saliva dapat dijadikan pertimbangan penilaian performa mastikasi pada jenis kelamin laki-laki sehingga dapat digunakan sebagai dasar edukasi hasil evaluasi mastikasi pemakai gigi tiruan lengkap.
GAMBARAN MORFOLOGI Candida albicans SETELAH TERPAPAR EKSTRAK SERAI (Cymbopogon citratus) PADA BERBAGAI KONSENTRASI Afrina .; Abdillah Imron Nasution; Cut Iryanti Sabila
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.509 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9748

Abstract

Candida albicans merupakan jamur oportunisik dan termasuk salah satu flora normal dalam rongga mulut manusia yang dapat berubah menjadi patogen dan menyebabkan kandidiasis oral. Salah satu mekanisme adaptasi yang dilakukan C. albicans untuk mempertahankan hidupnya dari senyawa antifungal ekstrak serai (Cymbopogon citratus) adalah perubahan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran morfologi C. albicans setelah terpapar serai pada berbagai konsentrasi yang dilakukan pada kelompok perlakuan yang terdiri dari konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, kelompok kontrol negatif (akuades) dan tiga kelompok kontrol flukonazol berdasarkan dosis CLSI minimum, optimum, dan maksimum. C. albicans yang digunakan adalah ATCC 10231 yang telah disensitisasi dengan Cigarette Smoke Condensate (CSC). Gambaran morfologi C. albicans dilihat menggunakan mikroskop elektrik dengan pembesaran 1000x dan dibedakan menjadi bentuk blastospora, sel budding, pseudohifa, dan hifa. Gambaran morfologi C. albicans kemudian dianalisis secara deskriptif dan tabulasi. Hasil menunjukkan bahwa morfologi C. albicans setelah terpapar ekstrak serai pada semua konsentrasi didominasi oleh blastospora, dengan jumlah sel budding dan hifa paling sedikit terdapat di konsentrasi 25%.Kata Kunci: Candida albicans, kandidiasis oral, serai

Page 9 of 53 | Total Record : 524