cover
Contact Name
Yuli Setyowati
Contact Email
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
jurnal.jkpapmd@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD, Daerah Istimewa Yogyakarta Jl.Timoho No, 317, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan
ISSN : 29618541     EISSN : 29618002     DOI : https://doi.org/10.47431
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published by Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published twice a year, in June and December. The scope and focus of the Empowerment Communication Journal is Communication Science which includes: 1) Empowerment Communication 2) Corporate Social Responsibility 3) Media Literacy 4) Media and Gender 5) Communication development 6) Extension Communication 7) Village Communication 8) Citizen journalism 9) Sociology of communication 10)Social marketing communication 11)Social entrepreneurship 12)Tourism Communication
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2025): June" : 8 Documents clear
Peran Literasi Digital dalam Mencegah Pelecehan Online Pada Remaja Perspektif Psikologi Humanistik tyas ayu
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.464

Abstract

Masa remaja adalah periode transisi di mana individu mencari jati diri dan mengeksplorasi hubungan interpersonal, termasuk dalam aspek seksual. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial, remaja juga dihadapkan pada risiko pelecehan online yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran literasi digital dalam mencegah pelecehan online pada remaja melalui perspektif psikologi humanistik. Literasi digital dipandang sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak, sedangkan psikologi humanistik menekankan pengembangan potensi individu dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, penelitian ini menawarkan solusi untuk menghadapi ancaman pelecehan online pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan studi kepustakaan. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan ibu korban pelecehan online, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari berbagai literatur terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berbasis nilai-nilai humanistik efektif dalam meningkatkan kesadaran diri, empati, kendali diri, dan keterampilan komunikasi remaja. Literasi ini tidak hanya membantu mereka mengenali ancaman di dunia maya, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mengambil tindakan preventif dan proaktif. Literasi digital yang baik juga mendorong orang tua dan pendidik untuk berperan aktif dalam membimbing remaja menghadapi tantangan di era digital. Pendekatan integratif yang menggabungkan literasi digital dengan psikologi humanistik dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, memberdayakan remaja, dan mendukung perkembangan sosial-emosional mereka secara positif. 
Strategi Komunikasi Pembangunan Partisipatif melalui Appreciative Inquiry (Studi Kasus Padukuhan Karang, Desa Girikarta, Kapanewon Panggang, Gunung Kidul) Sri Rejeki, MC. Ninik; Praharsiwi, Caecilia Santi; Wiratmojo, Yoseph Bambang
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.516

Abstract

Penelitian ini secara khusus melakukan pengamatan pada isu pembangunan di wilayah Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah ini merupakan salah satu daerah di Gunung Kidul yang pernah mengalami krisis kekeringan, dan keterbatasan air untuk pertanian. Uniknya, solusi pertama-tama tidak hadir dari pemerintah, namun dari aktivis sosial yang terlibat langsung dalam dinamika masyarakat setempat. Romo Mangun, seorang rohaniawan dan aktivis sosial, datang ke wilayah Girikarto pada tahun 1986-1990an dan menginisiasi pembangunan dengan mengangkut air bersih dari sumber air ke masyarakat setempat dan menginspirasi berdirinya Eco-Camp Mangun Karsa. Sebagai kelanjutan dari proses pembangunan di Eco-Camp, Appreciative Inquiry (AI) digunakan sebagai pendekatan komunikasi strategis dalam pembangunan partisipatif di Padukuhan Karang. Pengambilan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan menerapkan pendekatan AI milik Cooperrider et al. (2008). Penelitian ini menerapkan nilai-nilai inklusif dan partisipatif dengan mengajak berbagai kelompok masyarakat di Padukuhan Karang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI secara efektif memfasilitasi keterlibatan masyarakat selama tahap penilaian perencanaan pembangunan melalui siklus 5-D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny). Warga mengidentifikasi kekuatan masa lalu, membayangkan tujuan masa depan, dan merumuskan rencana yang dapat ditindaklanjuti, yang berkontribusi pada munculnya lembaga lokal yang kuat. Tidak seperti studi komunikasi pembangunan sebelumnya, penelitian ini menekankan peran AI dalam melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok, mempromosikan pemberdayaan, inklusivitas, dan keberlanjutan. AI menawarkan model yang berpusat pada manusia dan berbasis kekuatan yang mendukung pembangunan partisipatif yang berkelanjutan.
Representasi Maskulinitas Tokoh Utama Pria dalam Film “Dear Nathan: Thank You Salma”: Analisis Semiotika John Fiske Machsunah, Uun; Risnawati, Ririn; Amelia, Sarah
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas pada tokoh utama pria, Nathan, dalam film remaja Indonesia “Dear Nathan: Thank You Salma” melalui pendekatan semiotika John Fiske dan konsep maskulinitas dari Beynon. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini mengkaji tanda-tanda maskulinitas pada karakter Nathan dalam tiga level analisis Fiske: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi maskulinitas Nathan dalam film ini merupakan perpaduan antara elemen tradisional dan modern. Pada level realitas, maskulinitas ditampilkan melalui penampilan sehari-hari mahasiswa, perilaku yang menunjukkan keberanian dan ketegasan, serta ekspresi emosi yang beragam. Level representasi dikonstruksi melalui penggunaan pencahayaan kontras, dominasi close up pada wajah tokoh untuk menangkap emosi, dan penambahan musik yang memperkuat suasana dramatis. Pada level ideologi, penelitian menemukan bahwa individualisme menjadi elemen dominan dalam tindakan dan keputusan Nathan.
Pemanfaatan Media Informasi Di UPT Balai Benih Ikan (BBI) Tirta Mina Desa Perjiwa Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Sugiharto, Eko; Darmasetiadi, Doni
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.579

Abstract

T Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media informasi di UPT Balai Benih Ikan (BBI) TIRTAMINA di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun sesuai tujuan penelitian. Penentuan sampel mengacu pada metode sensus yaitu anggota staf UPT Balai Benih Ikan (BBI) yang berjumlah 5 responden. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif di mana seluruh jawaban responden dalam kuesioner diberi skor dengan mengacu pada metode “Skala Likert” dengan skor tertinggi 4 dan terendah 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemanfaatan media informasi yaitu media interpersonal, media cetak, dan media elektronik signifikan. Sumber informasi melalui media interpersonal relatif lebih banyak dimanfaatkan oleh pegawai karena kemudahan aksesnya yaitu melalui pertemuan langsung dan media cetak, relatif masih ada pegawai yang belum memanfaatkannya, karena keterbatasan cara untuk mengaksesnya.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PEMBERDAYAAN BUDAYA DI KELOMPOK SENI LENGGER TAPENG Gustini, Pira Sri; chandra, ade
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.533

Abstract

Komunikasi memiliki peran strategis dalam kerja organisasi, sebab komunikasi tak hanya mampu merajut relasi sinergisitas yang terkoordinir yang mempertemukan pemahaman anggota unit, namun juga melahirkan nilai bersama sehingga tercapainya tujuan visi-misi organisasi. Komunikasi di dalam organisasi berdampak pada iklim kolektif dan semangat  bersama dalam menjalankan peran masing-masing. Demikian pula dengan Organisasi Kesenian Langger Topeng di Dusun Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kulon Progo yang telah ada sejak tahun 1915. Seni pertunjukkan biasanya menggunakan tarian dimana pemainnya mengenakan  topeng yang memainkan peran tertentu dengan iringan tembang jawa dan alunan musik tradisi Arab. Dalam pertunjukkan tersebut penari menggunakan beberapa karakter seperti hanoman, bidadari, dan beberapa makhluk mistik lainnya. Kesenian ini juga mementaskan sebuah cerita yang dikhususkan untuk bernadzar dengan melantunkan doa-doa keselamatan bagi tuan rumah atau pihak yang memiliki hajat tempat dilaksanakan pertunjukkan tersebut. Penelitian ini menggali lebih dalam tentang peran komunikasi organisasi dalam transformasi nilai budaya. Metode penelitian yang digunakan pada studi ini adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data lapangan melalui wawancara dan observasi mendalam dengan maksud agar penulis lebih menghayati makna seni tarian  topeng. Data yang dikumpulkan, direduksi, lalu dinarasikan. Komunikasi pada Kelompok Seni Lengger Tapeng di Dusun Nglinggo mampu mengalirkan pesan ke semua lini organisasi saling menguatkan anggota sehingga  menjadikannya tetap eksis dan produktif di tengah gempuran sosial dan ekonomi  masyarakat. Pemberdayaannya terletak pada transformasi nilai budaya yang ditampilkan melalui Seni Lengger Tapeng yang meluas dan menjadi saluran sosial masyarakat dalam memaknai penyelenggaraan hajat hidup bersama sehari-hari.
Menelisik Dinamika Implementasi Fungsi Fasilitasi Peliputan Media Terhadap Kegiatan Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman (Penelitian pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah) nugraheni, yulia; Setyowati, Yuli
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.600

Abstract

Pemerintah Daerah melalui humas pemerintah aktif memanfaatkan media sosial. Prokompim merupakan lembaga humas pemerintah yang melakukan fungsi manajemen komunikasi pimpinan daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada  Prokompim Sleman dengan tujuan mengetahui implementasi fungsi fasilitasi peliputan media terhadap kegiatan pimpinan daerah dan dinamika yang terjadi pada implementasi fungsi tersebut. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaksanaan fungsi fasilitasi peliputan media oleh Prokompim Sleman dilaksanakan melalui pendekatan kelembagaan yang terbagi ke dalam dua tim media. Tim Dokumentasi Pimpinan berperan sebagai entitas yang melekat secara struktural  jabatan pimpinan daerah dengan fokus pada dokumentasi kegiatan resmi Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan Tim Media Bupati dan Tim Media Wakil Bupati bekerja lebih fleksibel dan bersifat personal, mengikuti gaya serta kebutuhan komunikasi masing-masing pimpinan. Namun, sistem ini belum sepenuhnya kokoh secara kelembagaan. Hal ini terlihat ketika terjadi pergantian kepala daerah hasil Pemilukada 2024. Tim media yang sebelumnya mendampingi pimpinan lama digantikan seluruhnya sehingga menciptakan situasi ketergantungan terhadap individu, bukan terhadap sistem. Dalam perspektif teori budaya organisasi, ketergantungan ini menandakan belum terbentuknya nilai-nilai bersama yang menjamin kontinuitas kerja. Lebih jauh, dari kacamata tata kelola adaptif, organisasi pemerintahan idealnya mampu mengakomodasi perubahan dengan tetap menjaga stabilitas fungsi. Pada kasus Prokompim, adaptasi dilakukan secara teknis (dengan merekrut tim baru), namun belum menyentuh sisi struktural dan sistemik. Tidak adanya standar atau regulasi yang menjadikan tim media sosial sebagai bagian tetap dari jabatan fungsional membuat proses komunikasi publik menjadi tidak berkelanjutan. Dengan demikian, Prokompim perlu memformalkan struktur peliputan yang melekat pada jabatan, bukan individu, untuk memastikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
KETELADANAN KEPEMIMPINAN DALAM PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI PT. GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk BRANCH OFFICE YOGYAKARTA Ayu Krisna Dewi, Ida; sugiyanto, sugiyanto
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.613

Abstract

Penelitian berjudul Keteladanan Kepemimpinan Dalam Pencapaian Tujuan Organisasi PT Garuda Indoensia (Persero) Tbk, Branch Office Yogyakarta. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu BUMN memiliki kewajiban melaksanakan budaya organisasi BUMN “AKHLAK”. Disisi lain, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki budaya organisasi “The Garuda Way”. Kedua budaya organisasi diimplementasikan di Branch Office Yogyakarta dengan strategi pemimpin memberi teladan untuk stafnya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif studi kasus, informan ditentukan melalui teknik sampling, data primer diperoleh melalui observasi dan interview. Data primer dan sekunder diintegrasikan dalam konten analisis selanjutnya diverifikasi, analisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan mengimplementasi budaya perusahaan The Garuda Way, dalam tiga indicator: 1) I AM in Charge,  berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah, memenuhi janji dan komitmen, berpegang teguh kepada nilai moral dan etika; 2) I AM with You, bersikap disiplin dan konsisten dalam segala hal , membersamai customer serta menciptakan hal-hal baru, kreatif & inovatif , menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya, suka menolong orang lain, membangun lingkungan kerja yang kondusif;3)  Because You Matter bersikap tulus, terbuka, bijaksana  dan penuh perhatian dengan memberi pelayanan dan pengalaman terbaik kepada customer, terus menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi, cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik. Dampak keteladanan pimpinan dalam penerapan budaya perusahaan yang di awali dengan melakukan sosialisasi, internalisasi, implementasi dan komitmen kepada seluruh tim menghasilkan peningkatan pelayanan kepada customer serta pencapaian target penjualan yang ditandai dengan kenaikan jumlah penumpang dan penambahan jumlah penerbangan.
SINERGITAS STAKEHOLDERS DALAM IMPLEMENTASI PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DESA Sulistyowati, Fadjarini; Subejo, Subejo; Sulhan, Muhamad
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 1 (2025): June
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i1.629

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat salah satunya dimanfaatkan untuk memudahkan pengelolaan adminitrasi desa yakni melalui  Sistem Informasi Desa (SID).  Sistem informasi Desa menjadi ruang penyampaian informasi dan komunikasi bagi perangkat desa ke warganya. SID  diberlakukan sejak adanya UU Desa No.6 Tahun 2014 namun implementasi SID sampai saat ini belum optimal. Ada beberapa kendala dalam implementasi SID, permasalahan utama sebagai inovasi baru sehingga perlu persiapan sumberdaya manusia dan infrastruktur serta tata kelola dalam pengaturannya. Faktor tatakelola bertumpu pada komunikasi, koordinasi dan pembagian kerja antar pihak yang bertanggungjawab.  Sejak 2017 Panggungharjo merupakan salah satu desa yang mampu menginisiasi SID dengan mengawalinya melalui pendirian lembaga desa khusus untuk SID. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi dari Antony Giddens dalam  melihat sinergitas stakeholders untuk mengimplementasikan SID. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran sinergitas stakeholders yang bertumpu pada komunikasi dan koordinasi antar stakeholders dalam implementasi SID. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif  dengan pendekatan deskriptif kritis, yang menyajikan gambaran spesifik  tentang situasi dan fenomena di desa tersebut. Pengumpulan data dilakukan wawancara kepada informan yang terdiri dari:  kepala desa dan carik desa, perangkat desa pengelola SID Panggungharjo, unsur masyarakat yang terdiri dari anggota PKK, kepala dusun dan karang taruna. Teknik analisis data dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan  sinergitas stakeholders berperan dalam implementasi SID di Kalurahan Panggungharjo.  Sinergitas ini terwujud karena adanya komunikasi antar pihak dan koordinasi di Kalurahan Panggungharjo. Sesuai teori strukturasi, kepimpinan kepala desa diikuti dengan berdirinya lembaga yang kompeten dan pembagian kerja serta  wewenang jelas merupakan dualitas struktur yang berjalan beriringan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8