cover
Contact Name
Johny S. Tasirin
Contact Email
jtasirin@unsrat.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silvarum@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus UNSRAT, Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Silvarum
ISSN : -     EISSN : 29626390     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Silvarum adalah jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah tentang hasil penelitian dan tinjauan tentang ilmu kehutanan, pelestarian sumber daya hutan dan rehabilitasi hutan termasuk topik-topik lain yang terkait hutan dan kehutanan. Jurnal ini diterbitkan secara online dengan bentuk cetakan setahun sekali. Sirvarum terbit pertama kali pada tahun 2022 bulan April. Silvarum diturunkan dari istilah latin untuk hutan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Sebaran Pohon Namnam (Cynometra cauliflora L.) Di Pulau Sangihe Besar, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. mananohase, maurend claudya; Lasut, Marthen T.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.48701

Abstract

This study aims to determine the distribution of the namnam tree (Cynometra cauliflora L.) on Sangihe Besar Island, Sangihe Archipelago District, North Sulawesi Province. The research was carried out from December 2022 to January 2023. The initial research was carried out by conducting an initial survey at the research location, the initial survey was carried out to find out information and the location of the Namnam tree. The variables observed in this study were the habitat or growing location, the altitude where it grew, and the coordinates of the growing location. In this research, namnam trees were found totaling 30 trees with different coordinate points, with the greatest distribution occurring in the lowlands.
Pemetaan Jalur Interpretasi Ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias Taman Nasional Bunaken muriany, vinolya Prisilia; Langi, Martina A.; Rombang, Johan A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.48731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan jalur interpretasi ekowisata di Desa Tinongko dan Desa Buhias, Taman Nasional Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi pada lokasi yang telah disurvei. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dimana metode ini peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian mengenai potensi wisata tentang keadaan dan kondisi objek ekowisata yang nantinya dibuat dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan pembuatan peta jalur interpretasi ekowisata menggunakan aplikasi Arcgis 10.4. Hasil pemetaan jalur interpretasi ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias dibuat mengelilingi kedua desa tersebut. Jalur interpretasi ekowisata ini memiliki jarak tempuh sepanjang 4,95 km. Titik awal pembuatan jalur dimulai dari Desa Tinongko yang nantinya akan melewati potensi wisata mangrove trail, hutan mangrove, titik pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, dan berakhir di mangrove trail Tinongko.
Persepsi Masyarakat Terhadap Peran Ekosistem Hutan Mangrove Kawasan Taman Nasional Bunaken Di Kelurahan Alung Banua Iriani, Iriani; Walangitan, Hengki D.; Saroinsong, Fabiola B.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49044

Abstract

Persepsi adalah proses komunal untuk memahami lingkungan, dan partisipasi dalam organisasi danintrepretasi merupakan stimulus untuk pengalaman psikologis. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan karakteristik responden dan menganalisis persepsi masyarakat Kelurahan Alung BanuaKawasan Taman Nasional Bunaken tentang peran ekosistem hutan mangrove bagi kehidupanmasyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode acak sederhana yaitu sebagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat persepsimasyarakat terhadap peran ekosistem hutan mangrove berdasarkan 3 kategori yaitu tinggi sebanyak 10responden ( 11,76%), kategori sedang sebanyak 59 responden (69,41%) dan kategori rendah sebanyak16 responden (18,82%). Tingkat persepsi masyarakat berada pada kategori sedang disebabkanmasyarakat memahami dengan kuesioner namun belum sepenuhnya ikut serta dalam kegiatanpelestarian ekosistem.
Pemanfaatan Hutan Kota Tomohon Oleh Masyarakat Tomohon Tengah Bato, Anugrah Nover; Saroinsong, Fabiola B.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49047

Abstract

Hutan Kota merupakan suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapatdi dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutankota oleh pejabat yang berwenang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatanHutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengah dan menganalisis persepsi masyarakatTomohon Tengah akan fungsi dan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon serta rekomendasipengembangan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengambilansampel dengan metode acak sederhana terhadap 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukan pemanfaatan Hutan Kota Tomohon oleh masyarakat Tomohon Tengahuntuk tujuan rekreasi merupakan nilai paling tinggi yang didapatkan sedangkan nilai paling rendah padapenelitian ini adalah pemanfaatan dengan tujuan usaha atau berdagang. Persepsi masyarakat TomohonTengah akan fungsi Hutan Kota Tomohon merupakan kategori baik sekali sedangkan untuk pemanfaatantermasuk dalam kategori baik. Ketersediaan fasilitas seperti area parkir, tempat duduk, jalan setapak,ruang berinteraksi dan tempat bermain anak di Hutan Kota Tomohon adalah cukup dengan beberaparekomendasi seperti perawatan yang lebih maksimal dan juga perlu adanya perbaikan pada fasilitasyang rusak.
KARAKTERISTIK POHON TIDUR BURUNG NURI TALAUD DI KECAMATAN TAMPAN ‘AMMA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Boda, Meisprikel; Langi, Martina A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49166

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk karakteristik pohon tidur burung nuri talaud di Kecamatan Tampan‘Amma Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan. Pengambilan dokumentasi digital dan herbarium dilakukan untuk setiap jenis yang diidentifikasi (jika tidak diketahui jenisnya). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pohon dari dua jenis yang berbeda yang digunakan oleh koloni burung nuri talaud untuk pohon tidurnya, terdiri dari tiga jenis pohon gehe (Pometia corriaceae Radkl) dan satu jenis pohon lawean (Sterculia sp.). Tinggi pohon tidur nuri talaud berkisar 30,1-38,7 meter dan diameternya mencapai 42,3-59,7 cm. Pohon tidur nuri talaud di temukan pada ketinggian antara 437 m dpl sampai dengan 503 m dpl. Suhu rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terdapat pada sore hari 26.8°C sedangkan tingkat kelembaban rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terjadi pada pagi hari 80.68% dan intensitas cahaya yang masuk di sekitar seluruh pohon tidur burung nuri talaud rata-rata pada pagi hari 257.75 lux dan sore hari 287.25 lux. Vegetasi penyusun lingkungan pohon tidur burung nuri talaud pada tingkat pohon memiliki nilai INP terbesar pada jenis pohon kelapa (Cocos nucifera L) (61.63), pada tingkat tiang pada jenis pohon weneran (Macaranga hipsida) (32,39), dan untuk tingkat pancang pada jenis pohon binsar (Ficus variegata) (41.85).
KEKAYAAN DAN KELIMPAHAN JENIS KOMUNITAS BURUNG DI SEKITARAN DANAU LOT SENDOW KECAMATAN LANGOWAN BARAT, KABUPATEN MINAHASA, PROVINSI SULAWESI UTARA. Tabalujan, Elwin Noel; Tasirin, Johny S.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49168

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendata kekayaan dan kelimpahan jenis komunitas burung yang berada di sekitaran Danau Lot Sendow. Metode yang di gunakan adalah metode transek. Dengan menelusuri 2,62 km sepanjang garis tepian danau. Kecepatan perjelanan diatur sedemikian rupa sehingga panjang track 2,62 km bisa dicapai dalam 3 jam perjalanan. Waktu yang di perkirakan untuk mencapai 3 jam perjelalan adalah 14 m/menit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2023 di Danau Lot Sendow, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa. Pengamatan dilakukan secara audio dan visual dengan radius 50 m dari pengamat, dengan bantuan binokuler untuk memperjelas atau mempertegas identifikasi. Pengematan dilakukan dengan tiga segmen waktu yaitu: pagi 06.00 – 09.00, sore 14.00 – 17.00 dan malam 20.00 – 24.00. Pengamatan dilakukan pada semua individu yang ditemui dengan mencakup jenis, waktu dan jumlah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Danau Lot Sendow memiliki kekayaan burung sebesar 38 jenis dari 23 suku burung yang teramati di sekitaran Danau Lot Sendow. Dengan nilai indeks Margalef = 5,52 Yang artinya tingkat kekayaan jenis tinggi dan 38 jenis terkategori LC (least Concer).
Vegetasi Hutan Pantai Di Batu Angus, Sulawesi Utara Gusti, Zul; Pollo, Hard N.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan menganalisis pola suksesi vegetasi hutan pantai di kawasan Batu Angus, Sulawesi Utara. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 menggunakan metode jalur berpetak pada tiga tipe tutupan lahan yakni Tepi Pantai, Daerah Punggungan Bukit , dan Daerah Lembah. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan kekayaan jenis, indeks Shannon-Wiener dan Sum of Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis tertinggi vegetasi hutan pantai di Batu Angus diperoleh pada tutupan Tanah Berpasir (H'=2.03, 15 jenis) diikuti dengan tutupan lahan Vegetasi Alami (H'=1.66, 15 jenis) dan Padang Alang-Alang (H'=0.28, 6 jenis). Jenis paling dominan adalah Guettarda speciosa dengan nilai SDR 67,6. Jenis dengan kerapatan tertinggi adalah Guettarda speciosa dengan 25, 135, dan 185 individu/ha berturut-turut pada fase pohon, tiang dan pancang. Pada habitus nonpohon, Cycas rumphii memiliki kerapatan paling tinggi di semua tipe tutupan yakni 120, 80 dan 50 individu/ha berturut-turut di Tepi Pantai, Daerah Punggungan Bukit , dan Daerah Lembah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Batu Angus memiliki keanekaragaman jenis vegetasi sebesar 26 jenis dari 22 suku vegetasi yang teramati.
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan nurul falah, lazuardi; Pangemanan, Euis F.S.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.49539

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan mendeskripsikan jenis HHBK yang dimanfaatkan masyarakat sekitar hutan di Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan triangulasi. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu Kepala Desa, Sekertaris Desa, dan masyarakat/petani yang memanfaatkan HHBK pada lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di Desa Tondei II Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan meliputi jenis flora dan fauna. HHBK jenis flora yaitu aren, bambu, dan pala sedangkan jenis fauna adalah tikus hutan dan lebah liar. Aren yang di manfaatkan bagian nira kemudian diolah menjadi gula merah; bambu di manfaatkan sebagai pagar, ajir, tangga, kandang ayam, peralatan-peralatan dapur, penahan atap maupun penahan bangunan; pala dimanfaatkan hanya biji saja sementara daging buah dibuang; tikus hutan dagingnya dikonsumsi atau dijual; dan lebah liar yang dimanfaatkan adalah madunya. Kata kunci : HHBK, masyarakat Tondei II.
Perencanaan Lanskap Ekowisata Hutan Mangrove di Tapak Meras Taman Nasional Bunaken Paembonan, Mutiara Piekarsa; Saroinsong, Fabiola B.; Kalangi, Josephus I.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49591

Abstract

Meras merupakan salah satu Kelurahan yang terletak di Kecamatan Bunaken, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Kelurahan Meras memiliki ekosistem pesisir yang lengkap dan beragam seperti hutan mangrove namun belum dioptimalkan untuk menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana lanskap atau penataan kawasan ekowisata hutan mangrove di Tapak Meras. Pengamatan dilakukan dengan metode observasi langsung ke lapangan yang bertujuan untuk melihat kondisi nyata yaitu potensi dan kendala dari kawasan kemudian mendokumentasikan keadaan hutan mangrove Tapak Meras untuk perbandingan sebelum dan sesudah perencanaan. Hasil penelitian mendapatkan masyarakat setempat mendukung penuh pengembangan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras. Masyarakat juga akan berpartisipasi dalam membantu memelihara kelestarian hutan mangrove. Perencanaan ekowisata di hutan mangrove Tapak Meras dikembangkan melalui pembagian tata ruang wilayah ekowisata yang terdiri dari ruang penerimaan seluas 0,4 ha, ruang pelayanan seluas 1,2 ha, ruang penyangga seluas 8,3 ha, dan ruang ekowisata seluas 4,8 ha.
Distribusi Hujan Pada Pohon Nantu (Palaquium Sp.), Pala (Myristica fragrans), Cengkeh (Syzygium aromaticum) di Desa Warembungan, Kab. Minahasa Sapan, Hagi; Rombang, Johan; Kalangi, Josephus
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.49759

Abstract

Interception is the process when rainwater falls on the surface of the vegetation above the ground, is held for a while, and is then evaporated back into the atmosphere or absorbed by the vegetation. There are two types of components that make up rainwater intercept by plants, namely stem flow and throughfall. This study aims to measure the value of rain intercept, canopy escape, and stem flow of nantu, nutmeg, and clove trees in the plantation area of ​​Waremungan Village, Kec. Pineleng, Kab. Minahasa. The method used in this research is quantitative comparative by comparing the differences in the observations. The study used 3 (three) species, namely nantu, nutmeg, and clove trees with each repeated 5 (five) times so that 15 (fifteen) experimental units were obtained with an observation period of 10 (ten) times then processed using t-value analysis. The results showed that the distribution of rainfall in terms of intercept, stem flow, and crown escape on clove, nutmeg, and nantu trees was not significantly different.