cover
Contact Name
Putu Indah Lestari
Contact Email
lppm@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
sintesa@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara, Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)
ISSN : -     EISSN : 28100840     DOI : -
Prosiding SINTESA merupakan sebuah forum ilmiah berupa seminar nasional bagi dosen dan peneliti dalam mendiseminasikan atau memublikasikan hasil penelitian serta pemikiran kritis dalam bidang teknologi, sains, dan sosial humaniora. Wadah berbagi pengetahuan, best practices, serta inspirasi bagi para peneliti sebagai wadah untuk berkolaborasi, mendiseminasikan karya ilmiah, inovasi, dan aplikasi Iptek yang bermanfaat dan berdampak bagi ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 601 Documents
EVALUASI TIGA METODE IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS SCIURI DARI PINDANG TONGKOL (EUTHYNNUS AFFINIS) Purwaningtyas Kusumaningsih; I Gede Mustika
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.546 KB)

Abstract

ABSTRAKMetode identifikasi merupakan salah satu tombak utama dalam penegakan diagnosis. Beberapa metode telah dikembangkan untuk meningkatkan sensitifitas dan kemampuan spesifikasinya dalam mengidentifikasi mikroorganisme. Kombinasi beberapa metode digunakan bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam proses identifikasi. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap tiga metode identifikasi bakteri yaitu pewarnaan gram, uji biokimia dan uji molekuler. Tujuan dari penelitian lanjutan ini untuk melihat kemampuan ketiga metode tersebut dalam mengidentifikasi bakteri Staphylococcus sciuri dari sampel Pindang tongkol (Euthynnus affinis). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa ketiga metode dapat saling mendukung ketepatan identifikasi bakteri Staphylococcus. Identifikasi pewarnaan gram dapat membedakan bakteri cocci golongan Staphylococcus dengan Streptococcus, tetapi belum mampu menentukan golongan virulensi bakteri. Uji biokimia dengan kit StaphaurexTM menunjukkan sensitif dalam membedakan antara Coagulase-negative Staphylococcus (CoNS) dan Coagulase-positive Staphylococcus (CoPS), secara general dan tingkat virulensi. Uji molekuler memberikan hasil yang spesifik identitas sampel sebagai Staphylococcus sciuri. Ketiga metode pewarnaan dan uji biokimia mampu mengidentifikasi bakteri Staphylococcus sp. dan uji molekular diketahui mampu mengidentifikasi Staphylococcus sciuri. Bakteri S. sciuri dapat ditemukan dalam feses ikan, merupakan flora normal di permukaan kulit, mampu menyebabkan penyakit zoonosis dan merupakan indikator kecemaran lingkungan.Kata kunci: Diagnosis, identifikasi bakteri, Staphylococcus sp.
IDENTIFICATION OF TOURISM POTENTIALS IN CATUR VILLAGE KINTAMANI Putu Chris Susanto; Anak Agung Kompiang Adiada; Ni Luh Christine P. Suyasa
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.978 KB)

Abstract

ABSTRACTThe community of Catur Village in Kintamani aims to initiate a community-based tourism program (CBT) based on the potential tourist attractions the village possesses, namely coffee plantations, unique culture, and captivating nature in the central mountains of Bali. This study seeks to identify the tourism potentials in Catur Village based on ‘4A’ (Attraction, Accessibility, Amenity and Ancillary Services), and identify the challenges in starting CBT by using PESTLE Analysis. This study utilizes descriptive analysis with qualitative approach. The findings of this study indicate several highly potential tourism attractions in Catur Village. The first is the potential for agro-tourism in the coffee, orange and marigold plantations. There is also potential for eco-tourism in Segeha Waterfall and the hills surrounding the village. Catur Village also has potential culture tourism attractions with the existence of the unique blend of Balinese and Chinese Peranakan cultures in Banjar Lampu and Pura Pebini that has intimate relation with the legend of Dewi Danu and Jaya Pangus. But those attractions are not yet supported with adequate aspects of accessibility, amenity and ancillary services, particularly in terms of accommodation and other supporting facilities.Keywords: tourism, tourist destination, development, village, community-based tourismABSTRAKMasyarakat Desa Catur, Kecamatan Kintamani mencanangkan program pariwisata berbasis masyarkat dalambentuk desa wisata berdasarkan potensi wisata yang ada di desa tersebut, terutama perkebunan kopi, budaya yang unik, dan pemandangan alam yang indah di wilayah pengunungan yang terletak di tengah-tengah pulau Bali. Artikel ini membahas potensi wisata di Desa Catur berdasarkan konsep ‘4A’ (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Ancillary Services), serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam memulai program desa wisata dengan mengunakan alat analisis PESTLE, dengan melakukan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan dalam penelitian ini mengindentifikasikan beberapa potensi wisata yang menjanjikan di Desa Catur, antara lain wisata agro berupa perkebunan kopi, jeruk, dan bunga gumitir. Di samping itu, Desa Catur juga memiliki potensi ekowisata di Air Terjun Segeha dan perbukitan di sekitar desa, yang dilengkapi dengan penggabungan budaya Bali dan budaya Peranakan Tionghoa yang unik di Banjar lampu, serta wisata rohani di PuraPebini yang memiliki hubungan erat dengan legenda Dewi Danu dan Jaya Pangus.Namun potensi wisata tersebut belum didukung oleh aspek-aspek lain termasukakses, amenitas, dan ancillary services yang memadai, terutama dalam halakomodasi bagi pengunjung.Kata kunci: pariwisata, desa wisata, destinasi wisata, pariwisata berbasismasyarakat
POTENSI ANTIBAKTERI TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PENYEBAB DIARE Ni Made Wagi Ambakesari; Ni Luh Putu Wina Ewiantini; Ni Kadek Wini Ewintiani; Garry Ganvis Jonteo Hani; Afta Daniel Zato Waruwu; Ni Kadek Yunita Sari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.194 KB)

Abstract

ABSTRAKEscherichiacoli,Shigelladysenteriae,Staphylococcusaureus,danSalmonellathypimerupakan bakteri penyebab diare. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pengobatanuntuk diare adalah tanaman pepaya. Tanaman pepaya(Carica papayaL.) merupakan salah satutanamanherbayangmemilikibanyakmanfaatbagikesehatansalahsatumanfaatnyaadalahkemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri(antibacterial)karena tanaman pepaya(CaricapapayaL.)mengandungberbagaimacamsenyawaantaralainenzimpapain,saponin,flavonoid, serta tanin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak etanoldaun, biji, kulit buah pepaya(Carica papayaL.) dengan berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhanbakteri patogen penyebab diare yaituEscherichia coli, Shigella dysenteriae,Staphylococcus aureus,danSalmonella thypi. Metode yang digunakan adalahsystematic literature reviewdengan carameninjau jurnal-jurnal ilmiah yang berasal dari Google Scholar, dan PubMed yang diterbitkan dalamkurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa bagian daun, dagingbuah, biji buah, dan kulit batang pepaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli,Shigella dysenteriae,Staphylococcus aureus,danSalmonella thypisecara in-vitro namun ekstraketanoldaunpepayamemilikidayahambatpalingtinggidibandingkandenganbagianlaindaritanaman pepaya.Kata Kunci :Bakteri penyebab diare, Tanaman Pepaya, Antibakterial
KARAKTERISASI MEMBRAN KOMBINASI NATA DE COCO DAN LERI DALAM APLIKASI DESALINASI LARUTAN NACL BERBASIS ELEKTRODIALISIS P.P Indira Prima Dewi; A.A. Ayu Putri Permatasari
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.87 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi membran kombinasi nata de coco dan leri sertauntuk mengetahui efisiensi dari pengurangan kadar garam pada larutan NaCl dengan metodedesalinasi berbasis elektrodialisis (ED) menggunakan membran kombinasi nata de coco dan leri.Sintesis membran kombinasi nata de coco dan leri dilakukan dengan mencampurkan air kelapadan air limbah cucian beras (leri) sebanyak 500 mL dan bahan tambahan lain, kemudiandifermentasi selama 10-12 hari. Membran dikarakterisasi dengan uji gugus fungsi, uji swelling, danuji tarik regang. Efisiensi hasil ED larutan NaCl (2000, 2500, 3000, 3500, dan 4000 mg/L) padamasing-masing konsentrasi ditetapkan dengan metode titrasi Argentometri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada membran kombinasi nata de coco dan leri terdapatgugus O-H pada panjang gelombang 3371,57 m-1 untuk membran sebelum elektrodialisis dan3410,15 cm-1 untuk membran setelah elektrodialisis. Hasil uji swelling pada membran yaitusebesar 97,85%.Uji tarik regang menunjukkan bahwa membran sebelum diaplikasikan untukelektrodialisis memiliki daya tarik sebesar 24,78 MPa dan 24,81 MPa Untuk daya reganganmembran yaitu 3,35 % dan 2,92%. Efisiensi elektrodialisis larutan NaCl tertinggi pada konsentrasi2000 mg/L pada waktu 90 menit sebesar 33,35%. Namun penelitian yang dilakukan oleh Pinem(2008 menunjukan bahwa efisiensi yang dihasilkan sebesar 90% pada tekanan 7 bar pada larutanumpan 2000 mg/L. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Winata (2016) menunjukan bahwaefisiensi yang dihasilkan dapat mencapai 95-99% melalui EDM (Electrodialysis Metathesis.Kata Kunci : Nata de coco, leri, elektrodialisis, titrasi Argentometri
CEMARAN Staphylococcus aureus DAN BAKTERI GRAM NEGATIF PADA MEMBRAN STETOSKOP DI RUANG PERAWATAN INTENSIF Ni Wayan Desi Bintari; Nyoman Sudarma; Ni Made Septi Ariani
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.952 KB)

Abstract

ABSTRAKPasien dengan perawatan intensif memiliki kerentanan terinfeksi nosokomial yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar pasien menderita penyakit berat dan imunokompromains. Transmisi bakteri penyebab infeksi nosokomial dapat melalui alat medis salah satunya stetoskop. Stetoskop merupakan alat medis yang secara langsung kontak dengan tubuh pasien sehingga meningkatkan resiko penularan bakteri ke antar pasien. Staphylococcus aureus dan kelompok bakteri Gram negatif diketahui sebagai penyebab infeksi nosokomial yang paling sering ditemukan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi S. aureus dan screening cemaran bakteri Gram negatif pada membran stetoskop di ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah yang berlokasi di Kabupaten Badung Bali. Sampel diambil secara swab pada membran stetoskop yang digunakan oleh petugas medis di ruang perawatan intensif yang meliputi ruang ICU, ICCU, NICU, PICU dan HCU dan dilakukan kultivasi pada media selektif. Pengambilan sampel menggunakan total sampel yaitu sebanyak 16 stetoskop. Isolasi dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Bakteriologi STIKes Wira Medika Bali. Identifikasi terhadap S. aureus dilakukan melalui uji biokimiawi yang meliputi uji katalase, koagulase, hemolisa, manitol dan pengecatan Gram. Identifikasi bakteri Gram negatif dilakukan melalui kultivasi media selektif dan pengecatan Gram. Hasil screening menunjukkan sebanyak 25% sampel positif cemaran S. aureus yaitu pada stetoskop di ruang ICU, HCU dan ICCU. Sementara itu cemaran bakteri Gram negatif ditemukan sebanyak 31,25 % yaitu pada stetoskop di ruang ICCU dan ICU.Kata kunci: Staphylococcus aureus, bakteri Gram negatif, membran stetoskopABSTRACTPatient in intensive care have a high susceptibility to nosocomial infection. Most patients in intensive care suffer have a high susceptibility to nosocomial infection. This results cause by each patient suffer from severity of illness and immunocompromised. Bacterial transmission can be through medical equipment such as stethoscope. Stethoscope is a medical device that directly contacts with patient’s body which can increase the risk of bacterial transmission among patients. Staphylococcus and Gram-negative bacteria are known to be the most common bacteria which cause nosocomial infection. The purpose of this research is to screening Staphylococcus aureus and Gram-negative bacteria in stethoscope membrane in intensive care room of general hospital in Badung Bali. Samples were taken by swab methods at stethoscope in intensive unit room which included ICU, ICCU, NICU, PICU and HCU. Sampling using total sampling method, total of sample used in this study are 16 stethoscopes. Isolation and identification take place in Bacteriology Laboratory STIKes Wira Medika. Identification of S. aureus was carried out through biochemical tests which include catalase, coagulase, hemolysis, mannitol and Gram staining test. Identification of Gram negative bacteria is done through selective medium cultivation and Gram staining. Result showed that 25% samples were positive S. aureus contamination. Positive result found in stethoscope at ICU, HCU and ICCU room. Gram-negative bacteria contamination showed positive result at 31,25% samples which are stethoscope from ICCU and ICU room.Keywords: Staphylococcus aureus, Gram negative bacteria, stethoscope membrane
STRATEGI GEREJA DALAM MEMBENTUK PEMIMPIN YANG TRANSFORMASIONAL Wayan Dedik Yurianta; Rudolf Alexander Souhoka; Dermawan Waruru
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.786 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan dalam berbagai aspek sedang terjadi dalam era globalisasi terkhusus dalam hal revolusi teknologi. Revolusi teknologi mempengaruhi perkembangan gereja saat ini. Gereja sebagai sebuah lembaga dituntut untuk tampil dengan gaya kepemimpinan yang mampu menginspirasi dalam hal menyatakan sikap yang benar sesuai nilai-nilai yang benar di tengah situasi perkembangan zaman. Gereja semestinya mempersiapkan pemimpin yang mampu untuk berkompetisi dalam era globalisasi. Dalam pembahasan ini akan dimuat strategi gereja dalam membentuk pemimpin transformasional dengan melihat empat komponen yaitu; idealized influence (pengaruh ideal), individualized consideration (pertimbangan individu), inspirational motivation (motivasi inspirasional), intelectual stimulation (stimulasi intelektual). Sehingga gereja dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang ada dan juga dalam membangun rancangan pelayanan pendampingan yang berpusat pada ajaran pemimpin dan kepala gereja yang Agung yaitu Yesus Kristus.Kata kunci: Pemimpin Transformasional, strategi Gereja, revolusi teknologi.
PENGENALAN PROTOKOL KESEHATAN PADA ANAK USIA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Ni Made Ayu Suryaningsih; Christiani Endah Poerwati
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 3 (2020): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.929 KB)

Abstract

ABSTRAKAnak usia dini merupakan aset penting bagi masa depan suatu bangsa. Berbagai haldilakukan untuk memaksimalkan potensi mereka sejak dini. Salah satunya terkait denganpendidikan. Namun terjadinya Pandemi Covid-19 menjadi suatu hambatan besar dalamperkembangan dan keselamatan anak. Menjadi tanggung jawab bersama dalam memastikanmereka dapat melalui permasalahan ini. Penerapan protokol kesehatan merupakan jalan untukbisa menghindari resiko tertular Virus Covid-19. Diperlukan suatu upaya untuk memperkenalkanmereka agar mampu memahami dan menerapkan protokol kesehatan dengan efektif. Penerapanmodel pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat diterapkan untuk meningkatkan pemahamananak mengenai penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikanperbedaan hasil pembelajaran anak mengenai pemahaman protokol kesehatan antara kelaskontrol dan kelas eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan dalammenerapkan protokol kesehatan antara kelas kontrol dan eksperimen setelah anak melalui prosespembelajaran.Kata kunci: Anak Usia dini, Model Pembelajaran Jigsaw, Protokol kesehatan
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP PERILAKU GAME ONLINE DI SMK KESEHATAN PGRI DENPASAR Dewa Ayu Eka Yuni Artini; Made Nyandra; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.703 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi memberikan dampak positif dan negatif terhadap penggunanya. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah munculnya perilaku bermain game online sampai kecanduan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh terhadap perilaku game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling penelitian ini yaitu total sampling. Teknik analisa data ini menggunakan uji statistik non-parametrik korelasi Rank Spearmen. Dari total 36 sampel didapatkan hasil: (36,1%) remaja yang bermain game online di SMK Kesehatan PGRI Denpasar mendapat pola asuh yang rendah. Jenis pola asuh yang paling tinggi adalah pola asuh otoriter dengan kriteria tinggi yaitu 26 responden (72,2%), dan sebaliknya remaja tersebut paling minim mendapat pola asuh demokratis dengan jumlah 21 orang (58,3%) dengan kriteria rendah. Berdasarkan perilaku dari 19 responden (52,8%) memiliki perilaku sering. Hasil uji statistik menunjukkan signifikansi (2-tailed) atau nilai p yang diperoleh adalah sebesar 0,048 yaitu <0,05 dengan nilai koefisien korelasi atau nilai r antara pola asuh dan perilaku game online sebesar -0,331. Disimpulkan bahwa ada hubungan korelasi cukup dan negatif antara kedua variabel tersebut yang berarti semakin tinggi pola asuh maka semakin jarang perilaku game online pada remaja dengan nilai p sebesar 0,048 yaitu < 0,05. Diharapkan bagi orang tua agar dapat menerapkan pola asuh yang tepat pada remaja. Orang tua dapat meningkatkan control dan kehangatan kepada remaja. Orang tua dapat melakukan tindakan membatasi waktu bermain anak agar tidak menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online.Kata kunci: Pola Asuh, Game Online, RemajaABSTRACTTechnological developments have a positive and negative impact on users. One of the negative effects caused was the emergence of online game play behavior until addicted. The purpose of this study was to determine the relationship of parenting behavior to online game behavior in PGRI Health Vocational School Denpasar. This study uses analytical research methods with Cross Sectional approach. The sampling technique of this research is total sampling. This data analysis technique uses a non-parametric statistical test of Spearmen Rank correlation. From a total of 36 samples, results were obtained: (36.1%) adolescents who played online games at SMK PGRI Denpasar's health received low parenting. The highest type of upbringing is authoritarian parenting with high criteria, namely 26 respondents (72.2%), and vice versa, the juvenile has the least democratic parenting with 21 people (58.3%) with low criteria. Based on behavior from 19 respondents (52.8%) had frequent behavior. The results of statistical tests show significance (2-tailed) or p value obtained is 0.048 which is <0.05, the correlation coefficient or r value between parenting and online game behavior is -0.333. It was concluded that there is a sufficient and negative correlation between the two variables, which means that the higher the parenting style, the less frequent online game behavior in adolescents with a p value of 0.048 is <0.05. It is expected that parents can apply proper parenting to adolescents. Parents can improve control and warmth to teenagers. Parents can take action to limit children's playing time so they don't spend a lot of time playing online games.Keywords: Parenting, Online Games, Youth
ANALISIS PENGARUH KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN KODE TINDAKAN TERHADAP TARIF PASIEN RAWAT INAP PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN Rai Riska Resty Wasita; Agus Donny Susanto; I Gusti Ngurah Manik Nugraha
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 5 (2022): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.296 KB)

Abstract

ABSTRAKKetepatan pengkodean penyakit sangat penting bagi rumah sakit karena memudahkan dalam penyajian data informasi dan sebagai penentu biaya perawatan. Berdasarkan data observasi awal pada Bulan September 2022 terdapat 80 berkas klaim pasien rawat inap peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dikembalikan. Hal ini disebabkan oleh ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 45 berkas (56,3%) dan ketidaktepatan kode tindakan sebesar 35 berkas (43,7%), dan terdapat ketidaksesuaian tarif sebanyak 43 (53,8%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan terhadap tarif pasien rawat inap peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar. Rancangan penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sejumlah 223 berkas klaim pasien rawat inap peserta BPJS Kesehatan yang kode diagnosis dan kode tindakannya tidak tepat. Uji analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 223 berkas klaim pasien rawat inap peserta BPJS Kesehatan, ditemukan ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 122 berkas (54,7%), ketidaktepatan kode tindakan sebanyak 101 berkas (45,3%) dan ketidaksesuaian tarif sebanyak 91 berkas (40,8%). Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara ketidaktepatan kode diagnosis (0,000<0,05) dan ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar (0,023<0,05).Kata kunci: Ketidaktepatan kode diagnosis, ketidaktepatan kode tindakan, tarif pasien rawat inap
COVID-19: TANTANGAN TERBERAT EKONOMI BALI Christimulia Purnama Trimurti; Gusti Ngurah Joko Adinegara; Made Dwi Wira Ardana; I Gede Mertayasa
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 4 (2021): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.319 KB)

Abstract

ABSTRAKVirus covid 19 yang mematikan mulai memasuki di awal 2020 yang membuat PemerintahProvinsi Bali membuat kebijakan pembatasan interaksi sosial masyarakat di semua lapisanmasyarakat. Ekonomi Bali yang mengandalkan Sektor Pariwisata sangat terasa terutama dikurun waktu April 2020 – Desember 2020 terjadi penurunan tajam wisatawan asing akibatdari banyak Negara melarang warga negaranya melakukan kunjungan ke negara Indonesiaterutama Bali. Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa besar ekonomi Bali terjadipenurunan pada indikator-indikator ekonomi disaat terjadi Covid-19 selama kurun waktutahun 2020. Metode penelitian menggunakan data sekunder dengan tehnik analisis deskriptifstatistik. Hasil penelitian menunjukkan Pertumbuhan Ekonomi Bali (9,31)%, Inflasi 0,55%,Penduduk Miskin 165 ribu orang, tingkat pengangguran 5,63%, realisasi pendapatan APBD(23,74)%, Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Umum (1,51)%, Pertumbuhan Kredit BankUmum (0,48)%, Non-Performing Loan Bank Umum 3,18%.Kata kunci: APBD, Inflasi, NPL, PDRB, tantangan ekonomi.

Page 4 of 61 | Total Record : 601