cover
Contact Name
I Wayan Sutama
Contact Email
iansutama83@gmail.com
Phone
+62817361323
Journal Mail Official
iansutama83@gmail.com
Editorial Address
Jln.Pancaka No. 7B Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia Telp. (0370) 628382 Fax. (0370) 631725
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation
ISSN : 29623553     EISSN : 29623553     DOI : 10.53977
This journal contains articles with a focus on communication in general, including media communication and journalism, marketing communication, organizational communication, communication research, intercultural communication, communication technology, and others.
Articles 72 Documents
Framing Pemberitaan Abrasi Pantai Loang Baloq pada Media Online Dalam Perspektif Ekoteologi dan Nilai Pendidikan Agama Hindu I Gusti Ayu Pradnya Premasita Saraswati; Rieka Yulita Widaswara; Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi; Ni Putu Reni Permitasari
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Samvada, Mei 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v5i1.4258

Abstract

Abrasi Pantai Loang Baloq di Kota Mataram tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan pesisir, tetapi juga berdampak terhadap ruang sakral yang digunakan umat Hindu dalam pelaksanaan ritual keagamaan. Peristiwa tersebut memperoleh perhatian media online dengan penekanan pemberitaan yang berbeda sehingga membentuk konstruksi makna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan abrasi Pantai Loang Baloq pada media online serta memaknai konstruksi tersebut dalam perspektif ekoteologi dan nilai Pendidikan Agama Hindu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data penelitian berupa tiga berita dari SUARANTB.com, ANTARANewsMataram, dan NTBSatu.com yang dipilih secara purposive berdasarkan kesesuaian dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap media membangun framing yang berbeda terhadap peristiwa abrasi. SUARANTB.com memosisikan abrasi sebagai persoalan kerusakan pesisir yang memerlukan penanganan melalui pembangunan infrastruktur. ANTARANewsMataram membingkai abrasi sebagai dampak cuaca ekstrem yang memerlukan langkah mitigasi untuk melindungi kawasan pesisir. Sementara itu, NTBSatu.com mengonstruksi abrasi sebagai ancaman terhadap ruang sakral umat Hindu karena mengganggu akses pelaksanaan ritual keagamaan. Dalam perspektif ekoteologi, framing tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai persoalan ekologis, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang tercermin dalam pemberitaan dapat dimaknai melalui konsep Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Penelitian ini menegaskan bahwa media memiliki peran dalam membentuk pemahaman publik mengenai keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan keagamaan.
A Schematic Framework for the Construction of an Ethnorelativism-Based Social Harmony Model in the Local Wisdom of Memarek I Wayan Ardhi Wirawan; Pawan Kumar; I Wayan Sutama; I Putu Sarjana; Ni Luh Gede Hadriani
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 5 No 1 (2026): Vol 5 No 1 (2026): Samvada, Mei 2026
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v5i1.4287

Abstract

This article presents the findings of a study aimed at identifying the systematic process of constructing a social harmony model based on ethnorelativism within the local wisdom of memarek, involving the Sasak-Muslim and Balinese-Hindu communities in Selelos Village. The study employed a qualitative approach using a descriptive-interpretative method based on interview, observation, and documentation data. The findings reveal that the initial historical encounter between the two communities was characterized by social distance due to ethnic and religious differences, as well as the absence of mutual trust. However, the Balinese community's agricultural expertise became the entry point for the diffusion of innovation, facilitating knowledge exchange, cooperation, and intensive communication. This process followed the stages of innovation, communication, adoption, and confirmation, as described in Everett M. Rogers' Diffusion of Innovations Theory. The study also demonstrates that sustained contact, shared goals, cooperation, and institutional support strengthened interethnic relations, consistent with Gordon W. Allport's Contact Theory. Furthermore, agricultural skills evolved from cultural capital into social capital, reinforcing networks of trust and solidarity between the two communities. Continuous interaction transformed the communities' orientation from ethnocentrism to ethnorelativism, leading to social integration characterized by mutual respect, participation in customary traditions, and the establishment of sustainable social harmony in Selelos Village.