cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 382 Documents
DETERMINAN STATUS GIZI REMAJA SMP: STUDI KASUS JENIS KELAMIN, USIA, DAN INDIKATOR SOSIAL EKONOMI KELUARGA Andi Sani Silwanah; Nurleli; Jinny Graselia; Andi Amal Sakti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.727

Abstract

Latar belakang: Remaja menghadapi tantangan beban ganda malnutrisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor determinan selama masa pertumbuhan pesat. Kondisi status gizi pada usia sekolah menengah pertama menjadi indikator penting bagi kesehatan di masa dewasa mendatang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan status gizi remaja sekolah menengah pertama dengan memfokuskan pada pengaruh jenis kelamin, usia, dan indikator sosial-ekonomi keluarga. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan di SMPN 52 Makassar. Sampel berjumlah 188 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri (IMT/U) dan pengisian kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status gizi normal (63,8%), namun terdapat prevalensi overweight sebesar 21,3% dan gizi kurang sebesar 14,9%. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,012) dan usia (p=0,027) terhadap status gizi. Sebaliknya, indikator sosial-ekonomi keluarga berupa penghasilan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,985) terhadap status gizi remaja. Kesimpulan: Jenis kelamin dan usia merupakan determinan utama status gizi remaja di SMPN 52 Makassar, sementara faktor ekonomi tidak lagi menjadi penentu dominan dalam fenomena transisi gizi di perkotaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS KADATUA TIMUR KABUPATEN BUTON SELATAN Budi Prasetyo; Nining Frianti; Muhamad Ikhsan; Ahmad Noor; Wa Ode Nursyuhada; La Ode Kiflin
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.733

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius pada balita karena dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di wilayah kerja Puskesmas. Riwayat penyakit kronis, personal hygiene, dan sanitasi dapat memicu terjadinya diare. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kadatua Timur, Kabupaten Buton Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 193 ibu yang memiliki anak balita, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Ada hubungan riwayat penyakit kronis dengan kejadian diare dengan nilai ρ = 0,000, ada hubungan personal hygiene ibu dengan kejadian diare dengan nilai ρ = 0,006, dan ada hubungan sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare pada balita dengan nilai ρ = 0,003 di Puskesmas Kadatua Timur. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit kronis, personal hygiene dan sanitasi dasar rumah dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Kadatua Timur, Kabupaten Buton Selatan. Disarankan kepada orang tua balita untuk menjaga personal hygiene dan sanitasi dasar rumah secara baik serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi balita yang memiliki riwayat penyakit kronis guna mencegah terjadinya diare.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI MENGENAI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Wa Ode Nursyuhada; Budi Prasetyo; Sri Nurlian; Haslina; Rina Inda Sari; Yeni Yuliana
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.734

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara menduduki peringkat tertinggi dalam angka kejadian dan kematian pada perempuan di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada ukuran, tekstur, serta bentuk payudara. Pemeriksaan payudara membantu deteksi dini kanker payudara, sehingga mengurangi risiko keparahannya. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMA Negeri 4 Kota Baubau. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 84 siswi kelas XI tahun 2024, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Selanjutnya, ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pihak sekolah disarankan untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi SADARI secara berkala kepada remaja putri.
MANAJEMEN LUKA BAKAR PADA FASE EMERGENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT: LITERATURE REVIEW Yustina Labok; Trivana Enjelin Jitmau; Fransiska Novita Sari; Abelia Dama; Rosalia Sermatan; Riska Nasir; Pipin Purnama; Zein S Mahajani; Renaldi M
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.687

Abstract

Latar belakang: Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dengan sumber daya terbatas. Fase emergensi atau 72 jam pertama setelah kejadian luka bakar merupakan periode kritis yang menentukan keselamatan dan pemulihan jangka panjang pasien. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat dapat menyebabkan komplikasi berat seperti syok hipovolemik, infeksi sistemik, dan kegagalan organ. Tujuan: Untuk mengkaji manajemen awal luka bakar pada fase emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: literature review dengan menelaah artikel dari database PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, dan Scopus yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Artikel yang dipilih membahas tindakan awal seperti stabilisasi jalan napas, pemberian cairan resusitasi, pengelolaan nyeri, serta evaluasi luas luka menggunakan metode klinis standar. Hasil: kajian menunjukkan bahwa penerapan protokol seperti pendekatan ABCDE dan rumus Parkland sangat efektif dalam menurunkan risiko komplikasi. Kesimpulan: Manajemen awal yang tepat pada fase emergensi di IGD sangat penting dalam menentukan keberhasilan penanganan luka bakar, dan perlu didukung oleh kompetensi tenaga medis, pelatihan berkelanjutan, serta sistem rujukan yang efisien.
ANALISIS HAMABATAN RME TERHADAP KINERJA PETUGAS KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE TAM DI RS ADI HUSADA KAPASARI Adelia Aprilia Purnomo; Rukmini; Siti Nur Qomariah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.751

Abstract

Latar belakang: Pengalihan rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME) sangat penting untuk digitalisasi rumah sakit, meskipun praktiknya sering terhambat kendala operasional. Hambatan sistem ini bisa diukur menggunakan lima dimensi dalam metode Technology Acceptance Model (TAM). Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan RME dengan pendekatan TAM, kinerja petugas, serta pengaruh hambatan tersebut terhadap kinerja petugas di Unit Rawat Jalan RS Adi Husada Kapasari Surabaya. Metode: Riset kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 38 tenaga kesehatan yang dipilih lewat simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala ordinal, lalu diuji statistik memakai rumus Spearman's Rho. Hasil: Hasil analisis menunjukkan mayoritas petugas hanya merasakan hambatan RME pada tingkat rendah (68,4%), dan kinerja mereka sebagian besar masuk kategori baik (94,7%). Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi 0,479 dengan koefisien korelasi -0,118 (p > 0,05). Hal ini membuktikan bahwa kendala sistem digital tidak berpengaruh nyata terhadap kinerja petugas di lapangan karena adanya kepatuhan yang tinggi pada SOP. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh signifikan antara hambatan RME dengan kinerja petugas kesehatan karena kendala sistem digital bukan penentu turunnya mutu pelayanan, melainkan performa kerja tetap terjaga optimal berkat dorongan tanggung jawab moral terhadap keselamatan pasien serta kepatuhan ketat pada SOP rumah sakit.
HUBUNGAN RESPONSIVENESS PELAYANAN ADMINISTRASI DIGITAL PADA KEPUASAN ORANG TUA PASIEN ANAK Alisa Putri Handoko; Rukmini; Afif Kurniawan; Siti Hardiyanti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.752

Abstract

Latar belakang: Mutu pelayanan rumah sakit dapat dinilai melalui tingkat kepuasan orang tua pasien anak, termasuk pada pelayanan administrasi berbasis digital yang semakin berkembang. Pelayanan administrasi digital yang berkualitas diharapkan mampu memberikan kemudahan, ketepatan informasi, dan respons yang cepat sehingga meningkatkan kepuasan pengguna layanan. Tujuan: Menganalisis sejauh mana kontribusi dimensi responsiveness dalam layanan administrasi digital terhadap kepuasan orang tua selama masa rawat inap anak di RS Adi Husada Kapasari Surabaya. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Dari total populasi 43 orang tua pasien anak, diambil sampel sebanyak 30 responden melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi 0,05. Hasil: Nilai p = 0,033 dan koefisien korelasi r = 0,391 menunjukkan bahwa dimensi responsiveness mempunyai hubungan bermakna terhadap kepuasan keluarga pasien di unit rawat inap anak. Secara menyeluruh, tingkat kepuasan wali pasien dan kualitas implementasi sistem administrasi berbasis digital sama-sama berada pada kategori cukup. Kesimpulan: Kualitas ketanggapan petugas dalam pelayanan administrasi digital memberikan kontribusi terhadap kepuasan orang tua pasien anak di unit rawat inap anak RS Adi Husada Kapasari Surabaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI DI SMP KARTIKA XX-2 MAKASSAR Chitra Dewi; Marisna Eka Yulianita; Muhammad Syahrir; Renaldi. M; Muti Sahida; Yosina Naomi Leterulu
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.753

Abstract

Keputihan (fluor albus) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak dicegah dengan perilaku higiene yang baik. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi diyakini berperan dalam membentuk perilaku pencegahan keputihan, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan inkonsistensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri di SMP Kartika XX-2 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII dan IX sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (62,1%) dan perilaku pencegahan keputihan kategori cukup (94,8%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan keputihan pada remaja putri (p=0,681). Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan keputihan tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kebiasaan personal hygiene, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan akses informasi kesehatan. Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan reproduksi di sekolah perlu mengintegrasikan peningkatan pengetahuan dengan pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat agar pencegahan keputihan dapat dilakukan secara optimal.
PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG DAMPAK KESEHATAN DARI KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI Erniawati; Sumarni; Haerani; Irmayanti
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.736

Abstract

Pendahuluan: Konsumsi makanan cepat saji semakin meningkat di kalangan remaja karena praktis, mudah diperoleh, dan penyajiannya cepat. Namun, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, serta berbagai gangguan kesehatan. Pengetahuan mengenai dampak makanan cepat saji sangat penting untuk membentuk perilaku konsumsi yang lebih sehat pada mahasiswa. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai dampak makanan cepat saji di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Dari 48 responden, sebanyak 43 mahasiswa (89,58%) memiliki pengetahuan baik, 4 mahasiswa (8,33%) memiliki pengetahuan cukup, dan 1 mahasiswa (2,09%) memiliki pengetahuan kurang mengenai dampak makanan cepat saji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memiliki pengetahuan yang baik tentang dampak konsumsi makanan cepat saji terhadap kesehatan. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai dampak makanan cepat saji.
PENGARUH PEMBERIAN VIDEO EDUKASI TERHADAP PERSIAPAN MENARCHE DI SDN BAWAKARAENG I MAKASSAR Rahmawati; Suarni; Andi Sani Silwanah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.767

Abstract

Latar belakang: Menarche atau menstruasi pertama merupakan fase yang menandai sistem reproduksi pada perempuan telah matang. Kurangnya informasi mengenai perubahan yang terjadi saat menarche menyebabkan ketidaksiapan, kecemasan serta kesalahan dalam menjaga sistem reproduksi. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian video edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan terkait persiapan menarche pada anak usia Sekolah Dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan pendekatan One group Pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap dan literasi kesehatan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Terdapat peningkatan pada seluruh variabel setelah intervensi. Skor pengetahuan, sikap, dan literasi kesehatan pada posttest lebih tinggi dibandingkan pretest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,001 pada ketiga variabel, yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan persiapan menarche pada anak Sekolah Dasar sehingga layak dipertimbangkan sebagai alternatif pendidikan kesehatan reproduksi. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain kelompok kontrol atau quasi eksperimen untuk mengembangkan video edukasi persiapan menarche pada siswi secara lebih optimal.
IMPLEMENTASI EDUKASI NUTRISI TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH KOTA MAKASSAR Erna Kasim; Sri Aulia Nurul Nisa; Sanghati; Ekayanti Hafidah Ahmad; Andi Tenriola Fitri Kessi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.758

Abstract

Latar belakang: Kehamilan merupakan fase fisiologis yang membutuhkan peningkatan asupan nutrisi. Pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi penting untuk mencegah masalah gizi selama kehamilan. Tujuan: untuk mengidentifikasi implementasi edukasi tentang nutrisi terhadap pengetahuan ibu hamil Kelurahan Maccini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 3 orang ibu hamil trimester I di wilayah Puskesmas Maccini Sawah Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet selama 3 kali kunjungan pada tanggal 26 Juni - 01 Juli 2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pada ketiga responden setelah diberikan implementasi edukasi tentang nutrisi. Sebelum edukasi responden memiliki pengetahuan kurang, setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi baik. Media leaflet memudahkan responden memahami materi tentang nutrisi ibu hamil dan panduan ISI PIRINGKU. Kesimpulan: Implementasi edukasi tentang nutrisi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil Kelurahan Maccini di wilayah Puskesmas Maccini Sawah