cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 373 Documents
GAMBARAN GANGGUAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK BALITA USIA 12-24 BULAN DI PUSKESMAS MONCOBALANG Rusnaeni Saide; Nurjunnah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.664

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan bahasa pada anak balita merupakan aspek krusial dalam membentuk dasar kemampuan kognitif dan sosial mereka. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami lingkungan sekitar, menyampaikan pikiran serta emosi, dan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa pada anak balita adalah peran orang tua. Orang tua, sebagai figur utama dalam kehidupan anak, memberikan pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kemampuan berbahasanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan perkembangan bahasa pada anak balita usia 12–24 bulan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 30 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pengisian kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (53,3%) dan mayoritas berusia 22–24 bulan (43,3%). Perkembangan bahasa anak usia 12–24 bulan sebagian besar berada pada kategori abnormal, sedangkan perkembangan bahasa yang tergolong normal pada usia 15–24 bulan hanya sebesar 62,5%. Kesimpulan: Diharapkan para ibu yang memiliki anak usia 12–24 bulan terus memberikan stimulasi yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.
ATTITUDE TOWARD EXCLUSIVE BREASTFEEDING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTO BANGUN KABUPATEN BULUKUMBA Fairus Prihatin Idris; Naylah Herman; Andi Nirina R.J Diab; Andi Asrina; Harpiana Rahman
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.678

Abstract

Latar belakang: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan upaya fundamental dalam menjamin tumbuh kembang bayi, menjadi indikator penting dalam kesehatan ibu dan anak. Di wilayah kerja Puskesmas Bonto Bangun Kabupaten Bulukumba, ditemukan fenomena bahwa sikap ibu terhadap ASI eksklusif beragam dan tidak seluruh ibu berhasil menyusui secara eksklusif hingga enam bulan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap yang dimiliki ibu dan praktik pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian bertujuan menggali secara mendalam sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif khususnya aspek sikap (attitude toward). Metode: Penelitian ini quasi kualitatif pendekatan fenomenologi. Informan: ibu yang memberikan ASI eksklusif, ibu yang tidak berhasil memberikan ASI eksklusif, suami, tenaga kesehatan. Pengumpulan data melalui focus group discussion, dan wawancara mendalam. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ASI dipersepsikan sebagai hak anak, tanggung jawab moral ibu, serta wujud kasih sayang dan peran keibuan, namun pada sebagian ibu masih ditemukan keraguan yang dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, pengalaman menyusui sebelumnya, serta tekanan lingkungan sosial. Kesimpulan: Keberhasilan ASI eksklusif dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya menekankan pembentukan sikap, tetapi juga penguatan dukungan sosial dan persepsi kontrol perilaku ibu agar praktik menyusui dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Perlu penelitian untuk menjelaskan kesenjangan antara sikap dan praktik pemberian ASI Eksklusif.
EKSPLORASI FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTHS PADA PETANI SAYUR DI DESA KANREAPIA KABUPATEN GOWA Habibi; Dini; Muhammad Rusmin; Bs Titi Haerana
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.680

Abstract

Latar belakang: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan malnutrisi, kehilangan darah, dan penurunan produktivitas fisik. Hal ini dapat terjadi karena petani sering bersentuhan langsung dengan tanah yang mengakibatkan mereka rentan terinfeksi STH. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi infeksi STH pada Petani Sayur di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross-sectional. Besar sampel dihitung menggunakan rumus estimasi proporsi dengan derajat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 90 petani sayur. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 90 responden, ditemukan bahwa 6 orang (6,7%) terinfeksi STH. Analisis menggunakan uji Fisher Exact menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara beberapa faktor yang diteliti dengan kejadian infeksi STH, meliputi tingkat pengetahuan (p=0,416), sikap (p=0,662), tindakan (p=0,085), penggunaan alas kaki (p=0,585), kebiasaan mencuci tangan (p=0,085), kebersihan kuku (p=0,685), serta penggunaan sarung tangan (p=1,000). Kesimpulan: Temuan penelitian ini mengindikasikan perlunya upaya dari pemerintah untuk memperkuat program edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai STH, khususnya terkait pentingnya konsumsi obat cacing secara rutin. Selain itu, petani sayur diharapkan lebih memperhatikan praktik kebersihan diri, baik saat bekerja maupun dilingkungan rumah, sebagai langkah pencegahan untuk menekan risiko penularan infeksi STH.
PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERINGATAN KESEHATAN BERGAMBAR DI KOTA MAKASSAR Fairus Prihatin Idris; Nurfaidah; Patima; Harpiana Rahman; Andi Asrina; Mansur Sadidi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.683

Abstract

Latar belakang: Merokok pada remaja merupakan permasalahan Kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko penyakit tidak menular.. Strategi pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah adalah Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok sebagai media komunikasi risiko berbasis visual. Namun, efektifitas pesan visual tersebut pada kelompok remaja masih menunjukkan variasi respons. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap peringatan Kesehatan bergambar pada kemasan rokok di Kota Makassar Metode: Penelitian ini quasi kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari satu informan kunci (Psikolog), 4 informan pendukung (Pakar media, guru, orang tua, dan kader kesehatan), serta 6 informan biasa (remaja berusia 19 – 22 tahun). Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil: Terdapat perbedaan cara remaja memaknai Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning/PHW) pada kemasan rokok. Sebagian remaja memandang PHW sebagai peringatan mengenai bahaya merokok dan pada awalnya menunjukkan respons emosional seperti rasa takut dan ketidaknyamanan. Secara kognitif, remaja juga mampu mengaitkan gambar tersebut dengan potensi penyakit akibat merokok. Kesimpulan: Keberhasilan pembentukan sikap anti – merokok pada remaja sangat bergantung pada kekuatan peran keluarga, serta perlu didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat yang lebih optimal agar pesan pencegahan memiliki daya pengaruh yang lebih kuat dan berkelanjutan.
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN USIA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA DRIVER GOJEK DI KOTA MAKASSAR Jufri; Basri; Sulaiman; Dina Maulina Syamsul
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.689

Abstract

Latar belakang: Kelelahan merupakan kondisi yang dialami individu sebagai akibat dari interaksi faktor psikologis dan fisiologis. Keadaan ini ditandai dengan munculnya sensasi letih yang berlebihan, penurunan energi, serta kecenderungan mengantuk, yang umumnya dipicu oleh kurangnya waktu istirahat maupun aktifitas fisik yang berlansung secara terus-menerus. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara duarasi kerja dan usia dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi gojek di Kota Makassar. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling, yang berjumlah 150 orang. Hasil: Analisis mengenai hubungan antara durasi kerja dan tingkat kelelahan kerja menunjukkan bahwa berdasarkan uji Chi-Square diperoleh nilai x2 hitung = 1,612 <x2 tabel = 2,706. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dan kelelahan kerja. Selanjutnya, analisis hubungan antara usia dan kelelahan kerja juga memperlihatkan bahwa nilai x2 hitung = 2,915 <x2 tabel = 3,841. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara duarsi kerja dan usia dengan Tingkat kelelahan kerja pada pengemudi gojek di Kota Makassar. Disarankan kepada para pengemudi gojek untuk lebih memperhatikan pengaturan waktu kerja agar tidak berlangsung secara menoton dan berkepanjangan, serta memastikan adanya waktu istirahat yang memadai.
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA KARYAWAN PT. MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA Andi Tenriola Fitri Kessi; Helmi Gani; Arni Juliani; Ristnia Jayanti Maahury
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.690

Abstract

Latar belakang: Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting untuk melindungi pekerja dan individu dari bahaya dan risiko yang mungkin muncul di lingkungan kerja atau tempat kerja yang berbahaya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada karyawan PT. Maruki International Indonesia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Karyawan PT. Maruki International Indonesia sebanyak 62 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan sikap responden terhadap penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja paling banyak pada kategori baik. Pengetahuan responden terhadap penggunaan alat pelindung diri pada saat bekerja paling banyak pada pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Tindakan responden terhadap penggunaan alat pelindung diri saat bekerja paling banyak pada kategori tidak lengkap. Disarankan dari hasil penelitian yang dilakukan diharapkan pihak manajemen PT. Maruki International Indonesia hendaknya harus lebih meningkatkan pengawasan dalam penggunaan alat pelindung diri pada pekerja.
GAMBARAN PERILAKU SISWA DALAM PENCEGAHAN KECELAKAAN DI LINGKUNGAN SD INPRES BORONG JAMBU II Muhammad Hatta; Basri; Nurhana
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.691

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan di sekolah merupakan salah satu penyebab cedera paling sering pada anak usia sekolah. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI (2018), sekitar 65,9% anak usia 5–14 tahun mengalami cedera ringan hingga sedang, seperti terjatuh, terkilir, atau luka lecet, yang sebagian besar terjadi di lingkungan sekolah. Tujuan: bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa dalam pencegahan kecelakaan di SD Inpres Borong Jambu II. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas V yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel pengetahuan, sebagian besar siswa berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 57 siswa (95%), dan kategori kurang sebanyak 3 siswa (5%). Pada variabel sikap, sebagian besar siswa memiliki sikap positif yaitu 55 siswa (91,7%), sedangkan 5 siswa (8,3%) bersikap negatif. Pada variabel tindakan, sebagian besar siswa menunjukkan tindakan positif yaitu 53 siswa (88,3%), dan 7 siswa (11,7%) menunjukkan tindakan negatif. Kesimpulan: disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap keselamatan di sekolah tergolong baik secara keseluruhan, namun masih diperlukan peningkatan edukasi dan pembiasaan perilaku aman. Guru diharapkan dapat memperkuat pemahaman siswa melalui kegiatan simulasi, penyuluhan, dan keteladanan perilaku aman di lingkungan sekolah.
MITIGASI TSUNAMI DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW TENTANG STRATEGI DAN TEKNOLOGI Suradi Efendi; Nour Sriyanah; Agnesia Nona Yoli
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.692

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang terletak pada kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam, salah satunya adalah tsunami. Berbagai daerah di Indonesia telah mengalami dampak dahsyat dari bencana ini, sehingga dibutuhkan upaya mitigasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dan implementasi mitigasi bencana tsunami berdasarkan hasil telaah terhadap 10 jurnal ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis 10 artikel ilmiah terpilih yang berkaitan dengan strategi mitigasi tsunami di Indonesia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi dilakukan melalui pendekatan struktural (seperti pembangunan tempat evakuasi, pemecah ombak, penanaman mangrove) dan non-struktural (edukasi masyarakat, media pembelajaran, sistem peringatan dini). Penggunaan teknologi seperti pemodelan spasial, animasi edukatif, dan game interaktif juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan. Kesimpulan: Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa mitigasi tsunami memerlukan integrasi berbagai pendekatan, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat guna.
PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG BAHAYA ASAP ROKOK TERHADAP KESEHATAN DI SMP NEGERI 17 MARUSU KABUPATEN MAROS Halmina Ilyas; Indra Gandi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.700

Abstract

Latar belakang: Merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi di Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terdapat sekitar 70 juta perokok aktif, di mana 7,4% dari mereka berusia antara 10 hingga 18 tahun. Asap rokok berbahaya tidak hanya bagi mereka yang merokok, tetapi juga bagi mereka yang tidak. Tujuan: Untuk memahami sejauh mana pengetahuan para siswa dan siswi di SMP Negeri 17 Marusu, Kabupaten Maros, mengenai dampak negatif asap rokok terhadap kesehatan. Metode: Studi ini menerapkan metode kuantitatif melalui desain deskriptif. Populasi yang diteliti terdiri dari semua siswa SMP Negeri 17 Marusu yang berjumlah 404 orang. Dari populasi tersebut, sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang memiliki 20 pertanyaan pilihan benar atau salah mengenai bahaya asap rokok bagi kesehatan. Data dianalisis dengan cara univariat dan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 59 responden (73,8%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai bahaya asap rokok, sedangkan 21 responden (26,3%) memiliki tingkat pengetahuan rendah. Kesimpulan: Sebagian besar siswa SMP Negeri 17 Marusu memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai dampak negatif asap rokok terhadap kesehatan.
GAMBARAN PENGGUNAAN APD DAN KELUHAN GANGGUAN KULIT PADA PETUGAS PENGELOLA SAMPAH DI TPA ANTANG MAKASSAR Iskandar Zulkarnaen; Nurleli; Dewi Purnama Windasari; Hardianti; Aminullah; Muh. Dzulkifli MN
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.714

Abstract

Latar belakang: Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, khususnya pada petugas pengelola sampah yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan limbah, debu, cairan, dan mikroorganisme berbahaya. Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang lembab dan penuh kontaminan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, terutama gangguan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri (APD) dan keluhan gangguan kulit pada petugas di TPA Antang Kota Makassar. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 50 responden, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan APD secara lengkap yaitu sebanyak 34 responden (68%), sedangkan yang menggunakan APD lengkap sebanyak 16 responden (32%). Selain itu, sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan kulit yaitu sebanyak 32 responden (64%), sedangkan 18 responden (36%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Diharapkan petugas dapat meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan sesuai standar saat bekerja guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan kulit akibat paparan langsung dengan sampah.