cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
HUBUNGAN BUDAYA KESELAMATAN SEKOLAH DAN PROGRAM SPAB TERHADAP PENERAPAN MITIGASI BENCANA Syam, Ilham; Andi Ayumar; Athira Nurul Annisa
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.652

Abstract

Latar Belakang : Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Budaya keselamatan di sekolah merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi. Budaya keselamatan ini tidak hanya mencakup tindakan pencegahan dan respons terhadap bencana, tetapi juga melibatkan upaya yang sistematis dan terintegrasi untuk melindungi seluruh komunitas sekolah dari berbagai risiko Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, penilaian risiko, dan kesadaran berperilaku k3 dengan penerapan mitigasi bencana Methods: Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah warga sekolah yaitu, kepala sekolah, guru, staf, dan petugas keamanan sekolah dengan jumlah sampel 101 responden Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kebijakan K3 dengan penerapan mitigasi bencana di sekolah dengan (p=0,002), ada hubungan pelatihan k3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), ada hubungan saran keselamatan dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), dan tidak hubungan (p=0,727)kesadaran berperilaku K3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah. Kesimpulan: terdapat hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, dan sarana keselamatan terhadap penerapan mitigasi bencana serta tidak terdapat hubungan antara kesadaran berperilaku k3 terhadap penerapan mitigasi bencana. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan budaya keselamatan sekolah dan penerapan mitigasi bencana di lingkungan sekolah sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
PEMERIKSAAN ANTROPOMETRI DALAM MENGIDENTIFIKASI KEJADIAN STUNTING PADA ANAK: A LITERATURE REVIEW Nour Sriyanah; Efendi, Suradi; Husnul Arbama Burhan
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.653

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia. Pravalensi stunting pada anak di Indonesia mencapai 32,8%. Meskipun telah banyak upaya dilakukan, angka stunting masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan literatur tentang pengukuran antropometri untuk mendeteksi kasus stunting pada anak. Metode : Kriteris inklusi dalam artikel ulasan ini adalah berfokus pada pengukuran antropometri dan kasus stunting pada anak. Artikel yang diidentifikasi diawal sebanyak 39 strategi pencarian menggunakan database pubmed, dan google scholar. Ada 12 artikel yang diperoleh yang akan dilakukan review. Hasil: dalam pengukuran antropometri ada alat yang digunakan dan ketika penggunaan alat tersebut harus dengan tepat jika tidak maka dapat menghasilkan diagnosa yang salah. Kesimpulan : Pengukuran antropometri anak memiliki hubungan penting untuk mendeteksi stunting pada anak.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI BERDASARKAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA BLUD UPT PUSKESMAS PONRE KAB. BULUKUMBA Andi Suswani; Amaliah, A. Rizky; Nirmawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.654

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan riwayat keluarga berperan penting dalam kejadian DM. Puskesmas Ponre memiliki peran strategis dalam deteksi dini dan pengendalian DM di masyarakat. Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan kejadian DM di wilayah kerja BLUD UPT Puskesmas Ponre. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan analisis data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh penderita DM di Puskesmas Ponre (n=441). Sampel ditentukan dengan metode simple random sampling menggunakan rumus Slovin, dengan 230 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia >60 tahun (43,5%) dan 51–60 tahun (29,6%), berjenis kelamin perempuan (82,6%), berpendidikan SD (65,7%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (79,6%). Seluruh responden berasal dari suku Bugis, sebagian besar berstatus kawin (96,5%), dan 60% memiliki riwayat keluarga DM. Kesimpulan: Kejadian DM di wilayah kerja Puskesmas Ponre lebih dominan pada usia lanjut, perempuan, berpendidikan rendah, tidak bekerja formal, dan memiliki riwayat keluarga DM. Intervensi pencegahan dan pengendalian perlu difokuskan pada kelompok berisiko tinggi melalui edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, skrining rutin, dan pendampingan keluarga.
PENGARUH ROLEPLAY BERBASIS GAME BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Riyanti, Salsabilla Felicia; Endah Tri Wulandari; Aisyah Nur Azizah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.570

Abstract

Latar belakang: Indonesia termasuk wilayah dengan risiko gempa tinggi. Kurangnya pengetahuan remaja tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) memperparah dampak bencana. SMA Muhammadiyah 1 Bantul belum pernah mendapatkan pelatihan BHD secara langsung. Tujuan: Mengetahui pengaruh roleplay berbasis game terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang BHD dalam menghadapi risiko gempa. Metode: Desain penelitian pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel 152 siswa kelas X dan XI dipilih dengan stratified random sampling. Intervensi berupa edukatif dan roleplay game BHD. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan (p < 0,05) pada pengetahuan siswa setelah intervensi. Sebelum intervensi, pengetahuan siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, meningkat menjadi cukup hingga baik setelah intervensi. Kesimpulan: Roleplay berbasis game efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang BHD. Sekolah disarankan mengintegrasikan kegiatan roleplay berbasis game secara rutin dalam kurikulum atau program mitigasi bencana. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model intervensi yang lebih terstruktur serta menilai aspek keterampilan psikomotorik BHD secara langsung.
STUDI KASUS: MANAJEMEN AIRWAY PASIEN RIWAYAT MEROKOK PADA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION DENGAN ANESTESI UMUM Maretha Asih Rossiana; Nia Handayani; Endah Tri Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.571

Abstract

Latar belakang: Tingginya prevalensi merokok pada pasien yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum meningkatkan risiko gangguan jalan napas, sehingga diperlukan manajemen airway yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga keselamatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen airway pasien riwayat merokok yang dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) menggunakan anestesi umum di RSUD Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study, melibatkan tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum di RSUD Sleman, yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan format pengkajian asuhan kepenataan anestesi sesuai standar IPAI sebagai instrumen utama, serta didukung data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan melalui individual case analysis dan cross case analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen airway menggunakan LMA pada tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum berhasil mengatasi risiko anestesi, termasuk kesulitan intubasi, gangguan respirasi dan kardiovaskular, serta kegawatan jalan napas pasca operasi, dengan hasil akhir kondisi vital stabil dan jalan napas paten. Kesimpulan: Manajemen airway pada pasien dengan riwayat merokok yang menjalani prosedur Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum efektif melalui penggunaan Laryngeal Mask Airway (LMA).
PERBEDAAN PARAMETER HEMODINAMIK PADA PEMASANGAN LMA DAN ETT DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Putri Komalasari Rumodar; Joko Murdiyanto; Endah Tri Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.572

Abstract

Latar belakang: Pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dalam anestesi umum dapat memicu respons simpatis yang berpengaruh pada perubahan parameter hemodinamik seperti tekanan darah dan denyut jantung. Tujuan: Mengetahui perbedaan parameter hemodinamik pasien selama pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan pasien yang menjalani anestesi umum dengan pemasangan LMA dan ETT sebagai sampel. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui lembar observasi dengan mencatat tekanan darah dan denyut jantung sebelum dan setelah pemasangan alat jalan napas. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan denyut jantung antara kelompok LMA dan ETT sebelum maupun setelah pemasangan alat jalan napas (p < 0,05). Nilai signifikansi untuk tekanan darah sistolik adalah 0,033 (sebelum) dan 0,004 (sesudah), serta untuk tekanan darah diastolik sebesar 0,000 (sebelum) dan 0,000 (sesudah). Sementara itu, denyut jantung menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 sebelum pemasangan dan 0,000 setelah pemasangan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan parameter hemodinamik antara pemasangan LMA dan ETT pada pasien anestesi umum.
PERAN PEMERINTAH KALURAHAN PARANGTRITIS DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS KELOMPOK RENTAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Muhaimin Jazali; Endah Tri Wulandari; Joko Murdiyanto
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.577

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama gempa bumi. Kalurahan Parangtritis, yang berada di Kabupaten Bantul, DIY, merupakan salah satu wilayah rawan gempa karena lokasinya dekat dengan zona subduksi dan Samudera Hindia. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas menjadi pihak paling terdampak dalam bencana. Tujuan: Untuk mengetahui program yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Prangtritis untuk meningkatkan kapasitas kelompok rentan dalam menghadapi gempa bumi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Populasi sampel yaitu RT, Dukuh, anggota kantor Kalurahan, dan FPRB. Peneliti menentukan informan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Hasil: Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu tema I: konsep bencana, tema II: mitigasi bencana, tema III: kesiapsiagaan masyarakat, tema IV: tanggap darurat bencana, tema V: evaluasi pasca bencana. Informan dalam penelitian ini menggambarkan bencana itu ada gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor, abrasi, kekeringan, kebakaran, dan kecelakan. Kesimpulan: Pemerintah melakukan upaya sosialisasi, pelatihan, pendidikan yang diberikan pada masyarakat dan kelompok rentan, serta pada anak anak sejak dari dini. Selain itu adanya koordinasi dan evaluasi dengan beberapa instansi dan juga dengan kelompok lain pada saat mitigasi ataupun pada saat terjadi bencana gempa bumi.
DETERMINASI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK PADA PENGRAJIN BATU BATA: STUDI EPIDEMIOLOGI DI KABUPATEN GOWA Habibi; Nur Fadiyah Putri; Emmi Bujawati; Nildawati
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.621

Abstract

Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan akibat paparan polusi udara di lingkungan kerja, termasuk pada sektor informal seperti industri pembuatan batu bata merah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan berpengaruh terhadap risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah di Dusun Borongrappoa, Kabupaten Gowa. Metode: Menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2025 di industri rumahan batu bata merah Dusun Borongrappoa Desa Romanglasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin batu bata merah dan sampel sebanyak 140 responden yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi berusia > 17 tahun, telah bekerja minimal 1 tahun dan tidak sedang dalam keadaan sakit pada saat pengukuran. Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia (p=0,006), jenis kelamin (p=0,038), masa kerja (p=0,037), durasi kerja (p=0,030), riwayat penyakit paru (p=0,001), dan penggunaan masker (p=0,036) dengan risiko PPOK. Kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,206). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan pada usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, riwayat penyakit paru, dan penggunaan masker pada risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah. Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan kebiasaan merokok dengan risiko PPOK pada pengrajin batu bata merah.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN GYM BALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN PADA KALA I FASE AKTIF Erna Kasim; Mutiara Tolago; Sanghati; Ekayanti Hafidah Ahmad; Matilda Martha Paseno
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.629

Abstract

Latar belakang: Persalinan didefinisikan sebagai periode yang dimulai dari munculnya kontraksi uterus yang teratur hingga terjadinya pengeluaran plasenta. Persalinan dikategorikan sebagai normal apabila kehamilan mencapai usia cukup bulan (37–42 minggu), berlangsung secara spontan, dengan presentasi kepala belakang, durasi persalinan tidak melebihi 18 jam, serta tidak disertai komplikasi pada ibu maupun janin. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk Mengidentifikasi penerapan terapi GYM ball untuk mengurangi nyeri pada pasien persalinan kala 1 fase aktif di RS TK II Pelamonia Makassar. Metode: Rancangan yang diaplikasikan dalam penulisan ini adalah studi kasus Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada 2 orang responden. Hasil: Setelah dilakukan penelitian pada hari ketiga responden I dan II sebelum dilakukan terapi GYM ball mengalami intensitas nyeri berat dan setelah dilakukan terapi GYM ball tingkat intensitas nyeri menurun menjadi intensitas nyeri sedang. Kesimpulan: Setelah melakukan studi kasus, disimpulkan bahwa penggunaan terapi GYM ball dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien post partum normal. Fasilitas kesehatan disarankan untuk menyediakan GYM ball dan memberikan edukasi mengenai penggunaannya sebagai bagian dari persiapan persalinan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEMULUNG DI TPA KELURAHAN TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Muhammad Akbar Salcha; Habibi; Sisilia Geby Paulang; Arni Juliani
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.655

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak merupakan masalah kesehatan yang umum dialami pekerja pemulung akibat paparan langsung bahan iritan di tempat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Kelurahan Tamangapa, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 160 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan analisis univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 70% responden mengalami gejala dermatitis kontak penelitian ini menunjukan Terdapat hubungan signifikan antara lama kontak (p = 0,000) , penggunaan APD (p = 0,003), serta higiene perorangan (p = 0,000) dengan kejadian gejala dermatitis kontak. Masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan gejala dermatitis kontak (p = 0,066). Kondisi higiene perorangan yang buruk dan penggunaan APD yang kurang tepat meningkatkan risiko pemulung mengalami dermatitis kontak iritan. Kesimpulan: Perlunya pembatasan lama kontak kerja, peningkatan pemakaian APD lengkap dan sesuai standar, serta perbaikan higiene perorangan sebagai upaya pencegahan dermatitis kontak pada pemulung di TPA Kelurahan Tamangapa. Disarankan edukasi rutin dan pengawasan ketat untuk melindungi kesehatan pemulung.