Articles
59 Documents
APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MELALUI BUDIDAYA MAGGOT BSF GUNA MEWUJUDKAN GREEN SANTRIPREUNEURSHIP
Saputra, Agung;
Rimantho, Dino;
Pratomo, Vector Anggit;
Timang, Gita
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7382
Masih banyak permasalahan pengelolaan sampah yang cukup signifikan yang dihadapi oleh pesantren. Banyaknya sampah yang dihasilkan, minimnya lokasi pembuangan yang layak, serta potensi menurunnya masalah lingkungan dan kesehatan merupakan beberapa penyebab yang menyebabkan munculnya permasalahan pengelolaan sampah yang cukup kompleks. Selain itu, pondok pesantren juga menghadapi permasalahan terkait minimnya minat dosen dan santri untuk berwirausaha. Tim pengabdian masyarakat ini tergerak oleh permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren untuk memberikan solusi, seperti sumber daya kewirausahaan dan pelatihan pembuatan produk berbasis pengelolaan sampah bagi pondok pesantren. Dengan demikian, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah organik yang dapat menjadi potensi kewirausahaan atau "santripreneurship" dengan memanfaatkan budidaya Maggot BSF. Integrasi pengelolaan sampah melalui budidaya Maggot BSF dapat secara efektif mengatasi kedua permasalahan yang ada di pondok pesantren. Selain itu, diberikan pula pelatihan tentang pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot. Selain itu, hasil akhir dari budidaya ini dapat dimanfaatkan oleh para pendidik dan santri sebagai salah satu sarana berwirausaha (santripreneurship). Program pendampingan ini mendapat sambutan baik dari pihak pesantren yang menjadi mitra. Peserta program tampak cukup antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan pengabdian masyarakat.
PERAN KARANG TARUNA RT 009 RW 05 DAERAH CIPADU: DALAM MERAYAKAN HUT RI KE-79 YANG DI TINJAU DARI PANCASILA SILA PERSATUAN INDONESIA
Geren, Geren As Syafaras
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7636
Karang Taruna adalah suatu wadah organisasi yang terdiri dari pemuda dan pemudi di suatu desa yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan untuk mendukung kemajuan beberapa aspek di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menyalurkan minat dan bakat para masyarakat RT 009 dan RW 05 dalam perlombaan untuk memperingati HUT RI ke 79. Penelitian ini dilakukan terhadap Karang Taruna RT 009 RW 05. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang dimana, meliputi observasi, diskusi partisipasi, dan dokumentasi dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Karang Taruna dalam menjalankan peran pada perlombaan HUT RI ke-79 ini di dasari oleh Pancasila pada sila ke ketiga seperti, berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong, menjalin persahabatan antar etnis, dan menjaga persatuan di tengah maraknya perbedaan. Dengan demikian, kegiatan ini dalam memperingati HUT RI ke-79 ini berfungsi sebagai bentuk toleransi antar sesama manusia dan simbol persatuan Inonesia yang tercantum pada Pancasila sila ke tiga yaitu Persatuan Indonesia.
Dampak Dampak Negatif Hoax di Media Sosial Ditinjau dari Sila Ketiga Pancasila
Dwi Nurhaliza, Salsa
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7637
Hoax adalah penyebaran berita bohong atau informasi palsu yang dapat mengancam nilai-nilai persatuan Indonesia yang tercantum dalam sila ketiga Pancasila. Penelitian ini menjabarkan dampak negatif dengan penyebaran hoax di media sosial dan pengaruhnya bagi keutuhan bangsa. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan langkah-langkah metode berupa deskripsi dan analisis, sehingga penulis menemukan bahwa hoax dapat memanipulasi opini publik, menimbulkan perpecahan, dan mengikis kepercayaan masyarakat. Hoax sering kali memanfaatkan masalah-masalah yang sensitif seperti ras, suku dan agama yang dapat meningkatkan ketegangan antar golongan masyarakat dan memperlemah semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Studi ini menekankan pentingnya meningkatkan pemikiran kritis dan meningkatkan literasi digital serta peran pemerintah dalam memperkuat kebijakannya untuk melawan hoax.
Memperkuat Solidaritas Warga Melalui Rangkaian Kegiatan Perayaan 17 Agustus di Paguyuban 5 RW Kelurahan Pondok Benda
Ramadhan , Muhammad Azzam;
Purwanti, Herni;
Baradzim, Subal;
Naila, Zulfa;
Khoiri, Dawam Sabilal
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7678
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa berupa pengabdian kepada masyarakat yang menjadi penilaian mahasiswa. Perayaan 17 Agustus adalah salah satu program kerja mahasiswa KKN kelompok 190 UIN Syarif Hidayatullah di Pondok Benda selama 30 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui solidaritas warga melalui perayaan 17 Agustus di 5 RW Kelurahan Pondok Benda. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini ialah Community-Based Participatory Research (CBPR) yang melibatkan masyarakat dalam perencaan hingga evaluasi kegiatan. Hasil dari penelitian ini adalah rangkaian acara dalam rangka merayakan 17 Agustus dinilai efektif memperkuat solidaritas dan kebersamaan antarwarga di Keluruhan Pondok Benda.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS TEKNOLOGI
Ningsih, Sari;
Gunawan, Arie;
Fauziah;
Hindarto, Djarot;
Yulianto, Lili Dwi;
Desmana, Satriawan
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7802
Pelatihan pengembangan materi pembelajaran interaktif berbasis teknologi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MTS Asyafi’iyah 04 Jakarta dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk mempersiapkan guru dalam menghadapi tantangan era digital dan memastikan pembelajaran yang relevan serta efektif bagi siswa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi workshop, simulasi, dan evaluasi. Workshop dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai teknologi pendidikan dan aplikasinya. Simulasi dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan dan menggunakan materi pembelajaran interaktif. Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman dan kemampuan guru setelah mengikuti pelatihan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru dalam menggunakan teknologi untuk membuat materi pembelajaran interaktif. Selain itu, terdapat peningkatan motivasi dan keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi.
SOSIALISASI KAJIAN KOMPARATIF PELAKSANAAN LELANG KONVENSIONAL DAN LELANG ONLINE TERHADAP OBJEK FIDUSIA YANG DISELENGGARAKAN OLEH BALAI LELANG SWASTA
Abdullah, Ali;
Ramadhan, Ardian Ganet
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/abdi.v4i2.7915
Proses lelang memiliki dua metode pelaksanaan: metode luring (offline) dan metode yang menggunakan media daring (online). Perkembangan lelang online ini didorong oleh tingginya jumlah kredit bermasalah saat ini, sehingga diperlukan inovasi agar proses lelang dapat berlangsung lebih cepat. Lelang yang dilakukan melalui media daringd diatur didalam Peraturan Menteri Keuangan No. 213/PMK.06/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Lelang dengan Penawaran Secara Tertulis Tanpa Kehadiran Peserta Lelang Melalui Internet. Pada penelitian ini permasalahan yang diangkat ialah Bagaimanakah Peran Balai Lelang Swasta pada kegiatan pelelangan dengan obyek fidusia Sesuai Surat Edaran Sekretaris Jendral an. Menteri Keuangan nomor SE-7/MK.1/2020 tertanggal 23 Maret 2020 Mengenai Pembatalan Pelaksanaan Lelang Terkait Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang mempengaruhi aktivitas lelang?dan Bagaimana Mekanisme Pelaksanaan Lelang Eksekusi dan Lelang Sukarela Terhadap Objek Jaminan Fidusia serta Dampaknya terhadap Pemenuhan Kepentingan Para Pihak yang Terlibat dan Untuk menjawab permasalahan tersebut Pendekatan perundang-undangan dan konseptual digunakan dalam metode penelitian normatif yuridis dan hasil penelitian dapat di simpulkan BahwaBalai Lelang Swasta perlu secara aktif beradaptasi dengan kondisi krisis dengan mengimplementasikan teknologi dan inovasi untuk menyelenggarakan lelang secara daring, serta menyesuaikan prosedur fisik sesuai dengan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah. Bahwa Balai Lelang Swasta dalam menentukan mekanisme pelaksanaan lelang eksekusi dan lelang sukarela memiliki peran yang signifikan dalam pemenuhan kepentingan para pihak yang terlibat.
Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan Transformasional Pada Komitmen Terhadap Organisasi Melalui Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening
Hidayat, Asep Saepul;
Hadiyat, Yayan;
Yusnita, Nancy
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/q0kmqx92
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat budaya organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional dalam upaya meningkatkan komitmen pegawai ASN di Kecamatan Golongan III Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, ditemukan bahwa lemahnya komitmen pegawai sering kali berkaitan dengan kurang optimalnya penerapan nilai-nilai organisasi dan kurangnya keteladanan pimpinan. Melalui rangkaian pelatihan, workshop, dan pendampingan yang dilakukan secara terstruktur, pengabdian ini memberikan pemahaman serta praktik langsung mengenai penerapan budaya organisasi dan gaya kepemimpinan yang inspiratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan langsung dalam penguatan budaya organisasi dan kepemimpinan berkontribusi positif terhadap peningkatan keterlibatan dan loyalitas pegawai. Kegiatan ini memberikan manfaat praktis bagi pemerintah daerah dalam upaya membangun sistem kerja yang lebih akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
PENGEMBANGAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN PADA GENERASI Z: MEMBANGUN GENERASI INOVATIF DAN MANDIRI
Baharuddin, Gunawan;
Wulandjani, Harimurti;
Permata, Irma Sari;
Permana , Erwin;
Thalib, Supriyadi;
Anwar, Laksamana Agung;
Aprillia, Gina Dwi
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/5hathz51
Perkembangan teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, dan kewirausahaan. Generasi Z, sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam era digital, memiliki potensi besar dalam mengembangkan inovasi dan menciptakan peluang bisnis berbasis digital. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang strategi kewirausahaan, minimnya pengalaman praktis, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi untuk tujuan produktif masih menjadi kendala utama. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat karakter kewirausahaan pada Generasi Z melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pelatihan interaktif dan pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan minat, kesiapan, dan keterampilan generasi muda dalam berwirausaha. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menciptakan generasi inovatif yang tidak hanya mandiri secara finansial tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
PENINGKATAN LITERASI HURUF HIJAIYAH PADA ANAK-ANAK MELALUI PELATIHAN KALIGRAFI DI SEKOLAH DASAR
Selian, Sri Nurhayati;
Lisdayani, Lisdayani;
Fadhila, Dhia Indah
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/hx7f5r81
Literasi huruf Hijaiyah merupakan dasar penting dalam pembelajaran Al-Qur'an, sehingga peningkatan kemampuan ini menjadi prioritas dalam mendukung pendidikan agama Islam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi huruf Hijaiyah pada anak-anak dengan menggunakan metode kaligrafi, yang diharapkan dapat membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan keterampilan seni dan kreativitas anak-anak melalui seni kaligrafi. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan beberapa tahapan, yaitu pengenalan dasar-dasar huruf Hijaiyah, latihan menulis huruf Hijaiyah dengan teknik kaligrafi, dan pembuatan karya seni kaligrafi yang melibatkan huruf-huruf Hijaiyah. Setiap sesi pelatihan diadakan secara interaktif dengan bimbingan langsung dari instruktur yang berpengalaman dalam bidang kaligrafi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi huruf Hijaiyah pada anak-anak. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan minat yang lebih besar terhadap pembelajaran Al-Qur'an dan seni kaligrafi. Karya-karya kaligrafi yang dihasilkan oleh anak-anak mencerminkan peningkatan keterampilan menulis serta kreativitas mereka dalam mengolah huruf Hijaiyah menjadi bentuk seni yang indah. Secara keseluruhan, pelatihan kaligrafi ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi huruf Hijaiyah dan mengembangkan keterampilan seni pada anak-anak sekolah dasar. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dan diimplementasikan di berbagai sekolah untuk mendukung pendidikan agama dan seni di kalangan anak-anak.
Cegah Cyberbullying Sejak Dini: Edukasi Positif untuk Siswa SDN Mekar Bakti 1
Sumitro, Dewi Sari;
Nofia Angela;
Putriani, Ananda;
Yusari, Nur Indah
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Pancasila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35814/e8mjt265
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap bahaya dan dampak dari perilaku cyberbullying yang marak terjadi di era digital. Bertempat di SDN Mekar Bakti 1, Tangerang, kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi peran. Tahap awal diawali dengan observasi dan penyebaran kuesioner diagnostik untuk memetakan tingkat pemahaman siswa mengenai interaksi daring yang sehat. Materi yang diberikan mencakup definisi cyberbullying, bentuk-bentuk perundungan digital, dampak psikologis bagi korban, serta strategi pencegahannya. Metode penyampaian materi menggunakan pendekatan visual dan narasi yang sesuai dengan tingkat usia anak, dilengkapi dengan video edukatif dan kegiatan bermain peran untuk menumbuhkan empati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap etika dalam penggunaan media sosial dan komunikasi digital. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk cyberbullying yang sebelumnya tidak mereka pahami. Kegiatan ini juga membangun keberanian siswa untuk melaporkan kejadian perundungan dan mendukung teman sebaya yang menjadi korban. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdi menyerahkan modul literasi digital kepada pihak sekolah dan memberikan sertifikat kepada peserta sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan, program ini dapat direplikasi di sekolah lain sebagai bentuk kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun budaya digital yang aman dan sehat sejak usia dini.