cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Analisa Pengaruh Penggunaan Mulsa Jerami Padi Dalam Mengontrol Erosi Tanah Menggunakan Rainfall Simulator Aji, Azra Lindu; Haribowo, Riyanto; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.09

Abstract

Installation of rice straw mulch on agricultural land is one of the methods used to control soil erosion. The aim of this study is to determine the effectiveness of rice straw mulch in reducing soil loss before entering the river. The experimental soil used comes from Sumber Brantas Village, Bumiaji Sub-District, City Of Batu. This study was using Armfield S12 Rainfall Simulator – Advanced Environmental Hydrology System, with rainfall of 1.7 and 1 l/min. In this study, the land with rice straw mulch was compared to land without rice straw mulch. The land slope was adjusted to study area conditions, with mild (9%) and steep (15%) slopes. The Three-Way ANOVA method was utilized for statistical analysis. From the simulation results, it was found that rice straw mulch effectively reduced the sediment amount that could enter the river area in a great number. The results of ANOVA analysis also showed that the significance value of the use of rice straw mulch compared to the land without rice straw mulch was 0. These results show that the use of rice straw mulch reduces the sediment amount by 63% approximately.Penginstalasian mulsa jerami padi di lahan pertanian adalah salah satu metode yang digunakan dalam mengontrol erosi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas mulsa jerami padi dalam mengurangi kehilangan tanah sebelum memasuki sungai. Tanah uji yang digunakan berasal dari Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Studi ini menggunakan Rainfall Simulator Armfield S12 – Advanced Environmental Hydrology System, dengan pemodelan hujan sebesar 1,7 dan 1 liter/menit. Dalam studi ini, lahan dengan mulsa jerami dibandingkan dengan lahan dengan tanpa mulsa jerami padi. Kemiringan lahan disesuaikan dengan kondisi area studi landai (9%) dan curam (15%). Metode ANOVA Tiga Arah digunakan dalam analisa statistik. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa mulsa jerami padi efektif mengurangi total sedimen yang masuk ke sungai dalam jumlah yang besar. Hasil analisa ANOVA juga menunjukan  bahwa  nilai signifikansi dari lahan dengan mulsa jerami padi dibandingkan dengan lahan tanpa mulsa jerami padi bernilai 0. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan mulsa jerami padi mengurangi total sedimen sekitar 63%.
Estimasi Laju Infiltrasi Berdasarkan Kadar Air, Porositas, Dan Komposisi Tanah di Sub DAS Lesti Dhany Amar Dermawan; Donny Harisuseno; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.28

Abstract

Infiltrasi yang terganggu akibat berubahnya tata guna lahan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air hujan akibat konversi lahan guna menunjang kehidupan manusia akan mengakibatkan terganggunya siklus hidrologi yang dapat membawa bencana alam. Strategi perencanaan konversi lahan, tata guna lahan, manajemen air, dan pengembangan daerah sangat erat kaitannya dengan infiltrasi. oleh karena itu dibutuhkan lebih banyak studi mengenai infiltrasi sebagai tambahan referensi bagi peneliti lain khususnya dalam bidang infiltrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran laju infiltrasi di lokasi penelitian. Mengetahui pengaruh parameter tanah yang berupa porositas, kandungan air, dan komposisi butir Tanah dalam tanah terhadap laju infiltrasi. Studi dilaksanakan pada 12 titik lokasi di Sub DAS Lesti. Data-data merupakan pengamatan langsung dari lapangan. Nilai laju infiltrasi yang didapatkan menggunakan alat Double ring infiltrometer di lokasi studi berkisar antara 0,33 mm/menit hingga 14 mm/menit dengan rerata sebesar 5,528 mm/menit. Dilakukan pengujian pada sampel tanah dari lokasi penelitian di laboratorium untuk mengetahui nilai kadar air, porositas dan komposisi butir tanah. Hasil analisa hubungan kadar air, komposisi butir pasir, lanau, dan lempung memiliki hubungan signifikan terhadap laju infiltrasi. persamaan regresi linear berganda terbaik yang dapat dibangun dalam penelitian ini adalah Ypred = 13,717 – 0,131(%Kadar Air) -0,551-(%Lempung) yang secara simultan mampu menjelaskan 79,1% kejadian dari laju infiltrasi dengan kategori model memuaskan.Disturbed infiltration due to the changing of land use that was previously rain catchment area as a result of land conversion to support human life will result to the disturbance of hydrology cycle that can bring natural disaster. Land conversion planning, land usage, water management, and area development strategies are very closely related with infiltration. Therefore, more studies regarding infiltration as more reference for other researcher especially in infiltration field is needed. This research is intended to know the result of infiltration rate in the research location. Knowing the effect of land parameter which are porosity, water content, and soil grain composition in the land to infiltration rate. The study was conducted on 12 location points in Sub DAS Lesti. The data are direct observation on site. Infiltration rate value obtained using Double Ring Infiltrimeter tool on site ranged around 0.33 mm/min to 14 mm/min with an average of 5.528 mm/min. Testing was done on soil sample from research site in the laboratory to see water content value, porosity, and soil grain composition. Analysis result of the relation between water content, sand grain, silk, and clay composition shows significant correlation towards infiltration rate. The best multiple linear regression equation that can be built in this research is Ypred = 13.717 - 0.131 (Water content %) -0.551-(Clay%) that can simultaneously explain 79.1% occurrences from infiltration rate with satisfying model category.
Penilaian Indeks Kinerja Fisik Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi Bangkok Kabupaten Kediri dengan Menggunakan ePAKSI Nor, Achmad Sholahudin; Wahyuni, Sri; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.13

Abstract

Daerah Irigasi Bangkok memiliki luas layanan sebesar 307,58 ha dan berlokasi pada Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dalam upaya pemenuhan akan kebutuhan infrstruktur bangunan air yang layak bagi keperluan pertanian, diperlukan infrastruktur irigasi yang baik. Menurut data Dinas PU Kabupaten Kediri, Daerah Irigasi Bangkok telah mengalami kerusakan pada beberapa tahun terakhir. Studi ini menggunakan perbandingan dua metode untuk mengetahui indeks kinerja fisik jaringan irigasi, yaitu metode PU dan metode ePAKSI. Dengan metode PU didapatkan indeks kinerja fisik sebesar 60,16% sementara metode ePAKSI sebesar 63,40% sehingga jaringan irigasi dinyatakan dalam kondisi rusak sedang dan diperlukan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan. Estimasi biaya perbaikan bangunan dengan tingkat kerusakan paling parah yaitu Bangunan Sadap B.BK.4 dan Saluran Tersier R.BK.4.Ka adalah sebesar Rp. 230.000.000,00.Bangkok Irrigation Area has a service area of 307.58 ha and is located in Kandangan District, Kediri Regency, East Java. In an effort to fulfill the need for proper water building infrastructure for agricultural purposes, good irrigation infrastructure is needed. According to data from the Kediri Regency PU Office, the Bangkok Irrigation Area has suffered damage in recent years. This study uses a comparison of two methods to determine the physical performance index of irrigation networks, namely the PU method and the ePAKSI method. With the PU method, a physical performance index of 60.16% was obtained while the ePAKSI method was 63.40% so that the irrigation network was declared in a moderately damaged condition and periodic maintenance was needed in a repair nature. The estimated cost of repairing buildings with the most severe damage, namely the B.BK.4 Tapping Building and the R.BK.4.Ka Tertiary Channel, is Rp. 230,000,000.00.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi DI Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan Menggunakan Epaksi Kresnanto, Ilham Adi; Wahyuni, Sri; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.20

Abstract

Amandit Irrigation Area is one of the irrigation areas with an area of 5472 Ha located in the Hulu Sungai Selatan Regency. Although it is in the central authority, this irrigation area has several problems, especially the lack of personnel in the implementation of O&M. Therefore, it is necessary to calculate the needs of optimal personnel and also assess the irrigation performance index to maintain the condition and function of assets. The value of Irrigation System Performance Index (IKSI) for the Amandit Irrigation Area is 64.39% (Less Condition) with values in the physical infrastructure aspect are 29.05%, the planting productivity aspect are 10.96%, the O&M supporting facilities aspect are 7.58%, the personnel organization aspect are 8.54%, the documentation aspect are 2.70% and the P3A aspect are 5.56%. However, overall the condition of the assets in this Irrigation Area has a condition with a moderate value based on the results of average physical condition value of the assets, which is 76.72% and the average channel physical condition value is 74.48%. For the calculation of the Real Needs of Operation and Maintenance for the Amandit Irrigation Area including 5 recommended buildings that have a bad condition is Rp. 2,104,942,125.Daerah Irigasi Amandit adalah satu daerah irigasi dalam kewenangan pusat dengan luasan 5472 Ha yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Meskipun berada dalam kewenangan pusat, daerah irigasi ini memiliki beberapa permasalahan terutama kurangnya personil dalam pelaksanaan O&P. Oleh karena itu diperlukan perhitungan kebutuhan personil optimal dan juga penilaian indeks untuk kinerja irigasi untuk mempertahankan kondisi dan fungsi aset. Nilai Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) untuk Daerah Irigasi Amandit adalah sebesar 64,39% (Kondisi Kurang) dengan nilai pada aspek prasarana fisik 29,05%, aspek produktivitas tanam 10,96%, aspek sarana penunjang O&P 7,58%, aspek organisasi personalia 8,54%, aspek dokumentasi 2,70% dan aspek P3A sebesar 5,56%. Tetapi secara keseluruhan kondisi aset yang ada pada Daerah Irigasi ini memiliki kondisi dengan nilai sedang berdasarkan hasil nilai kondisi fisik bangunan rata-rata yakni sebesar 76,72% dan nilai kondisi fisik saluran rata-rata yakni sebesar 74,48%. Untuk perhitungan AKNOP atau Angka Kebutuhan Nyata untuk Operasi dan Pemeliharaan untuk Daerah Irigasi Amandit termasuk dengan 5 bangunan rekomendasi yang memiliki nilai jelek ialah sebesar Rp. 2.104.942.125.
Analisa Indeks Kinerja Sistem Irigasi D.I Mojowarno Kabupaten Jombang Dengan Menggunakan Aplikasi E-PAKSI Adit Bintang Pratama; Sri Wahyuni; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.31

Abstract

One of the main rice-growing regions in Jombang Regency is Mojowarno Subdistrict. The Mojowarno Irrigation Area, which is in Mojowarno Village, Mojowarno District, and Jombang Regency, is one of the Mojowarno District sections that contributes to this. An evaluation of the system performance index is required to sustain and boost the current production since the Mojowarno Irrigation Area's maintenance and restoration efforts aim to maintain the level of rice productivity. Additionally, E-PAKSI software is used in this study's determination of the system performance index value to aid with irrigation. The Mojowarno Irrigation Area, Mojowarno District, and Jombang Regency evaluation findings showed that the irrigation performance index value was 71.68 percent (moderate condition). A small value indicates that irrigation network assets are included in the category of being handled immediately, while a large value indicates that irrigation network assets are included in the category of not being handled immediately, according to the explanation obtained from the calculation of handling priorities. does not require quick attention. A number of structures and irrigation canals need to be restored right away due to their damaged state, according to the findings of establishing the priority of management.Salah satu daerah penghasil padi utama di Kabupaten Jombang adalah Kecamatan Mojowarno. Daerah Irigasi Mojowarno yang berada di Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, dan Kabupaten Jombang merupakan salah satu ruas Kecamatan Mojowarno yang berkontribusi terhadap hal tersebut. Evaluasi indeks kinerja sistem diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi saat ini karena upaya pemeliharaan dan restorasi Kawasan Irigasi Mojowarno bertujuan untuk mempertahankan tingkat produktivitas padi. Selain itu, perangkat lunak E-PAKSI digunakan dalam penelitian ini penentuan nilai indeks kinerja sistem untuk membantu irigasi. Temuan evaluasi Wilayah Irigasi Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, dan Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa nilai indeks kinerja irigasi sebesar 71,68 persen (kondisi sedang). Nilai yang kecil menunjukkan bahwa aset jaringan irigasi termasuk dalam kategori ditangani segera, sedangkan nilai yang besar menunjukkan bahwa aset jaringan irigasi termasuk dalam kategori tidak segera ditangani, sesuai dengan penjelasan yang diperoleh dari perhitungan prioritas penanganan. tidak membutuhkan perhatian cepat. Sejumlah struktur dan saluran irigasi perlu segera dipulihkan karena keadaannya yang rusak, menurut temuan untuk menetapkan prioritas manajemen.  
Analisis Keruntuhan Bendungan Raknamo Kabupaten Kupang Menggunakan Software HEC-RAS Yehezkiel Christian Purnomo; Runi Asmaranto; Dian Sisinggih
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.29

Abstract

Raknamo Dam is a hydraulic structure built on the Noel Puames River to store and control its flow by forming a reservoir in the upstream area. Raknamo Dam, which is categorized as non-homogeneous (zoned) earth dam, was developed to supply water for domestic purposes, irrigation, micro-hydropower, recreational object, and flood control. The essential goal of this study is to discover probable failure scenarios for Raknamo Dam. Based on the hypothetical scenarios, there are two major causes of dam failure: overtopping and piping. Dam-break analysis was carried out via HEC-RAS 5.0.7 Software using various scenarios. Overtopping Scenario produces the largest inundation area that stretches up to 5030.79 hectares. The flash flood triggered by the dam failure had devastating effects on downstream areas: affected 10200 people, damaged 2682 buildings, inundated 3340 hectares cultivated land, 140.512 kilometres roads impassable, and several others followed. The downstream area suffered Rp 1,124,903,589,268.22 loss according to the assessment via Ina-SAFE approach.Bendungan Raknamo merupakan struktur hidrolis yang dibangun pada ruas Sungai Noel Puames untuk menampung dan mengatur aliran air dengan membentuk waduk di sisi hulu bendungan. Bendungan yang dikategorikan dalam jenis bendungan urugan tanah non-homogen (zonal) ini dikembangkan dalam rangka memenuhi pasokan air domestik, pemenuhan kebutuhan air irigasi, pembangkit listrik tenaga mikro-hidro, prasarana wisata, dan pengendalian banjir. Tujuan utama penelitian ini ialah mengetahui skenario kegagalan yang mungkin terjadi pada Bendungan Raknamo. Berdasarkan hipotesis, terdapat dua skenario utama yang menyebabkan Keruntuhan Bendungan Raknamo, yaitu overtopping dan piping. Analisis keruntuhan bendungan dilakukan pada Software HEC-RAS 5.0.7 dengan berbagai pendekatan skenario. Skenario Overtopping menimbulkan genangan dengan luasan terbesar yang membentang seluas 5030.79 hektar. Banjir bandang yang dipicu kegagalan bendungan meimbulkan dampak buruk pada daerah hilir: 10200 penduduk terdampak, 2682 bangunan rusak, 3340 hektar lahan cocok tanam tergenang, 140.512  kilometer ruas jalan tidak dapat dilalui, dan beberapa lainnya. Kerugian pada daerah di hilir Bendungan Raknamo diestimasikan mencapai Rp 1,124,903,589,268.22 hasil penilaian kerugian tersebut dilakukan dengan menggunakan Metode InaSAFE.
Evaluasi Kapasitas Emergency Gate Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas sebagai Sistem Pengendalian Banjir di Bengawan Solo Hilir Amalia, Dewi; Sumiadi, Sumiadi; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.07

Abstract

Pelangwot-Sedayu Lawas floodway is the main infrastructure of the flood control system in the lower reach of Solo River. Based on the conditions in the field, there is still often occurs flood in that area therefore it is planned to increase the design flood of 1000 m3/s. This study aimed to determine the capability of three flood emergency gates to drain flood discharge of 1000 m3/s and the capability of the flood channels to accommodate discharge from the emergency gates and Rawa Jabung of 1310 m3/s. The analysis of the emergency gate capability is carried out by calculating the discharge that can pass through the emergency gates while the analysis of the flood channel is simulated using HEC-RAS 5.0.7. The results show that with gates opening (w) of 5 m, the emergency gates can drain the design flood of 1000 m3/s, with elevation at Pelangwot +7,190 masl and the condition of the flow is free flow. The percentage of flood reduction in Solo River reached 30.265%. The existing floodway channel has not been able to drain the discharge of 1310 m3/s, so it is necessary to raise the embankment or normalize the flood channel.Floodway Pelangwot-Sedayu Lawas merupakan infrastruktur utama dalam sistem pengendalian banjir Bengawan Solo Hilir. Berdasarkan kondisi di lapangan, diketahui bahwa masih sering terjadi banjir di daerah Bengawan Solo Hilir, maka dari itu direncanakan untuk meningkatkan kapasitas debit yang akan dialirkan menuju ke floodway, yaitu sebesar 1000 m3/dt. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui kemampuan tiga emergency gate floodway dalam mengalirkan debit banjir 1000 m3/dt dan kemampuan saluran floodway untuk menampung debit dari emergency gate maupun dari Rawa Jabung sebesar 1310 m3/dt. Analisis kemampuan emergency gate untuk mengalirkan debit banjir dilakukan dengan menghitung kapasitas debit yang dapat dialirkan melewati tiga pintu floodway, sedangkan analisis kemampuan saluran floodway dalam menampung debit banjir disimulasikan menggunakan aplikasi HEC-RAS 5.0.7. Hasil analisis menunjukkan dengan bukaan pintu (w) 5 m, ketiga pintu floodway tersebut mampu mengalirkan debit banjir rencana 1000 m3/dt, dengan elevasi di Pelangwot adalah +7,190 mdpl, dengan  kondisi aliran yang terjadi di hulu pintu adalah aliran bebas. Persentase reduksi banjir Bengawan Solo dengan kapasita floodway 1000 m3/dt, mencapai 30,265%. Saluran floodway eksisting belum mampu mengalirkan debit 1310 m3/dt, sehingga diperlukan peninggian tanggul ataupun normalisasi pada saluran floodway tersebut.
Validasi Data Curah Hujan PERSIANN (Precipitation Estimation from Remotely Sensed Information Using Artifial Neural Networks) dengan Pos Stasiun Hujan di DAS Selorejo Patabang, Steven Tandi; Harisuseno, Donny; Fidari, Jadfan Sidqi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.01

Abstract

Loss of rainfall data and the uneven distribution of rainfall stations are the frequently encountered problems. However, complete and accurate rainfall data is needed in hydrological analysis to get maximum results. As technology advances, satellite-based data can be a solution to these problems. One of the available satellite-based data is PERSIANN rainfall data. Before being used, the PERSIANN rainfall data had to be validated to determine whether it represents the data in the field. Selorejo watershed is the location used in this study due to the complete and reliable data. Validation analysis in this study was carried out in two ways, validating the rainfall data for each station and rainfall data in the form of regional averages. The methods used in the validation analysis are Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Relative Error Test, and Correlation Coefficient (R). The validated data is then subjected to calibration analysis to correct the data and verification analysis to determine the comparison of the uncorrected data with the updated data. The results show that the corrected data is better than the uncorrected data through decreasing RMSE and KR values, increasing NSE values, and stable R values. In conclusion, PERSIANN data can be the alternative rainfall data in the Selorejo watershed.Kehilangan data hujan serta persebaran pos stasiun hujan yang kurang merata menjadi permasalahan yang sering dijumpai di lapangan, namun nyatanya data hujan yang lengkap serta akurat sangat dibutuhkan dalam analisa hidrologi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Seiring kemajuan teknologi data hujan berbasis satelit bisa menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Salah satu data curah hujan berbasis satelit yang bisa digunakan ialah satelit PERSIANN. Sebelum digunakan, data curah hujan PERSIANN harus divalidasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah datanya menggambarkan data di lapangan. DAS Selorejo merupakan lokasi yang digunakan dalam studi ini karena dianggap mempunyai data yang lengkap dan dapat diandalkan. Analisa validasi dalam studi ini dilakukan dengan dua cara yaitu memvalidasi data curah setiap pos stasiun serta memvalidasi data curah hujan dalam bentuk rerata daerah. Metode yang digunakan dalam analisa validasi ialah Root Mean Squared Error (RMSE), Nash Sutcliffe Efficiency (NSE), Uji Kesalahan Relatif (KR), serta Koefisien Korelasi (R). Data yang telah divalidasi selanjutnya di lakukan analisa kalibrasi untuk mengoreksi data serta analisa verifikasi untuk mengetahui perbandingan data yang belum dikoreksi dengan data yang telah dikoreksi. Hasil dari analisa ini menunjukkan data hujan satelit yang telah dikoreksi lebih baik dibandingkan data yang belum dikoreksi melalui nilai RMSE serta KR yang semakin menurun, nilai NSE meningkat serta nilai R yang cenderung stabil. Dapat disimpulkan data PERSIANN dapat digunakan sebagai data hujan alternatif di DAS Selorejo.
Validasi Data Curah Hujan Satelit dengan Data Stasiun Hujan di DAS Sadar, Kabupaten Mojokerto Dhany Amar Dermawan; Donny Harisuseno; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.30

Abstract

Hydrological analysis is a basis for water building planning. However, the problem in hydrological analysis usually in the availability of data, such as empty/incomplete rain data, inadequate rain stations, rain recording which is still done manually so that it can increase the risk errors. To overcome the problem of the lack of availability of rain data, the alternative that can be used is using satellite rainfall. Satellite rainfall is using remote sensing technology, so it is possible to get wider area coverage, near real time data, fast and free access and economical. This study was include for calibration and validation of uncorrected satellite rainfall data in the Sadar watershed area, Mojokerto Regency and using two types of satellites, TRMM and CHIRPS. The data validation analysis methods used are Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Correlation Coefficient (R), and Root Mean Squared Error-observations standard deviation ratio (RSR). The results of the validation of the TRMM and CHIRPS satellite rainfall data show that the TRMM satellite has the suitability of the field data by 70,3% while the CHIRPS satellite has the suitability of the field data by 20,7%. So, from the overall analysis can be concluded that TRMM data can be recommended as an alternative hydrology data in the Sadar watershed.Analisis hidrologi adalah suatu dasar perencanaan bangunan air. Namun, permasalahan dalam analisis hidrologi biasanya terletak pada ketersediaan data yang kurang memadai, contoh seperti data hujan yang kosong/tidak lengkap, stasiun hujan yang tidak memadai, pencatatan hujan yang masih dilakukan secara manual sehingga dapat meningkatkan risiko kesalahan pencatatan. Untuk mengatasi permasalahan tentang minimnya ketersediaan data hujan, maka alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan curah hujan satelit. Curah hujan satelit yang menggunakan teknologi penginderaan jauh, sehingga cakupan wilayah luas, data near real time, akses cepat dan gratis serta ekonomis. Studi ini dilakukan untuk kalibrasi dan validasi terhadap curah hujan satelit belum terkoreksi pada wilayah DAS Sadar, Kabupaten Mojokerto dan menggunakan dua jenis satelit yaitu TRMM dan CHIRPS. Metode analisis validasi data yang digunakan berupa Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Koefisien Korelasi (R), dan Root Mean Squared Error- observations standard deviation ratio (RSR). Berdasarkan hasil perhitungan satelit TRMM menunjukan kesesuaian data dengan data lapangan sebesar 70,3%, sedangkan untuk satelit CHIRPS menunjukan kesesuaian data dengan data lapangan sebesar 20,7%, sehingga dapat disimpulkan TRMM dapat direkomendasikan menjadi data alternatif hidrologi 
Evaluasi Kualitas Air dan Sistem Hidran Pada Zona Pelayanan Betek Kota Malang Menggunakan Program WaterCAD Fachry Rizaldy Hasibuan; Riyanto Haribowo; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.27

Abstract

The water need continues to be influenced by the rapidly growing population in an area, but this development is not accompanied by the availability of fresh water. PDAM (Municipal Water Supply Company) of Malang City consist of  several Zones or DMA (District Meter Area), one of them is Betek Service Zone. the hydrant did not function properly, while the water quality was due to the Malang City hydrant being an integral part of the water distribution pipeline to the community. Evaluation of Water Quality and Hydrant System is based on the existing network condition in the Betek Service Zone where the Betek Reservoir water supply comes from the Tlogomas Reservoir from the Wendit Sources 1, 2 and 3. Betek Reservoir 1 flowing water by 101,189 liters/sec to DMA 1,2,4 and 5 and Betek Reservoir 2 of 233,339 liters/sec to DMA 3,6 and 7. Based on WaterCAD V8i software simulation in Betek Zone, the results of pressure, velocity, headloss gradient, and residual chlorine in existing and development conditions with the conditions of permitted pressure of 0.5-10 atm, permitted speed of 0.3-6 m/sec,  permitted headloss gradient of 0-15 m/km and permitted  residual chlorine of 0.3-0.5 mg/l.Kebutuhan air yang terus dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat disuatu daerah, Tetapi perkembangan tersebut tidak diiringi dengan penyediaan air bersih yang ada. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Malang menjadi beberapa Zona atau DMA (District Meter Area) salah satunya Zona Pelayanan Betek. Hidran sekitar Kota Malang tidak berfungsi dengan baik adapun kualitas air dikarenakan hidran Kota Malang menjadi satu kesatuan dengan pipa jaringan distribusi air ke masyarakat. Evaluasi Kualitas Air dan  Sistem Hidran didasarkan pada jaringan kondisi eksisting di Zona Pelayanan Betek dimana suplai air Reservoir Betek berasal dari Reservoir Tlogomas yang berasal dari Sumber Wendit 1, 2 dan 3. Reservoir 1 Betek yang mengaliri air sebesar 101,189 ltr/dtk ke DMA 1,2,4 dan 5 dan Reservoir 2 Betek sebesar 233,339 ltr/dtk ke DMA 3,6 dan 7. Berdasarkan simulasi software WaterCAD V8i di Zona Betek didapatkan hasil tekanan, kecepatan, headloss gradient, dan sisa klorin pada kondisi eksisting dan pengembangan dengan syarat tekanan yang diijinkan 0,5-10 atm, kecepatan yang diijinkan 0,3-6 m/detik, headloss gradient yang diijinkan 0-15 m/km dan sisa klorin yang diijinkan 0,3-0,5 mg/l.