cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282262130800
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40257
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Management
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559357     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe
Core Subject : Economy, Science,
merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian management. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 2,093 Documents
Komunikasi Guru Di Slb-C Sumber Sari Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Pada Anak Berkebutuhan Khusus Agatha, Hanna; Arifputri, Aiza Nabilla
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SLB-C merupakan sekolah luar biasa yang diperuntukan bagi peserta didik yang dikategorikan sebagai tunagrahita ataumemiliki hambatan intelektual. Namun pada kenyataannya, SLB-C Sumber Sari Kota Bandung tidak hanyamengakomodasi peserta didik dengan kategori tunagrahita tetapi juga autis, down syndrome, ADHD, ADD, dan tunaganda.Selain itu tenaga pengajar di SLB-C Sumber Sari terbilang terbatas, dimana satu guru perlu menangani kondisi siswa yangberbeda dalam satu kelas yang sama. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasimelalui penerapan media pembelajaran yang diterapkan guru pada anak berkebutuhan khusus di SLB-C Sumber Sari padajenjang SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan observasi danwawancara sebagai metode pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih satu bulan dan dilakukankepada empat informan penelitian. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa bentuk media pembelajaran yangditerapkan oleh guru pada anak berkebutuhan khusus di SLB-C Sumber Sari sangat beragam, diantaranya adalah mediagrafis, media audio, media proyeksi diam dan media permainan-simulasi. penggunaan media pembelajaran dalamkomunikasi yang dilakukan oleh empat guru jenjang SMA pada siswa/i berkebutuhan khusus di SLB-C Sumber Saritermasuk dalam representasi dari empat klasifikasi media pembelajaran menurut Jalinus & Ambiyar.Kata Kunci: Komunikasi, Media Pembelajaran, Guru SLB
Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Keterbukaan Diri Mahasiswa Telkom Univerisity Korban Kekerasan Seksual Putri, Jessica; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh komunikasi interpersonal dalam proses keterbukaan dirimahasiswa Telkom University yang menjadi korban kekerasan seksual. Menggunakan pendekatan kualitatif denganmetode fenomenologi, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima narasumber yang terdiri dari empatmahasiswi informan kunci dan satu informan ahli dari kalangan akademisi dan psikolog. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang empatik, tidak menghakimi, dan memberikan rasa aman berperanpenting dalam mendorong keterbukaan diri korban. Faktor-faktor yang memengaruhi proses ini meliputi tingkatkepercayaan, respons lingkungan sosial, serta kemampuan korban dalam menghadapi ketidakpastian sosial yangkompleks. Di sisi lain, hambatan utama meliputi trauma psikologis, ketakutan terhadap stigma sosial, dan kurangnyadukungan institusi kampus dalam memberikan pendampingan yang memadai. Temuan ini menekankan pentingnyamenciptakan lingkungan kampus yang suportif serta penggunaan pendekatan komunikasi yang sensitif dan berpihakpada korban untuk mendukung proses pemulihan, penguatan mental, serta pemberdayaan korban kekerasan seksualdalam jangka panjang dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kekerasan Seksual, Keterbukaan Diri, Mahasiswa, Trauma, Fenomenologi
Komunikasi Interpersonal Pembina Dan Client Dalam Proses Rehabilitasi Remaja Bermasalah Di Bina Griya Remaja Jawa Barat Gusrian, Anaqi; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan berdampak luas, baik bagi individu maupunmasyarakat. Salah satu upaya untuk menanganinya adalah melalui proses rehabilitasi sosial di lembaga seperti GriyaBina Remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal antara pembina dan remajadalam mendukung proses rehabilitasi. Fokus utama adalah pada kompetensi pembina sebagai komunikator dalamkomunikasi instruksional yang mencakup elemen-elemen seperti feedback, Feedforward, Noise Management,Communication Choice, channel, dan Code Switching. Dengan beberapa tema seperti support,tekad,emosional,strategidan masih banyak lagi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana datadikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan pembina dan remaja sebagai informan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal yang hangat dan komunikatif antara pembina dan remaja sangatmempengaruhi efektivitas rehabilitasi. Kompetensi komunikasi pembina berperan penting dalam membangunkepercayaan, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta memfasilitasi perubahan perilaku positif pada remaja.Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi dalam lembagarehabilitasi sosial.Kata Kunci: komunikasi interpersonal, pembina, remaja bermasalah, rehabilitasi sosial, Griya Bina Remaja
Komunikasi Interpersonal Remaja dan Orang Tua Dalam Membangun Keterbukaan Diri Mahasiswa Rantau Naswah, Hera Nisa Haerul; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan jarak yang jauh dapat menjadi penghambat dalam berkomunikasi mengingat orang tua ataupun remajatidak dapat memastikan kondisi dan keadaan satu sama lain apabila tidak mendapatkan pemberitahuan secaralangsung. Kondisi ini sangat sulit apabila remaja tidak memiliki kecenderungan untuk membuka diri kepada orangtua. Hal inilah yang memicu terjadinya perubahan komunikasi interpersonal remaja dan orang tua. Penelitian iniberfokus kepada komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri pada mahasiswarantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan komunikasi interpersonal remaja dan orangtua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswa rantau, serta mendeskripsikan perubahan perilaku komunikasi danketerbukaan diri remaja mahasiswa rantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancarakepada informan utama dan informan pendukung guna mendapatkan data yang sesuai dengan penelitian, valid, dankomprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh remaja danorang tua pada kasus mahasiswa rantau dilakukan melalui telfon, chat, dan video call. Pada penelitian ini jugamenunjukkan bahwa komunikasi interpersonal remaja dan orang tua dalam membangun keterbukaan diri mahasiswarantau ditandai dan dipengaruhi oleh pengungkapan diri, rasa pemahaman, daya dukung, komunikasi konstruktif, dankesamaan nilai. Selain itu, ditemukan adanya perubahan perilaku komunikasi remaja dan orang tua pada kasusmahasiswa rantau.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Keterbukaan Diri, Mahasiswa Rantau
Komunikasi Interpersonal Remaja Fatherless Akibat Keluarga Bercerai di Lingkungan Sosial di Kabupaten Bandung Kamila, Tasya Anindia; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal remaja fatherless akibat perceraian orang tua dalam membangunhubungan sosial di lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonalremaja yang mengalami ketidakhadiran sosok ayah di lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasiterhadap delapan remaja di Kabupaten Bandung berusia 17– tahun, serta satu informan ahli. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ketidakhadiran peran ayah berdampak pada pola komunikasi interpersonal remaja yang merekabangun, tercermin dari kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, ketidakstabilan emosi, serta hambatan dalammembentuk kepercayaan interpersonal. Namun, beberapa remaja menunjukkan kemampuan adaptasi sosial yang baikdengan dukungan dari lingkungan sekitar. Pola komunikasi yang terbentuk berkaitan erat dengan tipe keterikatanemosional (attachment) yang mereka alami sejak kecil. Lingkungan sosial dan dukungan emosional dari keluarga, teman,maupun komunitas memiliki peran penting dalam membantu remaja fatherless mengembangkan komunikasiinterpersonal yang lebih sehat dan positif.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Remaja, Fatherless, Perceraian, Lingkungan Sosial
KOMUNIKASI KELUARGA PEDAGANG ASONGAN DALAM MEMBENTUK KETAHANAN EMOSIONAL ANAK Hafidz, Ayasha Rachmafaiza; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi keluarga berperan dalam membentuk ketahanankeluarga pada pedagang asongan, khususnya di Kecamatan Bandung Kulon. Fenomena anak yang melakukan aktivitasjualan sering kali dipicu oleh kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil, sehingga anak-anak terpaksa turun ke jalanuntuk membantu mencari nafkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metodefenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif anak di jalanan dalam menjalani perannya sebagai pendukungekonomi keluarga. Penelitian ini juga mengkaji pola komunikasi keluarga berdasarkan teori Family CommunicationPatterns (FCP) dan model ketahanan keluarga dari Walsh (2016), yang mencakup sistem kepercayaan keluarga, polaorganisasi, dan proses komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hidup dalam keterbatasan,keluarga pedagang asongan yang memiliki pola komunikasi terbuka dan dukungan emosional dari orang tuamenunjukkan kemampuan ketahanan keluarga yang cukup kuat sehingga anak memiliki inisiatif yang tinggi untukikut serta dalam kontribusi ekonomi keluarga sejak kecil. Komunikasi yang terjalin di antara anggota keluargamenjadi kunci dalam menghadapi krisis ekonomi dan sosial.Kata Kunci: Anak pedagang asongan, Komunikasi Keluarga, Ketahanan Keluarga.
KOMUNIKASI KELUARGA SAMBUNG UNTUK MENCIPTAKAN KETERIKATAN EMOSIONAL DALAMMENGATASI KONFLIK Puteri, Nadhira Rusliani Regina; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sambung merupakan keluarga yang terbentuk dari pernikahan ulang, yang menghadirkan tantangankomunikasi dan konflik akibat perbedaan latar belakang dan ekspektasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisbagaimana komunikasi efektif diterapkan dalam pengelolaan konflik untuk menciptakan keterikatan emosionalantara anggota keluarga sambung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, danpengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga keluarga sambung di Kota Bandung. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif, yang ditandai dengan keterbukaan, empati,dukungan, sikap positif, dan kesetaraan, berperan penting dalam meredam konflik serta membangun hubunganemosional yang sehat. Komunikasi yang terbuka dan saling memahami mampu menjembatani perbedaan sertamenciptakan suasana keluarga yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan konflikdalam keluarga sambung sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi antar anggota keluarga. Temuan inimemberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi keluarga serta menjadi acuan praktis bagikeluarga sambung dalam membina keharmonisan dan membangun keterikatan emosional yang kuat.Kata Kunci: Keluarga Sambung, Komunikasi Interpersonal, Konflik Keluarga, Keterikatan Emosional, KomunikasiEfektif.
Komunikasi Lingkungan UPTD PSDA (Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air) Pada Pola Pengaturan Air Irigasi Cangkuang Kristiani, Putria Aprilia; Dirgantara, Pradipta
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyelesaikan permasalahan air di Indonesia merupakan salah satu fokus pemerintah agar tercapainya lingkunganyang sehat dan bersih. Kualitas air di kota Bandung dapat dikatakan kurang baik karena beberapa faktor yaitubanyaknya limbah domestik, limbah industri, dan limbah B3 di sekitar sungai atau saluran air. Mengelola saluranirigasi termasuk dalam menjaga lingkungan karena dapat memastikan efisiensi air ke lahan pertanian dan mencegahterjadinya pencemaran air maupun erosi tanah di sekitar saluran. Perlu adanya tindakan untuk menjaga kelestarian air,salah satunya dengan penerapan pola pengaturan air irigasi yang dilakukan oleh UPTD PSDA WS Citarum. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, analisis dilakukan berdasarkan fungsi komunikasilingkungan dari Pezzullo dan Cox yang meliputi dua fungsi yaitu fungsi pragmatis dan fungsi konstitutif. Hasilpenelitian ini menunjukkan komunikasi lingkungan UPTD PSDA (Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan SumberDaya Air) pada pola pengaturan air irigasi Cangkuang meliputi komunikasi langsung kepada petani dan masyarakatbaik berupa sosialisasi atau rapat, pemasangan papan peringatan, dan pemanfaatan media sosial sebagai saranapenyebaran informasi lingkungan. Komunikasi yang dilakukan memiliki fungsi pragmatis karena adanya upaya untukmemberi peringatan, mewajibkan, menuntut, dan memberi tahu. Ada pun fungsi konstitutif karena adanya upaya untukmembangkitkan keyakinan, perasaan, dan membangun hubungan yang sama.Kata Kunci: Daerah Irigasi Cangkuang, Komunikasi Lingkungan, Pola Pengaturan Air, UPTD PSDA WS Citarum.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK ANTARA KONSELOR DENGAN PASIEN DI YAYASAN PEMULIHAN NATURA INDONESIA Aliyudin, Muhammad Zaidan; Supratman, Lucy
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dunia pada tahun 2018, terdapat jumlah penggunaan Napza yaitu 269 jutaorang dan menurut The Third Booklet of The World Drugs Report (2020) Tahun 2019 tercatat mengalamikenaikan hingga 30% orang dalam penyalahgunaan Napza. Kemudian menurut UNODC terdapat peningkatansekitar 950 jenis bahan zat baru yang berbahaya bagi tubuh, Sementara menurut IDN Times Jabar, provinsi JawaBarat masuk dalam 10 besar peringkat tertinggi nasional dalam penyalahgunaan narkotika. PenyalahgunaanNapza di Indonesia ini merupakan ancaman bagi masa depan kehidupan anak bangsa. Rehabilitasi terhadapkorban penyalahgunaan Napza salah satu upaya perlindungan soaial agar terlepas dari ketergantungan terhadapnarkoba. Konselor dalam Rehabilitasi Narkoba memiliki peran dalam pemulihan pasien penyalahguna narkobaagar tidak kambuh (relapse), yang biasa disebut komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui proses komunikasi antara konselor dengan pasien di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia. Penelitianini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini tujuh orang,terdiri dari dua informan utama dan lima informan pendukung. Adapun teknik pengumpul data menggunakanwawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik antarakonselor dengan pasien di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia terbagi menjadi empat fase yaitu fase parinteraksi (pendaftaran atau pengisisan data diri), fase orientasi (perkenalan, screening atau pemeriksaan urin danasessment atau pendekatan awal), fase kerja (kegiatan konseling), dan fase terminasi (evaluasi).Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Konselor, Pasien, Rehabilitasi, Narkotika
Konsep Diri Difabel Terlantar (Studi Pada Difabel di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat) Pratama, Fajrian Noor; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma terhadap difabel di Indonesia masih menjadi masalah yang cukup besar, terutama dalam hal pemenuhankebutuhan dasar mereka, seperti perhatian dan dukungan dari keluarga. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagimereka dalam menerima kondisi diri mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsepdiri yang dimiliki oleh difabel terlantar di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas SosialProvinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa lingkungan sosial dan pengalaman hidup memiliki peran penting dalam konsep diri difabelterlantar di PPSGHD. Difabel terlantar memiliki konsep diri yang terbagi antara negatif dan positif, meskipun sebagianbesar cenderung negatif. Konsep diri negatif ini tercermin dari perasaan pesimis, merasa tidak disenangi orang lain,peka terhadap kritik, dan responsif terhadap pujian. Namun, sebagian difabel terlantar juga menunjukkan konsep diripositif, seperti mampu menerima kekurangan diri, mengatasi masalah, dan menerima pujian tanpa rasa malu.Pemahaman tentang konsep diri difabel terlantar ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan programrehabilitasi sosial yang lebih efektif, serta mendorong peningkatan kualitas hidup mereka melalui dukungan sosialyang lebih personal dan holistik.Kata Kunci: konsep diri, difabel terlantar, rehabilitasi sosial, interaksi sosial