cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA" : 24 Documents clear
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematika Kelas III Sekolah Dasar Pada Materi Mengenal Konsep Bilangan Pecahan retsie resdiantie liestarie; karlimah karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.813 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7106

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan di lapangan tentang komunikasi matematis siswa yaitu dalam mengomunikasikan konsep bilangan pecahan menunjukkan kemampuan yang masih rendah. Kemampuan komunikasi adalah suatu kemampuan untuk menyampaikan berbagai konsep matematika berupa ide, simbol, rumus baik secara lisan maupun tulisan agar dapat dipahami oleh orang lain. Komunikasi matematis siswa ini merupakan salah satu tuntutan yang terdapat pada kurikukum pembelajaran matematika di sekolah dasar kelas III, namun perhatian Indonesia terhadap kemampuan komunikasi matematis masih kurang. Maka dari itu perlu dianalisis bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa kelas III pada materi mengenal konsep bilangan pecahan. Metode yang digunakan dalam penelitia ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan kemampuan komunikasi matematis siswa serta membuat kesimpulan mengenai fenomena/kondisi yang sedang berlangsung. Penelitian ini melibatkan siswa kelas III di SDN 2 Kadipaten yang sedang mempelajari konsep bilangan pecahan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dengan fokus penelitian pada isi komunikasi secara keseluruhan baik yang tersurat maupun yang tersirat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa kelas III Sekolah Dasar pada materi mengenal konsep bilangan pecahan masih kurang. Hal ini ditunjukkan dari 5 indikator yang diteliti, hanya muncul 3 indikator. Indikator yang paling banyak muncul yaitu indikator mengenai menunjukkan bilangan pecahan ke dalam bentuk gambar dan membaca bilangan pecahan dalam bentuk gambar, sedangkan indikator yang tidak muncul adalah indikator mengenai menjelaskan bilangan pecahan menggunakan benda nyata, menyatakan konsep bilangan pecahan pada peristiwa sehari-hari dalam ide-ide matematika dan mengungkapkan kembali konsep bilangan pecahan menggunakan bahasa sendiri secara tertulis
Pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelajaran ips pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar Indra Sukmara; Rustono W S; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.317 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7198

Abstract

Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam memberikan pembelajaran yang menarik dan efekif bagi siswa. Studi pendahuluan yang dilakukan di Sekolah Dasar menunjukan bahwa guru dalam mengajar menggunakan metode konvensional saja sehingga memungkinkan siswa mengalami verbalitas. Penggunaan media pembelajaran sangat jarang digunakan dan buku sumber dijadikan media yang sering digunakan pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia. Belum adanya media multimedia pembelajaran padahal fasilitas TIK di SD sudah memenuhi untuk menunjang pembuatan media multimedia. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis masalah tersebut peneliti bermaksud untuk melakukan pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelejaran IPS pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Siswa dan guru merupakan subjek dalam penelitian. Pengumpulan data didapatkan dari wawancara, validasi ahli, angket siswa, studi dokumentasi dan lembar penilaian guru. Pengembangan produk dibuat menggunakan software adobe captivate. Kelayakan produk dinilai berdasarkan validasi ahli mata pelajaran ips, media, dan pedagogis. Selanjutnya dilakukan revisi terhadap produk. Setelah validasi dan revisi produk langkah selanjutnya yaitu di uji cobakan. Uji coba dilakukan sebanyak 2 kali. Uji coba pertama dilakukan di SDN Pahlawan pada kelas 4B dan uji coba ke 2 dilakukan di kelas 4C. secara umum produk direspon dan nilai baik oleh guru dan siswa sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Refleksi dari media pembelajaran ini adalah pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelajaran IPS pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Produk dibuat kedalam CD interaktif dan hardfile manual book panduan penggunaan.Kata kunci: Kurikulum, Multimedia Interaktif, Design Based Research
Pengembangan Soal Tes Berbasis HOTS pada Outdoor Learning di Sekolah Dasar Windra Kodriana; Edi Hendri Mulyana; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.965 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7054

Abstract

Abstract The development of reserved HOTS based test proved very important in elementary school developed to develop high levels of thinking skills of students. This research aims to develop the HOTS based test question expressed by the taxonomy of learning, teaching and assessment (a taxonomy for learning, teaching, and assessing) revision of Bloom's taxonomy of the cognitive i.e. C4 (analyze), C5 (evaluate), C6 (created). Research carried out using the method of DBR (Design Based-Research) which tell by Reeves in 2007. A preliminary study on the first stage of the retrieved data from the results of the interviews and documentation study. The second stage of development a matter of learning indicators in accordance with the HOTS in the subject matter against living beings sub tema come on love of the environment on the learning which is done using the method of outdoor learning. Stage three experts of validation is performed, and the experience revisi I and conducted trials I. On the results of trials I viewed from the validity, reliability, power and difficulty level of distinction, power distractor there are 11 problem that must be corrected. Do revision II and II conducted trials with the results of all matter of valid and reliability. The question also has a power of distinction, difficulty level, and a good distractor. The end result on stage four indicates that the product is a matter of form 10-question multiple choice and essay question that developed 10 valid, practical, and feasible to use. Keywords: Test Question; HOTS; Outdoor learning method; Care about living things; Let’s love environment. AbstrakPengembangan soal tes berbasis HOTS dirasa sangat penting dikembangkan di sekolah dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Sekolah Dasar ditemukan kurangnya pengembangan soal tes yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal tes berbasis HOTS yang dikemukakan oleh taksonomi pembelajaran, pengajaran dan penilaian (taxonomy for learning, teaching, and assessing) revisi atas taksonomi kognitif Bloom yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (mencipta). Penelitian dilakukan menggunakan metode DBR (Design-Based-Research) yang dikemukakan oleh Reeves tahun 2007. Tahap pertama pada studi pendahuluan diperoleh data dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Tahap kedua dilakukan pengembangan soal HOTS sesuai dengan indikator pembelajaran pada tema peduli terhadap makhluk hidup sub tema ayo cintai lingkungan pada pembelajaran yang dilakukan menggunakan outdoor learning. Tahap tiga, dilakukan validasi ahli dan mengalami revisi I dan dilakukan uji coba I. Pada hasil uji coba I  dilihat dari validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan pengecoh terdapat 11 soal yang harus diperbaiki. Dilakukan revisi II dan dilakukan uji coba II dengan hasil semua soal valid dan reliabel. Soal pula memiliki daya pembeda, tingkat kesukaran, dan pengecoh yang baik. Hasil pada tahap empat menunjukkan bahwa produk soal berupa 10 butir soal pilihan ganda dan 10 soal essay yang dikembangkan valid, praktis, dan layak untuk digunakan. Kata kunci : Soal tes; HOTS; metode outdoor learning; peduli terhadap makhluk hidup; ayo cintai lingkungan.
Lembar Kerja Siswa Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar Sandi Wahyuni; Oyon Haki Pranata; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.246 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7239

Abstract

Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini dilatar belakangi dari anggapan guru bahwa lembar kerja siswa adalah kumpulan soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa. Salah satu karakteristik pembelajaran tematik yaitu pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman langsung menjadi latar belakang dalam pengembangan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning. Outdoor learning membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman melalui pengalaman sendiri sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research yang digunakan untuk menghasilkan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning. Produk lembar kerja siswa berbasis outdoor learning ini dirancang untuk dua kali pertemuan. Pertemuan pertama mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Pertemuan kedua mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Seni Budaya dan Prakarya. Rancangan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning ini divalidasi oleh tiga ahli. Setelah divalidasi tiga ahli dan direvisi kekurangannya, kemudian dilakukukan uji coba sebanyak dua kali. Pada uji coba pertama dan kedua, rata-rata 98.75% siswa menyatakan penggunaan lembar kerja siswa membantu mereka dalam memahami materi. Pada uji coba pertama, hasil analisis lembar kerja siswa terhadap kesesuaian jawaban yakni 86.41%. Pada uji coba kedua, hasil analisis lembar kerja siswa terhadap kesesuaian jawaban yakni 98.71%. Lembar Kerja Siswa pada uji coba 2 kemudian direvisi menjadi produk akhir lembar kerja siswa berbasis outdoor learning.
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga KIT terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Katrol di Kelas V hana anggraeni; Epon Nur'aeni L; Edi Hendri Mulyana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.555 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran IPA materi katrol serta guru kurang menggunakan alat peraga atau media yang tepat di kelas V SD Negeri 1 Kalangsari. Rendahnya kemampuan tersebut ditujukan oleh kekurangan siswa dalam memahami materi katrol. Salah satu alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu menggunakan alat peraga KIT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh penggunaan alat peraga KIT terhadap hasil belajar pada materi katrol di kelas V. Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri 1 Kalangsari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Sampel yang diambil berjumlah 24 siswa. Penelitian ini menggunakan alat peraga KIT dengan metode penelitian ekperimen, yaitu Pre-Experimental Design atau tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Dalam desain ini terdapat pretest dan posttes. Pretest diberikan kepada siswa pada materi katrol sebelum diberikan perlakuan, sedangkan posttes diberikan kepada siswa setelah diberikan perlakuan. Hasil pengolahan data dan analisis  data menunjukan adanya perbedaan hasil belajar kemampuan kognitif siswa pada materi katrol sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga KIT.  Hal ini diperkuat dengan hasil uji koefisien korelasi antara sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga KIT, Uji gain pre-test dan post-test, uji n-gain, dan uji beda rata-rata. Dari pengujian tersebut terdapat pengaruh penggunaan alat peraga KIT terhadap hasil belajar siswa pada materi katrol di kelas V.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains pada Tiga Sekolah Dasar melalui Penggunaan Model Pembelajaran Latihan Penelitian Noneng Fadilah; E Kosasih; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.085 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7291

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian perbedaan keterampilan proses sains siswa pada tiga sekolah dasar dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah kategori tinggi, sedang dan rendah di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian; dan mendeskripsikan perbedaan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah kategori tinggi, sedang dan rendah di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian. Subjek penilitian ini adalah tiga sekolah dasar yaitu SDN Citapen, SDN Galunggung, dan SDN Bojongsari. Alat pengumpulan  data adalah rubrik kinerja untuk menilai keterampilan proses sains siswa. Hasil penilaian keterampilan proses sains menunjukkan bahwa nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah rata-ratanya kecil hal ini disebabkan nilai pada keterampilan proses sains individu dengan keterampilan proses sains kelompok hasilnya berbeda. Nilai keterampilan proses sains individu nilainya lebih kecil daripada nilai keterampilan proses sains kelompok.  Dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah dasar yang ditunjukkan dengan nilai signifikan uji kruskal wallis yaitu 0,32. Perbedaan tersebut setelah diuji statistik sekolah yang terdapat perbedaan adalah perbedaan antara SDN Galunggung dengan SDN Bojongsari. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian ini bahwa perbedaan keterampilan proses sains pada tiga sekolah dasar beragam.
pengaruh model kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi Sipa Urohmah; Momoh Halimah; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.58 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7380

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya akan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosisal di Sekolah Dasar. Untuk pembelajaran IPS, model yang digunakan yakni model pembelajan Kontekstual yaitu pembelajaran mengaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum yaitu bagaimana penerapan model kontekstual terhadap hasil belajar siswa dalam penyelesaian soal IPS.  Sedangkan tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontesktual terhadap hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi dalam penyelesain soal IPS. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni quasi eksperimental dengan desain Nonequivalent control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sd Negeri 2 Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya dengan tehnik pengambilan sampel yakni sampel jenuh. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah data berupa tes uraian. Analisis data Kuantitatif menggunakan microsoftexcell versi 2010 dan SPSS versi 22.0. berdasarkan data yang diperoleh peneliti bahwa hasil analisis dapat  disimpulkan pada hasil belajar siswa yang mendapatkan perlakuan atau pembelajaran yang menggunkan model kontekstual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang tidak mendapatkan perlakuan atau yang tidak diterapkannya model kontesktual. Kata Kunci :Model Pembelajaran Kontekstual, Hasil Belajar Siswa  
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR DALAM MENGENAL DAN MENGGAMBAR JENIS-JENIS SUDUT Ami Nur Fahmi; Karlimah Karlimah; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.933 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7180

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis  kemampuan komunikasi matematis siswa kelas III Sekolah Dasar dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut. Metode penelitian ini adalah analisis kualitatif. Lokasi dan subjek penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri Mugarsari dengan partisipan siswa dan guru kelas III Sekolah Dasar Negeri Mugarsari. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, untuk melengkapi dan mengantisipasi adanya kebiasan data, digunakan instrumen tambahan yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis isi berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut, dan mendeskripsikan upaya guru dalam memberi fasilitas belajar mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses pembelajaran mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut ada indikator kemampuan komunikasi matematis yang muncul, yaitu memahami, menginterpretasikan ide matematik tentang jenis-jenis sudut yang disajikan dalam bentuk tulisan atau visual. Indikator yang belum muncul yaitu menggunakan bahasa atau kalimat melalui lisan dan tulisan untuk menyajikan ide tentang jenis-jenis sudut, serta menyatakan ide matematik tentang jenis-jenis sudut dengan tulisan, mendemonstrasikan dan menggambarkan dalam bentuk visual. Hal tersebut terjadi karena upaya guru dalam memberi fasilitas belajar mengenai kemampuan komunikasi matematis siswa dalam mengenal dan menggambar jenis-jenis sudut tidak maksimal.Kata Kunci: komunikasi matematis, mengenal jenis-jenis sudut, menggambar jenis-jenis sudut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI SEKOLAH DASAR Ruliya Muhajirin; Rustono W S; Yasbiati Yasbiati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.047 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7293

Abstract

Abstrak Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lapangan yaitu dalam proses pembelajaran pada umumnya menggunakan metode konveksional, oleh karena itu model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat dijadikan model pembelajaran yang bervariasi pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas V SDN 2 Sindangpalay Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Pretest-Posttest Design. Dari analisi data berupa hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas kontrol dengan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together memperoleh nilai rata-rata pretest 41,90, nilai rata-rata posttest 65,17 dan rata-rata normal gain 0,40 dengan kategori kurang efektif. Sedangkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas eksperimen dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together memperoleh nilai rata-rata pretest 55,35, nilai rata-rata posttest 81,96 dan nilai rata-rata normal gain 0,59 dengan kategori cukup efektif. Berdasarkan uji beda rata-rata normal gain antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen diperoleh hasil dengan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 sesuai dengan ketentukan jika nilai Sig 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai normal gain antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Kata kunci : Numbered Heads Together, hasil belajar siswa, dan gaya magnet.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa tentang Cara Perkembangbiakan Tumbuhan melalui Penggunaan Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Vera Apriani; Rustono W S; Edi Hendri Mulyana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.021 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7240

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa tentang cara perkembangbiakan tumbuhan melalui penggunaan model cooperative learning tipe make a match. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Model Kemmis dan Mc. Taggart. Setiap siklus dilaksanakan dengan menempuh empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 3 Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah siswa 29 orang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi dan tes. Hasil belajar siswa yang telah dilakukan diperoleh persentase ketuntasan belajar secara klasikalpada siklus 1 72,41%, siklus 2 83% dan siklus 3 100% . Berdasarkan data diatas dapat disimpulksn bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran model cooperative learning tipe make a match untuk mata pelajaran IPA tentang cara perkembangbiakan tumbuhan di kelas VI SDN 3 Cikunir menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih baik dan signifikan. 

Page 1 of 3 | Total Record : 24