cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA" : 17 Documents clear
Desain Didaktis Luas Daerah Persegi Berbasis Model Pembelajaran SPADE Vina Rahmadita; Epon Nur’aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.269 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32915

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh learning obstacle siswa yang ditemukan pada studi pendahuluan mengenai konsep luas daerah persegi. Pembelajaran mengenai materi tersebut masih belum optimal sehingga siswa masih sering menemui hambatan. Untuk mengatasi hambatan atau learning obstacle diperlukan adanya rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan karaktateristik siswa di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan learning obstacle siswa, implementasi desain didaktis luas daerah persegi berbasis model pembelajaran SPADE, respon siswa terhadap desain didaktis luas daerah persegi berbasis model pembelajaran SPADE. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari 3 tahapan penelitian yaitu: prospective analysis, analisis metapedadidaktik, analisis retrospective. Penelitian ini dilakukan di SDN 3 Bojonggambir. Dalam tahap pengumpulan data di lakukan dengan pemberian soal uraian mengenai konsep luas daerah persegi dengan hasil akhir dari penelitian adalah lembar aktivitas siswa (LAS) dan pengembangan RPP yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang juga dapat mengatasi learning obstacle pada pembelajaran matematika di kelas IV. Data yang diperoleh dari hasil implementasi tersebut selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah data mengenai hambatan belajar yang dialami oleh siswa terkait materi luas daerah persegi, implementasi desain didaktis luas daerah berbasis model pembelajaran SPADE. Desain didaktis yang dihasilkan merupakan desain hasil revisi berdasarkan analisis temuan pada saat implementasi desain.
Analisis Kebiasaan Belajar Peserta Didik di Kampung Naga Pada Jenjang Sekolah Dasar Ahmad Yuniar; Elan Elan; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.725 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32893

Abstract

Membiasakan anak untuk belajar  merupakan salah satu faktor yang penting. Siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik akan memperoleh hasil yang baik pula. Sebaliknya anak yang kebiasaan belajarnya tidak baik akan memperoleh hasil yang tidak baik pula. Tujuan dari penelitian ini untuk1)Mendeskripsikan kebiasaan belajar peserta didik di Kampung Naga,2) Mendeskripsikan hambatan – hambatan dalam melaksanakan kebiasaan belajar, 3) Mengetahui fasilitas – fasilitas belajar peserta didik di Kampung Naga, 4) Mendeskripsikan upaya orangtua dalam mendukung kegiatan belajar peserta didik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian diambil dengan menggunakan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Wawancara dilakukan untuk menggali tentang situasi dan kondisi peserta didik di Kampung Naga. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menyiapkan data, mengorganisasikan data, mereduksi data, dan menyajikan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) secara umum kebiasaan belajar peserta didik di Kampung Naga tidak ada perbedaan dengan peserta didik luar Kampung Naga, 2) hambatan belajar peserta didik di Kampung Naga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang kebiasaan belajar peserta didik, 3) secara umum fasilitas belajar peserta didik di kampung naga kurang memadai terhadap kegiatan belajar, 4) peran orangtua dalam mendukung kebiasaan belajar peserta didik sangat mendukung dilihat dari upaya orangtua dalam menanamkan karakter peserta didik dengan budaya wasiat sepuh.
Peranan Bahan Ajar Berbasis Lagu Daerah pada Pembelajaran Angklung di Sekolah Dasar Shinta Herdianti; Resa Respati; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.441 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32736

Abstract

Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling terkait. Pendidikan secara praktis tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai budaya. Dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri, secara proses mentransfernya paling efektif dengan cara pendidikan. Pewarisan budaya dapat dilakukan salah satunya dengan pembelajaran seni musik. Salah satu cakupan materi pembelajaran seni musik di sekolah dasar yang dapat menunjang dan mengembangkan keterampilan maupun kreativitas siswa adalah bermain alat musik yaitu dengan memperkenalkan angklung sebagai salah satu alat musik warisan kebudayaan yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan. Namun pada kenyataannya terdapat beberapa kendala dalam pembelajaran angklung di sekolah dasar, diantaranya kurangnya memanfaatkan fasilitas angklung dengan baik, pembelajaran angklung dilaksanakan dengan hanya melihat lagu yang ditulis oleh guru dan siswa hanya meniru yang guru contohkan, dan kurangnya daya tarik siswa terhadap kesenian, salah satu faktornya dikarenakan tidak adanya bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran angklung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan bahan ajar yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada pembelajaran angklung di sekolah dasar. Pentingnya bahan ajar khususnya berbasis lagu daerah terhadap pembelajaran di sekolah dasar diharapkan mampu menjadi dasar pengembangan pembelajaran angklung yang dilakukan guru sekolah dasar agar dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa terhadap permainan alat musik angklung agar mengurangi permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran angklung di sekolah dasar.
Pembelajaran Ekstrakurikuler Qasidah Rebana di Madrasah Diniyah Al-Fathonah Kota Tasikmalaya Rika Mustika Sari; Resa Respati; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.935 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32922

Abstract

Ekstrakurikuler penting diselenggarakan dalam sebuah lembaga pendidikan karena merupakan wadah untuk mengembangkan minat bakat dan potensi yang dimiliki peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilaksanakan satu diantaranya qasidah rebana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler qasidah rebana yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah Al-Fathonah yang meliputi tahap perencaan/persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah Diniyah Al-Fathonah, guru pembina, pelatih dan peserta didik yang terlibat dalam ekstrakurikuler qasidah rebana. Tempat penelitian yaitu Madrasah Diniyah Al-Fathonah Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran qasidah rebana Al-Fathonah terdiri dari 1)  Tahap persiapan meliputi: penanaman motivasi, melakukan kegiatan pengulangan materi yang telah dipelajari sebelumnya, mengondisikan dan menyiapkan sarana prasana (tempat dan alat untuk latihan), mendata peserta didik, pembagian kelompok kecil. 2) Tahap pelaksanaan meliputi: mendemonstrasikan cara memegang rebana, memberikan pola tabuhan rebana kotek secara verbal, mendemonstrasikan pola tabuhan rebana kotek, ,memberikan pola tabuhan rebana bass/cello secara verbal, mendemonstrasikan pola tabuhan rebana bass/cello, menggabungkan semua permaian rebana, untuk vokalis menghafal lirik yang diberikan pelatih, menggabungkan iringan rebana dengan vokal. 3) Tahap evaluasi dilakukan di awal, inti dan di akhir pembelajaran secara kelompok.
Pengaruh Penggunaan Media Objek Lingkungan Terhadap Keterampilan Peserta Didik Menulis Deskripsi Wahyu Aziz; Dian Indihadi; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.539 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media objek lingkungan  terhadap keterampilan peserta didik menulis deskripsi di kelas IV SDN Maruyungsari 4 dengan jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 10 peserta didik. Penggunaan media objek lingkungan ini menggunakan tema lingkungan sekitar dengan objek lingkungan melakukan riset langsung ke lapangan dan mengamati benda-benda yang ada di sekitar. Artinya peserta didik dapat melihat objek secara nyata penggunaan media objek lingkungan ini juga bertujuan agar peserta didik tidak mudah bosan saat pelajaran dan juga peserta didik bisa melihat secara nyata objek tersebut karena dihadirkan secara langsung di lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan 5  metode pengumpulan data, soal Pre-test Post-test, uji N-Gain, uji normalitas,uji Paired Samples T,dan uji Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitunganPaired sample T dengan menggunakan analisis SPSS 26. Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah nilai Sig.(2 tailed) sebesar 0,000. Dengan demikian bahwa nilai ini lebih kecil dari 0,05 dimana dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil perhitungan N-gain ternormalisasi kelas Eksperimen  menunjukkan angka 0,13 yang berarti dalam kategori tinggi yang memliki arti bahwa terdapat pengaruh dengan adanya menggunakan media objek lingkungan  terhadap keterampilan menulis deskripsi
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya Titing Sulastri; Yusuf Suryana; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.412 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya. Hipotesis yang di uji yaitu: terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Manonjaya. Populasi dalam penelitian menggunakan seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 1 Manonjaya yang berjumlah 41 siswa terdiri dari 21 siswa kelas VA dan 20 siswa kelas VB. Jenis penelitian adalah ex post facto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecerdasan emosional sedangkan prestasi belajar matematika sebagai variabel terikat. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket kecerdasan emosional dan dokumentasi prestasi belajar matematika. Teknik analis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 63.4 %. Sedangkan gambaran hasil belajar matematika siswa secara umum termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 61,0 %. Dari hasil analisis inferensial menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan Y = 70,636 + 0.081X. Dari hasil uji signifikan diperoleh nilai signifikan sebesar 0,028 dimana nilai signifikan 0,05 (0,028 0,05), dengan demikian Ha  diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika
Model Pengembangan Karakter Percaya Diri Siswa Sekolah Dasar Melalui Program Ekstrakurikuler Pencak Silat Tapak Suci Yusuf Khoerul Rizal; Syarip Hidayat; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.4 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32894

Abstract

Ekstrakurikuler dapat digunakan untuk mengembangkan karakter pada anak. Sikap percaya diri merupakan salah satu indikator penting berkaitan telah berhasilnya mengembangkan karakter dalam ekstrakurikuler. Kepercayaan diri ini berperan penting dalam proses pertumbuhan potensi anak terutama kemampuan dalam menyelesaikan setiap program ekstrakurikuler. Melalui program atau organiasasi ekstrakurikuler seperti olahraga, anak  akan sering  dilatih untuk tampil didepan khalayak. Pencak silat merupakan salah satu ekstrakurikuler olahraga yang memiliki banyak kegiatan untuk mengembangkan karakter percaya diri. Praktiknya, Pencak Silat memiliki banyak kegiatan yang dapat mengembangkan percaya diri. Kegiatan ini terdiri dari kegiatan pembukaan, kegiatan pemberian materi, dan kegiatan penutup. Di dalam tiap tahapan kegiatan, terdapat pengembangan sikap dan karakter percaya diri. Terdapat materi spiritual dan materi jasmani yang dipadukan secara bersamaan dalam pelaksanaan latihan. sehingga siswa akan kuat dan percaya diri baik jiwa dan raganya. Hal yang paling terlihat dalam Ekstrakrikuler Pencak Silat Tapak Suci adalah pengembangan dalam kemampuan peserta untuk tampil secara individu memperlihatkan hasil latihan dalam ujian kenaikan tingkat. Selain itu, terdapat peraturan dimana peserta tidak boleh melirik atau mencontek saat praktek jurus maupun ujian tulis. Sehingga apabila siswa aktif dan fokus, siswa dapat melewati itu semua dengan mudah karena rasa berani yang terus dikembangkan sehingga muncul karakter percaya diri.
Pengaruh Metode Role Playing dalam Pembelajaran IPS tentang Kegiatan Jual Beli untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Melinda Mardiana; Nana Ganda; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.222 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar IPS siswa kelas III SDN 1 Cikunir. Subjek penelitian yang digunakan yaitu sebagian siswa kelas III di SDN 1 Cikunir. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik sampling jenuh atau saturation Sampling.  Pengumpulan data dengan menggunakan tes berupa soal pilihan ganda pada pre-test dan post-test. Sebelum diadakan proses pembelajaran dilaksanakan  pre-test. Pada teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan uji pre-test, kemudian memberikan perlakuan atau treatment menggunakan metode role playing, selanjutnya dilaksanakan post-test untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Data dianalisis dengan dengan uji t. Hasil analisis data diperoleh simpulan terdapat pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar siswa.
Hubungan Learn From Home dengan Motivasi Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar Tika Yulianti; Syarip Hidayat; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.855 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan learn from home (belajar dari rumah) dengan motivasi belajar peserta didik kelas IV di sekolah dasar Negeri 1 Nagarawangi Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelatisional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 peserta didik kelas IV-A SD Negeri 1 Nagarawangi Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket tertutup dengan jenis skala Likert dan alternatif jawaban Selalu (4), Sering (3), Kadang-kadang (2), dan Tidak Pernah (1). Sementara itu, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial parametik yaitu menggunakan formula korelasi product moment, uji regresi sederhana, uji signifikasi, dan uji koefisien deterinasi  dengan bantuan IBM SPSS ver 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase learn from home yaitu sebesar 51%. Nilai tersebut berada pada kategori sedang. Sementara itu, rata-rata persentase motivasi belajar yaitu sebesar 65% dan berada pada kategori sedang. Kemudian, hasil uji korelasi menunjukan angka 0, 775 yang berarti tingkat korelasi berada pada korelasi kuat. Sedangkan, hasil uji regresi sederhana diperoleh nilai a (nilai konstan) sebesar -25,750 dan nilai b (koefisien regresi) sebesar 1,773. Artinya setiap penambahan 1% nilai learn from home, maka nilai motivasi akan menurun sebesar 1,773. Dengan demikian, semakin lama learn from home maka motivasi peserta didik akan menurun. Selain itu, uji hipotesis (uji signifikasi) menunjukan nilai sig. 0,05 yaitu sig. 0,003, artinya hipotesis alpa  (Ha) diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara learn from home dengan motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar.
Lembar Kerja Siswa Berbasis Project Based Learning sebagai Inovasi dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Khotimatuzzahara Khotimatuzzahara; Ahmad Mulyadiprana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.524 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32716

Abstract

Pendidikan tentunya dapat dilaksanakan secara formal maupun nonformal. Guru harus mencari cara untuk menciptakan sebuah inovasi yang menarik dan kreatif yang bisa diimplementasikan di dalam kelas sehingga proses pembelajaran menjadi aktif. Inovasi dalam pembelajaran merupakan suatu pembaharuan yang dilakukan oleh guru dalam sebuah proses pembelajaran maupun pembaharuan dalam perangkat pembelajaran atau cara mengajar guru itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana LKS berbasis Project Based Learning dapat dijadikan inovasi dalam proses pembelajaran. Dengan kekreatifitasan yang dimiliki oleh seorang guru dapat mengembangkan LKS-LKS yang ada menjadi lebih menarik agar mendapat perhatian dari peserta didik. Dimana inovasi dalam sebuah pembelajaran akan membantu siswa keluar dari proses pembelajaran   yang membosankan dan melatih ke kreatifitasan guru agar guru dapat lebih berinovasi dalam proses pembelajaran. LKS berbasis Project Based Learning dapat dijadikan inovasi dalam pembelajaran dan menggunakan bahan ajar tersebut di dalam kelas. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dimana peneliti mengumpilkan data dengan cara: 1) observasi, 2) dokumentasi, 3) studi pustaka, dan 4) wawancara. LKS berbasis Project Based Learning dipercaya dapat dijadikan bahan ajar yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Dan membantu dan melatih siswa dalam mencari, menemukann dan mengintegrasikan pengetahuan yang siswa dapatkan sehingga siswa dapat memecahkan permasalahan yang sudah diberikan oleh guru dengan cara menghasilkan sebuah produk dari hasil belajar.

Page 1 of 2 | Total Record : 17