cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Penddikan Karakter Berbahasa Santun dengan Model Habituasi di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya Deti Hartati; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.042 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pendidikan karakter yang diterapkan di SD Laboratorium agar peserta didik memiliki sikap santun dan tidak berbahasa kasar. Sehingga model pendidikan karakter yang diterapkan di SD Laboratorium bisa dijadikan contoh untuk sekolah lain. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perencanaan pendidikan karakter di SD Laboratorium didasrkan pada visi pendidikan karakter yang ditetapkan oleh sekolah; (2) pelaksanaan pendidikan karakter berbahasa santun dilaksanakan melalui pendekatan habituasi. Habituasi secara sederhana adalah pembiasaan, atau penyesuaian pada suatu hal. Pembiasaan tersebut yaitu dengan menerapkan 3 kata penting tolong, maaf dan terima kasih; (3) faktor pendukung Pendidikan Karakter berbahasa santun di SD Laboratorium yaitu 3 pilar pendidikan yaitu keluarga, masyarakat, dan negara. Adapun Faktor penghambatnya yaitu ketidakselarasan faktor pendukung. Dengan kata lain tidak bersinergi dengan faktor pendukung satu dan yang lainnya, maka akan menghambat proses pendidikan karakter, khususnya dalam berbahasa santun; dan (4) evaluasi program pendidikan karakter berbahasa santun di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya biasanya dilaksankan dengan dua cara, yaitu secara tidak formal dan secara formal.
Analisis Penggunaan Multimedia Evaluasi Plickers dalam Mengurangi Budaya Menyontek Eva Nur Alifa; Syarip Hidayat; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25467

Abstract

Abstract In life, humans are inseparable from learning and learning. Without learning and learning, humans will not be able to live life as they should, because in life they need knowledge and knowledge that support in leading to success. Therefore, in achieving this success humans must be morally educated. In essence the goal of national education is to provide an example to students. Exemplary students are given during the learning process. However, in reality, the example in the learning process is not yet optimal. This is because there are still many students cheating when the evaluation process arrives. The practice of cheating is motivated by the lack of student preparation, tense when conducting exams, the amount of free time in taking exams, and the education system in Indonesia which is more concerned with quantity than quality. Thus, making students feel depressed. However, the pressure does not make students become persistent in mastering learning. But rather, make students feel worried and do various ways to get maximum results. This causes the teacher to make an innovation in the evaluation process, namely by providing a new atmosphere in the form of using multimedia evaluation plickers. Giving a new atmosphere can give a fresh impression to students, so that students can feel less worried and pressured. This study aims to determine how the role of the use of multimedia evaluation of plickers in reducing cheating culture in elementary schools. Thus, the research method used is descriptive qualitative research methods. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The results of this study namely, multimedia evaluation of plickers can reduce cheating culture.Abstrak Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak terlepas dengan belajar dan pembelajaran. Tanpa belajar dan pembelajaran, manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya, karna dalam menjalani kehidupan diperlukan ilmu dan pengetahuan yang mendukung dalam menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, dalam mencapai kesuksesan tersebut manusia haruslah berpendidikanPada hakikatnya tujuan dari pendidikan nasional adalah memberikan keteladanan pada siswa. Keteladanan pada siswa diberikan selama proses pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya keteladanan dalam proses pembelajaran belum berlangsung secara optimal. Hal ini dikarnakan masih banyaknya siswa menyontek ketika proses evaluasi tiba. Kebiasaan menyontek dilatarbelakangi oleh kurangnya persiapan siswa, tegang ketika melaksanakan ujian, banyaknya waktu luang dalam mengerjakan ujian, serta system pendidikan di Indonesia yang lebih mementingkan kuantitas dibanding kualitas. Sehingga, membuat siswa merasa tertekan. Namun, rasa tertekan tersebut tidak membuat siswa menjadi gigih dalam menguasai pembelajaran. Melainkan, membuat siswa merasa khawatir dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini menyebabkan guru melakukan suatu inovasi dalam proses evaluasi, yaitu dengan pemberian suasana baru berupa penggunaan multimedia evaluasi plickers. Pemberian suasana baru dapat memberikan kesan fresh kepada siswa, sehingga rasa khawatir dan tertekan siswa dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran penggunaan multimedia evaluasi plickers dalam mengurangi budaya menyontek di sekolah dasar. Dengan demikian, motode penelitian yang digunakan yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu, multimedia evaluasi plickers dapat mengurangi budaya menyontek.
pengaruh model kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi Sipa Urohmah; Momoh Halimah; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.58 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7380

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya akan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosisal di Sekolah Dasar. Untuk pembelajaran IPS, model yang digunakan yakni model pembelajan Kontekstual yaitu pembelajaran mengaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum yaitu bagaimana penerapan model kontekstual terhadap hasil belajar siswa dalam penyelesaian soal IPS.  Sedangkan tujuan penelitian ini secara umum yaitu untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kontesktual terhadap hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi dalam penyelesain soal IPS. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni quasi eksperimental dengan desain Nonequivalent control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sd Negeri 2 Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya dengan tehnik pengambilan sampel yakni sampel jenuh. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah data berupa tes uraian. Analisis data Kuantitatif menggunakan microsoftexcell versi 2010 dan SPSS versi 22.0. berdasarkan data yang diperoleh peneliti bahwa hasil analisis dapat  disimpulkan pada hasil belajar siswa yang mendapatkan perlakuan atau pembelajaran yang menggunkan model kontekstual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar yang tidak mendapatkan perlakuan atau yang tidak diterapkannya model kontesktual. Kata Kunci :Model Pembelajaran Kontekstual, Hasil Belajar Siswa  
Desain Didaktis Volume Kubus dan Balok untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Hari Ahmad Zulfikar; Yusuf Suryana; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.862 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7205

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai pemecahan masalah volume kubus dan balok. Pemahaman konsep volume kubus dan balok tidak dimiliki oleh siswa secara utuh karena adanya hambatan belajar terkait keterbatasan konteks yang dialami siswa pada saat pertama kali mempelajari konsep volume kubus dan balok. Konsep tersebut menjadi pondasi dalam pemecahan masalah berkaitan dengan volume kubus dan balok, agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat tercapai. Sehingga hambatan belajar yang dialami oleh siswa harus mendapatkan antisipasi dari guru melalui proses pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti merancang dan menyusun sebuah desain didaktis yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain didaktis tersebut dirancang dan disusun untuk mengatasi atau meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan. Tiga tahapan tersebut yaitu, analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran yang wujudnya berupa Hypothetical Learning Trajectory (HLT) dan Antisipasi Didaktis Pedagogis (ADP), analisis metapedadidaktik, dan analisis retrospektif yang mengaitkan antara hasil analisis situasi didaktis dengan hasil analisis metapedadidaktik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data (observasi, wawancara dan dokumentasi). Proses pengembangan desain didaktis berupa bahan ajar dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Setiamulya. Desain didaktis dikembangkan berbasis pemecahan masalah berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis yang pilih oleh peneliti, yaitu memfokuskan pertanyaan, mendefinisikan istilah dan pertimbangan dalam tiga dimensi (bentuk, strategi, dan isi), serta membuat dan menentukan pertimbangan nilai. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan belajar yang dialami oleh siswa, desain didaktis yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami oleh siswa, dan implementasi desain didaktis dalam proses pembelajaran.
Analisis Ketepatan Penggunaan Tanda Baca dalam Teks Dongeng Karya Siswa Kelas II Sekolah Dasar Fitri Nuraini; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.221 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39245

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis penggunaan tanda baca pada teks dongeng karya siswa kelas II Sekolah Dasar. Tanda baca yang dianalisis adalah tanda baca koma, tanya, seru, dan titik. Dalam penelitian ini peserta didik ditugaskan mengisi tanda baca pada teks dongeng yang telah disiapkan peneliti dan hasilnya dianalisis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan hasil analisis penggunaan tanda baca koma, tanda baca seru, tanda baca tanya dan tanda baca titik pada teks dongeng yang telah diisi oleh peserta didik kelas II SDN 1 Sukamaju Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Berdasarkan temuan hasil penelitian secara umum peserta didik kelas II SDN 1 Sukamaju cukup mampu menggunakan tanda baca sesuai dengan ketentuan PUEBI menurut  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Tetapi, meskipun diperoleh skor  tertinggi 85, skor rata-rata kemampuan penggunaan tanda baca secara klasikal hanya menunjukan skor 65. Skor rata-rata tersebut, jika ditinjau dari penetapan kategori berdasarkan  rubrik yang telah dibuat oleh peneliti berada pada rentang 51 – 70. Skor rata-rata pada rentang tersebut dikategorikan sedang. Dengan demikian, kemampuan rata-rata penggunaan tanda baca dalam menulis dongeng dikelas II SDN Sukamaju masih tergolong sedang. Sehingga masih perlu dilakukan upaya atau tindakan yang mampu melatih kemampuan penggunaan tanda baca tersebut agar berkembang secara optimal. 
Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan Berbagai Bentuk Pecahan Siswa Sekolah Dasar melalui Metode Latihan Keterampilan Tarwan Tarwan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.591 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28012

Abstract

Abstrak Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SD bertujuan untuk melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten, sehingga siswa diharapkan terampil menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kenyataan dilapangan siswa banyak mengalami kesulitan terutama dalam menghitung penjumlahan berbagai bentuk pecahan. Agar kemampuan tersebut dapat ditingkatkan maka digunakanlah metode latihan keteramplan. Hal ini merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran matematikan yang berhubungan dengan penjumlahan berbagai bentuk pecahan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar   penjumlahan berbagai bentuk pecahan siswa kelas 5 SD Negeri 1 Salakaria melalui metode latihan keterampilan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Untuk melihat data hasil belajar siswa secara kuantitatif dilakukan tes akhir pada setiap pertemuan ke-2 dari setiap siklus.Berdasarkan analisis data prestasi belajar siswa, pemberian tindakan pada siklus I cukup berhasil untuk meningkatkan prestasi belajar. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan dari nilai rata-rata kelas tes awal yang bernilai 51,54, mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan siklus I dengan nilai rata-rata kelas menjadi 74,23. Namun nilai ini masih tergolong kategori cukup berdasarkan indikator keberhasilan. Hasil analisis data prestasi belajar siswa pada siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat baik, hal ini ditunjukkan dari perbandingan siklus I yang nilai rata-rata kelas 74,23, meningkat pada siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 81,92. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa prestasi belajar pada siklus II sudah memenuhi target sesuai denga kriteria keberhasilan. Dapat disimpulkan bahwa dengan mengunakan metode latihan keterampilan, hasil belajar penjumlahan berbagai bentuk pecahan siswa kelas 5 SD Negeri 1 Salakaria dalam pelajaran matematika mengalami peningkatan.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading Composition untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Cerita Matematika Nurtika Risyida; Yusuf Suryana; Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.267 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12559

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh  rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa di Sekolah Dasar dalam pembelajaran matematika soal cerita. Hal ini dimungkinkan kurang maksimalnya variasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dengan menerapkan sebuah model pembelajaran  yaitu model cooperative learning tipe CIRC. Tujuan penelitian ini secara umum untuk mendeskripsikan penerapan model cooperative learning tipe CIRC untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam soal cerita matematika, sehingga model pembelajaran ini dapat digunakan dan di kembangkan pada proses pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A dan V-B SDN Sambongpermai Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Sampel dalam penelitian ini beberapa siswa kelas V-A dan V-B yang dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan (purposive) yaitu 27 siswa kelas V-B sebagai kelas eksperimen dan  27 siswa V-A sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari soal uraian, lembar observasi dan lembar angket. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika dengan menerapkan pembelajaran model cooperative learning tipe CIRC lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah soal cerita matematika tanpa menerapkan  model cooperative learning tipe CIRC. Hal ini ditunjukan dengan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil posttest siswa kelas eksperimen 83,37 kelas kontrol 68,96, dan kualitas peningkatan (n-gain) kelas eksperimen 0,71 (tinggi) lebih besar dari kelas kontrol 0,41(sedang). 
Buku Cerita Anak berbasis Kearifan Lokal Kelom Geulis Tasikmalaya untuk Siswa Sekolah Dasar Temmy Renaldi Setia Bakti; Seni Apriliya; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.223 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7329

Abstract

Pendidikan di sekolah dasar, sudah seharusnya memuat aspek yang relevan dengan pendidikan. Termasuk sastra berupa cerita anak yang bersifat mendidik. Cerita anak yang mendidik lebih dikenal dengan sastra didaktis. Idealnya cerita anak yang relevan untuk jenjang Sekolah Dasar harus berdasarkan pada kurikulum. Dalam Kurikulum2013 (revisi) buku cerita anak harus relevan dengan tujuan pendidikan dan konteks budaya. Namun faktanya hasil dari studi pendahuluan menunjukan bahwa tidak ada bahan bacaan cerita anak yang mengandung konteks budaya seperti kearifan lokal Tasikmalaya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian pengembangan yang menghasilkan produk berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal kelom geulis Tasikmalaya dengan menggunakan metode penelitian educational design research model reeves. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, angket, observasi, studi literatur, dan forum group discussion. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Rancangan produk dinyatakan layak setelah diujicoba berdasarkan hasil validasi ahli. Kegiatan uji coba dilakukan sebanyak dua kali di sekolah yang berbeda. Uji coba yang pertama dilakukan di SDN 1 Gunungpereng dan uji coba dua di SDN Urug 1. Hasil uji coba menunjukan bahwa buku cerita anak berbasis kearifan lokal yang dikembangkan telah baik dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam pemilihan bahan ajar. Produk akhir berupa buku cerita anak berbasis kearifan lokal kelom geulis Tasikmalaya untuk siswa Sekolah Dasar, dengan judul “Tiga Sekawan dan Kelom Geulis.”
Analisis Penulisan Huruf Kapital pada Teks Narasi Sejarah Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Ghina Luqyana; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.644 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penulisan huruf kapital dengan indikator awal kalimat, nama orang, dan nama bulan pada teks narasi sejarah. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 1 Sumurkondang sebanyak 15 siswa terdiri dari 7 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, adapun teknik pengumpulan data berupa tes dan dokumentasi. Pemberian tes dilakukan sebanyak tiga kali dengan judul teks yang berbeda-beda. Penelitian ini memperoleh hasil dari ketiga teks yang diberikan pada indikator awal kalimat terdapat data huruf Y, I dan L menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf R, A, S, C, dan P menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Indikator nama orang terdapat data huruf L, Y, A, dan D menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf S menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Indikator nama bulan terdapat data huruf A menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan salah, serta huruf O menjadi huruf yang banyak dituliskan dengan benar. Penulisan yang kurang tepat disebabkan siswa kurang teliti dengan tidak menuliskan penggalan kalimat yang seharusnya sesuai teks, penyebab lainnya karena siswa belum memahami sepenuhnya penulisan huruf kapital dengan benar.
PENGARUH INTERAKSI SOSIAL TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI SALEBU KECAMATAN MANGUNREJA Ai Nuraida; Momoh Halimah; Ade Rokhayati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.477 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4680

Abstract

Peneltian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya aktivitas belajar siswa kelas VI Negeri Salebu Kecamatan Mangunreja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi pengaruh interaksi sosial terhadap aktivitas belajar siswa kelas VI SD Negeri  Salebu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif studi kausal komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji regresi diiketahui bahwa interaksi sosial siswa memiliki pengaruh sebesar 64,5% dan sisanya 34,6% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini. Prediksi pengaruh interaksi sosial terhadap aktivitas belajar bersifat positif, dan apabila interaksi sosial mengalami kenaikan sebesar satu poin, maka aktivitas belajar akan naik sebesar 0,858 poin.

Page 10 of 47 | Total Record : 465