cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Analisis Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas IV Putri Handayani Agustin; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26373

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur yang masih dikatakan belum optimal dan belum adanya data di lapangan mengenai analisis teks prosedur. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pedoman pemaparan analisis konten melalui pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan lembar penugasan menulis teks prosedur. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas IV Sekolah Dasar khususnya SDN 1 Ciakar memiliki potensi yang beragam dalam hal membuat suatu karangan teks prosedur. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan teks prosedur hasil karangan siswa kelas IV SDN 1 Ciakar teridentifikasi menggunakan organisasi teks yang terdiri dari indikator pembukaan, isi, dan penutup dengan menggunakan dekskriptor yang berbeda-beda.
Pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelajaran ips pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar Indra Sukmara; Rustono W S; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.317 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7198

Abstract

Media pembelajaran merupakan faktor penting dalam memberikan pembelajaran yang menarik dan efekif bagi siswa. Studi pendahuluan yang dilakukan di Sekolah Dasar menunjukan bahwa guru dalam mengajar menggunakan metode konvensional saja sehingga memungkinkan siswa mengalami verbalitas. Penggunaan media pembelajaran sangat jarang digunakan dan buku sumber dijadikan media yang sering digunakan pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia. Belum adanya media multimedia pembelajaran padahal fasilitas TIK di SD sudah memenuhi untuk menunjang pembuatan media multimedia. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis masalah tersebut peneliti bermaksud untuk melakukan pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelejaran IPS pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Siswa dan guru merupakan subjek dalam penelitian. Pengumpulan data didapatkan dari wawancara, validasi ahli, angket siswa, studi dokumentasi dan lembar penilaian guru. Pengembangan produk dibuat menggunakan software adobe captivate. Kelayakan produk dinilai berdasarkan validasi ahli mata pelajaran ips, media, dan pedagogis. Selanjutnya dilakukan revisi terhadap produk. Setelah validasi dan revisi produk langkah selanjutnya yaitu di uji cobakan. Uji coba dilakukan sebanyak 2 kali. Uji coba pertama dilakukan di SDN Pahlawan pada kelas 4B dan uji coba ke 2 dilakukan di kelas 4C. secara umum produk direspon dan nilai baik oleh guru dan siswa sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Refleksi dari media pembelajaran ini adalah pengembangan multimedia adobe captivate sebagai media pembelajaran IPS pada materi kenampakan alam dan sosial budaya di Indonesia untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Produk dibuat kedalam CD interaktif dan hardfile manual book panduan penggunaan.Kata kunci: Kurikulum, Multimedia Interaktif, Design Based Research
Penggunaan Model Inkuiri Pendekatan Eksperimental untuk Meningkatkan Penguasaan Siswa terhadap Konsep Sifat-sifat Cahaya Adinda Silviana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.795 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7117

Abstract

Permasalahan umum yang melatarbelakangi penelitian ini adalah yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPA, yaitu rendahnya penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya. Kurangnya kesesuaian perencanaan pembelajaran yang dirancang guru dengan karakteristik siswa, dan pelaksanaan pembelajaran yang lebih didominasi oleh guru, sehingga siswa pasif dalam mengikuti pembelajaran, serta pembelajaran kurang bermakna bagi siswa. Penggunaan model pembelajaran yang menyenangkan serta memberikan kesempatan siswa untuk aktif dan melakukan suatu eksperimen/percobaan agar pembelajaran bermakna bagi siswa sangat diperlukan untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil peningkatan penguasaan siswa kelas V SDN Anggaraja terhadap konsep sifat-sifat cahaya dengan menggunakan model inkuiri pendekatan eksperimental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model hasil gabungan gagasan Kemmis dan Mc. Taggart. Metode penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDN Anggaraja, dengan jumlah siswa 30 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tiga siklus. Hasil analisis perencanaan siklus I mencapai 79,75%, pelaksanaan pembelajaran 80%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya mencapai 63,3%. Pada siklus II, hasil analisis perencanaan siklus II sudah mencapai 90,62%, pelaksanaan pembelajaran 88,5%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya mencapai 73,3%. Pada siklus III, hasil analisis perencanaan siklus III mencapai 96%, pelaksanaan pembelajaran 94,75%, dan hasil penguasaan siswa terhadap konsep sifat-sifat cahaya sudah mencapai 86,6%. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA materi konsep sifat-sifat cahaya di kelas V SDN Anggaraja dengan menggunakan model inkuiri pendekatan eksperimental mengalami peningkatan yang baik dan signifikan dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan dalam peningkatan penguasaan siswa. 
Pentingnya Bahan Ajar Berbasis Lagu Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pada Pembelajaran Seni Musik Fitri Lestari; Resa Respati; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.784 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39238

Abstract

Salah satu yang dapat mempengaruhi motivasi belajar adalah minat siswa terhadap pembelajaran musik. Pembelajaran musik di sekolah pada dasarnya adalah untuk membentuk kepribadian dan kepekaan estetis sehingga dari kegiatan bermusik diharapkan siswa dapat membina watak, perilaku, dan sikap. Keterampilan yang perlu dikuasai pada pembelajaran seni musik salah satunya adalah keterampilan bernyanyi dan bermain alat musik. Berdasarkan studi pendahuluan didapat fakta bahwa siswa dalam kelas kurang semangat dan kurang tanggap terhadap pembelajaran seni musik pada saat materi bernyanyi. Dari kurangnya perhatian dan minat belajar siswa maka tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai secara maksimal. Hal tersebut dapat diakibatkan dari siswa yang merasa bosan dengan metode pengajaran guru berbasis ceramah dan pembelajaran yang monoton. Dalam hal ini untuk meningkatkan minat belajar siswa guru perlu memperbaiki kualitas pembelajaran di dalam kelas dengan penggunaan bahan ajar yang menarik. Bahan pembelajaran berbasis lagu memiliki peran penting dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran seni musik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pentingnya bahan ajar berbasis lagu untuk mengatasi masalah perhatian dan minat siswa terhadap pembelajaran seni musik. Terdapat alasan mengapa pentingnya bahan ajar lagu dalam menyampaikan materi, yakni pertama, siswa akan lebih antusias terhadap kegiatan pembelajaran. Kedua, penggunaan bahan ajar lagu dapat membangkitkan motivasi serta minat dalam belajar seni musik. Ketiga, dengan adanya bahan ajar siswa lebih termotivasi belajar dan akan memberikan pengalaman bermakna bagi siswa sehingga materi dalam pembelajaran akan mudah dimengerti.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Materi Peredaran Darah Manusia Siswa Sekolah Dasar melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Ely Yuliati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.207 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28016

Abstract

Abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh penggunaan model dan metode pembelajaran yang masih bersifat statis terhadap kegiatan siswa karena guru cenderung memilih hanya metode ceramah dengan memberi contoh-contoh yang abstrak , sehingga siswa kelas 5 kurang memahami konsep Peredaran darah manusia pada pembelajaran IPA. Hal tersebut ditindaklanjuti melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran examples non examples. Adapun rumusan masalahnya adalah”Bagaimana efektivitas penggunaan model pembelajaran examples non examples sehingga dapat meningkatkan hasil belajar Peredaran darah Manusia siswa Kelas 5 SD Negeri 1 Baregbeg pada mata pelajaran IPA ?” Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan model pembelajaran examples non examples untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep Peredaran Darah Manusia di kelas 5. Penggunaan model examples non examples ternyata mampu meningkatkan keaktifan siswa, mengembangkan rasa keingintahuan siswa, menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya dan mengeluarkan gagasan serta aktif mengerjakan tugas baik secara individu maupun kelompok. Dalam menyajikan hasil diskusi kelompok, siswa menjadi lebih aktif, kreatif dan dapat meningkatkan pelayanan guru dalam proses pembelajaran. Data penelitian, menunjukkan bahwa kemampuan guru merancang rencana pembelajaran IPA dapat dioptimalkan dari 70% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA meningkat dari 65% menjadi 85% pada siklus II. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dapat dioptimalkan dari 62,5% pada siklus I menjadi 81% pada siklus II. Hasil belajar siswa mengenai konsep Peredaran Darah Manusia berhasil ditingkatkan. Prosentase ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 15 % atau 4 orang dari jumlah siswa 27 orang dan 85% atau 23 orang dari jumlah siswa 27 orang dinyatakan masih mengalami kesulitan belajar. Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar pada siklus I adalah 73,33. Pada siklus II, prosentase ketuntasan belajar mencapai 93 % atau 25 orang dari jumlah siswa 27 orang dan 7 % atau 2 orang dari jumlah siswa 27 orang dinyatakan masih mengalami kesulitan. Rata-rata hasil belajar yang diperoleh sebesar 80,37. Peningkatan pada siklus I 59 % menjadi 93 % pada siklus II.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PEMBELAJARAN IPS MATERI KEGIATAN JUAL BELI Hesty Nurhayati; Momoh Halimah; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.184 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7395

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemberian pengalaman belajar kepada siswa, kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran dan hasil belajar yang masih rendah. Model pembelajaran kontekstual merupakan model pembelajaran yang memberika pengalaman belajar langsung. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan informasi mengenai: 1) hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kontekstual pembelajaran IPS, 2) hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual pembelajaran IPS, 3) pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS. Instrumen penelitian ini adalah tes objektif dan lembar observasi. Hasil analisis data diperoleh 1) hasil belajar siswa tanpa menggunakan model pembelajaran kontekstual berada pada kategori sangat tinggi peningkatan kualitas berada pada kategori rendah , hasil belajar afektif dan psikomotor berupa penilaian produk dan performasi, 2) hasil belajar dengan model kontekstual berada pada kategori sangat tinggi sebanyak dan peningkatan hasil belajar dengan rata-rata 0,44 berada pada kategori sedang dan hasil belajar afektif berada pada kategori tinggi dan hasil belajar aspek psikomotor dengan rata-rata 98,5, 3) pengaruh model pembelajaran kontekstual dari hasil analisis nilai sig perbedaan rata-rata normal gain yaitu 0,013 lebih kecil dari α (0,013 0,05) hal ini juga didukung dengan normal gain yang berada pada kategori sedang dan hasil belajar aspek afektif berada pada kategori tinggi dengan rata-rata aspek psikomotor sebesar 98,5 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar siswa pembelajaran IPS materi kegiatan jual beli.  
Pengaruh Media Pop-Up Card Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Penggolongan Hewan Ghina Fitriadi Putri; Yasbiati Yasbiati; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.261 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya hasil belajar siswa pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Berdasarkan kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IV semester 1 pada kurikulum tingkat satuan pendidikan tahun 2006, yakni SK: “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”. Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya akan dilakukan dengan menggunakan media pop-up card yang diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mempelajari materi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain metode penelitian quasi-eksperimental. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SDN 1 Nagarasari yang berjumlah 62 orang, 31 orang siswa kelas IV-A sebagai kelas kontrol dan 31 orang siswa kelas IV-B sebagai kelas eksperimen. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah tes essay sebanyak 5 butir soal, lembar observasi, dan lembar angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media pop-up card. Hasil pretest sebelum dilakukan treatment di kelas kontrol berada pada rata-rata skor 5,19. Sedangkan pada saat posttest berada pada rata-rata skor 14,39. Adapun hasil pretest sebelum dilakukan treatment di kelas eksperimen berada pada rata-rata skor 5,09. Sedangkan pada saat posttest berada pada rata-rata 16,59. Hasil observasi sikap dan keterampilan menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol karena adanya penggunaan media pop-up card. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media pop-up card terhadap hasil belajar siswa pada materi penggolongan hewan berdasarkan jenis makanannya. Kata Kunci: Pop-Up Card, Hasil Belajar, Materi Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya.
Analisis Kebutuhan Media Kartu Gambar Rumah Adat Pulau Jawa Pada Materi Keragaman Budaya Indonesia di Sekolah Dasar Feby Ruliandita; Nana Ganda; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.255 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41751

Abstract

Kemampuan pemahaman peserta didik dalam belajar serta antusias masih kurang dikarenakan penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas atau tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan analisis kebutuhan media kartu gambar rumah adat pulau jawa pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV SDN Sukamenak Indah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru SDN Sukamenak Indah . Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar kompetensi, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian kompetensi sesuai dengan kurikulum 2013. Penelitian ini memberikan beberapa hasil yaitu belum terdapat media pembelajaran pada materi tersedia. Media pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menyampaikan materi dari guru kepada peserta didik, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik untuk belajar . Guru memerlukan media pembelajaran yang sesuai dengan prinsip media pembelajaran sehingga guru membutuhkan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Salah satunya melalui media kartu gambar rumah adat pada keragaman budaya Indonesia.  menarik Peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi Keragaman Budaya Indonesia, guru memerlukan media pembelajaran yang berharap dapat membantu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dapat dikembangkan pada pengembangan media kartu gambar rumah adat pulau jawa pada materi keragaman budaya Indonesia di kelas IV SD.
Penerapan Pendekatan Realistik Mathematic Education (RME) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian pada Siswa di Sekolah Dasar Agung Fauzy; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.64 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28702

Abstract

Dilatarbelakangi dengan keberadaan RME (Realistic Mathematics Education) saat ini yang menjadi pendekatan menjanjikan dalam pembelajaran matematika yang dianggap menyeramkan oleh sebagian pembelajar khususnya ditingkat sekolah dasar sehingga menjadi salah satu sebab capaian belajar matematika siswa selalu buruk. Perkalian sebagai salah satu materi dalam pelajaran matematika yang identik dengan hafalan bukan dengan pemahaman terhadap konsep perkalian, sehingga siswa kurang mampu menerapkannya untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi masalah umum yang dihadapi guru yaitu rendahnya pemahaman siswa pada materi konsep perkalian. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan pemahaman siswa kelas II SDN 1 Ratawangi pada materi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas yang dilakukan tiga siklus pembelajaran. Teknik pengumpulan datanya yaitu studi dokumentasi, tes, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pembelajaran siklus I mencapai 81%, pelaksanaan pembelajaran 56 %, dan pemahaman siswa 36 %. Pada siklus II Perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan mencapai 90%, pelaksanaan pembelajaran 71 %, dan pemahaman siswa 86%. Pada siklus III menunjukan peningkatan yang signifikan, perencanaan pembelajaran 95%, pelaksanaan pembelajaran 94%, dan pemahaman siswa 95%. Secara keseluruhan, pembelajaran matematika menerapkan pendekatan matematika realistik pada materi konsep perkalian di kelas II SDN 1 Ratawangi mengalami peningkatan yang sangat baik, baik dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, maupun dalam peningkatan pemahaman siswa.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Rahmi Nur Oktavia; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.26 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12558

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan tentang komunikasi matematis siswa kelas V sekolah dasar pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menunjukkan penyelesaian soal materi tersebut sudah muncul namun belum optimal. Atas dasar hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis sesuai target capaian belajar materi siswa di kelas IV sekolah dasar yaitu tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Karena itu tujuan umum penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV sekolah dasar pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 2 Setiamulya yang berada di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya dengan melibatkan siswa kelas IV dan guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, wawancara, dan dokumentasi hasil kerja siswa. Penelitian ini menggunakan tahapan analisis isi menurut Krippendorf untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis dalam menghubungkan gambar ke dalam kalimat matematika pada operasi hitung bilangan bulat sudah optimal, sedangkan kemampuan komunikasi matematis yang belum optimal yaitu kemampuan dalam menyajikan ide-ide matematika pada operasi hitung bilangan bulat dengan gambar, kemampuan dalam menuliskan kalimat matematika pada bilangan bulat sesuai model matematika, serta  kemampuan dalam menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat pada peristiwa sehari-hari.

Page 3 of 47 | Total Record : 465