cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Pengaruh Game Online Free Fire Terhadap Karakter Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar Ady Abdul Azis; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.858 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i2.53123

Abstract

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Desi Fatwani Yohani; Cece Rakhmat; Edi Hendri Mulyana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.588 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4969

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pendekatan pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik. Penelitian ini berangkat dari fenomena di lapangan yang sering terjadi yaitu kurangnya persiapan guru dalam merancang proses pembelajaran khususnya pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Pendekatan pembelajaran SAVI dirasakan cocok untuk diterapkan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran tematik. Penelitian Quasi eksperimen ini dilakukan di SDN Bunisari dan SDN Pasirmalang Kecamatan Cigalontang dengan sampel berjumlah 65 siswa. Dari hasil penelitian didapat bahwa rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen (79,70) lebih tinggi daripada kelas kontrol (66,15). Ini menandakan bahwa terdapat perbedaaan yang cukup jauh antara hasil belajar di kelas eksperimen dengan hasil belajar di kelas kontrol. Dengan demikian penggunaan pendekatan pembelajaran SAVI memiliki pengaruh terhadap hasil belajar pada pembelajaran tematik.
Analisis Kebiasaan Belajar Peserta Didik di Kampung Naga Pada Jenjang Sekolah Dasar Ahmad Yuniar; Elan Elan; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.725 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32893

Abstract

Membiasakan anak untuk belajar  merupakan salah satu faktor yang penting. Siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang baik akan memperoleh hasil yang baik pula. Sebaliknya anak yang kebiasaan belajarnya tidak baik akan memperoleh hasil yang tidak baik pula. Tujuan dari penelitian ini untuk1)Mendeskripsikan kebiasaan belajar peserta didik di Kampung Naga,2) Mendeskripsikan hambatan – hambatan dalam melaksanakan kebiasaan belajar, 3) Mengetahui fasilitas – fasilitas belajar peserta didik di Kampung Naga, 4) Mendeskripsikan upaya orangtua dalam mendukung kegiatan belajar peserta didik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian diambil dengan menggunakan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Wawancara dilakukan untuk menggali tentang situasi dan kondisi peserta didik di Kampung Naga. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menyiapkan data, mengorganisasikan data, mereduksi data, dan menyajikan data.Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) secara umum kebiasaan belajar peserta didik di Kampung Naga tidak ada perbedaan dengan peserta didik luar Kampung Naga, 2) hambatan belajar peserta didik di Kampung Naga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang kebiasaan belajar peserta didik, 3) secara umum fasilitas belajar peserta didik di kampung naga kurang memadai terhadap kegiatan belajar, 4) peran orangtua dalam mendukung kebiasaan belajar peserta didik sangat mendukung dilihat dari upaya orangtua dalam menanamkan karakter peserta didik dengan budaya wasiat sepuh.
Implementasi Proses Menulis pada Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Tokoh Cerita Fiksi Dinnie Noorlinda Hendrawan; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.835 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12689

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan siswa dalam menulis teks deskripsi yang masih dikatakan belum optimal. Kesulitan siswa dalam pembelajaran menulis teks deskripsi adalah mengembangkan topik tulisan menjadi teks. Untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa adalah dengan mengimplementasikan proses menulis, karena dengan mengimplementasikan proses menulis siswa dapat belajar mengenai tahap pramenulis, menulis, perbaikan, penyuntingan dan publikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi proses menulis pada keterampilan menulis teks deskripsi tokoh cerita  fiksi di kelas IV SD Negeri Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yang berjumlah 20 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Experimental, Desain One-Shot Case Study. Dalam pengumpulan data menggunakan lembar penugasan menulis teks deskripsi tokoh cerita fiksi dengan mengimplementasikan proses menulis. Hasil posttest siswa menunjukan rata-rata 31,25 dari nilai maksimal 40. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 37, nilai terendah siswa adalah 26. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa rata-rata keterampilan menulis teks deskripsi tokoh cerita fiksi lebih dari atau sama dengan 30 (nilai minimal), dibuktikan setelah mengimplementasikan  proses menulis di kelas IV SD Negeri Talagasari Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.     
PENGGUNAAN MEDIA POP-UP SEBAGAI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI EKSPOSITORIK (Pre-Eksperimen Pada Siswa Kelas Va SD Negeri I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat) Anggi Saputra; Ahmad Mulyadiprana; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.184 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan kemampuan menulis karangan narasi ekspositorik siswa di kelas Va SDN I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2016/2017 setelah dan sebelum menggunakan media pop-up. Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas Va SDN I Manangga yang berjumlah 29 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain metode penelitian Pre-eksperimental Design tipe One-group Pretest-Posttest Design. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu teknik tes subjektif berupa esai dan pengembangan bahan ajar (RPP). Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimanya Ha (hipotesis alternatif) dan ditolaknya H0 (hipotesis nol). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan media pop-up terhadap kemampuan menulis karangan narasi ekspositorik siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas Va SDN I Manangga UPT Dinas Pendidikan Wilayah Barat Kota Tasikmalaya
Analisis Karakteristik Anak Lambat Belajar di Sekolah Dasar Negeri Cimindi Rani Sri Rahayu; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.281 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i3.53448

Abstract

PENGARUH MEDIA FISHBONE DIAGRAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOSAKATA HOMOPHONE DI KELAS V SEKOLAH DASAR Dini Andiani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.813 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5150

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang pengaruh penggunaan media fishbone diagram pada pembelajaran kosakata homophone di kelas V Sekolah Dasar. Latar belakang dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media fishbone diagram dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi homophone di kelas V SD Negeri Cintaraja 1. Pemahaman yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu mencakup tiga aspek, pertama siswa dapat mengelompokan 20 kosakata yang memiliki kesamaan bunyi, ke dua siswa dapat menuliskan simbol dari 20 kosakata yang memiliki kesamaan bunyi, ke tiga siswa dapat menuliskan arti kata dari kosakata yang memiliki kesamaan bunyi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SD Negeri Cintaraja 1 Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media fishbone diagram terhadap pemahaman siswa pada kosakata homophone. Untuk dapat melihat pengaruhnya terlebih dahulu dilaksanakan pretes untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media fishbone diagram. Dan pada pertemuan terakhir dilaksanakan posttest untuk melihat kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media fishbone diagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen (one grup pretest-posttest). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui instrumen utama tes dan instrumen pendukung yaitu lembar observasi. Dari data yang diperoleh menunjukan hasil penelitian bahwa penggunaan media fishbone diagram dapat memberikan pengaruh yaitu meningkatkan pemahaman siswa pada kosakata homophone.
Studi Literatur: Peta sebagai Media Pembelajaran Keragaman Budaya Indonesia Hany Trimukti Iswari; Sumardi Sumardi; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.17 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35333

Abstract

Peta merupakan gambaran permukaan bumi yang menunjukkan letak suatu tempat yang dibuat pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Metode dari penelitian ini adalah melalui studi literatur. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan metode pengumpulan data adalah studi pustaka. Metode yang akan digunakan untuk pengkajian data ini adalah studi literatur. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan dari beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab bagaimana efek atau manfaat dari peta ketika digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa peta memiliki beberapa manfaat ketika digunakan dalam pembelajaran keragaman budaya Indonesia, yakni 1) meningkatkan pemikiran spasial siswa; 2) Meningkatkan pemahaman keragaman budaya Indonesia pada siswa; 3) meningkatkan kesadaran siswa terhadap sikap toleransi antar perbedaan; 4) meningkatkan minat belajar siswa pada proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia; 5) meningkatkan hasil belajar siswa pada keragaman budaya Indonesia; 6) menjadi media yang menarik bagi proses pembelajaran keragaman budaya Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan berbagai manfaat tersebut, peta dapat digunakan sebagai media pembelajaran  pada materi keragaman budaya Indonesia. Oleh karena itu, disarankan pada penelitian selanjutnya untuk dapat mengembangkan peta untuk materi keragaman budaya Indonesia.
Penggunaan Model Direct Instruction terhadap Hasil Belajar SBdP pada Materi Montase di Kelas IV SD Negeri Pamulang Tengah Haezah Amellia Zahrina
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.13053

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran SBDP mengenai materi montase, karena guru kurang memperhatikan seberapa besar keterlibatan siswa dalam menerima materi dan minimnya pengetahuan siswa tentang membuat karya montase, sehingga siswa kurang merancang karya montase dengan teknik menempel yang benar, pemilihan bahan yang sesuai, dan keserasiannya. Guru perlu mencari alternatif dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan merancang dan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran SBDP mengenai materi montase melalui penggunaan model direct instruction di kelas IV B eksperimen serta mengetahui perbandingan hasil belajar siswa melalui penggunaan model direct instruction kelas eksperimen dan tanpa melalui penggunaan model direct instruction. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti diketahui hasil belajar SBDP pada materi montase dengan menggunakan model direct instruction lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan dengan yang tidak menggunakan model direct instruction yang dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase hasil belajar kognitif, hasil belajar afektif  dan hasil belajar psikomotorik siswa. Maka tujuan penelitian ini dapat tercapai. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar SBDP pada materi montase dengan menggunakan model direct instruction mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang diajarkan tidak dengan menggunakan model direct instruction.Kata kunci : Hasil belajar, Model Direct Instruction, Montase
Pengembangan Soal Tes Berbasis HOTS pada Outdoor Learning di Sekolah Dasar Windra Kodriana; Edi Hendri Mulyana; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.965 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7054

Abstract

Abstract The development of reserved HOTS based test proved very important in elementary school developed to develop high levels of thinking skills of students. This research aims to develop the HOTS based test question expressed by the taxonomy of learning, teaching and assessment (a taxonomy for learning, teaching, and assessing) revision of Bloom's taxonomy of the cognitive i.e. C4 (analyze), C5 (evaluate), C6 (created). Research carried out using the method of DBR (Design Based-Research) which tell by Reeves in 2007. A preliminary study on the first stage of the retrieved data from the results of the interviews and documentation study. The second stage of development a matter of learning indicators in accordance with the HOTS in the subject matter against living beings sub tema come on love of the environment on the learning which is done using the method of outdoor learning. Stage three experts of validation is performed, and the experience revisi I and conducted trials I. On the results of trials I viewed from the validity, reliability, power and difficulty level of distinction, power distractor there are 11 problem that must be corrected. Do revision II and II conducted trials with the results of all matter of valid and reliability. The question also has a power of distinction, difficulty level, and a good distractor. The end result on stage four indicates that the product is a matter of form 10-question multiple choice and essay question that developed 10 valid, practical, and feasible to use. Keywords: Test Question; HOTS; Outdoor learning method; Care about living things; Let’s love environment. AbstrakPengembangan soal tes berbasis HOTS dirasa sangat penting dikembangkan di sekolah dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Sekolah Dasar ditemukan kurangnya pengembangan soal tes yang mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal tes berbasis HOTS yang dikemukakan oleh taksonomi pembelajaran, pengajaran dan penilaian (taxonomy for learning, teaching, and assessing) revisi atas taksonomi kognitif Bloom yaitu C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (mencipta). Penelitian dilakukan menggunakan metode DBR (Design-Based-Research) yang dikemukakan oleh Reeves tahun 2007. Tahap pertama pada studi pendahuluan diperoleh data dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Tahap kedua dilakukan pengembangan soal HOTS sesuai dengan indikator pembelajaran pada tema peduli terhadap makhluk hidup sub tema ayo cintai lingkungan pada pembelajaran yang dilakukan menggunakan outdoor learning. Tahap tiga, dilakukan validasi ahli dan mengalami revisi I dan dilakukan uji coba I. Pada hasil uji coba I  dilihat dari validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan pengecoh terdapat 11 soal yang harus diperbaiki. Dilakukan revisi II dan dilakukan uji coba II dengan hasil semua soal valid dan reliabel. Soal pula memiliki daya pembeda, tingkat kesukaran, dan pengecoh yang baik. Hasil pada tahap empat menunjukkan bahwa produk soal berupa 10 butir soal pilihan ganda dan 10 soal essay yang dikembangkan valid, praktis, dan layak untuk digunakan. Kata kunci : Soal tes; HOTS; metode outdoor learning; peduli terhadap makhluk hidup; ayo cintai lingkungan.

Page 5 of 47 | Total Record : 465