cover
Contact Name
Hermawan Setyo Widodo
Contact Email
hsw@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
angon.unsoed@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman R 108 Jl. Dr. Soeparno No 60, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Banyumas. Kode Pos 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Ruang Lingkup : Produksi, seleksi dan pemuliabiakan ternak Nutrisi dan makanan ternak Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil ternak Sosial ekonomi peternakan Bioteknologi peternakan
Articles 359 Documents
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG RAKYAT YANG DIGEMBALAKAN DI PERKEBUNAN KARET PT MIRAMARE KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT Pirdaus, Pirda Insan; Wakhidati, Yusmi Nur; Djatmiko, Oentoeng Edy
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.1.p85-94

Abstract

Pendapatan peternak dalam menjalankan usaha ternak potong dipengaruhi oleh karakteristik peternak. Karakteristik peternak yang dimaksud dalam penelitian meliputi lama beternak, umur peternak, tingkat pendidikan, dan jumlah sapi yang dipelihara. Seperti diketahui biaya operasional terbanyak dalam usaha peternakan merupakan biaya pakan kurang lebih 60- 70 %, dengan mengintegrasikan kegiatan pemeliharaan ternak dengan kegiatan usaha tani lainnya akan dihasilkan efisiensi biaya produksi yang tinggi. Pemeliharaan ternak dengan cara digembalakan bisa menjadi penekan dalam menurunkan biaya pakan. Peternak di Kecamatan Cibalong menggembalakan ternaknya di perkebunan karet milik PT Miramare. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pendapatan, karakteristik peternak, dan pengaruh lama beternak, umur peternak, tingkat pendidikan dan jumlah sapi yang dipelihara terhadap pendapatan peternak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive. Uji peternak sapi yang menggembalakan sapinya di perkebunan karet PT Miramare Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut. Dengan metode Quota. Sebanyak 30 Peternak. Analisi pendapatan didapat dari hasil pengurangan penerimaan dengan biaya produksi, analisis karakteristik didapat dari analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda digunakan untuk meguji pengaruh antara variabel independent dengan variabel dependent. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka peneliti menyimpulkan rata-rata umur peternak, lama beternak, tingkat pendidikan dan jumlah sapi yang dipelihara secara berurutan yaitu 50,8 tahun, 7,4 tahun, 7 tahun dan 4,5 ST. Pendapatan rata-rata peternak di tempet penelitian yaitu sebesar Rp. 7.868.400,00 rupiah per tahun. variabel umur peternak ( ), lama beternak ( ), tingkat Pendidikan ( ), jumlah sapi yang dpelihara ( ), berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan dengan signifikansi 95 % (P<0,05).
PENGGUNAAN KULIT SINGKONG SEBAGAI PENGGANTI DEDAK UNTUK PAKAN DOMBA WONOSOBO Susanti, Emmy; Sutardi, Tri Rahardjo; Tutiyah, Tutiyah
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.1.p102-108

Abstract

Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit singkong yang kaya karbohidrat untuk pakan domba Wonosobo. Materi dan Metode. Ternak domba yang digunakan sebanyak dua puluh ekor masing-masing sepuluh ekor dari jenis lokal dan domba Wonosobo. Pakan terdiri dari hijauan (60%) dan konsentrat (40%). Konsentrat A: kulit singkong (55%), bungkil kelapa (45%) dan mineral sedang konsentrat B: dedak padi (80%) dan bungkil kelapa (20%) dan mineral. Pakan sebanyak 4% bobot badan (BK). Pakan mengandung PK 14,95-16,10% dan TDN 16-16,10%. Rancangan percobaan dengan RAL pola tersarang, perlakuan pakan tersarang pada jenis domba. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Hasil. Perlakuan konsentrat A berpengaruh pada rataan pertambahan bobot badan (PBB), pertambahan bobot badan harian (pbbh) dan bobot akhir (BB) berturut-turut sebesar 5,61kg; 95,58g; 27,08kg pada domba lokal dan 5,46kg; 94,24g; 30,40kg pada domba Wonosobo. Perlakuan konsentrat B berpengaruh terhadap PBB; pbbh dan BB sebesar 5,0kg; 75,16g; 24,30kg pada domba lokal dan 5,5kg; 109,90g; 29,83kg pada domba Wonosobo (P>0,05). PBB, pbbh dan BB domba lokal adalah 5,31kg; 65,37g; 25,69kg sedang pada domba Wonosobo adalah 5,45kg; 101,9g; 29,83kg (P>0,05). Kesimpulan. Kulit singkong dapat menggantikan dedak dalam konsentrat domba lokal maupun domba Wonosobo dan tidak berpengaruh pada PBB, pbbh dan BB (P>0.05)
PREVALENSI DAN PENGARUH KEBERSIHAN KANDANG TERHADAP KEJADIAN NEMATODIASIS PADA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Ayuwandari, Eka Aditya; Indrasanti, Diana; Yuwono, Endro
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p161-168

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis nematoda, tingkat prevalensi, dan pengaruh kebersihan kandang terhadap kejadian nematodiasis pada ternak kambing di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Sampel ditentukan dengan rumus purposive sampling. Sampel berupa feses dari ternak kambing sebanyak 99 ekor. Feses yang diambil berasal dari kambing jantan dan betina dengan kategori umur cempe (umur 3-5 bulan), muda (umur 6-12 bulan), dan dewasa (>12 bulan). Variabel yang diamati yaitu jenis nematoda, prevalensi nematodiasis pada berbagai kategori kebersihan kandang, dan pengaruh kebersihan kandang terhadap kejadian nematodiasis. Pengujian feses yang digunakan yaitu uji apung dan Whitlock. Jenis nematoda, prevalensi nematodiasis dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis Chi-Square. Prevalensi nematodiasis di Kecamatan Sumbang memiliki peresentase 71,71%. Jenis telur cacing nematoda yang menginfeksi ternak kambing yaitu Ostertagia sp, Cooperia sp, Oesophagostomum sp, Bunostomum sp, Trichostrongylus sp, Strongyles sp, Strangyloides sp, Haemonchus sp, Capillaria sp, Trichuris sp. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara tingkat kebersihan kandang terhadap nematodiasis (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kebersihan kandang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian nematodiasis.
ANALISIS KOMPARASI PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHA TERNAK KAMBING BERDASARKAN STRATA KEPEMILIKAN (STUDI KASUS) DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Shintawati, Dyah Ayu; Hidayat, Nunung Noor; Mastuti, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan efisiensi usaha berdasarkan strata kepemilikan ternak kambing dan mengetahui perbedaan pendapatan dan efisiensi antara strata 1 (kepemilikan 6,56 SK) dan strata 2 (kepemilikan 2,61 SK) usaha ternak kambing skala kecil di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Metode penetapan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Non Probability Sampling yaitu dengan Sampling Jenuh (sensus) yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Hal tersebut sering dilakukan apabila jumlah populasi kecil atau kurang dari 30 orang. Perolehan data berupa hasil wawancara dan data sekunder. Wawancara dilakukan secara langsung kepada responden sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan dinas atau instansi pemerintah Desa Melung. Variabel yang diteliti yaitu penerimaan utama dan penerimaan sampingan, biaya produksi, produksi dan harga produk. Pendapatan dianalisis secara cash flow yaitu I=TR-TC dan Efisiensi dianalisis perbandingan R/C. Hasil analisis menunjukkan: 1). Pendapatan dari strata 1 adalah Rp433.311/SK sedangkan strata 2 sebesar Rp280.924/SK. Nilai R/C pada usaha ternak strata 1 yaitu 1,25 sedangkan strata 2 yaitu 1,21. ; 2). Hasil analisis komparatif menunjukan bahwa pendapatan dan efisiensi strata 1 lebih tinggi dibanding strata. Kesimpulannya adalah bahwa pendapatan dan nilai efisiensi strata 1 lebih tinggi dibandingkan dengan strata 2, hal ini karena skala kepemilikan ternak lebih banyak. Disarankan peternak untuk meningkatkan skala usaha, dan dukungan pemerintah terkait karena sebagian besar peternak terkendala terbatasnya modal usaha. Abstract of this research aims to determine income and business efficiency based on goat ownership strata and determine the differences in income and efficiency between strata 1 (6.56 SK ownership) and stratum 2 (2.61 SK ownership) of small-scale goat farming businesses in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. The sample determination method in this research uses the Non Probability Sampling method, namely Saturated Sampling (census), which is a sampling method when all members of the population are used as samples. This is often done when the population is small or less than 30 people. Data obtained in the form of interviews and secondary data. Interviews were conducted directly with respondents while secondary data was obtained from official records or government agencies in Melung Village. The variables studied are main income and side income, production costs, production and product prices. Income is analyzed using cash flow, namely I=TR-TC and efficiency is analyzed by R/C comparison. The analysis results show: 1). Income from strata 1 is IDR 433,311/SK while strata 2 is IDR 280,924/SK. The R/C value for strata 1 livestock businesses is 1.25 while for strata 2 is 1.21. ; 2). The results of the comparative analysis show that the income and efficiency of strata 1 are higher than those of strata 1. The conclusion is that the income and efficiency value of strata 1 is higher than strata 2, this is because the scale of livestock ownership is greater. It is recommended that breeders increase their business scale, and get related government support because most breeders are constrained by limited business capital.
ANALISIS TREND POPULASI DAN PEMETAAN WILAYAH BASIS PENGEMBANGAN TERNAK KERBAU DI KABUPATEN BREBES Halimah, Nur; Hidayat, Nunung Noor; Yuwono, Pambudi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p224-230

Abstract

NURHALIMAH, Analisis Trend Populasi dan Pemetaan Wilayah Basis Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Brebes. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 desember 2022 sampai 13 Juli 2023 di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, dengan tujuan mengetahui dan menganalisis trend populasi ternak kerbau di Kabupaten Brebes selama 10 tahun terakhir dan mengetahui basis pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan menggunakan data sekunder sebagai data utama. Data pendukung dapat menggunakan data primer dengan metode purposive sampling yaitu berdasarkan wilayah yang mempunyai indeks LQ>1. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linier sederhana dan indeks LQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tahun 2022 populasi ternak kerbau di Kabupaten Brebes mencapai 6.553 ekor dan populasi ternak ruminansia sebanyak 227.293 ekor. Hasil analisis trend dapat menghasilkan persamaan regresi Y=7964,3-79,933x. Hasil tersebut menunjukan bahwa populasi ternak kerbau dari tahun 2013 sampai dengan 2022 menunjukan trend yang negatif atau mengalami penurunan 80 ekor untuk setiap tahunnya. Kecamatan yang merupakan wilayah basis pengembangan ternak kerbau dengan kriteria LQ>1 antara lain Kecamatan Salem, Bantarkawung, Tonjong, Larangan, dan Songgom.
INDEKS REPRODUKSI INDUK PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA DI DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS Putri, Zakia Amalia; Tuswati, Sari Eko; Nurasih, Wida
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN BERBASIS INDEKS SINKRONISASI PROTEIN DAN ENERGI SECARA IN-VITRO Kalpikorini, Diah Ayu; Suhartati, Fransisca Maria; Syamsi, Afduha Nurus
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PENGGUNAAN COMPLETE RUMEN MODIFIER DALAM PAKAN YANG DISUSUN BERDASARKAN INDEKS SINKRONISASI PROTEIN ENERGI TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING PAKAN DOMBA Khasan, Khasan; Suhartati, Fransisca Maria; Haryoko, Imbang
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara penggunaan Complete Rumen Modifier(CRM) dalam pakan yang disusun berdasarkan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Penelitian ini sudah dilaksanakan selama 4 bulan yang dimulai dari bulan Mei sampai bulan September 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x2 dengan menggunakan bobot badan domba sebagai kelompok dan pengulangan sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan ada 4, yaitu P1 = Pakan tanpa penggunaan CRM dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (SPE) 0,6, P2 = Pakan dengan penggunaan CRM 1% dari BK pakan dan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,6, P3 = Pakan tanpa penggunaan CRM dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,7, dan P4 = Pakan dengan penggunaan 1% CRM dari BK pakan dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,7. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA kemudian diuji lanjut menggunakan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa pakan yang menggunakan CRM 1% dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,7 merupakan pakan terbaik ditinjau berdasarkan konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba.
Effect of Different Forages and Concentrates Balance in Complete Feeds on In Vitro the Digestibility of Crude Fat and Extractable Material Without Nitrogen Ridhasmara, Arum Pidie; Suryapratama, Wardhana; Susanti, Emmy
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ARUM PIDIE RIDHASMARA. The aim of the study was to examine the effect of different forage and concentrate balances on crude fat digestibility and BETN in vitro. Experimental research using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replicates. The treatments consisted of P1: 30% forage + 70% concentrate + 0.01 organic chromium; P2: 50% forage + 50% concentrate + 0.01 organic chromium; P3: 70% forage + 30% concentrate + 0.01 organic chromium. The results of the analysis showed that the digestibility of crude fat in P1 (30% forage and 70% concentrate) with P2 (50% forage and 50% concentrate) was not significantly different compared to P3 (70% forage and 30% concentrate) but P1 with P3 showed a significant difference (P <0.05). The analysis showed that BETN digestibility in P1 (30% forage and 70% concentrate) with P2 (50% forage and 50% concentrate) showed no significant difference. P2 with P3 (70% forage and 30% concentrate) showed a significant difference (P<0.01), while P1 with P3 showed a very significant difference (P<0.01). In conclusion, the test results proved that every decrease, the digestibility value of crude fat will increase and the BETN digestibility value of material will be smaller

Filter by Year

2019 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 2 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 1 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ANGON Vol 1 No 3 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 2 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology More Issue