cover
Contact Name
Nurlizawati
Contact Email
naradidik@ppj.unp.ac.id
Phone
+6285215445191
Journal Mail Official
naradidik@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Department of Sociology, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Naradidik: Journal of Education & Pedagogy
ISSN : 28279670     EISSN : 2827864X     DOI : https://doi.org/10.24036/nara.v1i1.2
Core Subject : Education, Social,
Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (ISSN 2827-864X) is a scientific journal managed by the Department of Sociology Laboratories, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Padang. This journal facilitates publications for research related to the discussion of the structure and dynamics of educational institutions, curriculum development, learning models, classroom action research, school action research and the development of education in society. With an in-depth study, it is hoped that the articles in this journal will provide new ideas related to the development of existing concepts, models and theories in education science.
Articles 199 Documents
Pembelajaran Ekstrakurikuler dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 8 Padang Ayuni Wicky Al Afani; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.309

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karna adanya perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah. Permasalahan utama yang muncul adalah bagaimana kegiatan ekstrakurikuler dapat benar-benar dioptimalkan agar tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi juga mampu mendukung pengembangan kompetensi abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan ekstrakurikuler dalam implementasi kurikulum merdeka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling, kriteria dalam penelitian ini sudah diketahui oleh peneliti dengan pertimbangan informan yaitu warga SMA Negeri 8 Padang yang terlibat serta tau mengenai permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti dengan jumlah informan 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data yang dilakukan dengan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data dari Miles dan Huberman. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian adalah teori struktural fungsional dengan desain skema AGIL oleh Talcott Parsons. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 8 Padang telah terintegrasi dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Kebudayaan lokal sehingga mendukung tercapainya tujuan kurikulum merdeka, hal ini dapat dilihat dari bentuk kegiatan yang ada pada masing-masing ekstrakurikuler serta mendorong terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler yang baru sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada profil pelajar pancasila. Dengan terintegrasi nilai profil pelajar pancasila dalam kegiatan ekstrakurikuler membuat peserta didik menjadi lebih kreatif dan menghargai budaya lokal sehingga secara tidak langsug tujuan kurikulum merdeka dapat tercapai melalui kolaborasi kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Hasil Belajar Sosiologi Siswa Kelas X Fase E di SMAN 14 Padang Cantika Cania; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.323

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh nilai sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang yang rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah siswa yang melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian Expost Facto dengan metode kuantitatif korelasi. Alat pengumpulan data menggunakan Angket untuk variabel prokrastinasi akademik dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling yang berjumlah 22 item pernyataan yang sudah valid disebarkan ke 80 sampel siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang, dan dokumen dari hasil ujian tengah semester (PTS) untuk variabel hasil belajar. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar Humanistik oleh Carl Rogers. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat prokrastinasi akademik siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang berada pada kategori sedang, yaitu sebesar 61,98%. Tingkat hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang berada pada kategori tinggi, yaitu sebesar 77,36%. Ternyata tidak terdapat hubungan yang signifikan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi, dengan koefisien korelasi sebesar -0,13. Prokrastinasi akademik memiliki kontribusi sebesar 18% terhadap hasil belajar sosiologi. Maka dari itu, tidak ada hubungan antara prokrastinasi akademik dengan hasil belajar sosiologi siswa kelas X Fase E di SMAN 14 Padang. Namun masih terdapat pengaruhnya terhadap hasil belajar sosiologi walaupun hanya 18%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti pada penelitian ini berupa faktor motivasi belajar siswa, kebiasaan belajar, kecerdasan emosional, lingkungan belajar, dukungan orang tua, kualitas pengajaran, kesehatan fisik dan mental, dan akses sumber belajar.
Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sosiologi Kelas X SMAN 16 Padang Septi Mutiah; Ike Sylvia
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.346

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya motivasi belajar sosiologi peserta didik. Salah satu faktornya yaitu metode yang digunakan kurang menarik. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran sosiologi melalui penerapan metode pembelajaran role playing. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus dan selama empat pertemuan, Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X Fase E SMAN 16 Padang semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan dokumentasi. Indikator kriteria ketuntasan minimal 75. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis data kuantitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori konstruktivisme Jean Piaget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran sosiologi. Hal ini terlihat dari perolehan persentase rata-rata peningkatan motivasi belajar peserta didik siklus I sebesar 72,86% dan pada pelaksanaan siklus II terjadi peningkatan dengan perolehan persentase rata-rata sebesar 84,33%. %, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran sosiologi di kelas X Fase E SMA Negeri 16 Padang, penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi guru untuk menerapkan metode role playing dalam pembelajaran, dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Analisis Penggunaan Google Form dalam Penilaian Sumatif di SMA Negeri 1 Payakumbuh Lailatul Bayu; Nurlizawati Nurlizawati
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan aplikasi google form dalam penilaian sumatif bagi sekolah, guru, dan siswa di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana respon siswa guru maupun sekolah terhadap pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan serta hal-hal yang harus dibenahi dalam pelaksanaannya. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar bagi sekolah untuk terus memanfaatkan teknologi dalam segala aspek pembelajaran. Penggunaan google form merupakan salah satu inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran, hal ini dimanfaatkan sekolah dalam melakukan penilaian sumatif bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan teori difusi inovasi yang dikemukakan oleh Everett M. Rogers. Teori ini membahas bagaimana inovasi dapat diterima dan diadopsi oleh individu maupun sistem sosial. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling, dengan jumlah informan 8 orang. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi google form pada penilaian sumatif dapat diterima dengan baik oleh sekolah, guru dan siswa SMA Negeri 1 Payakumbuh. Namun masih perlu ditinjau ulang kembali mengenai beberapa hal.
Penerapan Model Pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X Fase E di SMA Negeri 4 Sumatera Barat Puan Silvia; Eka Asih Febriani
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.356

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi, salah satunya disebabkan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi dan peserta didik dalam pembelajaran, maka dari itu penting untuk menggunakan model yang sesuai dengan karakteristik siswa, yaitu model VAK (Visual, Auditory, Kinestetik). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) dapat memperbaiki hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), dengan desain penelitian oleh Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (implementing), dan refleksi (reflection). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme, subjek penelitian peserta didik kelas X E 3 SMA N 4 Sumatera Barat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar dari sepuluh soal pilihan ganda pada setiap pertemuan. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran VAK (Visual, Auditory, Kinestetik) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada siklus I dari 38,88% menjadi 47,22%, pada siklus II dari 61,11% menjadi 86,11%. Awalnya peserta didik masih masih kurang bersemangat dan malu-malu dengan kegiatan bermain peran sederhana. Memperbaiki siklus sebelumnya, dimana peserta didik sudah mampu untuk melibatkan diri dengan antusias mengikuti games yang diberikan dan mampu memahami penelitian yang telah dilakukan kedalam pembelajaran dan melakukan presentasi dengan baik, sehingga pada siklus II hasil belajar peserta didik pun meningkat. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model VAK (Visual, Auditory. Kinestetik) terhadap hasil belajar peserta didik.
Integrasi Model Pembelajaran Kooperatif dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Minangkabau (PKBAM) Sabar Aulia Rahman; Gusmira Wita; Reno Fernandes; Busron Habib
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pembentukan karakter siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau (PKBAM). Meskipun tujuan PKBAM adalah membangun karakter, implementasi di lapangan masih didominasi metode konvensional, yang menghambat pengembangan keterampilan sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber terkait pembelajaran kooperatif, pendidikan karakter, dan integrasi budaya lokal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe Jigsaw, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), dan Numbered Heads Together (NHT), merupakan solusi efektif. Berdasarkan Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, model-model ini menyediakan platform bagi siswa untuk belajar melalui interaksi dan pengamatan, yang krusial untuk pengembangan karakter. Model Jigsaw dan NHT secara spesifik memfasilitasi praktik nilai musyawarah, sementara STAD menanamkan nilai gotong royong melalui kolaborasi dan tanggung jawab kolektif. Integrasi ini mengubah pendidikan karakter menjadi pengalaman yang otentik dan bermakna.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan model pembelajaran kooperatif dengan nilai-nilai budaya Minangkabau tidak hanya meningkatkan hasil akademik dan sosial siswa, tetapi juga menawarkan pendekatan praktis untuk memperkaya kurikulum PKBAM agar lebih relevan dan efektif dalam membentuk karakter yan berakar pada budaya lokal.
Analisis Perencanaan Berbasis Data untuk Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Swasta Doni Purnawi Hardiyanto; Istaryatiningtias Istaryatiningtias; Ihsana El Khuluqo; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.365

Abstract

Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan pendekatan strategis yang menekankan penyusunan kebijakan dan program sekolah berdasarkan bukti yang valid dan terukur. Pendekatan ini telah diadopsi secara luas di tingkat global untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pendidikan. Namun, di Indonesia, khususnya di sekolah dasar swasta, penerapan PBD masih menghadapi hambatan signifikan seperti rendahnya literasi data guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta lemahnya budaya refleksi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi PBD di sebuah sekolah dasar Islam swasta di Kota Bekasi dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran menyeluruh dari tahap perencanaan hingga capaian hasil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, analisis dokumen perencanaan dan evaluasi sekolah, serta validasi tematik oleh pakar pendidikan. Analisis mengidentifikasi tiga praktik utama yang menopang keberhasilan PBD: pemanfaatan data Rapor Pendidikan untuk program matrikulasi dan pengayaan, kolaborasi lintas peran dalam penyusunan rencana strategis, dan pelaksanaan refleksi berkala sebagai mekanisme perbaikan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif kepala sekolah dan guru berperan penting dalam memperkuat kepemimpinan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi data. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan budaya reflektif dan kolaboratif di sekolah dasar, sekaligus menjadi acuan praktis bagi lembaga pendidikan serupa dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan berbasis data demi peningkatan mutu pembelajaran.
Merakit Keterampilan Abad ke-21 Melalui Teaching Factory dengan Model Discrepancy Rahma Widiati; Istaryatiningtias Istaryatiningtias; Fetrimen Fetrimen; Doni Purnawi Hardiyanto; Ika Sandra
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.366

Abstract

Peningkatan soft skills menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan vokasi abad ke-21, mengingat dunia kerja menuntut lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif, komunikatif, dan kolaboratif. Teaching Factory sebagai model pembelajaran berbasis produksi nyata dipandang mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi sekolah dan kebutuhan industri. Namun, implementasinya di banyak sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan seperti kurangnya integrasi evaluasi soft skills, keterbatasan pelatihan guru berbasis industri, serta lemahnya sistem refleksi program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Teaching Factory di sebuah SMK swasta menggunakan pendekatan Discrepancy Evaluation Model (DEM) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara tujuan dan praktik di lapangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan beberapa informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari kepala sekolah, 4 guru produktif, dan 5 siswa yang terlibat langsung dalam program. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran di bengkel kerja dan interaksi dengan mitra industri, serta analisis dokumen perencanaan dan evaluasi. Validasi dilakukan melalui triangulation of sources dan member checking. Analisis data dilakukan secara tematik mengacu pada lima komponen DEM: standar, kinerja, analisis kesenjangan, penyebab kesenjangan, dan strategi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory berkontribusi pada penguatan komunikasi, kerja tim, dan tanggung jawab siswa, namun masih terdapat kelemahan pada perencanaan, konsistensi pembimbingan guru, dan evaluasi soft skills. Rekomendasi meliputi penguatan desain program, pelatihan guru berbasis industri, dan integrasi evaluasi berkelanjutan.
Pandangan Guru Kimia SMA terhadap Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran di Era Digital Bambang Susilo; Das Salirawati; Sunartri Sunartri
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.368

Abstract

Artificial Intelligence (AI) menawarkan potensi besar dalam meningkatkan pembelajaran kimia di SMA. Penerapan teknologi AI dalam pendidikan menjadi kebutuhan yang mendesak, terutama untuk membantu guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI di sekolah terutama di daerah Kabupaten Sleman, masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan pemahaman guru dan adaptasi teknologi AI yang relatif baru. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian ini untuk memahami sejauh mana pandangan guru terhadap pembelajaran kimia berbasis AI dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan guru teradap pembelajaran kimia berbasis AI. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus yang melibatkan 20 orang guru kimia di berbagai SMA Negeri di Kabupaten Sleman sebagai responden, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa kebanyakan guru baru mempunyau pemahaman dasar tentang AI dan baru tertarik menggunakannya. Aplikasi AI seperti ChatGPT dan Gemini AI menjadi pilihan utama. Guru melihat AI bisa memberikan umpan balik lebih cepat dan meningkatkan semangat belajar siswa. Meskipun begitu, ada beberapa kendala seperti guru yang belum terlalu paham cara menggunakan AI, fasilitas sekolah yang kurang mendukung, dan kekhawatiran soal kualitas informasi data dari AI. Kebanyakan guru juga belum pernah ikut pelatihan teknologi AI. Selain itu, penting agar ada lebih banyak pelatihan AI, fasilitas sekolah ditingkatkan, dan AI digunakan dengan bijak.
School Well Being dalam Penerapan Moving Class di SMAN 9 Padang Sherly Yunimar; Reno Fernandes
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.302

Abstract

Kesejahteraan sekolah (school well being) merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam setiap inovasi pembelajaran, termasuk pada penerapan moving class. Penelitian terkait moving class di Indonesia hingga saat ini umumnya berfokus pada efektivitas pembelajaran, kendala serta dampak pada capaian akademik peserta didik, sedangkan kajian yang secara khusus mengaitkannya dengan kerangka school well being masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan moving class pada pembelajaran sosiologi di SMA N 9 Padang dengan menggunakan teori School Well Being. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dengan teknik pengumpulan dara berupa observasi wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan kriteria informan pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan moving class yaitu 4 orang guru dan 6 orang siswa. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moving class di SMA N 9 Padang secara umum berjalan efektif. Pada aspek having, terpenuhi melalui fasilitas yang memadai, mesikupun kurangnya sarana penyejuk ruangan memengaruhi kenyamanan. Aspek loving tercapai melalui interaksi positif dan aspek being didukung oleh pembelajaran berdiferensiasi yang mendorong kreativitas. Moving class meningkatkan kesehatan mental siswa (health) dengan pembelajaran menyenangkan, bervariasi dan mengurangi beban tugas rumah siswa karena siswa cukup menyiapkan dua mata pelajaran sebelum pembelajaran.