cover
Contact Name
Yusri
Contact Email
yusri@unm.ac.id
Phone
+6285255602827
Journal Mail Official
yusri@unm.ac.id
Editorial Address
Educational Sciences Development Center, Pinisi Tower UNM A.P. Pettarani Street, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
ISSN : 27751686     EISSN : 27756645     DOI : https://doi.org/10.26858/societies
The principal purpose of this journal is to publish scholarly work in the Social Sciences in Education and Humanities (miscellaneous). The research that is published may take a theoretical or speculative model as well as statistical and mathematical. Contributions are welcome from all fields which have relevant and insightful comments to make about the social sciences. The journal also includes a research note section which is devoted to supporting scholarly research that is in progress. The scope of the area in the field of humanities included Arts and culture, Dance, Historical and civilization studies, Language and literature, Music, Philosophy, and Religious studies. The scope of the area in the field of social sciences included Accounting, Anthropology, Archaeology and history, Architecture and habitat, Economics, Education, Finance, Geography, Law, Management studies, Media and communication studies, Political sciences and public policy, Population studies, Psychology, Sociology, Technology management, and Tourism.
Articles 109 Documents
Hubungan Pernikahan Dini dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pattopakang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Adelia, Putri; Adnin, Nur; Jamal, Rina Silvana
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 5, No 2 (2025): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v5i2.83840

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak mengalami kekurangan gizi dan infeksi berulang sejak janin hingga anak berusia 24 bulan atau selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), faktor lainnya adalah ibu yang menikah di usia dini karena menikah di usia dini menyebabkan terjadinya perubahan gizi ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan usia dini dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pattopakang 2024. Menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional study, dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2024. Jumlah sampel penelitian sebanyak 31 balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pattopakang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan pernikahan dini dengan kejadian stunting (p=0,000<0,05) dan ada hubungan yang signifikan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p=0,000<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ibu yang menikah di usia dini berpengaruh terhadap kelangsungan asupan yang tepat bagi anak sehingga menjadi salah satu pendorong terjadinya stunting.Kata Kunci: Pernikahan Dini, Pengetahuan Ibu, Stunting
Mekanisme Psikologis Self-Compassion dalam Non-Suicidal Self-Injury pada Remaja: Literature Review Diah Ayu Permatasari
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86720

Abstract

Abstrak. Non-suicidal self-injury (NSSI) pada remaja merupakan perilaku melukai jaringan tubuh secara sengaja tanpa intensi bunuh diri yang sering berfungsi sebagai strategi regulasi emosi maladaptif. Artikel ini bertujuan menyintesis mekanisme psikologis self-compassion dalam menjelaskan kerentanan dan pemulihan NSSI pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review naratif dengan sintesis tematik. Literatur ditelusuri secara purposif melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, Frontiers, dan laman jurnal akademik terbuka menggunakan kombinasi kata kunci self-compassion, adolescent, non-suicidal self-injury, self-harm, self-criticism, shame, emotion regulation, depression, attachment, compassion-focused therapy, dan mindful self-compassion. Sebanyak 24 sumber utama dianalisis, terdiri atas artikel konseptual primer, studi empiris, systematic review, meta-analisis, dan artikel kontekstual Indonesia yang relevan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa self-compassion bekerja melalui enam mekanisme utama, yaitu penurunan self-criticism dan self-hatred, reduksi shame dan isolation, peningkatan toleransi distress dan regulasi emosi, pelemahan over-identification terhadap pikiran negatif, penguatan common humanity dan keterhubungan sosial, serta peningkatan motivasi pemulihan. Kajian ini menegaskan bahwa self-compassion bukan sekadar sikap positif terhadap diri, melainkan proses regulatif yang mengubah cara remaja merespons penderitaan psikologis sebelum, selama, dan sesudah dorongan NSSI muncul. Implikasi kajian diarahkan pada asesmen risiko, pencegahan berbasis sekolah, serta intervensi psikologis yang bertahap, aman secara klinis, dan sensitif terhadap konteks keluarga serta budaya.Kata Kunci: self-compassion; non-suicidal self-injury; remaja; kritik diri; regulasi emosi
Efektivitas CBT untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik pada Mahasiswa Rizkia Hidayati
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86707

Abstract

Abstrak. Memasuki jenjang perguruan tinggi menghadapkan mahasiswa baru pada stres transisional akibat tuntutan kemandirian belajar yang tinggi di universitas dengan iklim kompetisi yang ketat. Kondisi ini rentan menurunkan efikasi diri akademik dan memicu prokrastinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam meningkatkan efikasi diri akademik pada mahasiswa baru. Menggunakan pendekatan eksperimen kasus tunggal (single case study), intervensi diberikan kepada seorang mahasiswa baru berusia 17 tahun. ntervensi CBT dilakukan sebanyak 5 sesi (@ 1,5 jam) selama 3 minggu dengan fokus pada identifikasi pikiran otomatis negatif (negative automatic thoughts) dan restrukturisasi kognitif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Skala Academic Self-Efficacy. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor efikasi diri akademik dari fase baseline (X = 91, kategori sedang) menjadi (X = 104, kategori sedang mendekati tinggi) pada fase pasca-intervensi. Secara kualitatif, terjadi rekonstruksi orientasi tujuan belajar dari performance-approach goal menjadi mastery goal, yang ditandai dengan penurunan perilaku prokrastinasi (seperti menonton drama Korea dan scrolling media sosial berlebihan) serta peningkatan kemampuan regulasi diri dalam menyusun jadwal harian dan berpartisipasi aktif di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi CBT efektif meningkatkan efikasi diri akademik dan memulihkan fungsi adaptasi mahasiswa baru.  Kata Kunci: Cognitive Behavior Therapy, Efikasi Diri Akademik, Mahasiswa Baru  
Tiktok Sebagai Ruang Budaya Baru dalam Kajian Antropologi Digital rerhadap Pembentukan Identitas Dan Interaksi Sosial Generasi Muda St. Junaeda
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86731

Abstract

Abstract. The rapid growth of digital technology has transformed the ways individuals communicate, construct identities, and engage in social interactions. Among various social media platforms, TikTok has emerged as a prominent cultural space where young people actively create, share, and consume content. Beyond its function as an entertainment platform, TikTok serves as a dynamic environment in which cultural meanings, values, symbols, and social practices are continuously produced and negotiated. This study aims to examine TikTok as a new cultural space and to explore its role in shaping identity formation and social interactions among young people from the perspective of digital anthropology. This research employs a qualitative approach using digital ethnography. Data were collected through non-participant observation of TikTok accounts, videos, captions, hashtags, and user interactions within the platform. The study focuses on how young users represent themselves, construct digital identities, and engage in social relationships through content creation and participation in online communities. The collected data were analyzed thematically to identify recurring patterns related to self-representation, cultural expression, and social engagement in the digital environment. The findings indicate that TikTok functions as an important cultural arena where young people negotiate identities, express creativity, and establish social connections beyond geographical boundaries. Through the use of visual narratives, trends, and interactive features, users actively participate in the production and reproduction of digital culture. At the same time, the platform facilitates the emergence of virtual communities and new forms of social interaction shaped by algorithms and participatory culture. This study highlights the significance of digital anthropology in understanding the cultural transformations brought about by social media and demonstrates how TikTok has become an influential space for identity construction and social interaction among contemporary youth. Keywords: Antropologi Digital, TikTok, Identitas Digital, Interaksi Sosial, Media Sosial, Budaya Digital, Budaya Generasi Muda, Ruang Budaya Digital
Career Readiness Mahasiswa Tingkat Akhir: Systematic Literature Review tentang Prediktor Psikologis, Dukungan Institusional, dan Strategi Pengembangan Agustin Atmaningrum
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86710

Abstract

Abstract. Career readiness menjadi isu strategis bagi mahasiswa tingkat akhir karena transisi dari perguruan tinggi menuju dunia kerja berlangsung dalam pasar kerja yang kompetitif, digital, dan berubah cepat. Artikel ini bertujuan mensintesis definisi, prediktor, dukungan institusional, dan strategi pengembangan career readiness mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan systematic literature review dengan mengacu pada PRISMA 2020. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Crossref, ScienceDirect, Emerald, ERIC, SpringerLink, Taylor & Francis, Garuda, dan portal jurnal nasional untuk publikasi tahun 2004-2026. Dari 86 dokumen yang teridentifikasi, 18 dokumen memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis naratif-tematik. Hasil menunjukkan bahwa career readiness merupakan konstruk multidimensi yang mencakup kesiapan personal, kesiapan karier, kesiapan kerja, dan dukungan transisi. Prediktor utama yang konsisten dalam literatur meliputi career adaptability, career decision self-efficacy, grit, keterampilan kerja, pengalaman belajar berbasis dunia kerja, literasi digital, dan dukungan institusional. Strategi pengembangan yang direkomendasikan mencakup modul career readiness, pelatihan career adaptability, career coaching, magang, simulasi rekrutmen, penyusunan portofolio, dan career action plan. Artikel ini menawarkan model konseptual integratif sebagai dasar pengembangan layanan karier kampus yang berbasis asesmen, pengalaman belajar, dan evaluasi berkelanjutan.Kata Kunci: career readiness; mahasiswa tingkat akhir; employability; career adaptability; systematic literature review
Pengaruh Lingkungan Arsitektural Perguruan Tinggi terhadap Minat Belajar Mahasiswa Arsitektur Rahmat Rizal; Bakhrani A Rauf
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86733

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan arsitektural kampus terhadap minat belajar mahasiswa Arsitektur di Universitas Negeri Makassar (UNM), khususnya Fakultas Teknik, Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan. Lingkungan arsitektural yang dimaksud mencakup tata ruang, pencahayaan alami, ventilasi, kenyamanan termal, dan estetika bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei yang melibatkan 100 mahasiswa aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan arsitektural berpengaruh signifikan terhadap minat belajar mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya desain ruang kampus yang mendukung kenyamanan dan motivasi belajar. Kata Kunci: Lingkungan Arsitektural; Minat Belajar; Mahasiswa Arsitektur; Kampus UNM; Desain Ruang
Regulasi Emosi dan Depresi pada Remaja: Rapid Systematic Literature Review Fadillah Fira Firmanilah
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86718

Abstract

Abstract. This rapid systematic literature review synthesizes evidence on the relationship between emotion regulation and depression among adolescents by prioritizing publications from the last five years. Guided by PRISMA 2020 principles, a structured search was conducted across PubMed, PubMed Central, SpringerLink, ScienceDirect, Google Scholar, and Indonesian psychology journals for publications from 2021 to 2025. Eligible studies involved adolescent or youth samples, examined emotion regulation strategies, emotion dysregulation, emotional awareness, family-level regulation, or emotion regulation flexibility, and reported depressive symptoms or related internalizing outcomes. Sixteen recent core studies were synthesized thematically. The review indicates that maladaptive strategies, especially rumination, catastrophizing, self-blame, suppression, emotional nonacceptance, and limited regulatory strategies, are consistently associated with higher depressive symptoms. Adaptive strategies, such as cognitive reappraisal, acceptance, problem solving, emotional clarity, and regulatory flexibility, tend to be protective, although their effects depend on developmental stage, social context, family climate, and the fit between strategy and situational demands. The review concludes that adolescent depression should be addressed through emotional literacy, flexible regulation, family support, and school-based prevention. Keywords: adolescent; depression; emotion regulation; mental health; rapid systematic review
Influence of Work Gratitude and Social Support on Subjective Well-Being of Healthcare Workers in DKI Jakarta Rezky Eka Wardana
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86719

Abstract

Abstract. This research investigates the contribution of work gratitude and social support to subjective well-being among healthcare workers and volunteers in the Jabodetabek region. Individuals working in healthcare and volunteer roles are frequently exposed to intensive workloads and psychological strain, which may influence how they perceive and evaluate their overall quality of life. Employing a quantitative correlational approach, data were obtained from 250 respondents using self-report questionnaires assessing subjective well-being, work gratitude, and perceived social support. The collected data were analyzed through descriptive statistical techniques and multiple regression analysis. The findings demonstrate that work gratitude and social support jointly exert a significant influence on subjective well-being (R² = 0.354, p < 0.001). Further regression analyses indicate that work gratitude positively and significantly predicts subjective well-being (β = 0.372, p < 0.001), while social support also shows a positive and significant predictive effect (β = 0.341, p < 0.001). Additional analyses reveal that the magnitude of these relationships varies according to gender, occupational category, and age group. Overall, the results underscore the relevance of both internal psychological resources and external social factors in fostering subjective well-being among healthcare workers and volunteers. These findings position work gratitude and social support as key determinants of subjective well-being within occupational settings. Keywords: work gratitude; social support; subjective well-being; healthcare workers; volunteers
Kinerja Adaptif di Tempat Kerja Modern: Konsep, Dimensi, dan Faktor yang Berkaitan Siti Nur’ainun Zakiyah
SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities Vol 6, No 1 (2026): SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : SOCIETIES: Journal of Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/societies.v6i1.86706

Abstract

Abstrak. Perubahan teknologi, pola kerja, struktur organisasi, dan tuntutan pelanggan membuat karyawan perlu mempertahankan efektivitas dalam situasi kerja yang semakin dinamis. Meskipun kajian mengenai kinerja adaptif terus berkembang, konsep ini masih sering digunakan secara tumpang tindih dengan adaptabilitas, proaktivitas, resiliensi, dan ketangkasan belajar. Selain itu, hasil penelitian mengenai dimensi, pengukuran, serta faktor yang berkaitan dengan kinerja adaptif masih tersebar dalam berbagai konteks pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi dan dimensi kinerja adaptif serta mengidentifikasi faktor individual dan kontekstual yang berkaitan dengannya. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah 15 artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Data dianalisis melalui sintesis naratif-tematik dengan mengelompokkan temuan ke dalam dua tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja adaptif merupakan perilaku kerja yang ditampilkan individu dalam merespons atau mengantisipasi perubahan tugas, teknologi, hubungan kerja, dan kondisi organisasi. Kinerja adaptif mencakup kemampuan memecahkan masalah secara kreatif, mempelajari tugas dan teknologi baru, menyesuaikan hubungan interpersonal, mengelola stres, serta menghadapi situasi tidak terduga. Faktor yang berkaitan dengannya meliputi kemampuan kognitif, efikasi diri, pengalaman, modal psikologis, self-leadership, pelatihan, otonomi kerja, job crafting, dukungan sosial, kepemimpinan, dan dukungan organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kinerja adaptif perlu dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang menghubungkan kapasitas individu dengan desain pekerjaan, kepemimpinan, pembelajaran, dan dukungan organisasi.Kata Kunci: Kinerja Adaptif; Adaptabilitas; Perubahan Organisasi; Kinerja Karyawan; Lingkungan.

Page 11 of 11 | Total Record : 109