cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Prototype Aplikasi Statistik Kematian di Laboratorium Statistik Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Sofyanti, Indriyani; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3824

Abstract

Kemajuan teknologi telah mempermudah berbagai proses, termasuk pengolahan data statistik kematian. Di Program Studi D III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, pembelajaran statistik kematian dilakukan menggunakan esdl manual dan Microsoft Excel sebagai bagian dari penguasaan dasar analisis data. Sebagai pelengkap, diperlukan inovasi berupa aplikasi yang mampu mengotomatisasi perhitungan indikator statistik kematian, seperti GDR dan NDR, serta menghasilkan grafik secara cepat dan akurat untuk mendukung proses pembelajaran dan analisis data kesehatan. Jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model Waterfall, pengujian black-box testing dan PSSUQ. Hasil penelitian berupa Prototype Aplikasi Statistik Kematian disertai tahap waterfall. Menggunakan kuesioner PSSUQ dengan responden 30 mahasiswa. Hasil perbandingan antara norma PSSUQ dengan rekapitulasi kuesioner PSSUQ yaitu subscale System Quality (SysQual) sebesar 1,19, Information Quality (InfoQual) sebesar 1,33, Interface Quality (IntQual) sebesar 1,26, serta Overall sebesar 1,26. Prototype Aplikasi Statistik Kematian berhasil dirancang dan dibangun sesuai dengan tahapan perancangan yang telah disesuaikan. Dari keempat skor subscale dan setelah dibandingkan dengan norma Post-Study System Usability Questionnaire (PSSUQ) didapatkan hasil bahwa keempat subscale tersebut mendapatkan hasil < lower limit (kurang dari lower limit), maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang dikembangkan sudah baik dan dapat memuaskan pengguna.
Tinjauan Keakuratan Kode Diagnosis Birth Asphyxia di RSUD 45 Kuningan Tahun 2024 Muhammad, Hegel Kemal Kharisma; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto; Rahmawati, Firia Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3825

Abstract

Keakuratan kode diagnosis dalam rekam medis berperan penting dalam menjamin mutu data kesehatan, memperlancar klaim pembiayaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan medis. Ketidaktepatan pengkodean dapat menyebabkan distorsi informasi yang berdampak pada pengambilan keputusan klinis dan administratif. Birth asphyxia merupakan kondisi kritis pada neonatus yang penetapan kodenya sangat bergantung pada nilai apgar score sebagai indikator klinis utama. Penelitian ini mengevaluasi tingkat akurasi pengkodean diagnosis birth asphyxia di RSUD 45 Kuningan berdasarkan pedoman ICD-10. Peneliti menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling terhadap 80 dokumen rekam medis pasien rawat inap tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa 74 dokumen (92,5%) dikodekan secara akurat, sedangkan 6 dokumen (7,5%) tidak akurat. Ketidakakuratan umumnya terjadi karena kesalahan dalam pemilihan digit ketiga kode ICD-10 yang tidak sesuai dengan klasifikasi keparahan berdasarkan Apgar Score. Meskipun tingkat akurasi tergolong tinggi, peningkatan ketelitian koder dan percepatan digitalisasi sistem pengkodean tetap diperlukan untuk menjaga konsistensi dan mutu data rekam medis.
Tinjauan Keakuratan Kodefikasi Kasus Batu Saluran Kemih Pasien Rawat Inap Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon Triyana, Enjel Pira; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3826

Abstract

Batu Saluran Kemih merupakan penyakit yang ditandai dengan pembentukan kristal batu pada saluran kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, yang dapat menyebabkan nyeri dan hambatan aliran urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan kode diagnosis dan tindakan kasus Batu Saluran Kemih di Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain retrospektif dan teknik random sampling, melibatkan 171 dokumen rekam medis dan rekam medis elektronik pasien rawat inap kasus BSK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,7% kode diagnosis BSK akurat dan 5,3% tidak akurat, sedangkan 82% kode tindakan akurat dan 18% tidak akurat. Ketidakakuratan kode diagnosis disebabkan oleh hilangnya karakter ke-4 dan diagnosis sekunder yang tidak dikode, sedangkan ketidakakuratan kode tindakan disebabkan oleh kesalahan kode dan pemeriksaan yang tidak dikode. Faktor penyebab ketidakakuratan meliputi ketidaktelitian petugas koding dan ketidaksesuaian dengan standar ICD-10. Ketidakakuratan kode berpotensi memengaruhi validasi data, pelaporan, pengklaiman INA-CBG, dan kualitas layanan rumah sakit. Penelitian ini menegaskan pentingnya ketelitian dalam pengkodean untuk mendukung pengolahan data klinis, penagihan biaya, dan manajemen rumah sakit.
Hubungan Kualitas Layanan Aplikasi Mobile JKN pada Fitur Pendaftaran Pelayanan Antrean terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon Ramadhani, Revalina; Subianto, Totok; Elfi; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3827

Abstract

Mobile JKN merupakan aplikasi pelayanan digital dari BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan aplikasi mobile JKN pada fitur pendaftaran pelayanan antrean terhadap kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Mundu. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu pasien Puskesmas Mundu yang mendaftar online menggunakan mobile JKN pada bulan maret 2025 dengan jumlah 148. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive random sampling dengan pengukuran rumus slovin sebanyak 60. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya lalu ditanyakan kepada masing-masing pasien yang mendaftar menggunakan mobile JKN. Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan software IBM SPSS versi 27. Responden dalam penelitian ini mayoritas perempuan dengan usia 26-35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan aplikasi dalam kategori baik (66,7%) dan merasa puas terhadap layanan tersebut (73,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 yang dimana α < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara kualitas layanan fitur pendaftaran antrean dengan kepuasan pasien BPJS.
Distribusi Spasial Kejadian Stunting dan Faktor Risiko di Provinsi Jawa Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis Tahun 2023 Ramadhani, Alfa Nurmalla; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3828

Abstract

Stunting hingga kini masih menjadi permasalahan utama balita dalam topik malnutrisi, baik skala global maupun nasional. Dari 38 provinsi yang tercatat, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang tinggi pada tahun 2023, mencapai 21,7%. Angka tersebut melampaui ambang batas WHO sebesar 20% dan jauh dari target nasional yaitu 14%. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memetakan pola distribusi spasial stunting dan faktor-faktor risiko. Studi kuantitatif deskriptif ditetapkan sebagai metode penelitian, dengan desain cross sectional. Pengumpulan data memanfaatkan data sekunder dari publikasi resmi pemerintah, dengan cakupan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Variabel yang ditetapkan adalah stunting, BBLR, ASI eksklusif, dan PHBS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas wilayah dengan prevalensi stunting berada dalam klasifikasi sedang, dalam range antara 20%-29% sebanyak 16 kabupaten/kota. Sebaran faktor risiko BBLR didapat sebagian besar berada dalam kategori rendah atau baik (0,00%-2,30%), sebanyak 13 wilayah. Hasil pemetaan ASI eksklusif diketahui mayoritas wilayah dalam klasifikasi sedang (40%-80%), sebanyak 20 wilayah. Terakhir, faktor risiko PHBS diketahui sebanyak 18 kabupaten/kota berada dalam kategori sedang (35%-70%). Sehingga, sebaran stunting dan faktor risiko menunjukkan pola klasifikasi sedang hingga baik di sebagian besar wilayah. Analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor risiko dan metode lainnya dapat dikembangkan guna pemahaman yang lebih komprehensif.
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis dan Penyebab Luar Kasus Cedera Pasien Rawat Inap di RS X Adhari, Febriyani; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3830

Abstract

Kodefikasi adalah kegiatan menentukan kode secara tepat sesuai dengan klasifikasi ICD-10. Ketepatan dalam pengkodean diagnosis dan penyebab luar berfungsi dalam pelaporan morbiditas dan mortalitas, serta menjadi dasar dalam proses penjamin pembayaran kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui alur pengkodean serta mengetahui tingkat ketepatan kode diagnosis dan penyebab luar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi 467 rekam medis tahun 2024. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling, menghasilkan 215 rekam medis sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa alur pengkodean rawat inap kasus cedera di RS X telah sesuai dengan SPO pemberian kode diagnosis yang ditetapkan oleh rumah sakit. Sebanyak 165 rekam medis (76%) kode diagnosis tepat, sedangkan 50 rekam medis (24%) kode tidak tepat. Sementara itu, pengkodean penyebab luar hanya 81 rekam medis (38%) yang dinilai tepat, dan 134 rekam medis (62%) tidak tepat.
Analisis Perbandingan Efesiensi Penggunaan Tempat Tidur antara Rumah Sakit Tipe B dan Tipe C di Kota Cirebon dengan Menggunakan Grafik Barber Jhonson Lutvia, Vivi Adzra; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3832

Abstract

Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang efisien dan berkualitas. Efisiensi penggunaan tempat tidur rawat inap merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kinerja rumah sakit, khususnya melalui grafik Barber Johnson yang mencakup empat indikator: BOR, AvLOS, TOI, BTO. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi penggunaan tempat tidur antara rumah sakit Tipe B (RS Ciremai) dan Tipe C (RS Pelabuhan) di Kota Cirebon. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif yang dilakukan secara cross-sectional dan data sensus rawat inap tahun 2024. Hasil menunjukkan bahwa BOR di RS Ciremai sebesar 79,04% dan RS Pelabuhan sebesar 78%, keduanya memenuhi standar efisiensi. AvLOS di kedua rumah sakit tercatat 3 hari, TOI sebesar 1 hari, dan BTO masing-masing 95 dan 108 kali per tahun. Seluruh indikator, kecuali BTO, berada dalam rentang efisiensi ideal. Nilai BTO yang terlalu tinggi menunjukkan potensi kelebihan beban dan risiko penurunan kualitas pelayanan. Dengan demikian, meskipun secara umum kedua rumah sakit efisien dalam penggunaan tempat tidur, dibutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk menjaga keseimbangan antara okupansi dan kualitas pelayanan.
Analisis Kepuasan Pengguna Fitur Deteksi Risiko Penyakit di Aplikasi SATUSEHAT Menggunakan Technology Acceptance Model Syufiyani, Syi’ta Dwi; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3833

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti kanker paru dan gangguan kesehatan mental, menjadi penyebab utama kematian dan beban kesehatan global. Deteksi dini melalui teknologi digital, seperti fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap fitur deteksi risiko penyakit di SATUSEHAT menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Jumlah sampel 100 responden yang menggunakan fitur deteksi risiko penyakit di aplikasi SATUSEHAT minimal satu kali dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling jenis quota sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dalam bentuk google formulir secara langsung atau melalui grup WhatsApp sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Semua variabel pada kategori puas dengan masing masing nilai rata- rata (mean) yaitu perceived ease of use 4,24; perceived usefulness 4,28; attitude toward using 4,24; behavioral intention to use 4,23; dan actual system use 4,22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur deteksi risiko penyakit pada SATUSEHAT diterima dengan baik oleh pengguna, dengan aspek manfaat yang dirasakan memiliki skor tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna menganggap fitur ini bermanfaat untuk pemantauan kesehatan mereka.
Implementation Of Electronic Medical Records And Work Effectiveness In The Medical Records Unit Of Ciremai Hospital In 2025 Wahyudi, Vivi Alayda; Elfi; Totok Subianto; Maula Ismail Mohammad
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3841

Abstract

Electronic medical record (EMR) systems are replacing manual methods to improve the management of patient information, increase data accuracy and work efficiency of healthcare workers, particularly in medical record units. Despite obstacles such as lack of infrastructure and user skills, previous researchers have shown that electronic medical records (EMR) have positive effects on work effectiveness including reduced service time and increased efficiency in carrying out tasks. The Objective of this research is to establish what the application of RME entails and work effectiveness in the medical record unit of Ciremai Hospital. This research employed a quantitative descriptive approach featuring a cross-sectional design. The participants in this study consisted of 26 medical record officers with purposive sampling technique using inclusion and exclusion criteria, by collecting questionnaire data. The results showed that most respondents rated the application of RME as very good (66.7%) and work effectiveness in the good category (58.3%). The highest scores of the RME implementation aspects were in confidentiality (98.3%), integrity (97.7%), and data availability (96.9%). Meanwhile, in work effectiveness, the highest score was in the aspect of work quantity (97.9%), followed by work quality (94.1%) and work time (73.5%). However, based on the Fisher Exact test, a significance value of 1.000 (p 0.05) was obtained, indicating that there was no significant relationship between the implementation of RME and the work effectiveness of officers.In conclusion, although RME is considered to have been implemented very well, work effectiveness is not directly influenced by the implementation of this system. It indicated the need for evaluation of other factors such as training, change management, and infrastructure readiness served as the main support for the successful implementation of information technology in hospitals.
The Relationship between Burnout Occurrence and the Characteristics of Support Service Officers at Ciremai Hospital in 2025 Nur Alifa, Seima; Haryanto, Yanto; Dewi Rahmawati, Fitria; Aryani, Bhakti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3842

Abstract

Burnout refers to a state of physical, psychological, and emotional fatigue that arises due to continuous workplace-related stress. This condition is frequently encountered among healthcare personnel, including those serving in hospital support roles. To assess burnout levels, several standardized tools are available, one of which is the Maslach Burnout Inventory (MBI). This instrument comprises 22 items categorized into three core aspects: emotional exhaustion, depersonalization, and diminished personal accomplishment. The objective of this research is to explore the association between burnout and demographic factors such as age, sex, marital status, educational attainment, and duration of employment. A quantitative approach using correlational analysis was employed in this study. The research involved total population sampling, encompassing 54 support service workers at Ciremai Hospital, with data collected through questionnaires. The data analysis process included both univariate and bivariate methods, with Spearman's rank correlation test utilized to evaluate inter-variable associations. Findings indicated that 33 respondents (82.5%) experienced moderate levels of burnout. Furthermore, statistical analysis revealed that among the five observed characteristics, only marital status showed a significant correlation with burnout (p-value = 0.040).