cover
Contact Name
Dermawan Waruwu
Contact Email
dermawanwaruwu@undhirabali.ac.id
Phone
+6281338665028
Journal Mail Official
jakasakti@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
ISSN : -     EISSN : 29630940     DOI : -
Journal on Health, Science, and Technology (JAKASAKTI) is an national journal published by the Research and Community Service Institute of Universitas Dhyana Pura, Bali. The Journal of Jakasakti is an open access and peer-reviewed journal, which is a dissemination medium for research result from scientists in the field of Health, Science and Technology. Jakasakti is issued three times a year on April, August, and December. The Jakasakti invites manuscripts in the various topics include functional areas of Biology, Biological and Bio System Engineering, Food and Agriculture Engineering, Community Based Health, Medical Record, Physical Therapy, Physiotherapy, Psychology, Computer Science and Engineering, Computers, Computer Information System, Internet, Multimedia in Engineering Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 352 Documents
Review of the Accuracy of Codification of Chronic Kidney Disease Cases Based on ICD-10 at Hospital X in 2023 susanah, Susanah; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto; Dewi Rahmawati, Fitria
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3799

Abstract

Chronic Kidney Disease is an irreversible kidney disease, with abnormalities in kidney structure and function. Based on the BPJS Health report, the number of catastrophic disease sufferers in Indonesia will increase to around 29.7 million cases by 2023. Kidney failure disease ranks 4th, with an increase in cases from 1.3 million to 1.5 million cases with treatment costs of IDR 2.9 trillion. The accuracy of diagnosis coding based on ICD-10 is very important for the quality of hospital services, reporting, and the accuracy of health insurance claim rates. In 2023 chronic kidney disease at hospital X as many as 229 medical records of inpatients who have performed hemodialysis. This study aims to assess the accuracy of diagnosis coding of chronic kidney disease cases based on ICD-10 at hospital X in 2023. This study used a quantitative descriptive method with a sample size of 146 medical records of inpatients, using random sampling techniques. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation of medical record documents, Data analysis in this study is a univariate analysis carried out by the formula, category frequency: total sample x 100%. From the results of the percentage calculation, it shows that the accuracy of the chronic kidney disease diagnosis code is 112 cases (77%) and 34 cases (23%) are inaccurate. The inaccuracy was due to coder errors in determining the combination code, incomplete medical information, and coder accuracy in analyzing medical record documents.
Analisis Keakuratan Kode Diagnosis Kanker Nasofaring berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Ciremai Tahun 2023-2024 Aryanti, Diva; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3804

Abstract

Kanker penyebab kematian kedua tertinggi secara global, berdasarkan survei di 115 negara mengungkapkan bahwa pada tahun 2022 tercatat 9,7 juta kematian akibat kanker dan 20 juta kasus kanker baru. Kanker nasofaring di Indonesia merupakan keganasan terbanyak ke-4 setelah kanker payudara, kanker serviks, dan kanker kulit, serta merupakan keganasan terbanyak di kepala dan leher. Pencatatan kanker nasofaring oleh BPJS Kesehatan memerlukan dukungan hasil diagnosis yang valid. Sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan No 312 Tahun 2020 yang mengatur salah satu standar kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, yaitu keterampilan dalam melakukan klasifikasi klinis, pengkodean penyakit dan masalah kesehatan lainnya, serta prosedur klinis Jenis Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.. Data Populasi diambil dari periode Januari 2023 – Desember tahun 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 75 sampel resume medis pasien rawat inap dengan kasus kanker nasofaring, keakuratan kodefikasi dengan kategori “akurat” sebanyak 54 resume medis (72%), sedangkan untuk kategori “tidak akurat” sebanyak 21 resume medis (28%).
Analisis Pending Klaim Rawat Inap BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sumber Hurip Kabupaten Cirebon Tahun 2025 Aisy, Moza Rahadatul; Elfi; Subianto, Totok; Rahmawati, Fitria Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3805

Abstract

Rumah sakit melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan mengenai sistem pembiayaan, namum dalam pelaksanaannya menemui beberapa masalah yang muncul, salah satunya adalah pending klaim. Akibat terjadinya pending klaim di beberapa rumah sakit memiliki beberapa aspek, yaitu aspek administrasi, koding, dan medis. Rumah Sakit Sumber Hurip setiap bulannya terjadi pending klaim pada unit rawat inap rata-rata 100 berkas rekam medis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya pending klaim rawat inap BPJS Kesehatan Berdasarkan aspek administrasi, Koding, dan medis di Rumah Sakit Sumber Hurip. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Data diambil dari 189 dokumen rekam medis pasien rawat inap yang terjadi pending klaim pada periode bulan Oktober Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahapan alur klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Sumber Hurip sudah mengikuti alur yang sistematis dan terintegrasi dengan sistem digital yang digunakan oleh BPJS Kesehatan. Jumlah pending klaim berdasarkan aspek administrasi terdapat 13 berkas atau (6,8%). Jumlah pending klaim berdasarkan aspek koding terdapat 59 berkas atau (31.2%) Jumlah pending klaim berdasarkan aspek medis terdapat 117 berkas atau (61.9%).
Analisis Beban Kerja Petugas Rekam Medis Menggunakan Metode FTE di Puskesmas X Majalengka Tahun 2025 Hamimi, Fauziah Khaerunnisa; Elfi; Subianto, Totok; Khasanah, Lina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3806

Abstract

Analisis beban kerja dilakukan untuk mengukur efisiensi serta efektivitas organisasi melalui jumlah pekerjaan yang dilakukan. Teknik ini menjadi tolok ukur pembagian tugas bagi petugas dan unit organisasi, memastikan distribusi kerja secara adil, memaksimalkan potensi sumber daya manusia, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan, termasuk rekam medis yang akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja petugas rekam medis di Puskesmas X Kota Majalengka menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) guna memberikan rekomendasi terkait pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, populasi dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) petugas unit rekam medis Puskesmas X Kota Majalengka dengan cara pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan indeks Full Time Equivalent (FTE) pada petugas registrasi pasien dan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yaitu 0 yang berarti tidak perlu ada penambahan petugas dikarenakan beban kerja yang tergolong underload. Oleh karena itu, tidak perlu ada penambahan tenaga rekam medis di Puskesmas X Kota Majalengka untuk tahun 2025.
Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Produktivitas Kerja Petugas Rekam Medis di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon Tahun 2025 Zahra, Bunga; Elfi; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja petugas rekam medis di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 40 petugas rekam medis yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan produktivitas kerja, dengan p-value 0,002 (p ≤ 0,05). Kesimpulannya, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja petugas rekam medis di RSUD Arjawinangun.
GAMBARAN WAKTU TUNGGU PASIEN PADA PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RSUD ARJAWINANGUN TAHUN 2025 Qurrotu’Ain, Ambarwati; Haryanto, Yanto; Elfi; Subianto, Totok
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3808

Abstract

Waktu tunggu yang lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien dan berpotensi mengurangi kualitas pelayanan. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan waktu tunggu pasien pada pendaftaran rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 99 responden. Data diperoleh melalui wawancara dengan pasien menggunakan kuesioner terstruktur. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu memilih pasien yang memenuhi kriteria tertentu sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa First Waiting Time Mayoritas responden (44,4%) kategori normal, diikuti oleh kategori lambat (36,4%). True Waiting Time Waktu kategori lambat (39,4%) dan sangat lambat (32,3%). Total Waiting Time Waktu di kategorikan lambat (42,4%), diikuti oleh normal (40,4%).
The Relationship between Completeness of Medical Resume Data and the Accuracy of Pulmonary Tuberculosis Coding at Sumber Waras Cirebon Hospital 3rd & 4th Quarter 2024 Sidqi, Raissa Aulia; Haryanto, Yanto; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3809

Abstract

The medical resume is an important summary of the entire patient care process that serves as the basis for diagnosis coding and insurance claims based on ICD-10. The accuracy and completeness of medical resumes greatly affect clinical management, financial claims, and evaluation of the quality of health services. Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that requires accurate diagnosis and coding to ensure optimal treatment. Based on data from the West Java Provincial Health Office, Cirebon Regency has a high prevalence of TB cases. Preliminary studies at Sumber Waras Hospital showed that there was still incompleteness in the medical resume and inaccuracies in coding the diagnosis of pulmonary TB. The purpose of this study was to analyze the relationship between the completeness of medical resumes and the accuracy of pulmonary TB diagnosis coding. The research method used was quantitative correlation with a total sampling approach to 72 medical record documents of pulmonary TB patients. Data analysis was performed using the chi-square test. Of the 72 medical record files of the main diagnosis of tuberculosis, there were 48 (48.0%) complete medical resumes and 24 (24.0%) incomplete medical resumes, there were 48 (48.0%) accurate diagnosis codes and 24 (24.0%) inaccurate diagnosis codes, there were 14 (59.3%) incomplete medical record filling completeness with inaccurate diagnosis codes, and there were 38 (79.2%) complete medical resume filling completeness with accurate diagnosis codes.
Hubungan Mutu Pelayanan Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan di Rsud Arjawinangun Tahun 2025 Vebianty, Vio; Subianto, Totok; Elfi; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3810

Abstract

Mutu pelayanan merupakan faktor kunci dalam kepuasan pasien di rumah sakit, terutama di unit pendaftaran yang mencakup kemampuan petugas dalam menyampaikan informasi, kecepatan, ketepatan waktu, ketanggapan, dan keandalan. Berdasarkan studi pendahuluan, mayoritas pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun merasa kurang puas dengan mutu pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan yang mendaftar secara langsung di RSUD Arjawinangun dengan jumlah sampel 99 responden. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square (p value 0,002< 0,1) diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di RSUD Arjawinangun. Dengan adanya penelitian ini diharapkan rumah sakit dapat terus meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan pada tempat pendaftaran pasien rawat jalan, serta dapat menjamin kerahasian pada setiap pasien dan melakukan survei kepuasan secara berkala untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan serta mutu pelayanan.
Evaluasi Implementasi E-Puskesmas dengan Menggunakan metode PIECES di Puskesmas Jagasatru Lestari, Feny Dwi; Karmanto, Bambang; Mohammad, Maula Ismail; Khasanah, Lina
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3811

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam layanan kesehatan, termasuk penerapan sistem informasi kesehatan (SIK) di puskesmas melalui aplikasi e-Puskesmas. Aplikasi ini berperan dalam meningkatkan manajemen data pasien, namun masih menghadapi kendala seperti sistem yang kurang stabil dan keterbatasan data dalam aspek pelaporan, sehingga mengurangi efektivitas dan efisiensinya. Oleh karena itu, evaluasi sistem e-Puskesmas diperlukan untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan layanan e-Puskesmas menggunakan metode PIECES, yang mencakup enam dimensi utama: performance,  information, economic,  control, efficiency, dan service. Dengan model ini, evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk menilai berbagai aspek sistem. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah tenaga kesehatan yang menggunakan e-Puskesmas, dengan populasi sebanyak 23 orang. Data dikumpulkan melalui 35 pertanyaan kuesioner dan dianalisis dengan menghitung nilai mean dari setiap indikator untuk menilai tingkat kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek PIECES dalam sistem e-Puskesmas masuk dalam kategori "sangat baik". Kesimpulannya, evaluasi dengan metode PIECES menunjukkan bahwa sistem e-Puskesmas di Puskesmas Jagasatru berfungsi dengan sangat baik. Model evaluasi ini dapat digunakan untuk menilai kualitas e-Puskesmas di fasilitas kesehatan lain serta dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas sistem informasi kesehatan di Indonesia.
TINJAUAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS KASUS BIRTH ASPHYXIA BERDASARKAN ICD-10 PADA REKAM MEDIS RAWAT INAP TRIWULAN III DI RSUD X TAHUN 2023 Faidah, Nur; Rahmawati, Fitria Dewi; Aryani, Bhakti; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3812

Abstract

Angka Kematian Bayi di Indonesia di tahun 2023 terjadi pada periode neonatal sebanyak 27.530, penyebab utama kematian tersebut, yaitu respiratory dan cardiovascular. Asphyxia salah satu gangguan yang termasuk dalam sistem respiratory dan cardiovascular perinatal, dalam ICD-10 tahun 2010 terdapat pada bab XVI blok P20-P29. Keakuratan kode diagnosis menjadi aspek penting dalam pembuatan laporan. Seorang koder harus mampu menetapkan kode diagnosis sesuai dengan ketentuan pengkodean berdasarkan ICD-10 tahun 2010. Tahun 2023 di RSUD X mencatat angka kasus Birth Asphyxia pada tahun 2023 merupakan penyebab utama dan paling banyak yaitu sebesar 1.317 kasus. Selain itu, di RSUD X belum ada penelitian terkait keakuratan kode diagnosis Birth Asphyxia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase keakuratan kode diagnosis kasus Birth Asphyxia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 163 rekam medis bayi rawat inap pada periode triwulan III tahun 2023, teknik sampel yang digunakan oleh peneliti adalah teknik purposive sampling. Dari hasil perhitungan analisis data sampel berupa persentase keakuratan menunjukan bahwa dari 163 data sampel rekam medis bayi rawat inap dengan diagnosis kasus Birth Asphyxia yang akurat sebanyak 119 kasus (73%) dan kode diagnosis Birth Asphyxia yang tidak akurat sebanyak 44 kasus (27%).