Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan
HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan merupakan terbitan berkala enam bulanan, setiap terbitan memuat minimal 5 artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Juli. Misi HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah menyebarluaskan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia bahkan dunia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang berkepentingan dengan dunia kesehatan, antara lain organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan terkait. ilmu, pengajaran, ilmuwan yang tertarik pada penerapan ilmu di bidang kesehatan.
Articles
91 Documents
Gambaran Beban Kerja Perawat Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
Bernita Martlin Siagian
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.688 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2055
Beban kerja merupakan kondisi membebani yang di alami pekerja dalam bekerja baik secara fisik maupun non fisik atau merupakan waktu yang dibutuhkan perawat dalam menangani pasien per hari di sebuah unit Rumah Sakit dalam melaksanakan kegiatan keperawatan langsung maupun perawatan tidak langsung. Beban kerja penting untuk mengetahui kapasitas kerja perawat agar terdapat keseimbangan antara tenaga perawat dengan beban kerja. Beban kerja yang terlalu banyak dapat menurunkan produktifitas perawat itu sendiri yang dapat menyebabkan penurunan mutu pelayanan keperawatan. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran beban kerja perawat di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional sampling, dengan jumlah populasi 69 orang dan jumlah responden 30. Instrumen yang di gunakan lembar observasi. Hasil penelitian beban kerja perawat kategori berat pada shift pagi : 43 %, shift sore 30%, shift malam 24% di karena tindakan keperawatan langsung pada shift pagi lebih tinggi dari pada shift sore dan malam. Untuk total tindakan keperawatan didapatkan rata-rata perawatan langsung shift pagi 458 menit (29,4%), perawatan tidak langsung 476 menit (30,5%) dan non keperawatan 626 menit (40,0%) sehingga didapatkan beban kerja ringan di seluruh ruangan intensif . Saran agar perawat tetap meningkatkan pelayanan yang optimal di rumah sakit
Perilaku Hand Hygiene Pada Keluarga Pasien Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2020
Elvina Ginting
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.831 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2069
Hand hygiene adalah aspek yang paling penting untuk mencegah transmisi mikrobakteri patogen dan mencegah Hospital Acquired Infections (HAIs). Kesadaran hand hygiene pada petugas kesehatan merupakan perilaku yang mendasar dalam upaya mencegah infeksi silang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk Mengetahui Perilaku Hand Hygiene Pada Keluarga Di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini keluarga pasien yang Diruangan Rawat Inap (St.Maria – Martha, St. Fransiskus, St. Ignasius) Di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data uji Personal Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas keluarga yang mengalami pengetahuan cukup sebanyak 21 orang (52,5%), keluarga yang bersikap cukup sebanyak 24 orang (60,0%), keluarga yang melakukan tindakan five moment mayoritas cukup terdapat 25 orang (62,5%). Diharapkan perlu memperhatikan prosedur dalam melakukan tindakan hand hygiene terutama pada keluarga pasien dan lebih memperhatikan serta melakukan promosi kesehatan tentang pentingnya hand hygiene.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INFEKSI HERPES PADA IBU HAMIL DI DESA TELO KECAMATAN BATANGTORUKABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2023
Efrida Yanti;
Amvina Ana
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.949 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2075
World Health Organization (WHO Epidemiologi herpes genital mencapai angka 417 juta orang terinfeksi oleh HSV 2 di dunia dengan rentang usia 15–49 tahun. Sedangkan HSV 1 menyerang 3.709 juta orang dengan rentang usia 0–49 tahun. Jika ibu mengalami penyakit herpes saat menjalani kehamilan di trimester pertama, kondisi ini dapat memicu keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang infeksi herfes. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan desain diskriptif. Sampel ini dilakukan dengan accidental sampling. penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan jumlah 15 orang. Jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang infeksi herpes pada ibu hamil adalah berpengetahuan cukup. Saran bagi petugas kesehatan memberikan informasi yang lebih jelas baik merupakan penyuluhan maupun pendidikan kesehatan mengenai Infeksi Herpes. Sarankan bagi responden agar meningkatkan pengetahuannya khususnya Pengetahuan Infeksi Herpes Pada Ibu Hamil.
Pengaruh Pemberian Kompres Daun Kubis dalam Mengatasi Bendungan Asi pada Ibu Nifas
Sri Dewi Haryati;
Desi Ernita Amru;
Larince Radulima Febrianti;
Hazen Aziz
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.492 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2077
Bendungan ASI adalah penyempitan pada duktus laktiferus, sehingga sisa ASI terkumpul pada sistem duktus yang mengakibatkan terjadinya pembekakan. Pembengkakan payudara atau bendungan ASI dapat diatasi dengan cara farmakologis dan nonfarmakologis. Cara nonfarmakologis salah satunya dengan menggunakan kompres daun kubis pada puting susu yang mengalami nyeri dan pembengkakan, kompres daun kubis dilakukan 30 menit selama 2?3 hari. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kepada ibu nifas dengan bendungan ASI menggunakan kompres daun kubis. Tujuannya adalah memberikan asuhan pada ibu nifas yang mengalami bendungan ASI dengan pemberian kompres daun kubis untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri yang dirasakan ibu. Asuhan yang diberikan adalah dengan pemberian kompres daun kubis selama 3 hari setiap 6 jam sekali dengan waktu pengompresan 30 menit. Dari asuhan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa bendungan ASI ibu teratasi. Disimpulkan bahwa kompres daun kubis dapat mengatasi pembengkakan dan menghilangkan rasa nyeri pada bendungan ASI. Diharapkan kepada penyedia layanan asuhan kebidanan untuk dapat menerapkan pemberian kompres daun kubis sebagai salah satu terapi kepada ibu nifas yang mengalami bendungan ASI.
Penyakit Diabetes Mellitus Umur 40-60 Tahun di Desa Bara Batu Kecamatan Pangkep
Yohanes Denggos
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Vol. 2 No. 1 (2023): Periode Januari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.828 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i1.2177
Diabetes melitus atau yang biasa masyarakat pada umumnya menyebutnya dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang dapat diderita seumur hidup. Diabetes memiliki 2 tipe yakni diabetes melitus tipe 1 yang merupakan hasil dari reaksi autoimun terhadap protein sel pulau pankreas, kemudian diabetes tipe 2 yang mana disebabkan oleh kombinasi faktor genetik yang berhubungan dengan gangguan sekresi insulin, resistensi insulin dan faktor lingkungan seperti obesitas, makan berlebihan, kurang makan, olahraga dan stres, serta penuaan. Review ini membahas mengenai etiologi, patofisiologi, gejala, penyebab, cara pemeriksaan, cara pengobatan serta cara pencegahan penyakit diabetes melitus. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan mendeskripsikan situasi ataui area populasi tertentu faktual secara sistematis dan akurat atau dapat pula diartikian sebagai penelitian yang memotret fenomena yang terjadi sekarang. Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki 2 tipe yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1 berasal dari faktor genetik, lingkungan, usia dan faktor lain dan pada diabetes tipe 2 faktornya antara lain gaya hidup dan obesitas.
Karakteristik Pasien Covid 19 Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Periode Maret-Desember 2020
david, bertamba;
Tampubolon, Lindawati Farida;
Ginting, Amnita Andayani
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.701 KB)
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2194
Pemerintah Indonesia saat ini tengah memberantas dan mencegah penyebaran pandemi covid 19. Jumlah kasus sudah mencapai lebih dari 1000 orang di Kota Medan, Rekam medis wajib dibuat oleh setiap dokter dan menjadi dokumentasi penting bagi riwayat kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien covid 19 di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah data rekam medik pasien Covid 19 di RS Santa Elisabeth Medan selama periode Maret- Desember tahun 2020 yang berjumlah 528 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi data sekunder. Hasil penelitian diperoleh Karakteristik Pasien Covid 19 Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan yaitu : mayoritas (71%) penderita covid berada pada usia 20 – 59 tahun , 52,3% berjenis kelami laki-laki, Usia mayoritas usia responden 20 – 59 tahun sebanyak 377 orang (71%), 36,9 % bekerja sebagai Wiraswasta, 9% memiliki riwayat penyakit diabetes Jenis kelamin responden laki-laki 277 orang (52,3%), 27.2% bergolongan O , 32.0% memiliki D.dimer diatas 500, pemeriksaan thorax diperoleh 99,6 % Bronkopeneumonia, pemeriksaan CT.Scan Thorax diperoleh 24.4%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar dan menjadi salah satu referensi penatalaksanan keperawatan terhadap pasien Covid-19 untuk tetap meningkatkan pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Dukungan Keluarga dan Respon Sosial Emosional pada ODHA (Orang dengan Hiv/Aids)
Salmi, Dwi Nurul
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2519
HIV/AIDS menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat luas dimana orang dengan HIV/AIDS mengalami permasalahan yang kompleks karena adanya diskriminasi dalam masyarakat. Respon sosial emosional merupakan dampak yang muncul secara psikologis pada pasien HIV/AIDS dimana cenderung menunjukkan reaksi negatif yang disebabkan oleh karena kurang dukungan keluarga. Kurangnya dukungan keluarga dapat berdampak terhadap peningkatan stress dan efek emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan respon sosial emosional pada ODHA. Jenis penelitian adalah Deskriftif analitik dengan desain Cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan dari bulan Februari - Mei 2023. Populasi dalam penelitian ini semua ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) di Yayasan Lentera berjumlah 720 orang. Besar sampel 88 orang dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Pengolahan data dengan teknik editing, coding, data entry, cleaning, dan tabulating. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 46,6% ODHA tidak mendapatkan dukungan keluarga, dan 48,9% ODHA yang memiliki respon sosial emosional yang tidak baik dan 63,4% dukungan keluarga yang tidak mendukung ODHA didapatkan pada respon sosial emosional yang tidak baik. Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan respon sosial emosional dengan nilai p-value 0,019 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada Yayasan Lentera untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan metode dukungan pada ODHA. Dukungan yang berkesinambungan dapat menstabilkan emosi, menurunkan respon kecemasan, dan meningkatkan respon interaksi sosial.
Gambaran Tingkat Stress Kerja Perawat Intensive Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
Sembiirng, Friska;
Rante Rupang, Ernita
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2522
Perawat intensive mempunyai perbedaan mendasar dengan peran perawat di ruang perawatan lainnya yaoti harus memiliki pengetahuan dan keahlian khusus dalam menangani kondisi pasien kritis serta menilai keadaan pasien yang cenderung fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stress kerja perawat intensive. Jenis rancangan penelitian ini adalah deskriptif survei pada 56 responden dengan pengambilan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat intensive di RS Santa Elisabeth Medan sejumlah 56 orang dan tehnik pemgambilan sampel adalah total sampling dan instrumen untuk mengukur tingkat stres sampel adalah kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian karakteristik responden menunjukkan jenis kelamin mayoritas perempuan (83,3%), sebagian besar usia dewasa awal (63,3%),tingkat pendidikan sebagian besar D III Keperawatan (68,3%), mayoritas sudah menikah (80%), lama bekerja >10 tahun (50%) dengan sebagian besar tingkat stress sedang (60,7) Penelitian ini memberikan informasi tingkat stress perawat yang bekerja di ruang intensive dengan berbagai kondisi pasien sehingga di rekomendasikan agar perawat intensive dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk mengantisipasi stressor
Hubungan Faktor Budaya dan Gaya Hidup dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja
Wulandari, Mike Ayu;
Kartika, Defi Eka;
Pradessetia, Rezky;
Syafrizal , Raja
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2525
Seks pranikah pada remaja sudah sampai pada tingkat yang menghkawatirkan di kota-kota besar di Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku seks pranikah yaitu faktor pengetahuan, dukungan sosial dan keluarga, religiusitas, teknologi dan nilai budaya. Seks pranikah terjadi pada berbagai suku, agama dan kebudayaan. Minang merupakan suku yang berfalsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Atau adat yang didasarkan /ditopang oleh syariat agama islam Agama islam dalam kitabnya mengharamkan kegiatan zina. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor budaya dan gaya hidup dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMA N Kota Bukittingi. Metode: metode penelitian menggunakan metode cross sectional dan sampel pada penelitian ini 147 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data diuji dengan Chi-Square (?<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan pada nilai budaya dan gaya hidup (p=.528). Disarankan untuk keperawatan komunitas mengoptimalkan lagi pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR), pihak Guru BK di sekolah memberikan layanan untuk mencegah perilaku seks pranikah seperti layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, layanan konsultasi dengan orang tua
Persepsi Orangtua dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas pada Anak Usia Dini di Alumna Islamic School Pekanbaru
Yuningsih , Silvia Anita;
Wiji, Rizki Natia;
Nadia , Fatma
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2571
Pendidikan seksualitas pada dasarnya merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi “penyalahgunaan” pada organ reproduksi. Secara umum, orang tua merasa sulit bersikap terbuka soal seks kepada anaknya karena merasa terintimidasi dengan pertanyaan anak yang disebabkan sikap mental orangtua yang ‘tidak siap’ untuk menghadapi keingintahuannya terhadap dirinya sendiri, terutama masalah seputar seksualitasnya. Hampir bisa dipastikan bahwa tidak akan ada orang tua yang merasa nyaman ketika harus mengajarkan seks kepada anaknya. Malu, risih dan sungkan adalah kumpulan perasaan yang pasti menyergap orang tua jika harus mentransfer pengetahuan seks pada anak. Perasaan ini masih ditambah pula dengan kecemasan orang tua yang sering khawatir kalau anak yang mendapat informasi seks banyak terlalu dini, akan terdorong untuk buru-buru melakukannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi orangtua dalam memberikan pendidikan seksualitas terhadap kesehatan reproduksi pada anak usia dini di Alumna Islamic School Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian explanatory research dengan teknik pengumpulan data menggunakan cross sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Sampel diperoleh seluruh orangtua wali siswa/siswi dari Alumna Islamic School Pekanbaru. Data diperoleh melalui instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan SPSS.