cover
Contact Name
Aprilita Br. Sitepu
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6281361952005
Journal Mail Official
editor@itscience.org
Editorial Address
Official Address: Jalan bunga rampai II No. 86, Simalingkar Medan, North Sumatera, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28099117     DOI : https://doi.org/10.47709
Core Subject : Health,
HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan merupakan terbitan berkala enam bulanan, setiap terbitan memuat minimal 5 artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Juli. Misi HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah menyebarluaskan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia bahkan dunia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang berkepentingan dengan dunia kesehatan, antara lain organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan terkait. ilmu, pengajaran, ilmuwan yang tertarik pada penerapan ilmu di bidang kesehatan.
Articles 91 Documents
Pengaruh Pemberian Informasi Prosedur Pemasangan Infus Terhadap Penurunan Kecemasan Orangtua pada Anaknya Di RS Santa Elisabeth Batam Nainggolan, Ayu Rohani; Tampubolon , Lindawati Farida; Ginting , Agustaria
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3554

Abstract

Tindakan pemasangan infus merupakan prosedur yang menimbulkan kecemasan dan ketakutan serta rasa tidak nyaman bagi anak karena nyeri yang dirasakan akibatnya orang tua merasa cemas jika prosedur pemasangan infus yang dilakukan akan memberikan efek yang membuat anak merasa semakin sakit atau nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informasi prosedur pemasangan infus terhadap penurunan kecemasan orangtua pada anaknya. Hasil wawancara yang dilakukan pada 25 orangtua di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja Batam didapatkan data 4 orang tua memiliki tingkat kecemasan ringan (16%), 18 orang tua memiliki tingkat kecemasan sedang (72%), dan 3 orang tua dengan tingkat kecemasan berat (12%) dikarenakan kurangnya pengetahuan orangtua mengenai prosedur pemasangan infus. Metode penelitian menggunakan Pra-eksperimental berdesain one group pretest-posttest group. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling sebanyak 30 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden pada tahap pretest dan postest. Hasil penelitian dari 30 responden didapatkan rerata kecemasan orangtua sebelum pemberian informasi prosedur pemasangan infus pada anak adalah 36.00 (95% CI= 34.84-37.16), dengan standar deviasi 3.118. Sedangkan rerata nilai kecemasan orangtua sesudah pemberian informasi pemasangan infus adalah 23.67 (95% CI= 22.56-24.78) dengan standar deviasi 2.975. Hasil ujistatistik uji t berpasangan/ uji t dependen, diperoleh p value=0.001, (?< 0,005) yang artinya secara statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian informasi prosedur pemasangan infus terhadap penurunan kecemasan orangtua pada anaknya. Diharapkan perawat untuk memberikan informasi prosedur pemasangan infus pada orangtua anak yang akan dilakukan pemasangan infus sehingga mereka mengetahui prosedur yang akan diberikan kepada anaknya dan menurunkan kecemasan yang dialami.
HUBUNGAN PEMBERIAN MPASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN PENCERNAAN PADA BAYI Jayanti , Astri Dwi; Astuti , Astuti; Asnawati, Asnawati; Sihombing, Arta Mariam; Sitompul , Asrina Polanisa; Paninsari, Debora
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3555

Abstract

Selama enam bulan pertama kehidupannya, ASI dapat menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi baru lahir, namun seiring dengan perkembangan bayi, hal ini tentu saja tidak cukup. Pada usia enam bulan, bayi baru lahir akan mulai sering mengonsumsi MPASI. Memberikan MPASI pada bayi baru lahir terlalu dini dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang, yang belum siap untuk memecah apa pun selain ASI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian penyakit pencernaan dengan MPASI. Metode: pendekatan cross-sectional, 311 individu mewakili populasi seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 0 hingga 6 bulan; Sampel berjumlah 175 orang, yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu teknik nonprobability sampling. Temuan: Dari seluruh responden, 121 perempuan (69,1%) memberikan MPASI kepada anaknya yang berusia antara 0 dan 6 bulan, sedangkan 54 responden (30,9%) tidak. Kelompok YA sebanyak 138 responden (yaitu mengalami gangguan pencernaan) dengan persentase 78,9%, dan kelompok TIDAK sebanyak 37 responden (yaitu tidak mengalami gangguan pencernaan) dengan persentase 21,1%. Sedangkan Pvalue = 0,000 menunjukkan adanya hubungan antara MPASI dengan kejadian penyakit pencernaan, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara MPASI dengan kejadian gangguan pencernaan menurut hasil analisis penelitian yang dihasilkan dengan menggunakan SPSS. Penyelidikan yang dilakukan para ahli mengungkapkan hal itu. Peneliti menemukan adanya korelasi antara prevalensi penyakit pencernaan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Datar dengan MPASI berdasarkan datanya.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD LASINRANG KABUPATEN PINRANG Muhtar, Arlina; Setiawati , Yuliyanti
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3557

Abstract

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram (Padila, 2016). Pengertian abortus menurut hukum ialah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran, tanpa melihat usia kandungannya (Purwoastuti, T W & Walyani, 2015). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan umur ibu, jumlah persalinan (paritas) dan riwayat abortus dengan kejadian abortus di RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang mengalami kejadian abortus di RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah responden 30 orang. Pengumpulan data menggunkan lembar observasi, pengolahan data menggunakan komputer program SPSS versi 16.0 dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari frekuensi, analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square, dengan kesalahan ? < 0,05. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus yaitu umur ibu dengan nilai ? = 0,036, jumlah persalinan (paritas) dengan nilai ? = 0,043 dan riwayat abortus dengan nilai ? = 0,048. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara umur ibu, jumlah persalinan (paritas) dengan kejadian abortus di RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH DI SMK NEGERI 5 GOWA Ratna, Ratna; Fajriansi, Andi
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3558

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja, adapun masalah kesehatan reproduksi yang disebabkan oleh perilaku seksual pranikah pada remaja dapat mengakibatkan resiko terjadinya infeksi penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) yang menyebabkan aborsi pada remaja, Oleh karena itu diperlukannya penyuluhan sebagai salah satu sarana untuk mendapatkan informasi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah pada siswa SMK Negeri 5 Gowa. Rancangan penelitian adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest design dan uji analis Paired Sample test. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 85 orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap sikap remaja tentang seks pranikah (?=0,000). Diharapkan kepada orang tua dan pihak sekolah memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya seks pranikah.
EFEK MIRROR THERAPY PADA FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN PASCA STROKE Fadlilah, Lia
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3623

Abstract

Stroke adalah masalah kesehatan masyarakat terkemuka di seluruh dunia. Stroke menyebabkan urutan gangguan sensorik-motorik termasuk penurunan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang terkena dan ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Terapi cermin sangat membantu dalam meningkatkan fungsi ekstremitas atas pada pasien stroke subakut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menentukan efektivitas terapi miror dalam meningkatkan fungsi motorik ekstremitas atas. Metode yang digunakan dalam pencarian tinjauan sistematis ini dilakukan melalui beberapa database termasuk Scopus, Sience Direct, ProQuest, Ebsco dan Sage selama 5 tahun terakhir. Deskripsi berikut digunakan: Terapi cermin AND Ekstremitas Atas AND fungsi motorik AND Pasien Stroke. Hasil dari penelitian ini yaitu PRISMA flow chart digunakan dari total 33 judul, menjadi hanya 15 studi yang dipilih sebagaimana ditentukan oleh peneliti. Kesimpulan: Terapi cermin selain program rehabilitasi konvensional menghasilkan peningkatan yang lebih besar di area bawah fungsi motorik ekstremitas dan ambulasi, yang berlangsung dalam waktu singkat setelah perawatan. Terapi cermin juga efektif dalam meningkatkan fungsi ekstremitas atas pada pasien dengan hemiplegia ringan sampai sedang akibat stroke.
GAMBARAN POLA PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Hartaty, Neti; Az-zahra, Indah; Putri , Suraya
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.5215

Abstract

Improper feeding patterns in toddlers can lead to health issues, decreased immunity, and an increased risk of long-term cognitive developmental disorders. This study aimed to describe the feeding patterns of children aged 2-5 years in the Baiturrahman District of Banda Aceh city. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 100 toddlers was selected using accidental sampling from a population of 1,088 toddlers. Data were collected using a self-report questionnaire. The study focused on three key aspects: types of food, quantity of food, and feeding schedules. The results showed that the majority of toddlers (99%) received appropriate feeding patterns, with 98% meeting the standards for types of food, 93% for quantity of food, and 87% for feeding schedules. Overall, the feeding patterns in the study area largely adhered to recommended nutritional standards. However, improvements are needed in feeding schedules to achieve optimal results. It is recommended that community health centers enhance personalized education, such as home visits, to emphasize the importance of breastfeeding and balanced nutrition, while involving families holistically to support appropriate feeding practices.
Pemanfaatan ekstrak Ethanol buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) diformulasikan sebagai pewarna pada sediaan Eye Shadow Cream Sihotang, Tesalonika; Diana, Vivi Euis; Fadillah , Eva; Rizky , Putri
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2022): Vol : 1 No : 2 (2022) : Periode Juli 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v1i2.1678

Abstract

Eye shadow adalah bagian dari kosmetika yang digunakan pada kelopak mata dan dibawah alis. Eye shadow merupakan salah satu jenis preparat dekoratif yang memerlukan bahan yang sangat aman dan cara pemakaian yang hati-hati karena dikenakan pada kulit dekat mata, biasanya pada kelopak mata atas Eye shadow dalam bentuk cream memiliki keuntungan mampu melekat pada permukaan tempat pemakaian dalam waktu yang cukup lama. Bentuk cream dapat memberikan efek mengkilap, berminyak, melembabkan dan mudah tersebar merata, mudah diusap dan mudah dicuci dengan air. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain penelitian eksperimental laboratorium, meliputi penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik, uji iritasi terhadap sediaan, dan uji kesukaan dengan konsentrasi 7%, 9%, dan 11%. Hasil penelitian Zat warna dari ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L.) dapat diformulasikan ke dalam sediaan eye shadow sebagai pewarna alami dan memiliki susunan yang homogen, pH yang sesuai, sediaan yang stabil, daya oles, daya lekat, dan daya sebar yang baik, tidak mengiritasi, dan sangat disukai panelis. Perbedaan konsentrasi ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L.) yang diformulasikan dalam sediaan eye shadow cream memberikan pengaruh pada warna sediaan. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah senduduk, maka semakin pekat pula pigmen warna pada sediaan. Kesimpulannya ekstrak buah senduduk dapat diformulasikan ke dalam sediaan eye shadow cream sebagai pewarna alami dan Semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah senduduk, maka semakin pekat pula pigmen warna pada sediaan.
GAMBARAN POLA PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA USIA 2-5 TAHUN DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Az-zahra, Indah; Hartaty, Neti; Putri , Suraya
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.5215

Abstract

Improper feeding patterns in toddlers can lead to health issues, decreased immunity, and an increased risk of long-term cognitive developmental disorders. This study aimed to describe the feeding patterns of children aged 2-5 years in the Baiturrahman District of Banda Aceh city. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 100 toddlers was selected using accidental sampling from a population of 1,088 toddlers. Data were collected using a self-report questionnaire. The study focused on three key aspects: types of food, quantity of food, and feeding schedules. The results showed that the majority of toddlers (99%) received appropriate feeding patterns, with 98% meeting the standards for types of food, 93% for quantity of food, and 87% for feeding schedules. Overall, the feeding patterns in the study area largely adhered to recommended nutritional standards. However, improvements are needed in feeding schedules to achieve optimal results. It is recommended that community health centers enhance personalized education, such as home visits, to emphasize the importance of breastfeeding and balanced nutrition, while involving families holistically to support appropriate feeding practices.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA SARJANA KEPERAWATAN TINGKAT 4 DI STIKes DHARMA HUSADA Fitra Herdian; Wafiyah , Ghina; Pratama, Oktarian
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6058

Abstract

Mahasiswa Sarjana Keperawaatan akan lebih termotivasi untuk belajar apabila dukungan sosial yang diterimanya semakin banyak. Prestasi belajar yang menurun, kemalasan dalam menyelesaikan kegiatan yang diberikan, dan hasil yang tidak diharapkan lainnya dapat terjadi akibat kurangnya dukungan dari diri sendiri maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan dukungan sosial pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasi kuantitatif. Pendekatan sampling lengkap digunakan untuk mengumpulkan 76 responden yang menjadi sampel penelitian. Hasil uji peringkat Spearman dalam penelitian ini menunjukkan Nilai P sebesar 0,001 < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan antara keinginan belajar dengan dukungan sosial. Mayoritas responden sebanyak 36 orang (47,0%) menyatakan memiliki tingkat dukungan sosial yang tinggi. Mayoritas responden sebanyak 43 orang (57,0%) termasuk dalam kelompok motivasi belajar sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa Sarjana Keperawaatan tingkat 4 STIKes Dharma Husada, dukungan sosial dan motivasi belajar berkorelasi secara signifikan. Menurut temuan penelitian, siswa lebih termotivasi untuk belajar ketika mereka memiliki dukungan sosial yang lebih besar. Saran yang diharapkan dapat meningkatkan layanan konseling teman sebaya untuk para mahasiswa di STIKes Dharma Husada untuk meningkatkan dukungan sosial serta juga dapat membentuk sosial support dalam lingkungan kampus STIKes Dharma Husada. Kata Kunci : Dukungan Sosial, Motivasi Belajar
IMPLEMENTASI PLAY BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI PADA ANAK PRA SEKOLAH Putri Puspitasari; Amrullah, Jahidul Fikri; Lukitasari, Depi
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Vol : 4 No : 1 : Periode Januari 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i1.6083

Abstract

Salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di negara Indonesia adalah gempa bumi. Bencana gempa bumi ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan manusia, terutama pada kelompok masyarakat yang lebih rentan seperti anak-anak prasekolah. Anak-anak pada usia dini memiliki keterbatasan pemahaman mengenai risiko bencana dan langkah-langkah kesiapsiagaan yang harus dilakukan, sehingga mereka sangat rentan terhadap dampak negatif bencana. Metode pembelajaran yang tepat sangat dibutuhkan agar anak pra-sekolah dapat memahami dan menginternalisasi konsep kesiapsiagaan dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Play based learning (PBL), khususnya melalui aktivitas bermain, ialah metode yang optimal karena memberi pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Tujuan studi ini guna melihat apakah ada pengaruh implementasi PBL terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada anak pra-sekolah. Sebanyak 27 anak pra-sekolah menjadi partisipan dengan teknik pemilihan sampel purposive sampling, studi ini memakai desain pre-eksperimental pre-test dan post-test. Kuesioner yang digunakan yaitu kesiapsiagaan bencana gempa bumi terdiri dari kuesioner pengetahuan dan keterampilan. Skor median pre-test adalah 3,00 sedangkan skor median post-test adalah 7,00 untuk pengetahuan dan skor median pre-test adalah 3,00 sedangkan skor median post-test adalah 5,00 pada keterampilan. Uji Wilcoxon mendapat nilainya p-value 0,000 baik pengetahuan ataupun keterampilan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh implementasi PBL terhadap peningkatan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada anak pra-sekolah. Direkomendarikan kepada pihak sekolah untuk melaksanakan PBL tentang kesiapsiagaan bencana secara rutin dan berkelanjutan

Page 5 of 10 | Total Record : 91